NovelToon NovelToon
Slaughtering The Heavens

Slaughtering The Heavens

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.

Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.

Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.

"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Markas Bawah Tanah

Di dalam lorong yang sunyi, Xu Hao berhenti melangkah. Matanya menyipit menatap ke depan. Tiga sosok bersandar sambil tersenyum di dinding lorong, tampak seperti telah lama menanti. Dua pria dan satu wanita. Di dahi mereka, bintang-bintang bersinar dengan tingkat yang berbeda. Dewa Langit bintang empat dan lima.

Xu Hao diam menatap mereka. Ketiga orang itu hanya tersenyum, tidak bergerak.

Setelah beberapa detik, Xu Hao membuka mulut. Suaranya dingin.

"Suruhan Alam Surgawi?"

Ketiga orang itu tersenyum semakin lebar. Lalu tiba-tiba, mereka melakukan sesuatu yang tidak pernah diduga Xu Hao.

Plak!

Lutut mereka menghantam lantai batu secara bersamaan. Suara benturan keras terdengar di lorong sunyi itu. Kepala mereka tertunduk, dahi menyentuh lantai.

"Ampuni senior!" seru mereka kompak.

Xu Hao mengerutkan kening.

Pria kekar di antara mereka sedikit mendongak. Wajahnya yang keras kini basah oleh air mata. Matanya berkaca-kaca, memancarkan kekaguman yang tidak dibuat-buat.

"Kami sehari yang lalu tidak sengaja melihat terobosan senior melawan Penegak Hukum Langit!"

Dua lainnya mengangguk dengan semangat. Pria kurus di sebelahnya menambahkan, "Kami sedang berada di gunung seberang saat itu. Jaraknya beberapa kilometer, tapi kami bisa merasakan getarannya. Kami melihat semuanya!"

Wanita cantik dengan dada besar itu menatap Xu Hao dengan mata berbinar-binar. "Senior melawan kehendak Langit! Senior melawan Penegak Hukum! Itu luar biasa!"

Pria kekar itu, yang bernama Jin Bao, menangis dramatis. Air mata mengalir di pipinya yang bidang. "Kami mengidolakan senior! Senior sesat sejati!"

Dua lainnya mengangguk setuju. Wajah mereka penuh kekaguman.

Xu Hao hampir merinding melihat tingkah laku mereka. Bukan karena takut, tapi karena geli. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan penggemar di Alam Dewa. Dan penggemar yang begitu... ekspresif.

Ia menghela nafas, lalu bertanya, "Lalu kalian mau apa?"

Wanita cantik itu, langsung bangkit. Matanya menatap Xu Hao dengan penuh harap.

"Senior ikutlah ke markas kami!"

Xu Hao menggeleng tanpa berpikir panjang. "Aku tidak ingin terlibat dalam faksi mana pun. Jadi aku menolak."

Pria kurus, ikut bangkit. "Senior pasti tidak akan menyesal. Kami memiliki banyak informasi. Siapa tahu senior membutuhkannya. Jadi berkunjunglah sebentar saja. Jika tidak cocok, senior bisa pergi kapan saja."

Xu Hao menyipitkan matanya. Informasi. Itu memang yang ia butuhkan saat ini. Tentang Penguasa Kekosongan, tentang Alam Surgawi, tentang banyak hal.

Ia menghela nafas lagi. "Baiklah, tunjukkan jalan."

Ketiga orang itu langsung berseri-seri. Mereka bangkit dengan semangat, wajah mereka bersinar bahagia.

Mei Mei menepuk-nepuk jubahnya, lalu berkata, "Namaku Mei Mei. Temanku yang gila otot ini Jin Bao."

Jin Bao mengangguk bangga sambil mengepalkan kedua tangannya, memperlihatkan otot bisepnya yang besar. "Senang bertemu senior!"

Mei Mei melanjutkan, menunjuk pria kurus, "Dan yang kurus ini Jin Yuji. Dia pecinta bokong katanya."

Jin Yuji tersenyum lebar, matanya sedikit menyipit. "Hanya pengamat, senior. Hanya pengamat. Tidak perlu dibesar besarkan."

