NovelToon NovelToon
Sajadah Untuk Sang Kupu-kupu

Sajadah Untuk Sang Kupu-kupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Sebuah jam tangan tua milik sang ibu menghilang, membawa Ustadz Adnan pada sebuah nazar yang menguji keimanannya di mata manusia. Ia berjanji: jika pria yang menemukannya, akan ia beri sawah; jika wanita, akan ia jadikan istri.
​Namun, semesta seolah sedang menguji nuraninya saat jam tersebut kembali melalui tangan Kinan—seorang wanita penghibur yang merasa dirinya telah ternoda oleh pekatnya dunia malam.
​"Saya ini bukan bidadari surga, Ustadz. Mana mungkin saya bisa bersanding dengan Anda?"
​Bagi Adnan, Kinan bukanlah sebuah kesalahan, melainkan pintu dakwah yang paling nyata. Namun, keputusan Adnan melamar Kinan memicu badai penolakan. Keluarga, santri, hingga masyarakat mengecam sang Ustadz karena dianggap mencoreng martabat gelarnya demi seorang "pendosa."
​Di antara cibiran dunia dan upaya Kinan untuk lari dari masa lalunya, Adnan tetap teguh pada prinsipnya: "Saya mencari teman menuju surga, bukan seseorang yang merasa sudah memilikinya."


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Lampu-lampu neon yang berkedip menyakitkan mata itu seolah meredup saat Adnan menatap Kinan dengan penuh keyakinan.

"Sekarang, lekas ganti pakaianmu, Kinan. Malam ini juga, kita berangkat ke pondok pesantren saya. Kita menikah di sana," ucap Adnan tegas.

Kinan membelalakkan matanya dan jantungnya serasa berhenti.

"Malam ini? Tapi Ustadz, ni terlalu cepat. Anda bahkan belum benar-benar mengenal saya."

"Saya sudah mengenal nuranimu lewat jam tangan itu. Selebihnya, biarkan waktu yang memperkenalkan kita di bawah ridha Allah," sahut Adnan tanpa ragu.

Kinan menunduk dalam, tangannya meremas gaun pendek yang terasa begitu tipis dan menghina martabatnya sendiri.

Ia beranjak ke loker kecilnya, mengambil tas usang satu-satunya yang ia miliki. Saat ia kembali menemui Adnan, matanya berkaca-kaca.

"Aku hanya punya pakaian ini, Ustadz," bisiknya lirih.

Gaun merah menyala itu masih melekat di tubuhnya, kontras dengan keteduhan wajah Adnan.

"Tidak apa-apa. Mari," ajak Adnan.

Namun, saat mereka baru saja melangkah menuju pintu keluar klub yang remang-remang, sebuah bayangan besar menghalangi jalan.

Tony berdiri di sana dengan wajah merah padam dan napas bau alkohol.

Di belakangnya, beberapa anak buahnya bersiap dengan tatapan mengancam.

"Mau dibawa ke mana dia, Lelaki Alim?" gertak Tony sambil menunjuk wajah Adnan.

"Kinan ini asetku. Dia milikku! Kamu tidak bisa membawanya pergi begitu saja tanpa menebus harganya."

Kinan gemetar saat mendengar perkataan dari Tony.

Ia bersembunyi di balik punggung Adnan. Rasa takut yang selama ini menjajahnya kembali muncul.

Adnan tidak mundur selangkah pun. Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyum yang tenang namun penuh wibawa.

Tanpa mengeluarkan kata-kata kasar, ia merogoh saku kokonya dan mengeluarkan ponsel.

"Saya tidak berurusan dengan jual beli manusia, Saudara Tony. Jika Anda tetap menghalangi jalan kami, saya akan langsung menghubungi polisi. Saya rasa pihak berwajib akan sangat tertarik dengan kegiatan di gudang dan klub ini." ucap Adnan sambil menunjukkan bahwa ia akan menghubungi polisi

Tony menelan salivanya saat melihat keberanian yang tak tergoyahkan di mata Adnan.

Ia tahu jika berurusan dengan tokoh agama yang memiliki pengaruh besar seperti Adnan hanya akan membawa kehancuran bagi bisnis gelapnya.

Dengan geraman rendah, Tony meludah ke samping dan memberi isyarat pada anak buahnya untuk memberi jalan.

"Pergilah! Tapi ingat, dia tidak akan pernah bisa mencuci bersih noda di tubuhnya!" teriak Tony penuh kebencian.

Adnan mengabaikan cercaan itu. Ia membimbing Kinan keluar menuju pelataran parkir di mana mobilnya terparkir.

Dengan sopan, Adnan membukakan pintu mobil. Kinan, dengan rasa minder yang luar biasa, hendak melangkah menuju kursi belakang.

"Duduklah di kursi depan, calon istriku," ucap Adnan lembut.

Kinan mendongak, matanya tak percaya. "Tapi saya tidak pantas duduk di samping Anda dengan pakaian seperti ini."

