Upaya bunuh diri Onad Nevalion berakhir dengan kegagalan. Alih-alih menemukan kematian, ia justru dibangkitkan oleh Dewa Kegelapan dan dikirim ke Solmara, sebuah dunia asing yang hancur oleh konflik antar entitas ilahi.
Onad terpilih sebagai wakil sang dewa untuk menghadapi Dewa Iblis di dunia Solmara. Dewa Kegelapan tidak dapat turun langsung karena campur tangannya akan melanggar hukum keseimbangan antar dunia.
Satu-satunya hal yang diinginkan Onad hanyalah menghilang dari kesialan hidupnya di dunia. Namun, mengapa kesialan itu justru mengejarnya hingga ke dunia lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lahirnya Noah
Baru satu menit lalu manusia ini meragukan kesetiaannya pada junjungannya, dan sekarang malah menarik ucapannya serta membungkukkan setengah tubuhnya sebagai bentuk hormat.
Dalam wujudnya saat ini yang setinggi bangunan lima lantai, Khelgar bisa melihat dengan jelas cara Onad menunjukkan rasa hormat itu.
Dewa Kegelapan hanya mendengus pelan tanpa memperlihatkan rasa cemburu yang sebenarnya ia rasakan. Sejauh ini Onad tidak pernah bersikap seperti itu padanya. Yang ada justru umpatan dan makian.
Karena itulah, Khelgar kembali merasa senang pada Onad. Ia berkata, “Berdiri. Tidak perlu formal begitu. Jadi, kau suka Berkah yang aku beri, manusia fana?” tanyanya tanpa berusaha menyembunyikan nada puas dalam suaranya.
Onad hanya mengangguk cepat, seperti anak anjing yang patuh.
“Kalau begitu, ada satu hal lagi. Ini bukan Berkah, tapi sebagian dari pengetahuanku yang akan sangat berguna untukmu selama menjelajah Solmara.”
Begitu Khelgar selesai bicara, sebuah formasi ilahi muncul di atas wujud jiwa Onad.
Cahaya berwarna-warni yang terang turun perlahan ke arah kepalanya.
Onad mulai mencerna hadiah itu. Saat ia membuka matanya kembali, ekspresi gembira langsung terpampang di wajahnya.
Yang ia terima bukanlah kemampuan atau skill.
Untuk pertama kalinya, ia mendapatkan sesuatu berupa informasi dan pengetahuan yang akan ia butuhkan ke mana pun ia pergi.
...────୨ৎ────...
...PENGETAHUAN SEMUA BAHASA DI DUNIA SOLMARA...
...────୨ৎ────...
Sejak awal, Onad sebenarnya sudah mengkhawatirkan hal ini, hanya saja ia tidak pernah mengatakannya.
Ia akan pergi ke dunia lain. Dunia dengan budaya, ras, spesies, wilayah, dan berbagai hal yang bahkan belum ia ketahui keberadaannya.
Jadi sudah pasti, dunia itu bukan tempat di mana semua orang bisa berbicara bahasa international atau Inggris.
Ia yakin Dewa Kegelapan dan Khelgar pun tidak berbicara dengannya dalam bahasa Inggris.
Gerak tubuh dan bahasa mereka jelas tidak sepenuhnya selaras dengan kata-kata dan intonasi suara.
Mereka kemungkinan menggunakan semacam sihir atau berkomunikasi dengannya lewat koneksi telepati.
Apa yang Khelgar berikan benar-benar menghemat banyak masalah. Bukan hanya karena Onad bisa berbicara dengan orang-orang di Solmara, tetapi juga karena ia bisa berkomunikasi dan memahami semua penghuni serta spesies yang hidup di berbagai wilayah.
Termasuk memahami berbagai jenis bahasa, baik lisan maupun tulisan. Dengan begitu, ia tidak akan tersesat ketika berada di tempat yang sama sekali asing baginya.
Setelah menghitung dan memikirkan semua yang terjadi saat reinkarnasinya, Onad menyadari bahwa dirinya sangat beruntung.
Ia mendapatkan kesempatan hidup kedua meski sempat menolak dan ingin mati lagi. Ia tidak dilempar begitu saja ke dunia lain tanpa pengetahuan apa pun, juga tidak tiba-tiba terbangun di dalam tubuh orang lain.
Ia bahkan diberi pilihan tentang bagaimana ia akan memasuki Solmara. Dan tidak seperti ratusan tokoh reinkarnasi dalam cerita-cerita yang pernah ia baca, ia justru sudah jelas dengan tujuannya dan bagaimana ia akan melangkah.
Meski ia tidak diberi sistem super overpower atau ditemani sisa jiwa monster langit yang melampaui akal sehat, ia tetap diberi kesempatan memilih Kemampuan Ilahi dan waktu untuk menyusun rencana.