Xu Hao hampir mengangkat tangannya untuk menampar kedua pria itu. Wajah mereka yang bangga dengan julukan konyol, itu membuat Xu Hao kesal. Tapi ia menahan diri. Ia butuh informasi.

Xu Hao menarik nafas dalam, lalu berbicara singkat, "Xu Hao. Pecinta kehancuran."

Ketiga orang itu berbinar. Mereka mengangguk setuju dengan semangat.

"Pecinta kehancuran! Nama yang cocok untuk senior!" seru Jin Bao.

"Benar, benar! Senior memang terlihat seperti orang yang suka menghancurkan!" tambah Jin Yuji.

Mei Mei menunjukkan jalan. "Ayo senior Xu, ikuti kami."

Xu Hao mengangguk singkat.

Mereka kemudian berjalan keluar dari lorong, melewati jalan belakang yang sepi, lalu keluar dari sisi kota. Xu Hao mengikuti mereka melewati semak-semak selama beberapa menit. Pepohonan rindang menaungi jalan setapak yang tidak terlalu jelas.

Akhirnya, mereka sampai di sebuah tempat yang tidak pernah diduga Xu Hao.

Sebuah makam besar.

Makam itu terbuat dari batu hitam, dengan ukiran-ukiran kuno di permukaannya. Di depannya, ada meja batu untuk persembahan. Lumut menutupi sebagian batu, menandakan usianya yang sudah tua.

Mei Mei berjalan ke samping makam. Tangannya menyentuh batu tertentu. Seketika, tanah di depan makam terbuka. Sebuah tangga muncul, menuju ke bawah tanah.

"Ini dia markas kami, senior," kata Mei Mei. "Silakan masuk."

Xu Hao mengamati sekeliling sebentar, lalu mengikuti mereka menuruni tangga. Begitu kakinya melewati ambang pintu, tanah di atasnya tertutup kembali, kembali seperti makam biasa.

Tangga itu panjang. Mereka terus menuruni, melewati lorong-lorong yang terang benderang. Dinding-dindingnya diukir dengan formasi-formasi yang memancarkan cahaya. Udara di sini hangat dan kering.

Tak berselang lama, mereka sampai di sebuah aula besar.

Aula itu sangat luas, mampu menampung ratusan orang. Langit-langitnya tinggi, dihiasi lukisan-lukisan pertempuran kuno. Di sekeliling dinding, terdapat berbagai macam senjata dan artefak dipajang. Dan di tengah aula, puluhan orang berkumpul.

Xu Hao mengamati sekeliling dengan cepat. Matanya yang tajam menangkap banyak detail.

Ada sekitar seratus orang di aula itu. Kebanyakan dari mereka adalah Dewa Langit dengan berbagai tingkatan bintang. Beberapa di antaranya bahkan berada di bintang sembilan dan sepuluh. Tapi yang paling menarik perhatian Xu Hao adalah tiga sosok di panggung utama.

Seorang wanita paruh baya dengan tubuh seperti Mei Mei, namun lebih dewasa dan berwibawa. Ia mengenakan pakaian tempur kain hitam dengan sedikit corak merah di bagian dada dan lengan. Posturnya tegap, matanya tajam. Di dahinya, bintang-bintang bersinar dengan pola yang berbeda. Raja Dewa.

Di sampingnya, seorang pria paruh baya dengan jubah abu-abu. Wajahnya tenang, matanya setengah terpejam. Aura di sekelilingnya tenang tapi dalam. Raja Dewa juga.

Dan di kursi utama, seorang nenek tua. Rambutnya putih semua, wajahnya keriput oleh usia. Namun matanya masih tajam, memancarkan kebijaksanaan dan kekuatan. Di dahinya, bintang-bintang bersinar redup, tapi tekanannya paling besar di antara ketiganya. Raja Dewa, mungkin bintang tinggi.

Tiga Raja Dewa.

Mei Mei berjalan ke depan dengan semangat. Ia menunjuk ke arah Xu Hao.

"Inilah Dewa Sesat yang kami lihat sehari yang lalu! Namanya Senior Xu Hao!"