"Kursi ini adalah tempat bagi pendamping hidupku. Mulai detik ini, jangan pernah merasa tidak pantas. Allah sudah mengangkat derajatmu saat kau berniat meninggalkan tempat ini," sahut Adnan.

Dengan tangan gemetar, Kinan duduk di kursi depan.

Sepanjang perjalanan menuju pondok pesantren, hanya suara dzikir lirih Adnan yang memecah keheningan, mengiringi langkah pertama seorang

"pendosa" menuju rumah cahaya.

Jalanan yang sepi membuat mereka lekas sampai.

Gerbang kayu besar Pondok Pesantren Al-Hidayah terbuka perlahan saat mobil Ustadz Adnan memasuki pelataran.

Suara mesin yang halus di tengah sunyi malam itu segera memancing perhatian.

Di asrama putri, beberapa santriwati yang masih terjaga menoleh ke arah jendela.

Salah satunya adalah Fauziah. Wanita anggun, putri seorang kiai terpandang, yang selama bertahun-tahun menyimpan kekaguman—bahkan cinta yang dalam kepada sosok Adnan.

Bagi Fauziah, Adnan adalah cerminan kesempurnaan: alim, teduh, dan berwibawa.

"Ustadz Adnan sudah pulang!" seru Fauziah dengan binar mata yang tak bisa disembunyikan.

Ia segera merapikan jilbabnya dan berlari kecil menyambut sang pujaan hati di pelataran.

Namun, langkah Fauziah mendadak terkunci di aspal dingin.

Jantungnya seolah berhenti berdetak saat pintu depan mobil terbuka.

Adnan turun, lalu dengan sangat sopan, ia membukakan pintu untuk seorang wanita yang sangat asing.

Fauziah berdiri mematung saat melihat seorang wanita dengan pakaian minim yang hanya ditutupi jaket tipis milik Adnan, riasannya berantakan, dan rambutnya yang tergerai tampak liar di lingkungan suci ini.

Aroma parfum klub malam yang menyengat menusuk hidung Fauziah, membuatnya mual sekaligus marah.

"Assalamu'alaikum, Fauziah," sapa Adnan tenang, seolah tidak ada yang salah.

"Wa'alaikumussalam, Ustadz," jawab Fauziah terbata, matanya menatap Kinan dengan pandangan menghina.

"Siapa perempuan ini, Ustadz? Kenapa dibawa ke pondok malam-malam begini dengan pakaian yang seperti itu?"

Adnan tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung.

Sorot matanya menunjukkan ketegasan yang tak bisa dibantah.

"Fauziah, tolong panggilkan Kyai Mansyur. Katakan padanya, saya ingin menghadap di aula sekarang juga. Ini sangat mendesak."

Fauziah menggigit bibir bawahnya. Rasa cemburu dan jijik bercampur menjadi satu.

Tanpa banyak kata, ia berbalik dan berlari menuju kediaman Kyai Mansyur.

Namun langkahnya tidak hanya menuju sang kyai.

Ia menyempatkan diri berbisik pada beberapa santriwati senior di selasar asrama.

"Lihat itu! Ustadz Adnan membawa perempuan jalanan ke sini! Jaga asrama, jangan sampai pengaruh buruknya masuk ke tempat suci ini!" hasutnya dengan suara yang bergetar karena emosi.

Kemudian Adnan meminta agar Kinan tetap duduk disini.

"Aku menemui Ayahku dulu," ucap Adnan.

Kinan menganggukkan kepalanya sambil menundukkan kepalanya.

Adnan berjalan menuju ke lantai atas dimana ayahnya ada disana.

Kyai Mansyur, ayah kandung Adnan, duduk di kursi kebesarannya dengan wajah yang mengeras.

Di hadapannya, Adnan berdiri tegap, sementara Kinan duduk bersimpuh di lantai dengan kepala menunduk dalam, tangannya meremas ujung jaket Adnan seolah itu adalah satu-satunya pegangannya agar tidak jatuh pingsan.

"Adnan! Apa yang kamu kau pikirkan?" suara Kyai Mansyur menggelegar, memecah keheningan malam.

"Kamu pergi untuk berdakwah, tapi pulang membawa fitnah! Kamu tahu siapa wanita ini? Kamu tahu apa yang dibicarakan santri-santrimu di luar sana?"

"Abah," suara Adnan tenang namun berwibawa.

"Saya membawa calon istri saya. Saya datang untuk menunaikan nazar yang telah saya ikrarkan di hadapan Allah."

Kyai Mansyur berdiri, matanya menatap tajam ke arah Kinan yang gemetar.

"Nazar? Menikahi wanita dari tempat maksiat? Kamu ingin menghancurkan nama baik pesantren ini yang sudah kubangun puluhan tahun, Adnan? Kamu adalah penerusku! Martabatmu adalah martabat agama!"

"Martabat agama tidak akan runtuh hanya karena kita menyelamatkan satu jiwa yang ingin pulang, Abah," bantah Adnan dengan lembut namun tajam.

