NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Cintapertama
Popularitas:486.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diam-diam memperhatikan

"Menurutku otaknya memang bermasalah." kata Zora masih dengan wajah takjubnya.

Arsen berdeham pelan, menahan senyum.

"Bukan otaknya yang bermasalah."

"Lalu?" Zora menoleh cepat.

"Gengsinya," sahut Bima santai sambil menutup kotak P3K.

"Itu lebih parah dari luka di tangannya."

Zora makin bingung.

"Kenapa harus gengsi? Gengsi sama siapa?"

Arsen dan Bima hanya tertawa. Tingkah mereka misterius. Dira tidak ikut tertawa. Tatapannya mengikuti punggung Ethan yang semakin menjauh menuju gerbang. Langkah pria itu tegap seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa malam ini. Seolah dia tidak hampir kehilangan kendali. Seolah dia tidak baru saja menunjukkan pada semua orang betapa dalamnya emosinya terhadap seseorang yang katanya sudah bukan siapa-siapa lagi.

Mobil Ethan menyala. Lampunya menyorot halaman sebentar sebelum kendaraan itu meluncur pergi dan menghilang di tikungan. Baru setelah suara mesin benar-benar tak terdengar, Dira mengembuskan napas panjang yang sejak tadi ia tahan.

"Kau baik-baik saja? Bagian tubuhmu tidak ada yang sakit?" Bima menatapi Dira dan bertanya. Ia adalah dokter, sudah biasa bertanya seperti pada orang yang menurutnya perlu di tanyai. Apalagi Dira baru saja hampir tenggelam.

"A-aku baik-baik saja." jawabnya tersenyum canggung.

Bima mengangguk.

"Maaf ya Dir, aku tidak tahu akan ada kejadian seperti tadi. Kak Bima, perempuan-perempuan tadi siapa sih? Kenapa mengundang orang-orang seperti mereka?" Zora menatap Bima tajam.

"Aku tidak kenal. Sudah kubilang pesta ini bukan aku penyelenggaranya kan? Kalau mau tahu siapa mereka, tanyakan saja pada staf ku."

Zora berdecak kesal.

"Lain kali jangan ijinin orang lain adain pesta untuk kakak. Biar tamu undangannya jelas."

Arsen tertawa pelan. Istrinya semakin lama makin cerewet. Mungkin karena terlalu banyak bergaul dengan Talia. Perempuan paling gila yang Arsen kenal. Lucunya, setelah mengenal Talia, dia jadi mengenal perempuan lain juga yang sebelas dua belas dengan wanita itu. Alias, teman-temannya. Satu circle memang bikin pusing semua.

"Sekali lagi maaf ya Dir,"

Dira menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis.

"Nggak apa-apa kok." ucapnya.

"Ya udah, ayo aku sama suami aku anterin kamu pulang."

Dira mengangguk.

"Mm, tapi anterin aku ke rumah sakit aja ya. Aku pengen liat keadaan Raka." ujarnya.

Zora dan Arsen mengangguk. Mereka pun pamit pada Bima.

Mereka tidak sadar kalau Ethan masih berada di sekitar lokasi itu. Mobilnya dia parkir di pinggir halaman kosong, entah milik siapa. Setelah melihat Dira pulang di antar oleh Arsen dan Zora, barulah dia bernafas sedikit lega.

Tangannya terkepal di atas stir. Mengingat kejadian di pesta tadi. Mengingat betapa marahnya dia saat Dira di katai jalang. Ethan tersenyum kecut.

"Kau juga tidak lebih brengsek dari laki-laki itu Ethan." ucapnya pada dirinya sendiri. Beberapa menit kemudian ia ikut meninggalkan tempat itu.

Sepanjang perjalanan di mobil Arsen, Dira menatap keluar jendela. Lampu-lampu kota berpendar samar di kaca. Jam menunjukkan pukul 9 malam. Masih ada waktu dia ke rumah sakit membesuk Raka.

Arel biasanya akan terbangun jam 11 malam mencari dia. Masih 2 jam waktu yang bisa dia pakai.

Tak lama kemudian mobil berhenti di depan rumah sakit. Bangunan itu tampak terang, dengan beberapa ambulans terparkir di sisi kanan.

"Kami tunggu?" tanya Arsen.

"Enggak usah. Kalian pasti capek. Aku bisa sendiri." biar bagaimana pun Zora adalah atasannya di kantor. Meski wanita itu bilang mau berteman dengannya, Dira tetap merasa tidak enak.

Apalagi Zora sudah banyak membantunya soal biaya rumah sakit Raka yang tidak murah. Dia tidak ingin merepotkan wanita itu lagi. Orang-orang di kantor juga sudah mulai membicarakan dia yang makin merasa diri penting karena profesor Zhou dekat dengannya. Dira hanya tidak mau menjadi sorotan.

"Kamu yakin?" Zora masih ragu.

"Iya."

Akhirnya mereka mengangguk. Dira turun dari mobil dan melangkah masuk ke lobi rumah sakit. Aroma khas rumah sakit langsung menyambutnya. Suasana malam relatif sepi, hanya beberapa keluarga pasien yang duduk di kursi tunggu.

