NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga & Kasih Sayang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diam-diam memperhatikan

"Menurutku otaknya memang bermasalah." kata Zora masih dengan wajah takjubnya.

Arsen berdeham pelan, menahan senyum.

"Bukan otaknya yang bermasalah."

"Lalu?" Zora menoleh cepat.

"Gengsinya," sahut Bima santai sambil menutup kotak P3K.

"Itu lebih parah dari luka di tangannya."

Zora makin bingung.

"Kenapa harus gengsi? Gengsi sama siapa?"

Arsen dan Bima hanya tertawa. Tingkah mereka misterius. Dira tidak ikut tertawa. Tatapannya mengikuti punggung Ethan yang semakin menjauh menuju gerbang. Langkah pria itu tegap seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa malam ini. Seolah dia tidak hampir kehilangan kendali. Seolah dia tidak baru saja menunjukkan pada semua orang betapa dalamnya emosinya terhadap seseorang yang katanya sudah bukan siapa-siapa lagi.

Mobil Ethan menyala. Lampunya menyorot halaman sebentar sebelum kendaraan itu meluncur pergi dan menghilang di tikungan. Baru setelah suara mesin benar-benar tak terdengar, Dira mengembuskan napas panjang yang sejak tadi ia tahan.

"Kau baik-baik saja? Bagian tubuhmu tidak ada yang sakit?" Bima menatapi Dira dan bertanya. Ia adalah dokter, sudah biasa bertanya seperti pada orang yang menurutnya perlu di tanyai. Apalagi Dira baru saja hampir tenggelam.

"A-aku baik-baik saja." jawabnya tersenyum canggung.

Bima mengangguk.

"Maaf ya Dir, aku tidak tahu akan ada kejadian seperti tadi. Kak Bima, perempuan-perempuan tadi siapa sih? Kenapa mengundang orang-orang seperti mereka?" Zora menatap Bima tajam.

"Aku tidak kenal. Sudah kubilang pesta ini bukan aku penyelenggaranya kan? Kalau mau tahu siapa mereka, tanyakan saja pada staf ku."

Zora berdecak kesal.

"Lain kali jangan ijinin orang lain adain pesta untuk kakak. Biar tamu undangannya jelas."

Arsen tertawa pelan. Istrinya semakin lama makin cerewet. Mungkin karena terlalu banyak bergaul dengan Talia. Perempuan paling gila yang Arsen kenal. Lucunya, setelah mengenal Talia, dia jadi mengenal perempuan lain juga yang sebelas dua belas dengan wanita itu. Alias, teman-temannya. Satu circle memang bikin pusing semua.

"Sekali lagi maaf ya Dir,"

Dira menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis.

"Nggak apa-apa kok." ucapnya.

"Ya udah, ayo aku sama suami aku anterin kamu pulang."

Dira mengangguk.

"Mm, tapi anterin aku ke rumah sakit aja ya. Aku pengen liat keadaan Raka." ujarnya.

Zora dan Arsen mengangguk. Mereka pun pamit pada Bima.

Mereka tidak sadar kalau Ethan masih berada di sekitar lokasi itu. Mobilnya dia parkir di pinggir halaman kosong, entah milik siapa. Setelah melihat Dira pulang di antar oleh Arsen dan Zora, barulah dia bernafas sedikit lega.

Tangannya terkepal di atas stir. Mengingat kejadian di pesta tadi. Mengingat betapa marahnya dia saat Dira di katai jalang. Ethan tersenyum kecut.

"Kau juga tidak lebih brengsek dari laki-laki itu Ethan." ucapnya pada dirinya sendiri. Beberapa menit kemudian ia ikut meninggalkan tempat itu.

Sepanjang perjalanan di mobil Arsen, Dira menatap keluar jendela. Lampu-lampu kota berpendar samar di kaca. Jam menunjukkan pukul 9 malam. Masih ada waktu dia ke rumah sakit membesuk Raka.

Arel biasanya akan terbangun jam 11 malam mencari dia. Masih 2 jam waktu yang bisa dia pakai.

Tak lama kemudian mobil berhenti di depan rumah sakit. Bangunan itu tampak terang, dengan beberapa ambulans terparkir di sisi kanan.

"Kami tunggu?" tanya Arsen.

