Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.
“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”
“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”
“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”
Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.
Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta
=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Pria Tampan Itu
Bab 4
“Operasi, pah?” tanya Gita masih memeluk lengan Arya yang mengangguk membuat tubuh gadis itu mendadak lemas sampai harus duduk lagi.
“Pah, yang ini belum ditandatangani,” ujar Gilang menyodorkan dokumen. Arya pun beranjak dan kembali disibukkan dengan persiapan operasi bersama Gilang.
Mada menghubungi Dewa dan Moza yang sama histerisnya dengan Gita. “Lo nggak usah ke sini, nanti kita kabari. Ini anak satu juga dari tadi nangis aja,” tutur Mada, yang dimaksud tentu saja Gita.
“Kabari kami terus ya, besok pagi kami ke sana,” ujar Dewa di ujung sana dengan backsound suara tangis Moza.
“Iya bang.”
“Kak, Mama,” rengek Gita menarik ujung jaket yang dipakai Mada.
Edric yang baru tiba langsung menarik Gita dan menenangkannya. “Kamu pulang ya, om antar. Di sini dingin, mau diantar ke mana? Rumah Om, Gilang atau ….”
“Nggak mau, aku mau di sini,” rengek Gita.
“Oke, tapi jangan nangis. Obatmu dibawa?” tanya Edric.
Gita menggeleng, ia terburu-buru dan melupakan tasnya di kediaman Gilang. Hanya berganti baju dan membawa ponsel yang sejak tadi di saku celananya.
Gilang mendekat. “Bentar lagi dipindah ke ruang operasi, kita tunggu di sana. Papa lagi bicara sama mama.”
Rama sudah bersiap dengan baju OK lengkap penutup kepala dan masker yang steril. Begitupun dokter Faisal yang bertanggung jawab atas operasi itu.
Pasien sudah masuk ruang operasi, semua tim sudah bersiap termasuk dokter dan juga Rama sebagai perawat anestesi. Tindakan itu berlangsung hampir 4 jam, dimulai dari pukul 11 malam tadi. Rama menghela lega dan mengucap syukur atas lancarnya tindakan.
“Ram, pindahkan ke ICU.”
“Oke.”
Rama melepas baju OK dan penutup kepala, menyisakan scrub nurse. Sarung tangan dan masker pun sudah dimasukan ke tempatnya. Ia mendorong bed dimana pasien masih dalam keadaan tidak sadar bersama dokter anestesi.
Dokter Faisal sepertinya sudah menjelaskan pada keluarga pasien kalau operasi berjalan lancar. Saat Rama membuka pintu lebih lebar agar bed bisa keluar, beberapa orang menghampiri dan pandangan Rama tertuju pada seorang gadis yang pernah muncul dan mengganggu pikirannya.
*Neng Cinta, sabar ya*, batin Rama.
“Misi ya,” ucap Rama mengeluarkan pasien bersama dokter Ryan. “Mau kita pindahkan ke ICU.”
Tidak lama ….
“Gita, hei, sayang.”
“Gita, inhaler lo di mana?”
Laju bed belum jauh. Gadis itu mendadak semaput sambil memegang dad4nya, dengan nafas yang berat.
“Ram, bantu dia,” titah dokter Ryan lalu memanggil petugas lain dari ruang OK untuk mendorong bed ke ICU.
\*\*\*
Sudah lebih dari tiga jam operasi berjalan, tapi belum ada kejelasan. Menunggu memang menyebalkan. Waktu berjalan seolah sangat lama. Gelas berisi teh hangat yang diberikan Gilang sudah kosong. Kadang Mada merangkulnya, Om Edric atau Gilang.
Papa pun sempat menghibur Gita kalau semua akan baik-baik saja meski wajahnya tidak bisa menyembunyikan betapa dia khawatir. Cinta papa Arya pada mama Sarah memang sebesar dan sehangat itu. Ingin sekali ia memiliki rasa cinta yang sama pada seorang pria, entah kapan.
Sempat membuka ponsel dan membaca keseruan di grup Bela cs. Tidak menyesal, sudah paling tepat ia berada di sini mendampingi Papa Arya.
“Operasinya lancar, kita tunggu pasien diobservasi dan sadar ya. Tidak lama lagi akan dibawa ke ICU. Untuk sementara belum bisa ditemui.” Penjelasan dokter itu membuat semua yang ada merasa lega.
Papa mengusap wajahnya dan menghela lega. Hampir pagi, rasanya semakin dingin meski ia mengenakan cardigan dan kepalanya mulai pening.
“Please jangan kumat sekarang,” ucapnya dalam batin sambil mengatur nafasnya.
Pintu pun terbuka, seorang pria berdiri di sana menatap ke arahnya sambil membuka pintu semakin lebar.
“Cowok itu ….”
“Misi ya.” Pria itu muncul lagi menarik bed di mana Mama terbaring tidak sadar. “Mau kita pindahkan ke ICU.”
Papa langsung mensejajarkan langkah dengan bed, pandangannya tidak lepas dari wajah Mama. Gilang. Om Edric merangkulnya berjalan mengekor bersama Mada.
Melihat ada beberapa alat terpasang pada tubuh sang mama, mendadak oksigen di sekitarnya seolah menipis dan paru-paru terasa merapat dan lengket. Sulit untuk memomp4 udara.
Ngiik...
Suara itu akhirnya muncul dari pernafasannya —suara gesekan udara yang memaksa masuk ke nafas yang semakin menyempit.
“Gita,” panggil om Edric. Rupanya mendengar suara derit nafas dan wajah yang memucat serta pandangan mulai mengabur.
“Gita, inhaler lo di mana?” Suara Mada yang mulai panik.
Ia mencengkeram lengan Om Edric dan mulai kehilangan tenaga. Kedua lututnya melemas lalu merosot ke lantai yang terasa semakin dingin.
“Gita, sayang.” Suara papa yang ikutan panik dan juga Gilang.
“Kita bawa ke UGD. Mbak bisa dengar saya?”
*Ngikk*….
Merasakan tubuhnya agak melayang masih dengan setengah sadar, rupanya ia dipindahkan ke kursi roda.
“Biar aku temani Gita, Papa ikut Mama saja.”
“Kak ….”
“Sabar ya, kita ke UGD.” Suara itu asing, bukan suara Kak Gilang atau Kak Mada. Suara pria lain, mungkinkah si pria tampan itu.
Terdengar roda berputar dan langkah tergesa, sejauh apa UGD itu. Rasanya tidak kuat, pandangannya semakin melemah.
“Dok, pasien!”
dah tau pake nanya 🤭
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....