Aku berasal dari keluarga miskin di London, kemudian menjadi tulang pungung untuk keenpat adik perempuanku dengan berjualan koran dan menyemir sepatu, ayahku pemabuk dan ibuku sering menangis karena letih dan kesal.
Dari kecil aku suka latihan tinju, sampai suatu saat bertemu dengan mister penjual koran yang ternyata adalah seorang petinju dunia yang tidak terkalahkan, dan perjalanku di mulai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romy rhamdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Mendaftar Sebagai Petinju Junior
Mereka pergi ke London yaitu ketempat pendaftaran petinju amatir, mister merasa Dampsey sudah matang dalam berlatih dan sekarang yang diperlukan adalah pertarungan yang sebenarnya.sebagai pengalaman dalam mengenal tinju.
Aturan tinju amatir yang dipertandingkan terdapat kelas pin 46 kilogram hingga kelas berat 91 kilogram
ELITE MEN`S
Kelas pin 46 kilogram.
Kelas terbang ringan 49 kilogram.
Kelas terbang 52 kilogram.
Kelas bantam 56 kilogram.
Kelas ringan 60 kilogram.
Kelas welter ringan 64 kilogram.
Kelas welter 69 kilogram.
Kelas menengah 75 kilogram.
Kelas berat ringan 81 kilogram.
Kelas berat 91 kilogram.
Mister mendaftarkan Dampsey ke kelas terbang lima puluh dua kilogram kelas yang paling digemari dan paling banyak peminat. Setelah lolos penimbangan maka secara resmi dia telah menjadi salah satu peserta di kelas terbang lima puluh dua dengan pelatihnya adalah mister
Mister kemudian membawa Dampsey ke rumah yang dia miliki di London, di kota ini harga rumah sangatlah mahal, karena harga mahal maka banyak penginapan yang dibuat, jadi tak heran jika mister termasuk orang yang sangat kaya, dia membeli rumah sewaktu berjaya dulu, dan tidak boros seperti para petinju sukses yang hidup dengan kemewahan tetapi miskin ketika sudah tidak bisa bertinju lagi.
Dalam rumah yang mereka tempati terdapat ruangan bawah tanah sebagai tempat latihan tinju, ruangan ini sangat lengkap fasilitas tapi tidak ada yang moderen semuanya serba kuno tetapi manfaatnya sangat terasa. Barang barang inilah yang menjadi fasilitas latihan mister dulu dan masih terawat sampai sekarang, dulu dia berjanji tidak akan menyentuh barang ini lagi, tapi bocah ini mengerakan hatinya.
" Jangan khawatir masalah makan dan vitamin, fokus kamu hanya latihan saja " kata mister dengan serius, dia tahu Dampsey orangnya sangat tahu diri dan pemalu.
Di dalam ruangan latihan juga terdapat kayu besar yang bisa berputar 160 derajat disertai tonjolan tonjolan pada bagian pohon untuk memukul musuh, inilah yang harus dihindari oleh Dampsey jika berlatih mengunakan alat ini.
Hari pertama tinggal dia sudah disuruh berlatih untuk mengunakan pohon kayu, ada sepuluh tonjolan kayu ditempat berbeda seperi titik akupuntur tubuh, semuanya jika terkena pada bagian tubuh maka akan mati rasa.
Selain itu dia juga mempelajari bagian lemah tubuh manusia oleh mister, inilah pelajaran yang sangat mahal, karena titik titik manusia merupakan kelemahan tubuh manusia yang jika terkena tinju dan pukulan maka bisa KO seketika.
Dia dilatih sambil berkonsentrasi menghajar titik titik akupuntur yang telah di tempel pada patung kayu yang sangat mirip dengan manusia, berhari hari dia melakukan latihan pukulan dan juga menghindar dari tonjolan tonjolan pohon kayu yang berputar.
Saking kerasnya pukulan jab, straigth uppercut dan hook papan kayu langsung rusak dan cekung kedalam, dia juga berkali kali mengasah pukulan shadow dari tingkat pertama dan keempat, pada hari kesepuluh sebelum pertarungan perdana di atas ring papan kayi yang mirip manusia patah oleh pukulan shadownya. Mister menganguk dan tersenyum puas, tidak sedikitpun dia marah bahkan dia terkejut karena kayu itu sangat keras sekali bahkan dia sendiri sewaktu sedang jaya jayanya tidak dapat mematahkan manusia kayu.