"Enggak usah. Kalian pasti capek. Aku bisa sendiri." biar bagaimana pun Zora adalah atasannya di kantor. Meski wanita itu bilang mau berteman dengannya, Dira tetap merasa tidak enak.

Apalagi Zora sudah banyak membantunya soal biaya rumah sakit Raka yang tidak murah. Dia tidak ingin merepotkan wanita itu lagi. Orang-orang di kantor juga sudah mulai membicarakan dia yang makin merasa diri penting karena profesor Zhou dekat dengannya. Dira hanya tidak mau menjadi sorotan.

"Kamu yakin?" Zora masih ragu.

"Iya."

Akhirnya mereka mengangguk. Dira turun dari mobil dan melangkah masuk ke lobi rumah sakit. Aroma khas rumah sakit langsung menyambutnya. Suasana malam relatif sepi, hanya beberapa keluarga pasien yang duduk di kursi tunggu.

Dira langsung ke kamar rawat Raka. Kamar biasa. Bukan kamar VIP yang sangat nyaman dan bebas. Sebenarnya Dira mau Raka mendapatkan kenyamanan, tapi kamar VIP terlalu mahal, ia tidak punya uang sebanyak itu. Tabungannya sudah habis dia pakai untuk biaya pengobatan Raka. Belum lagi masih ada Arel yang kebutuhannya banyak.

Dira harus pintar-pintar membagi uangnya. Setiap rupiah kini terasa seperti nyawa kedua yang harus ia jaga. Gaji bulanannya nyaris tak pernah utuh sampai akhir bulan. Padahal gajinya sudah terbilang cukup besar.

Namun Biaya rawat inap, obat-obatan, pemeriksaan tambahan, semuanya seperti lubang tanpa dasar. Belum lagi dia harus membayar gaji mbak Ella.

Ia berhenti sejenak di depan pintu kamar Raka. Menarik napas, lalu menghembuskannya perlahan sebelum masuk. Di dalam, lampu redup menyala temaram. Dua ranjang berjajar dengan tirai pembatas tipis di tengah. Pasien di sebelah tampak tertidur. Raka juga sudah ketiduran.

Dira melangkah pelan agar tidak menimbulkan suara. Ia mendekati ranjang Raka, menatap wajah adiknya yang terlihat tenang. Perlahan Dira duduk di kursi plastik di sampingnya. Tangannya terulur, menyibakkan poni Raka yang jatuh ke dahi. Hangat. Tidak demam. Ia mengembuskan napas lega.

"Cepat sembuh ya, dek…" bisiknya lirih, takut membangunkan pasien lain.

"Arel udah kangen banget sama kamu." ucapnya lagi. Dia terus berbicara pelan, sangat pelan.

Sementara di luar sana, dokter Julian menghentikan langkahnya. Ia baru saja memeriksa pasien di ruangan sebelah dan tidak sengaja melihat Dira ketika melewati kamar itu. Pintunya terbuka lebar jadi pria itu bisa lihat Dira yang duduk di sana.

Hampir sebulan ini Julian terus melihat kesabaran wanita itu menunggu adik laki-lakinya sembuh. Dia dengar dari Zora wanita itu pekerja keras dan pintar. Dan ya, Zora benar. Julian bisa melihatnya juga.

Kadang dia tidak sengaja melihat wanita itu menangis di atap rumah sakit. Entah kenapa Julian merasa wanita itu menyimpan banyak beban di pundaknya. Awalnya Julian tidak begitu peduli, namun lama-lama dia malah jadi terbiasa mengamati wanita itu diam-diam.

Julian berdiri beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. Tangannya masih memegang map rekam medis, tapi fokusnya bukan lagi pada angka-angka hasil laboratorium.

Pandangan matanya kembali tertuju pada Dira. Perempuan itu tampak rapuh dalam diamnya. Ia terlihat seperti seseorang yang sudah sangat lelah, tapi tetap memilih kuat.

Harusnya kau lebih banyak istirahat. Aku bisa menjaga adikmu.

Gumam Julian dalam hati. Hanya bisa ia ucapkan dalam hati sambil mendesah berat, seolah turut merasakan apa yang dirasakan Dira.

