Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'
Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.
Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 : Kekuatan Lorienfield & Kerja Sama
...Happy Reading^^...
...💮...
Melihat dua sosok bersurai merah muda yang sangat dia kenali itu, Asher berniat untuk mendekati mereka.
Dia menoleh pada ajudannya yang sedang merenggangkan tubuhnya akibat latihan tadi dan beberapa pelatih prajurit yang masih berkumpul di dekatnya. Sementara para prajurit yang dilatih telah membubarkan diri untuk kembali melanjutkan latihan mereka yang tertunda.
"Kalian ambil alih tugas melatih para prajurit baru sampai selesai, bisa? Aku memiliki sedikit urusan yang harus segera aku selesaikan," jelas Asher kepada mereka yang kini menatap pada Tuan Muda mereka itu.
"Baik, Tuan Muda!"
"Siap! Tuan Asher!"
"Jangan khawatirkan para prajurit ini, kami akan mengawasi mereka!"
Seru mereka menjawab Asher. Asher tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Masalahnya, tugas mengawasi dan mengajari para prajurit muda itu adalah tugas Asher dari Count Alder Lorienfield langsung. Tapi masalah ini juga ingin segera Asher selesaikan dengan adiknya.
Lalu pemuda bersurai merah muda lembut itu berjalan untuk mendekati Countess Lorienfield dan Putri Keluarga Lorienfield yang sedang berjalan-jalan di Taman yang cukup jauh dari Area Latihan. Tapi Asher dan orang-orang yang memiliki penglihatan tajam pasti dapat melihat mereka.
"Semoga urusan anda dengan Nona Muda Azalea segera selesai, Tuan Muda Asher!" seru Ajudannya Asher dari kejauhan.
Yup! Asher menceritakan masalahnya dengan Azalea kepada sahabat yang merangkap jadi ajudannya itu. Namun, Asher tidak menceritakan tentang penglihatan masa depan Azalea. Hal itu adalah rahasia yang akan selalu Asher jaga dan lindungi dari siapa pun! Termasuk orangtua mereka sendiri.
"Azalea berbohong padaku tentang sesuatu yang besar dan menyimpan masalah itu sendiri!" Asher nyaris berteriak kepada ajudannya di ruangan kerjanya.
"Aku merasa sakit karena adikku menyimpan semua itu, bahkan sebelum dia mengalami kecelakaan! Aku merasa sudah gagal menjadi seorang kakak! Kakak tidak berguna yang bahkan tidak bisa membantu adiknya hingga gadis kecil itu mengalami kecelakaan kereta kuda!"
Asher mondar mandir di depan meja kerjanya disaksikan oleh ajudan sekaligus sahabatnya, Danuel Robert.
Asher pun menoleh pada Danuel.
"Lalu kau tahu apa? Gadis itu justru meminta kesepakatan tidak masuk akal padaku!"
Setelah mengatakan itu, Asher mengacak-acak rambut cokelatnya dan berjalan mondar mandir lagi.
"Kesepakatan apa?"
"Aku telah berjanji tidak akan memberitahu siapa pun!" Danuel memutar bola matanya mendengar jawaban sahabatnya itu.
"Bagaimana aku bisa membantu jika kau sendiri saja tidak mau lebih terbuka padaku!"
"Aku tidak peduli! Kau buatkan aku saran! Nanti gajimu aku tambah," ucapan sang sahabat membuat pemuda yang baru saja putus dengan kekasihnya itu melotot.
Seketika juga dia yang tadinya malas meladeni Tuan Mudanya itu langsung sumringah. "Saya hanya bisa memberi saran untuk mendengarkan Nona Azalea dan percaya pada apa yang dikatakan oleh Nona Muda untuk menenangkan dirinya. Lalu turuti keinginannya untuk berkerja sama, anggap saja sebagai penebusan atas kecelakaan yang pernah dialami oleh Nona Azalea."
Asher terdiam mendengar saran temannya itu.
"Jika dibilang percaya pada apa yang dikatakan Azalea, jelas aku percaya. Dan tentang kerja sama yang terakhir itu akan aku selesaikan detik ini juga!" gumam Asher sambil berjalan mendekati kedua sosok perempuan cantik yang sangat berarti dan dicintai oleh Asher.
Asher pun langsung memanggil kedua perempuan berbeda usia yang sedang asyik berjalan bergandengan dan tertawa bersama itu. "Mama! Adik!" panggilan Asher itu membuat mereka berhenti berjalan dan menoleh padanya.
"Asher! Kak Asher!" seru keduanya yang sama-sama tersenyum padanya yang mendekat.
"Kalian sedang apa di sini?" tanya Asher pada keduanya.
"Ini...Azalea ingin jalan-jalan ke Taman di luar kastil, jadi Mama yang nemanin. Sebenarnya tadi ada Kak Edel bersama kami. Sebelum dia ingat telah meninggalkan racikan obat herbal untuk Azalea di Ruangannya," jelas Countess Lorienfield pada Putranya.
