Chun Yi Seorang Dokter jenius sekaligus pembunuh bayaran yang tiada tandingannya. Akhirnya Dia harus mati mengenaskan di tangan keluarga pasien yang salah duga. Teman dekatnya yang sama-sama menjadi Dokter melakukan operasi jantung pada seorang pasien . Namun entah mengapa, malah membuat Si pasien meninggal Dunia, keluarga pasien tak Terima, dia mencari sang Dokter, tapi malah bertemu dengan Chun Yi Dan menusuk dadanya. Hingga mengenai jantung yang membuat Dia mati muda . Dan saat Dia terbangun lagi , Dia berada di tubuh seorang gadis yang terkenal buruk rupa serta bodoh . Yang memiliki nama hampir sana yaitu Song Chun Yi (lagu musim semi) . Dia di benci semua orang Karena Dia tidak memiliki bakat Dan tidak bisa berkultivasi. Dia berwajah buruk karena di wajahnya terdapat tanda lahir hitam besar di pipinya. Semua itu membuat dia di benci dan di kucilkan oleh keluarga maupun masyarakat . Bagaimana kisa selanjutnya si gadis Chun Yi ,Kita baca sam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SADARNYA PAMAN KEDUA
Dan satu jam kemudian, Chun Yi baru mencabut jarum - jarum akupunturnya. Melihat sikap Chun Yi yang tenang , Sangat berbalik dengan sikap kakek dan sang Bibi yang terlihat tegang . Terutama sang Kakek, Dia berfikir
*Apakah benar Cucu perempuannya bisa membangunkan Putra keduanya yang sedang koma,...sedangkan berpuluh tabib terbaik di Kekaisaran ini telah berkata kalau Putranya tidak mungkin bisa sadar kembali . hanya Mukjizat dari Dewa yang bisa membangunkan Dia *
Dan sekarang Sang Cucu berkata kalau Putra keduanya akan segera sadar kembali.
. Dengan dada berdebar, Kakek dan Sang Bibi juga si kembar yang ada di luar kamar menanti apakah benar (anak , suami dan Ayah) mereka bisa bangun kembali . Sedangkan Chun Yi sendiri terlihat sangat tenang menghadapi sang Paman . Dia merapikan lalu memasukkan jarum akupuntur ke ruang Istana Biku. Lalu dengan tenang berdiri di pinggir Ranjang di dekat sang Bibi . Dan tiga puluh menit kemudian,terlihat kelopak mata Tuan Zhikin mulai bergetar pelan. Melihat itu, Nyonya Nilam semakin merasakan debaran jantungnya lebih cepat berdebar dari pada biasanya. Dan tak lama mata itu perlahan terbuka. Terlihat Tuan Zhikin mengerjapkan matanya beberapa jalu, karena menerima cahaya masuk kedalam matanya. Maklumlah sudah lebih dari tiga bulan dia koma. tentu saja mata yang terpejam beberapa waktu itu, harus menyesuaikan diri . Perlahan Dia membuka lebar matanya Dan menatap sekelilingnya.
"Suamiku...Kau sudah sadar. ?" Ucap Nyonya Nilam dengan air mata berderai. Mendengar suara Sang Istri, Tuan Zhikin menatap ke arah datangnya suara. Terlihat Sang Istri menatap Dia dengan air mata mengalir di pipinya .
"Istriku.. " ucapnya kemah
"Suamiku. kau benar- benar bisa bangun..." ucap Nyonya Nilam dengan air mata bahagia tetap mengalir . Setelah itu Dia menggeser pandangannya, kini dia melihat kalau di sebelah SangIstri, terlihat seorang gadis yang teramat Cantik berdiri dengan anggun sambil bersedekah tangan menatap kearahnya. Dan di ujung Ranjang, Dia melihat Sang Ayah yang juga sedang menatap kearahnya dengan wajah memerah ada tetes air mata di mata tuanya.
"Ayah.. .kau Ada di sini.. ? Ada apa..? Apa yang terjadi.. ? " Ucapnya pelan dengan suara serak. Mendengar suara Sang suami Nyonya Nilam berusaha menahan tangisannya .
