NovelToon NovelToon
Menantu Cenayang

Menantu Cenayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sean Sensei

🔖 SINOPSIS :

Selama tiga tahun pernikahan nya, Satya dianggap sebagai sampah di mata keluarga besar nya. Sebagai pemuda lulusan universitas kecil di pedesaan tanpa koneksi, ia hanya menjadi suami yang mengurus dapur selagi istri nya mengejar karier. Puncak nya, Satya diceraikan secara sepihak dan diusir hanya dengan membawa satu koper pakaian.

​Tepat satu bulan setelah perceraian nya, badai besar menghantam; dunia mulai diguncang oleh Krisis Moneter 1997. Di tengah keterpurukan ekonomi yang mencekik dan status-nya yang luntang-lantung, sebuah warisan yang tertidur dalam darah nya tiba-tiba terbangun.

Satya menyadari bahwa ia adalah keturunan terakhir dari garis darah cenayang peramal legendaris. Ia mendapatkan kemampuan khusus: hanya dengan menatap wajah seseorang, ia bisa melihat masa depan, rahasia kelam, hingga peruntungan finansial yang akan datang.

🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sean Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 | Mawar yang Berduri di London

...----------------{🔖}----------------...

Kabut London malam ini menggantung rendah di atas Sungai Thames, tebal dan dingin seperti kain kafan sutra. Dari balkon kastil pribadi ku di Kensington, aku menatap lampu-lampu kota yang berpendar samar. Namun, perhatian ku sepenuh nya tertuju pada sosok pria yang baru saja melangkah keluar dari limusin hitam di bawah sana.

"Satya Samantha," gumam ku, sambil menyesap Sherry dari gelas kristal abad ke-18. "Kau datang ke jantung peradaban kami dengan keangkuhan seorang penguasa baru. Kau pikir dengan menghancurkan Lira kau telah memenangkan perang? Kau hanyalah seorang bocah yang menemukan pedang api di tengah hutan, tak menyadari bahwa api itu perlahan akan membakar tangan mu sendiri."

Aku merapikan gaun malam ku yang terbuat dari renda hitam transparan, sebuah mahakarya dari penjahit rahasia Vatikan. Gaun ini tidak dirancang untuk menutupi, melainkan untuk membingkai godaan. Di leher ku, kalung zamrud The Heart of Nero bersinar hijau gelap, sebuah artefak yang konon mampu meredam energi cenayang.

"Malam ini, Penguasa dari Timur itu akan belajar bahwa di London, mawar tidak hanya harum, tapi juga memiliki duri yang bisa menyuntikkan racun paling manis ke dalam jiwa," bisik ku pada bayangan ku di cermin.

Pintu aula besar terbuka. Satya melangkah masuk. Ia tidak mengenakan jas formal; ia hanya mengenakan kemeja hitam yang pas di tubuh nya, memperlihatkan aura dominasi yang bahkan membuat patung-patung marmer di ruangan ini seolah gemetar. Mata nya... Oh, apa-apaan itu. Mereka bersinar dengan pola emas yang begitu kompleks hingga membuat ku pening jika menatap nya terlalu lama.

"Selamat datang di sarang singa, Tuan Samantha," suara ku merayu, bergema di antara pilar-pilar batu. Aku berjalan menuruni tangga dengan gerakan yang sengaja ku buat lambat, membiarkan setiap langkah ku menarik perhatian nya.

Satya berhenti di tengah ruangan. Ia tidak membungkuk hormat. Ia hanya menatap ku dengan tatapan yang seolah mampu menelanjangi setiap rahasia dalam otak ku.

"Lady Elizabeth," kata nya, suara nya rendah dan bergetar seperti bariton dari kedalaman bumi. "Kau mengundang ku ke sini bukan untuk membicarakan industri baja. Kau mengundang ku karena The Sovereign sudah kehabisan peluru, dan mereka mengirim umpan tercantik mereka untuk melihat apakah aku bisa dijinakkan."