Bagaimana ia akan memastikan kelangsungan hidupnya. Ia sudah menerima cukup banyak informasi dasar tentang Solmara dan bagaimana dunia itu berjalan. Juga apa saja yang tidak boleh ia lakukan jika ingin tetap hidup.
Berkah dari Khelgar memberinya awal terbaik sekaligus keunggulan besar dibandingkan mereka yang akan atau sudah dipanggil ke dunia Solmara.
Dengan itu, ia bahkan bisa melawan mereka jika situasinya menuntut.
Setelah menilai semua yang terjadi sejauh ini, Onad merasa puas dan benar-benar bahagia.
Rasanya seperti Takdir berusaha menebus kehidupan lamanya yang sama sekali tidak ia anggap layak dijalani. Kali ini, ia diberi pilihan tentang bagaimana ia akan menjalani hidup barunya. Yang Onad inginkan hanyalah kebebasan dan kendali atas nasibnya sendiri.
Ia menatap Dewa Kegelapan dan Khelgar, lalu berkata, “Gue siap.”
Dewa Kegelapan dan Khelgar sama-sama mengangguk.
“Kau sudah terpikirkan mau membuat tubuh barumu seperti apa? Setelah itu selesai, aku bisa langsung mengirimmu ke dunia kami,” tanya Dewa Kegelapan.
Onad pun mulai menjelaskan spesifikasi tubuh barunya.
Setelah satu jam membahas setiap detail kecil dan berkali-kali mengulang, tubuh fisik final Onad akhirnya selesai. Entah kenapa, Khelgar justru lebih menyukainya, sementara Dewa Kegelapan menganggapnya terlalu kurang.
Onad sendiri malah menatap tubuh barunya dengan penuh kekaguman, hampir ngiler memikirkan penampilan dan tubuh yang akan ia tinggali dalam hidup barunya.
“Mulai sekarang, Onad Nevalion udah enggak ada. Mulai sekarang, nama gue Noah,” ujar Onad tegas. “Nama baru. Hidup baru,” imbuhnya, dengan tekad hidup yang baru tumbuh.
Tiba-tiba, pola berwarna kuning muncul di tubuh Onad dan menyatu ke dalamnya. Pola itu menghilang tanpa sisa pada detik berikutnya.
Dewa Kegelapan berkata, “Ini penghubung antara kau dan aku. Juga cara buat kami tahu kalau kau masih hidup.”
“Ayo,” kata Onad, siap memulai perjalanannya yang baru.
Tanpa sepengetahuan Onad, pola kuno dan ilahi lain berwarna merah muncul di punggungnya, tetapi tidak memancarkan cahaya apa pun.
Baik Dewa Kegelapan maupun Khelgar menyadarinya, namun mereka tidak mengatakan apa-apa, seakan tak terjadi apa pun dan seakan itu bukan sesuatu yang disengaja.
Dewa Kegelapan tidak membuang waktu lagi. Ia langsung menyatukan wujud jiwa Onad dengan tubuh fisik yang baru diciptakan.
Setelah keduanya menyatu sempurna, ia membuka kembali celah di kehampaan, celah yang sama saat ia dan Khelgar memasuki batas dunia.
“Kami akan mengirimmu ke tempat yang terpencil dan aman. Tempat di mana Dewa lain, penyihir kekaisaran, atau Paus gereja tidak akan bisa mendeteksi kedatanganmu. Setelah itu, semua tergantung dirimu. Dan kita tak akan bisa ngobrol lagi setelah ini, kecuali kalau suatu hari kau menemukan cara untuk membangun ulang gereja dan kuil untukku. Dan ingat satu hal yang paling penting .…”
Dewa Kegelapan berhenti sejenak, lalu melanjutkan,
“Jangan percaya siapa pun dan jangan pernah menurunkan kewaspadaanmu.”
Nada suaranya tegas dan agung, seperti sebuah titah.
Onad mengangguk mantap. Ia paham betul pentingnya menyembunyikan rahasianya dan lebih mengandalkan dirinya sendiri daripada siapa pun, bahkan kepada makhluk yang berdiri di hadapannya.
Celah kehampaan itu mulai menarik Onad, yang kini bernama Noah.
Di dunia Solmara, di sebuah hutan lebat yang tak dikenal, sebuah celah kehampaan kecil muncul lima meter di atas tanah yang tertutup rumput hijau gelap dan subur.
Tiba-tiba, tubuh telanjang seorang pria melompat turun dari celah itu dan mendarat dengan lutut kanan dan kepalan tangan kanannya menghantam tanah. Ia menstabilkan tubuhnya hanya dalam satu detik.
“Akhirnya.”