Jin Bao dan Jin Yuji mengangguk setuju dari belakang.

Seketika, semua mata di aula itu tertuju pada Xu Hao. Ratusan pasang mata menatapnya. Dan tatapan itu tidak ramah. Kebanyakan dari mereka penuh dengan niat membunuh. Beberapa bahkan sudah mengumpulkan energi ilahi di tangan mereka, siap menyerang kapan saja.

Xu Hao tetap tenang. Wajahnya tidak berubah sedikit pun. Ia berdiri tegak di tempatnya, menatap balik semua orang dengan mata dingin.

Ketegangan memenuhi ruangan.

Kemudian, nenek tua di kursi utama bergerak. Ia bangkit perlahan, berjalan mendekati Xu Hao. Langkahnya lambat tapi mantap. Semua orang di aula menahan nafas.

Nenek itu berhenti tepat di depan Xu Hao. Tangannya yang keriput terulur, memegang tangan Xu Hao dengan lembut. Seperti seorang nenek yang memegang tangan cucunya.

Ia menatap Xu Hao dalam-dalam. Matanya yang tua tapi tajam seolah membaca setiap rahasia di dalam diri pemuda ini.

"Semua pasti ada alasannya," katanya. Suaranya lembut, tapi jelas terdengar di seluruh aula. "Tuan muda Xu ini pasti memiliki alasan besar mengapa Penegak Hukum Langit turun tangan langsung."

Beberapa orang di aula mulai ragu. Niat membunuh di mata mereka perlahan meredup. Mereka saling pandang, lalu mengangguk pelan.

Nenek itu tersenyum. Senyum yang hangat, seperti senyum seorang nenek pada cucunya.

"Ayo kita berbincang dengan nyaman, Tuan Muda. Ada beberapa hal yang perlu kita bahas. Karena mungkin kita bisa saling membantu."

Xu Hao menatap nenek itu beberapa saat. Ia bisa merasakan ketulusan di balik kata-katanya. Juga kekuatan yang besar, meskipun tersembunyi di balik tubuh renta.

Ia mengangguk.

"Baiklah."

1
Adriel Benedict
😂😂😂😂😂😂😂 bikin heboh ja gara2 minum arak tu lupa menghitung pukulannya 🤣
Dieng April
naikin...naikin...biar cepet selesai nih cerita...diem baca nikmati alur cerita....TOLLLL
EDI FITRIANTO
seru..
EDI FITRIANTO
👍👍👍
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi xuhao sampai ranah dewa kuno habis itu bantai dewa Agung qianyu beserta keluarganya thor bikin xuhao hancurkan klanya qianyu thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
xi tole
ahhhh lupa ingatan lagi🤭
Sarip Hidayat
waaaaah... salah ingatan
Fajar Fathur rizky
thor tolong di jawab thor kapan xuemo dan haoran ke alam dewa thor
Fajar Fathur rizky
cepat nanti bangkitkan kembali lianxue thor bikin anjak lianxue bantai dan hancurkan alam dewa
Dragon🐉 gate🐉
Thanks Up nya Thor lanjut 🍉💪🏻🔥🍉
Dragon🐉 gate🐉
level tertinggi dari Cinta adalah ikhlas...
dan Tahta tertinggi untuk Cinta adalah Cinta kpd Tuhan
Dragon🐉 gate🐉
pasti kontes otot lagi dia😁🤣🤣💪🏻
Dragon🐉 gate🐉
apakah Xu Hao & wanita ini akan seperti kisah Xue Mo & Bingwan 🤔
Dragon🐉 gate🐉
"... sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak membuatmu*jera*."
"...sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak memberikan efek jera padamu"
Dragon🐉 gate🐉
ternyata Lumo lbh sadiz drpd Xu Hao, 😁
Dragon🐉 gate🐉
iri bilang boss!!! ngomong aja kl kau takut tersaingi & tergantikan Krn akan ada seseorang yg lebih kuat & hebat drpd kau😒/Speechless//Pooh-pooh/
Dragon🐉 gate🐉
seperti Asura 🤔
Dragon🐉 gate🐉
siapa y wanita putih nan dingin ini🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!