Aku tertawa, sebuah tawa lembut yang biasanya mampu meluluhkan perdana menteri. Aku berhenti tepat di depan nya, hanya berjarak beberapa senti. Aku bisa merasakan panas yang luar biasa memancar dari tubuh nya, panas dari kekuatan yang terlalu besar untuk wadah manusia.

"Umpan? Itu kata yang sangat kasar untuk sebuah keramah-tamahan," aku mengulurkan tangan ku, jemari ku yang lentur merayap di dada nya, merasakan detak jantung nya yang stabil secara tidak wajar. "Aku mengundang mu karena aku terpesona. Kami telah memerintah dunia dari balik bayang-bayang selama berabad-abad, Satya. Dan tiba-tiba, seorang pria muncul dan merobek tirai kami. Aku ingin tahu... apakah kau seorang penghancur, atau kau hanya sedang mencari teman yang setara?"

Aku membimbing nya menuju ruang baca pribadi yang hanya diterangi oleh nyala api dari perapian. Aroma kayu cendana dan parfum mawar hitam memenuhi udara, menciptakan atmosfer yang memabukkan. Aku menuangkan wiski ke dalam dua gelas.

"Minumlah," kata ku, mata ku terkunci pada mata nya. "Wiski ini disuling tepat saat leluhur mu masih menyembah pohon di hutan. Ini adalah rasa dari waktu yang diam."

Satya menerima gelas itu, namun ia tidak meminum nya. Ia justru memutar nya perlahan. "Waktu tidak pernah diam, Elizabeth. Ia hanya menunggu untuk dikonsumsi. Kau mencoba menggunakan aroma ini, pencahayaan ini, dan gaun mu untuk mengalihkan perhatian ku. Kau menggunakan teknik The siren's veil."

Aku sedikit tersentak. Dia tahu. "Kau sangat cerdas. Tapi pengetahuan tidak selalu bisa menahan insting, bukan?"

Aku bergerak mendekat, duduk di lengan kursi nya. Aku membiarkan rambut pirang ku jatuh menyentuh bahu nya. Aku membisikkan kata-kata yang dirancang untuk membangkitkan gairah dan melemahkan kontrol mental.

"Satya... bayangkan apa yang bisa kita lakukan bersama," bisik ku, tangan ku kini membelai rahang nya yang tegas. "Meiling, Zhao Wei, Chen... mereka hanyalah pemandu sorak di pinggir lapangan mu. Mereka mencintai mu karena mereka butuh perlindungan. Tapi aku? Aku bisa mencintai mu karena aku mengerti beban mahkota mu. Lepaskan beban mu malam ini. Biarkan aku menjadi tempat mu beristirahat dari takdir."

Aku mencondongkan tubuh, bibir ku hampir menyentuh telinga nya. Aku bisa merasakan gairah yang mulai membara di dalam diri nya. Garis-garis emas di leher nya mulai berpendar, merespons kedekatan ku. Ini adalah momen krusial. Jika aku bisa membuat nya menyerah pada hasrat ya malam ini, kontrak mistis yang ku sembunyikan di balik kalung ini akan mengunci kekuatan nya selama nya di bawah kendali The Sovereign.

"Dia mulai goyah," batin diri ku bersorak. "Lihat bagaimana napas nya mulai berat. Tidak ada pria, bahkan dewa sekalipun, yang bisa menolak mawar hitam London."

Namun, tiba-tiba, Satya mencengkeram pergelangan tangan ku. Pegangan nya tidak menyakitkan, namun terasa seperti borgol baja yang membeku.

"Teknik mu sangat indah, Elizabeth," Satya berkata, mata nya yang merah-emas kini bersinar lebih terang, seolah-olah api di perapian itu terhisap masuk ke dalam pupil nya. "Gairah adalah variabel yang kuat dalam manipulasi manusia. Tapi kau lupa satu hal."