"Syukurlah kau sudah sadar Nak.. " ucap Tuan Yun haru.
Namun tiba- tiba pintu kamar terbuka, Dan dua Pria tampan berwajah sama masuk kedalam ruangan.
"Ayah. Kau sudah sadar. ! " Seru mereka hampir bersamaan. Mereka mendekat kearah ranjang. Melihat itu Chun Yi mundur dan agak menjauh dari ranjang. Membiarkan keluarga itu gembira melihat kepala rumah tangga mereka siuman dari Komanya.
"Nak... Akhirnya kau sadar juga.. kami sudah lama menunggu saat seperti ini..." Ucap Kakek Yun .
"Siuman...? Aku siuman....! Apa yang terjadi sebenarnya Yah. ? apakah aku pingsan.. ?" Ucap paman kedua dengan wajah heran .
"Bykan hanya pingsan Yah...tapi Ayah koma selama lebih dari tiga bulan...." ucap Yun Yihan oada sang Ayah. Dan akhirnya mengalir penjelasan dari Tuan tua Yun menceritakan apa yang terjadi. Mendengar ucapan Sang Ayah, Paman Kedua sepertinya mulai teringat akan kejadian pertarungan mereka denga hewan buas yang hampir masuk kedalam kota . Dia ingat Serbian binatang Buas yang banyak menewaskan Para Prajurit Kerajaan yang dia pimpin. Mengingat semua itu, Terlihat dia ingin bangun. Tapi suara tenang itu menghentikan usahanya.
"Jangan bangun dulu Paman.. Kekuatan paman masih lemah. Dan itu tidak baik untuk tubuh paman... " Ucap Chun Yi mencegah Tuan Yun Zhikin bangun.
Mendengar ucapan itu, Tuan Yun Zhikin berhenti bergerak dan berbaring dengan tenang di bantu sang Istri . Dia menatap pada Chun Yi yang kini berdiri di dekat Sang Ayah.
"Benar apa kata Putrimu nak.. Kau baru bangun dari koma tidak baik untuk tubuhmu jika kau langsung bangun.. " Ucap Sang Ayah.
"Putriku... ? " Ucapnya Pelan dengan tatapan heran .
"Oo.. Ayah hampir lupa kalau kau tidak mengenal Yi'er..." ucap Kakek Yun sambil tersenyum . Beliau menatal Chun Yi dengan tatapan bangga . Lalu kembali nenatap sang Putra.
"Dia Putri adik bungsumu Ye Li Ran. .. " Ucap Sang Ayah memperkenalkan Chun Yi yang membuat Tuan Yun Zhikin heran .
"Adik bungsuku..? Ayah...bukankah adik bungsuku hanya Luyi'er..? Bukan Ye Li Ran kan..? kenapa Ayah mengatakan adik bungsu...? lagi pula Bukankah Putri Luyi'er hanya Dua.. ?" Ucap Yun Zhikin yang belum tahu tentang cerita adiknya yang tertukar.
"Kek...Maaf , Keadaan Paman masih lemah, tidak baik mendengar berita yang berat . lebih baik dia istirahat terlebih dahulu. " Ucap Chun Yi memotong pembicaraan mereka . Membuat semua orang kembali menyadari kalau Tuan Yun Zhikin belum tahu kebenarannya yang terjadi . Dan mereka juga sangat tahu kalau Tuan Yun Zhikin sangat menyayangi Nyonya Yun Luyi. mendengar ucapan Chun Yi, mereka sadar kalau tidak baik memberitahukan masalah itu saat Tuan Yun Zhikin baru siuman.
"Benar kata Putrimu Nak...lenih baik kau istirahat terlebih dulu.. Kita akan bicarakan lagi setelah kau bangun nanti.. " Ucap Tuan Yun Tua.
"Bibi... Beri Paman air madu yang sudah Bibi Siapkan tadi . Nanti setelah beliau istirahat, Bibi bisa memberi sedikit bubur halus sebelum Minum pil ramuan.. . " Ucap Chun Yi.