1
T1 T1n
thor kenapa to yg ini jarnggggggg banget di upnya😭
Nani heri Upitarini
bisa g sih bodohx dikurangi...
Meliana Siregar
Si Nur gak punya cermin ya...pedenya sangat memprihatinkan 😄😄
Nani heri Upitarini
dira terlalu kebah,lebay dan gmn y,istri seorang mafia hrsx seperti Dami dong kuat,strong satset g lemah gampang putus asa....
Nani heri Upitarini
wis Jan dunia halu koplak....
Nani heri Upitarini
dira....knp pemikiran kyk anak kcl....lebay...
Aida Kamil
kpan up thor
🍒WINA🍒
Gisel emang pengertian bingit kasih kesempatan arel menjaga aurora, gisel tahu arek dsn aurora pacara...

arel telah menemukan bukit berupa kancing baju nanti akan dicari siapa pemiliknya, sangat jahat dan tega mencelakai aurora...
🍒WINA🍒
Arel seorang komandan pasukan khusus, anggap aja mencari bukti-bukti yg mencelakai aurora.

tamat riwayat kamu nanti ulet bulu kegatelan dibalas lebih kejam lagi dan dipermalukan....
🍒WINA🍒
Belum tahu aja kejamnya arel klo ada yg sakiti orang yg dicintainya, akan membalas sama orang itu lebih kejam lagi...vini cari mati aja arel gak akan tinggal diam, pasti mencari bukti-bukti siapakah pelakunya.

hanya karena iri dan cemburu vini nekat berbuat kejam sama mencelakai aurora didorong kejurang.
arel menyelamatkan aurora mampooos aja kau vini sampai ketahuan sama arel, telah mendorong kekasihnya...
🍒WINA🍒
Ulet bulu kegatelan dah mulai beraksi ini, tega bingit hanya karena iri dan cemburu sampai tega mendorong aurora kejurang...
🍒WINA🍒
Tenang aja aurora ada bodyguard sangat tampan, manjaga dan melindungi kamu dari orang-orang yg jahat🤭
🍒WINA🍒
Arel sangat posesif sama aurora siapapun tidak boleh melukai gadis kesayangannya🤭 nyali cewek yg menyenggol aurora langsung mencium. takut tatapan tajam arel dan tidak bersahabat, makanya jangan sok jadi sombong dan arogan usil/jahil sama aurora🤣🤣🤣
🍒WINA🍒
dasar arel menggunakan kesempatan dalam kesempitan, aurora sangat polos dan lugu nurut aja. aurora tidak bisa menolak sentuhan arel sangat memabukan dan tidak berdaya, sampai katanya mau pipis aurora padahal mengalami pelepasan🤣🤣🤭
🍒WINA🍒
masak bodoh dengan dengan aurora, yg bisa berduaan sama aurora🤣🤣🤣
🍒WINA🍒
kan ada kak arel yg menemani klo ingin pergi kehutan🤭kak arel selalu siap aurora butuhkan😀
🍒WINA🍒
Itu tanda dari kak arel kepemilikan aurora, aurora sekarang miliknya kak arel gak boleh ada yg memiliki aurora🤣🤭

arel nuruni sifat papanya ethan, klo Orion meruni sifatnya mama dia. arel sudah tertarik pertama kali bertemu dirumah tante thalia dan om ethan, auroranya anaknya om luis sahabat kara ponakan ethan...
🍒WINA🍒
Arel main nyosor aja mencium bibir aurora, bibir aurora telah jadi candunya🤣🤭
Arel suka banget aurora sangat manja sangat seksi menggoda arel🤣 ingat arel gadis kecil masih berumur 16 tahun🤭
🍒WINA🍒
Ajari aurora belah diri arel biar bisa manjaga diri dengan baik klo ada bahaya, aurora gadis lemah lembut maish sangat polos dan lugu🤭

biarkan aurora fokus sekolah dulu dan konsentrasi sampai lulus, sabar ya arel menunggu aurora😀

gadis kecil kamu sudah kamu tandai menjadi milik kamu🤭
🍒WINA🍒
Aurora jadi salting gara-gara masih mengingat dicium sama arel🤣🤣🤣
arel hanya tersenyum penuh kemenangam gadis kecilnya malu-malu kucing dan canggung🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!