Dira langsung ke kamar rawat Raka. Kamar biasa. Bukan kamar VIP yang sangat nyaman dan bebas. Sebenarnya Dira mau Raka mendapatkan kenyamanan, tapi kamar VIP terlalu mahal, ia tidak punya uang sebanyak itu. Tabungannya sudah habis dia pakai untuk biaya pengobatan Raka. Belum lagi masih ada Arel yang kebutuhannya banyak.

Dira harus pintar-pintar membagi uangnya. Setiap rupiah kini terasa seperti nyawa kedua yang harus ia jaga. Gaji bulanannya nyaris tak pernah utuh sampai akhir bulan. Padahal gajinya sudah terbilang cukup besar.

Namun Biaya rawat inap, obat-obatan, pemeriksaan tambahan, semuanya seperti lubang tanpa dasar. Belum lagi dia harus membayar gaji mbak Ella.

Ia berhenti sejenak di depan pintu kamar Raka. Menarik napas, lalu menghembuskannya perlahan sebelum masuk. Di dalam, lampu redup menyala temaram. Dua ranjang berjajar dengan tirai pembatas tipis di tengah. Pasien di sebelah tampak tertidur. Raka juga sudah ketiduran.

Dira melangkah pelan agar tidak menimbulkan suara. Ia mendekati ranjang Raka, menatap wajah adiknya yang terlihat tenang. Perlahan Dira duduk di kursi plastik di sampingnya. Tangannya terulur, menyibakkan poni Raka yang jatuh ke dahi. Hangat. Tidak demam. Ia mengembuskan napas lega.

"Cepat sembuh ya, dek…" bisiknya lirih, takut membangunkan pasien lain.

"Arel udah kangen banget sama kamu." ucapnya lagi. Dia terus berbicara pelan, sangat pelan.

Sementara di luar sana, dokter Julian menghentikan langkahnya. Ia baru saja memeriksa pasien di ruangan sebelah dan tidak sengaja melihat Dira ketika melewati kamar itu. Pintunya terbuka lebar jadi pria itu bisa lihat Dira yang duduk di sana.

Hampir sebulan ini Julian terus melihat kesabaran wanita itu menunggu adik laki-lakinya sembuh. Dia dengar dari Zora wanita itu pekerja keras dan pintar. Dan ya, Zora benar. Julian bisa melihatnya juga.

Kadang dia tidak sengaja melihat wanita itu menangis di atap rumah sakit. Entah kenapa Julian merasa wanita itu menyimpan banyak beban di pundaknya. Awalnya Julian tidak begitu peduli, namun lama-lama dia malah jadi terbiasa mengamati wanita itu diam-diam.

Julian berdiri beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. Tangannya masih memegang map rekam medis, tapi fokusnya bukan lagi pada angka-angka hasil laboratorium.

Pandangan matanya kembali tertuju pada Dira. Perempuan itu tampak rapuh dalam diamnya. Ia terlihat seperti seseorang yang sudah sangat lelah, tapi tetap memilih kuat.

Harusnya kau lebih banyak istirahat. Aku bisa menjaga adikmu.

Gumam Julian dalam hati. Hanya bisa ia ucapkan dalam hati sambil mendesah berat, seolah turut merasakan apa yang dirasakan Dira.

1
Yuliana Purnomo
untygak ada drama yg panjang untuk pertemuan mereka
Mutia Efrida
Gak suka sama sikap Ethan ke dira. Dia yg bodoh, orang lain yg disalahin, udah bodoh, ngotot pulak. ih ngeselin
Esther
Bahagia ya Arel sudah ketemu papa Ethan.
🌸🍣わたなべ_Ryuzu👘🌸
👍💪💪
Etty Sumaryanti
😭😭😭 kirain akan nolak dlu aril y 🤭 ril bikin mama sm papa bersatu jgan sampe pisah lg 😇
moenay
mau ikutan mewek ah sama arel😭😭😭😭😭😭😭😭
Atik Marwati
sangat penting Dira...
Rida Arinda
😭😭😭😭😭
astr.id_est 🌻
aww aril 🥺 tiba2 air mata ku keluar saat baca adegan ini 😢
Ita rahmawati
lah jd Terharu aku 🥺🥺
Kamsia
y iyalah dira sngt penting walaupun benci papanya tapi naluri ibu hrsnya dari dulu di bicarakan.ke depannya nurut ama suami dira jgn ad mslh kabur ke t4t gak jls dan mabuk hrs di rubah sifatnya udh ad ank 🙏🙏 ok thor
Heny Janitasari
❤️
RiriChiew🌺
ikuttt terharu aku inii 🥲 Arel sangat rindu papa nya dan akhirnya bisa meluapkan kerinduan itu yaa nak
Ririn Danayanti
di tunggu up selanjutnya
Ririn Danayanti
makasih KK author sudah up
Anik Purwani
bagus sekali
Dari
kaya nya ini bakalan byk bawang nya dah ah ..
Dian Rahmawati
terharu
Yopa
jangan dong Thor nga kasihan sama Dira menderita melulu hidup nya, sekarang giliran Ethan yg merasakan bucin nya buat ngejar cintanya dira
Fitria Syafei
wow akhirnya ketemu juga mereka....tetap ajaa Ethan egois 😏 kk cantik terimakasih 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!