"Ouh. Begitu," respon Asher.
Daisy Lorienfield melihat tempat latihan dari bahu Asher, di mana banyak orang tengah berlatih di sana.
"Tapi, nak. Kenapa kamu di sini? Bukannya Papa kamu memerintahkan kamu untuk melatih para prajurit baru, ya? Di sana mereka masih melakukan latihan?" tanya Daisy Lorienfield dengan wajah kebingungan melihat putranya yang justru berdiri di depannya, tapi para bawahannya masih melanjutkan latihan di tempat itu.
"Asher tadi izin kali ini. Mama," jawab Asher pada Daisy sang Mama, lalu matanya menatap pada Azalea sang adik.
"Apa kalian sudah selesai jalan-jalannya?" tanya Asher yang berniat untuk berbicara empat mata dengan Azalea mengenai kerja sama yang pernah diucapkan Azalea waktu itu.
"Memangnya kenapa?" tanya balik Daisy.
Asher kini menatap sang Mama. "Asher ingin berbicara dengan Azalea saja, Ma. Cuman berdua ya jika Azalea setuju dan Mama tidak keberatan?"
Daisy tidak langsung menjawab pertanyaan Putranya itu, tapi dia langsung menoleh pada Putrinya. "Bagaimana pendapatmu, sayang? Kakak kamu bilang ada yang mau dia bicarakan sama kamu, tapi kalau kamu mau Mama akan temanin kalian?"
Azalea yang sejak tadi diam langsung menjawab. "Biarkan kami bicara berdua dulu, Mama. Nanti kita bisa lanjutkan lagi jalan-jalannya!" Daisy pun mengerti.
"Baiklah, kalau begitu Mama tinggal ya!"
Sebelum pergi, Daisy mencium kepala putrinya lalu menepuk bahu putranya.
Begitu Daisy sudah pergi, suasana Asher dan Azalea langsung berubah tegang.
Asher mengulurkan tangannya pada sang adik. "Mari kita pergi,"
"Ke mana?"
"Pergi ke tempat istirahat tersembunyi kita...yang mungkin kamu lupakan,"
Azalea tidak mengerti, tapi dia tetap menerima uluran tangan sang Kakak.
Gadis itu hanya mengikuti ke mana Asher melangkah karena tidak tahu mereka akan pergi ke mana, ditambah lagi tempat yang mereka tuju jauh dari Kastil.
Tapi keduanya berhenti ketika ada sebuah lubang besar di depan mereka.
Tangan kanan Asher yang bebas segera menepuk dahinya keras.
"Pasti si kesatria bodoh itu yang melakukan ini! Pantas saja sebelum pulang dia bilang kalau ada sesuatu di Lorienfield yang dia rusak, setelah aku periksa semua tidak ada. Ternyata yang dia rusak malah jalan ini!" Asher menggerutu sambil menatap jalan yang dirusak oleh Kesatria bodoh yang dimaksud.
Azalea yang melihat Asher menggerutu menjadi bingung. "Siapa Kesatria bodoh yang Kakak maksud?"
Asher melirik sedikit adiknya yang berdiri di sampingnya. "Salah satu teman kakak dari kecil, dia masuk menjadi salah satu Kesatria Istana Kekaisaran,"
"Apa aku mengenalnya?"
"Tidak, jangan sampai!" Azalea langsung bisa menyimpulkan mendengar jawaban Asher tersebut.
Asher tiba-tiba saja mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah lubang besar itu. Seketika cahaya berwarna hijau muncul dan secara ajaib banyak akar tumbuhan muncul dan menutupi lubang besar itu.
Azalea terpaku. Itu adalah kekuatan Akar merambat dari keluarga Lorienfield yang pernah dia baca di novel.
"Ayo!" Asher menarik lembut Azalea untuk mengikuti langkahnya.
Lalu begitu sampai ke tempat tujuan, Azalea tersenyum melihatnya.
Itu adalah ayunan tua yang ditopang oleh akar berambat persis seperti kekuatan yang dikeluarkan oleh Asher tadi.
Azalea menatap Asher dengan wajah bingung "Itu ayunan?"
"Itu adalah tempat di mana kita akan membicarakan hal penting, tanpa diganggu oleh siapa pun. Karena Wilayah ini khusus diberikan Papa untuk kita sejak kecil," Azalea terkejut mendengarnya, ternyata ada ya kejadian seperti ini? Asher dan Azalea kecil diberikan wilayah khusus dari Count Alder?
Asher melepaskan tangan kiri yang menggenggam tangan kanannya Azalea, lalu tangan kanannya menggantikan posisi tangan kiri Asher.
"Mulai dari sini kita akan kerja sama."
Bibir Azalea sedikit terbuka karena terkejut, mata hijau Azalea menatap Asher yang saat itu tengah tersenyum.
...💮...
...Bersambung....
...Thanks For Reading My Story^^...
...Dipublikasikan pada tanggal 5 Febuari 2026....