"Justru martabat kita dipertanyakan jika kita menutup pintu bagi mereka yang mencari jalan taubat. Adnan mencari teman menuju surga, bukan seseorang yang merasa sudah memilikinya."

Di luar aula, di balik jendela yang sedikit terbuka, Fauziah dan beberapa santriwati mendengarkan dengan napas tertahan.

"Dia sudah gila, Ustadz kita sudah disihir oleh wanita pendosa itu. Kita tidak boleh membiarkan pernikahan ini terjadi. Ini adalah penghinaan bagi kita semua yang sudah menjaga kesucian di sini!"

Suasana di pondok malam itu tidak lagi tenang dan sebuah badai besar baru saja dimulai, tepat di jantung tempat yang paling dianggap suci.

1
falea sezi
kapok laki. kok gampang bgt esmosi
falea sezi
cerai aja beres athar ini ttep blooonn
Rosmazita Imah
macam tu la. kena bertegas
Dar Pin
haduh kenapa Adnan terus yg salah sebagai seorang istri meskipun atas nama keselamatan dan mendesak harusnya tetap membangunkan suaminya beda KL suaminya nggak dirumah sebenernya ini mau dibuat pisah apa gimana ya Thor maaf bukanya membela Adnan dan seharusnya pamannya menghubungi Adnan dulu bukan Kinan bagaimanapun itu tengah malam aku rasa bukan hanya Adnan yg marah semua suami jg akan emosi 😄
Dar Pin
semoga cepat hamil biar nggak kesepian ya Thor 👍
Dar Pin
kadang kita hanya mengingat kesalahan seseorang tapi lupa kebaikannya ayo Kinan lapangkan hatimu kasihan Adnan dia jg banyak berkorban buat kamu diusir dr pondok dilempari batu semua demi kamu jg rela meninggalkan pondo jg keluarga bahkan ayahnya semua demi kamu 💪
Dar Pin
bagus kak ceritanya setiap masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin komunikasi dan bicara dr hati kehati lebih baik dari kata perceraian 👍
Mrs. Ketawang
Adakalanya seorg yg pintar memberi tausiah atopun nasehat kpd org lain tp lupa akan hidupnya yg trkadang tdk sesuai dg lisannya🙏🏻
ustadz jg manusia bysa😁
Rosmazita Imah
kenapa up 2 kali benda part yang sama
my name is pho: maaf kak ada kesalahan tekhis.
🙏🙏
yang bab 31 ketinggalan 🤭🙏
total 1 replies
Astrid Kucrit
lah, di ulang kak?
my name is pho: maaf kak ada kesalahan tekhis.
bab 31 ketinggalan
total 1 replies
falea sezi
Kinan jangan2 masih perawan
Dar Pin
begitu dong Adnan turunkan ego masing masing untuk menyelesaikan masalah yg terpenting komunikasi 💪
Mrs. Ketawang
gongnya ... nanti saat MP trnyata Kinan masih mnjaga satu"nya kesuciannya mski Kinan bkerja d club mlm...
Syok berat tuh pak ustadz Adnan😅
Dar Pin
jangan kasih cobaan yg lebih LG dong Thor Adnan udah berusaha menyembuhkan luka istrinya tidak ada manusia yg sempurna beri kesempatan yg kedua buat adnan
tiara
Athar membuat Kinan berusaha menerima Adnan kembali,semoga tidak ada lagi yang mengganggu kehidupan mereka
gaby
Maaf sekedar masukan, ga di terima jg gapapa. Masa sih Adnan ga dapet hukuman apa2?? Kesalahannya fatal loh, menuduh istri berbuat zina & mengabaikan istri demi wanita lain. Kalo di telaah bukankah Adnan yg berbuat Zina dgn Fauziah. Zina itu ga mesti berhubungan intim, lewat mata & sentuhan aja bisa di bilang zina. Bukankah Adnan merangkul Faiziah wkt tersiram kuah panas, bukankah Adnan menerima ajakan Wanita lain lalu meninggalkan istri. Ko enak bgt jadi Adnan, setelah kesalahan fatal yg membuat istrinya luka secara fisik & mental tp di lupakan aja kesalahannya yg di sengaja. Jujur aq jd kehilangan minat bacanya kalo Adnan ga di hukum. Ga mesti cerai, seenggaknya menjauhlah dr adnan sementara. Biar sama2 introspeksi diri. Rendah bgt harga diri wanita, di fitnah & di lukai secara fisik tp cm bisa diem aja.
my name is pho: sabar kak nanti ada hukumannya
total 1 replies
Rosmazita Imah
adnan jangan sia2kan lagi peluang yang di berikan
Rosmazita Imah
semoga athar akan menjadi penghubung hubungan kinan dan adnan ke arah yg lebih baik.
gaby
Yah, kirain ibunya Athar doang yg meninggal, ternyata ayahnya jg. Coba kalo ayahnya duda, siapa tau cocok sm Kinan😄😄
my name is pho: 🤭 hehe
total 1 replies
Rosmazita Imah
so sad for both of u
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!