Masuk ke dalam sasana pertandingan, mister sudah mengajarkan aturan aturan agar tidak melanggar dalam pertandingan tinju, pukulan ke bawah pusar, dan berhenti disaat wasit sudah memutuskan untuk menghitung, serta memberi isyarat pada wasit jika tali sarung tangan tanggal atau bahkan tidak sanggup melanjutkan pertandingan.
Dampsey mendengarkan dengan baik dan kemudian menyimpan dalam pikirannya, pertarungan pertama di kelas ringan lima puluh dua kilogram berhadapan seorang kulit hitam bernama Andrew dari Lusiana versus William dari Manchester, badan kedua petinju sangat terawat dan berotot, keduanya nampak berlatih dengan baik.
Ronde pertama dimulai, mereka saling mengawasi dan menilai satu sama lain sebelum saling jual beli pukulan, satu pukulan jab dilepas oleh William dengan cepat kearah muka, Andrew menghindar dengan lincah melompat ke belakang, dan kemudian merangsek masuk dengan pukulah liver blow ke bagian samping perut William, tapi berhasil di elakan dengan mengunakan sikut untuk mengcounter serangan tersebut.
Tepuk tangan terdengar di mana mana melihat pertarungan yang sangat seru, tidak terlihat seperti amatir tapi terlihat seperti pro, lanjut ronde kedua dan selanjutnya mereka saling jual beli pukulan, bahkan mata William sudah bengkak dan mengeluarkan darah segar, berkali kali wasit menghentikan pertadingan untuk mengobati luka mata yang ada pada William.
Pada babak ke sebelas satu straight kuat menerpa dagu William membuat dia sempoyongan tentu saja tidak di sia siakan oleh Andrew, dia menghujamkan pukulan kuat bertubi tubi membuat William roboh dan tidak bisa lagi bangkit. Wasit kemudian menyatakan Andrew sebagai pemenang dengan TKO.
Pertandingan kedua antara Jules Khan keturunan Inggris dan India versus Taki Jesus keturunan Inggris Kubaz pertandingan ini diramalkan sangat seru sekali, benar saja jual beli pukulan dan kecepatan dalam bergerak diperagakan, semua menjadi perhatian Dampsey, bahkan dia membuat simulasi dalam benakanya jika menghadapi kondisi seperti itu.
Ting...ting ronde kedua belas berakhir dan pemenang pertandingan ini adalah Taki jesus dengan perolehan angka mutlak, dari dua pertarungan Damsey banyak mengambil pengalaman untuk dirinya, bahkan simulasi dia buat dalan benaknya berkali kali.
Beberapa pertandingan juga berlangsung terlihat para pengamat merasa bosan dan mengantuk karena tidak ada sesuatu yang spesial, semuanya terlihat biasa dan normal normal saja.
Sampai terakhir nama Dampsey di panggil, dia masuk ke ring tinju dengan celana boxer warna hitam dengan tulisan the punch, sedangkan lawannya seorang favorit berbadan tegap dan dan mempunyai otot yang tangguh, nama petinju ini adalah Mike, pelatihnya merupakan seorang juara sejati, dan dia merupakan favorit karena di gadang gadang seorang yang sangat berbakat dalam dunia tinju, dia sudah berlatih tanding tinju dengan para senior melalui koneksi pelatihnya, para wartawan dan pengamat menungu penampilan perdananya.
Sedangkan Dampsey terkesan seperti model dengan wajah tampan dan halus, tapi walau begitu otot lenganya terlihat kukuh dan otot bisepnya sangat indah sekali sesuai postur tubuhnya. Mister yang melihat gaya Mike hanya mendengus dan meludah ke samping.
Benar saja baru bell dibunyikan Damsey bergerak seperti kilat dan mengeluarkan pukulan keras jab yang sangat keras sekali, saking kerasnya kepala Mike sampai terdorong ke belakang dan tidak mampu bangkit kembali, wasit menghentikan Dampsey dan menghitung dengan lambat seakan membantu Mike untuk pulih dan berdiri, tapi tetap saja dia tidak mampu bangkit, jikapun mampu dia tidak mau, tinju pemuda ini sangat mengerikan dan sangat keras, di tidak mau menerima pukulan keras seperti ini lagi.