Ia menarik ku hingga aku jatuh ke pangkuan nya. Wajah kami begitu dekat hingga aku bisa melihat pantulan diri ku di dalam pola fraktal mata nya. Tapi di sana, aku tidak melihat diri ku yang cantik. Aku melihat diri ku sebagai mayat tua yang membusuk, sebuah penglihatan masa depan yang ia paksakan ke dalam otak ku.

"Apa... apa ini?!" aku berteriak, mencoba menjauh, namun kekuatan nya mengunci ku.

"Kau bicara tentang kesetaraan," Satya melanjutkan, suara nya kini terdengar seperti ribuan guntur yang menyatu. "Kau pikir kau bisa memberikan apa yang Meiling atau Xia berikan? Kesetiaan mereka bukan karena mereka butuh perlindungan, tapi karena mereka melihat pria di balik mata ini. Sedangkan kau? Kau hanya melihat senjata yang ingin kau curi."

Satya berdiri, membiarkan ku terjatuh di lantai karpet yang tebal. Ia berdiri tegak, dan tiba-tiba, seluruh ruangan itu bergetar. Gelas-gelas kristal pecah secara bersamaan. Api di perapian meledak tinggi sebelum akhirnya padam total, menyisakan kegelapan yang hanya diterangi oleh mata nya.

"Permainan psikologis ini berakhir di sini," kata Satya. Ia melangkah mendekat, menginjak ujung gaun renda ku. "Kau mencoba menguji kesetiaan ku pada mereka yang telah menemani ku sejak aku bukan siapa-siapa? Itu adalah kesalahan kalkulasi terbesar mu."

Aku gemetar di lantai, harga diriku sebagai pemimpin The Sovereign hancur berkeping-keping. "Kau... kau tidak bisa disentuh oleh cinta?"

"Aku disentuh oleh cinta setiap kali Lin Xia membuatkan ku teh, atau setiap kali Meiling memeluk ku tanpa meminta apa-apa," jawab Satya dingin. "Tapi rayuan mu? Itu hanyalah kebisingan nafsu yang mengganggu."

Ia meraih kalung zamrud di leher ku. Dengan satu sentuhan jari, permata itu retak dan hancur menjadi debu hijau. Mantra perlindungan yang ku banggakan lenyap.

"Katakan pada tuan-tuan mu di London," Satya membungkuk, membisikkan kata-kata yang membuat jiwaku seolah membeku. "Aku sudah melihat masa depan kastil ini. Dalam tiga hari, tempat ini akan disita oleh bank karena hutang yang baru saja ku pindahkan ke rekening klan Wang. Kau tidak akan punya mawar, tidak punya wiski, dan tidak punya gaun sutra ini lagi. Kau akan menjadi apa yang kau sebut sebagai rakyat biasa."

"TIDAK! Kau tidak bisa melakukan nya!" teriak ku histeris.

Satya berjalan menuju pintu tanpa menoleh lagi. "Aku adalah penguasa, Elizabeth. Aku tidak bermain catur dengan bidak-bidak seperti mu. Aku hanya mengganti papan catur nya."

Di Luar Kastil Kensington

Satya melangkah masuk ke dalam limusin yang sudah menunggu. Di dalam, Meiling sedang menunggu nya dengan wajah cemas. Meiling segera memeluk nya, mencium aroma parfum mawar hitam yang masih menempel di kemeja Satya dengan tatapan tajam.

"Kau berbau seperti wanita itu," desis Meiling, ada nada cemburu yang kental namun juga ketakutan.

Satya menarik napas panjang, membiarkan pola emas di matanya meredup saat ia menatap wajah Meiling. "Hanya bau mawar yang sudah layu, Meiling. Jangan khawatir. London sudah jatuh sebelum matahari terbit."

Meiling menyandarkan kepala nya di dada Satya. "Aku takut, Satya. Wanita-wanita di sini... mereka menggunakan cara yang tidak pernah kami bayangkan di Shanghai."