"Baik sayang.. Bibi akan membuatkannya untuk Pamanmu..." Ucap Nyonya Nilam. Segera Chun Yi dan Tuan Yun Tua pergi dari ruangan itu bersama si kembar.
" Adik... Trimakasih kau telah membuat Ayah tersadar dari komanya... pertolonganmu ini, tak akan pernah kami lupakan seumur hidup kami " Ucap Yilan dengan wajah gembira .
"Itu sudah kewajibanku kak...Kakak tidak usah mengucapkan terimakasih.. " Ucap Chun Yi.
"Tidak Dik... Tanpa pertolongan darimu, mungkin kami tidak akan pernah melihat Ayah membuka mata nya.. Ucap Yihan
"Baiklah untuk kali ini aku menerima ucapan terimakasih dari kalian berdua , tapi untuk lain kali, jangan ucapkan kata terimakasih. Kita ini keluarga, sudah kewajiban kita saling membantu dan menolong. Jadi aku harap kangan tidak mengucapkan kata terimakasih lagi setiap pertolonganku.. " Ucap Chun Yi sambil tersenyum.
"Benar kata Adikmu.. Kita ini keluarga, yang seharusnya saling membantu dan menolong. sudah menjadi kewajiban kita. untuk saling membantu..." Ucap Sang Kakek.
"Kami mengerti Kek. " Ucap Mereka berdua hampir bersamaan.
"Oh ya nak.. Apakah setelah ini Paman keduamu bisa berdiri kembali.. " Tanya tuan Yun tua dengan tatapan Tanya .
"Bisa Kek, ...hanya saja beliau masih dalam keadaan lemah. karena ada racun ganas di dalam tubuhnya beliau Tidak boleh banyak melakukan aktivitas yang berat. Karena racun di dalam tubuh Paman , masih belum bisa di keluarkan . Walaupun sekarang sudah tidak seganas seperti dulu..tapi sangat, berbahaya jika Paman melakukannya. " ucap Chun Yi memberi tahu kekuatan racun yang ada di dalam tubuh Tuan Yun Zhikin. walaupun sudah dia tekan dengan akupuntur . Namun Chun Yi tak membahas soal air jiwa yang selalu di minumkan pada sang Paman.
"Walaupun dengan akupuntur yang Chun Yi lakukan telah menahan Racun menyebar, tapi jika Paman melakukan atau mengeluarkan tenaga dalam, apalagi berlebihan. maka racun akan kembali menyerang Paman. Karena itu, lebih baik Paman tidak berlatih yang menggunakan tenaga dalam. sebelum Chun Yi mengeluarkan racun itu dari tubuh Paman kedua. " ucap Chun Yi menjelaskan.
"San Bahan ramuan untuk menetralkan racun itu sangat Sulit . Sebenarnya racun ini bukan berasal dari Benua bawa ini Kek. Racun ini berasal dari Akan atas. tapi entah bagaimana Racun jahat ini sampai di alam kita ini . Orang yang sengaja menargetkan keluarga Kita, benar - benar sangat berbahaya kek. karena itu Kita harus lebih hati- hati lagi. " ucap Chun Yi mengingatkan.
"Benar katamu nak... mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati. dan kalian berdua dengarkan itu.. " ucap Kakek Yun pada kedua pemuda di dekat mereka.
"Kami mendengar Kek... " ucap mereka serempak.
"Dan kalian berdua, tolong selalu ingatkan pada Paman kedua, agar dia tidak menggunakan kekuatannya terlebih dahulu . Kekuatan Paman bisa di gunakan kembali, saat racun sudah keluar dari tubuhnya. Aku janji, tidak akan lama lagi, aku pasti bisa mengeluarkan racun di dalam tubuh Paman kedua. " ucap Chun Yi.