"Cara mereka kuno, Meiling," Satya mengusap rambut nya. "Mereka mencoba menjerat hati ku dengan gairah, tanpa menyadari bahwa hati ku sudah penuh. Tidak ada ruang untuk mawar London di dalam takdir yang aku bangun bersama kalian."

Di kursi depan, Detektif Chen memeriksa senjata nya. "Tuan, agen The Sovereign mulai bergerak di dermaga. Kita tidak punya banyak waktu sebelum mereka menyadari bahwa Lady Elizabeth gagal."

"Biarkan mereka bergerak," Satya memejamkan mata nya, memetakan setiap gerakan musuh di dalam benak nya. "Malam ini kita akan menunjukkan kepada mereka bahwa mawar London tidak hanya memiliki duri, tapi juga bisa dibakar hingga menjadi abu."

Limusin itu meluncur membelah kabut London, meninggalkan kastil yang sebentar lagi akan menjadi puing sejarah. Di dalam kegelapan kendaraan itu, Satya memegang tangan Meiling erat-erat, sebuah pegangan yang membuktikan bahwa meskipun ia adalah penguasa dunia, ia masih seorang pria yang memiliki pelabuhan untuk pulang.

Namun, di balik mata nya yang tertutup, Satya menyadari bahwa serangan Elizabeth tadi hanyalah pembukaan. The Sovereign akan menjadi lebih putus asa, dan takdir yang ia manipulasi akan menuntut bayaran yang semakin besar setiap detiknya.

"Kesetiaan adalah satu-satu nya variabel yang tidak bisa kubeli," batin Satya sebelum ia tenggelam dalam meditasi untuk pertempuran berikutnya di Sungai Thames. "Dan itulah satu-satu nya hal yang akan menjaga ku tetap menjadi manusia."

...----------------{🔖}----------------...

1
꧄ꦿVanaaꦿ꧄
Pngen ak tampar si Clarissa/Scream/

Udh diusahakan, diperjuangkan penuh cinta malah begini balasannya?!😓.

Emosii ak🙏😭
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰☠️⃝🖌️M⃤
berarti clarissa bukan siapa-siapa kalo gak ada satya
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
bahaya nah 😄😄😄 masa cewek yg anu dulua
Hunk
Ini yang paling gue benci: penguasa yang nggak tahu diri. Mirip P. Diddy, menyalahgunakan kekuasaan hanya demi keuntungan pribadi. Yang lebih miris lagi, orang-orang akhirnya ikut saja karena mereka butuh dan merasa itu satu-satunya jalan.
Serena Khanza
kereen satya langsung berpikir ke depan
☠️⃝🖌️M⃤️ Anisa Febriana272
😭😭😭😭 Satya kasihan, dia dianggap anjing! dianggap seseorang yg GK berguna? sekarang lihatuh pembalasan si Satya. jangan lupa sarta bisa melihat masa depan
Serena Khanza
wah pasti cantik banget tuh 🤭
Hunk
Wow!!Hot 🔥🔥banget untung di bacanya malam.🤭👍Terbaik thor.
Panda
bau bau meng-ha+rem neee banggggg
Serena Khanza
mantan istri kalee 🤣
Serena Khanza
dih habis kamu buang terus mau suruh bantuin ya gak lah 🤣 muka tembok lu
Serena Khanza
kasihan banget clarissa lumpuh
Panda
Zhao Wei itu pemeran putri Huan zhu 😏

inspirasi yeee
Syh.Mutiara
Ada ada aja, deh😄
Serena Khanza
duh takut 🫣 gimana nih sama satya
Hunk
anjay posesif banget nih cewe.
Hunk
Masih hidup mantan istrinya? aku kira udah mati.
LOL #555
Wihh,ini mereka bakal jadi pasangan atau cuman rekan kerja biasa
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
jadi, kekuatan mata super itu diketahui banyak orang yang Thor?
Serena Khanza
wuih wang meiling pocecip 🤭 biasanya kan cowok yang pocecip ya 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!