"Dan soal Paman kedua yang sudah sadar dari komanya, lebih baik di rahasia kan dulu Kek.. Karena kita belum tahu, musuh kakek yang mana yang telah meracuni keluarga kita . Sebab dari semua penyakit yang di derita Paman Kedua, Kakak pertama,semuanya terkena racun, walaupun racun mereka berbeda kekuatannya Dan Chun Yi belum melihat Kaki Paman pertama. Apakah luka itu yang memang menyebabkan Paman pertama lumpuh, atau ada juga racun yang membuat Paman pertama tidak bisa berdiri... " Ucap Chun Yi. Mendengar ucapan Chun Yi, menyadarkan Kakek Yun akan musuh yang bersembunyi.
"Benar apa yang kau katakan Yi'er.. Nanti Kakek akan membicarakannya pada Paman- Paman mu serta semua saudaramu .. ." Ucap sang Kakek . Lalu mengajak Chun Yi untuk kembali kerumah utama.
Sesampainya di rumah utama, Nenek telah menunggu kedatangan mereka. Dan saat beliau tahu akan kesembuhan Sang Putra Kedua , terlihat Dia menangis bahagia. Dia lalu memeluk Chun Yi sambil berkata.
"Anak baik..Menemukanmu merupakan berkah bagi keluarga Yun. Trimakasih sayang, trimakasih mau datang di kehidupan keluarga Yun...Kau merupakan bintang keberuntungan keluarga Ini . Nenek tak pernah Menduga, Di saat kami terpuruk dan hampir jatuh, Kau malah hadir di kehidupan kami dan membantu kami untuk berdiri dengan kukuh kembali .. " Ucap sang Nenek haru sekaligus bahagia.
"Itu juga berkah bagi Chun Yi bisa hidup bersama kalian Nek... Kalian kini adalah keluargaku, Chun Yi berjanjilah akan melindungi kalian selamanya.." Ucap Chun Yi . Namun kalimat terakhir, hanya dia ucapkan dalam hati .
"Anak baik..Entah apa yang pernah Bebek lakukan di kehidupan Nenek dulu, hingga mendapatkan berkah dari dewa, seorang Cucu perempuan yang baik dan juga cerdas serta Pintar sepertimu . dan juga terlepas dari Cucu Munafik seperti mereka..." Ucap Sang Nenek sambil melepas pelukannya. Dan Kakek tahu apa maksud Nenek Dia tahu Yang di maksud Nenek dengan Cucu munafik itu . Tapi Dia juga bernafas lega setelah merasakan kekecewaan dan marah pada Yun Luyi . Kini Dia mendapatkan Cucu kandungnya yang merupakan Cucu Jenius seperti Chun Yi. Rasa marah dan kecewa pada Putri Palsunya, kini berubah rasa Syukur, bangga dan bahagia saat melihat Chun Yi.
"Nek.. Biarkan Yi'er kembali dulu. Dia sudah lelah setelah mengobati Paman keduanya... Biarkan dia beristirahat terlebih dahulu dan suruh pelayanan mengantarkan makan siang untuknya nanti. ..." ucap sangat Kakek .
"Baik.. nanti Nenek akan menyuruh Pelayan mengantarkan makanan je kediamanmu. kau tidak usaha datang menari sayang... kami tahu kau pasti sangat lelah setelah menguras kekuatanmu untuk mengobati Pamanmu. " ucap Sang Nenek.
"Baiklah Kek, Nenek... kalau begitu Chun Yi pergi dulu. " Pamit Chun Yi .
"Biarkan aku yang mengantar adik Kek...!" Seru Yun Baimin yang sejak tadi memang ada di sana. Dia mendengarkan pembicaraan Kakek Dan Neneknya. Dan Dia semakin bangga pada sang adik Sepupunya. Dan dia juga mendengarkan kalau Sang Paman sudah di sembuhkan oleh Chun Yi . Sedangkan Yun Huajin sendiri . kini sedang berlatih bersama para prajurit milik Sang Kakek. Keluarga Yun yang memang memiliki darah Seorang Jenderal, sejak Jaman leluhur keluarga Yun selalu melahirkan para Jendral besar yang gagah dan Kuat . Beberapa Putra generasi mereka, selalu menjadi seorang Jenderal. Dari mulai Jendral besar Yun Ji Hankishu leluhur besar mereka, , Sampai pada Kakek buyut Yun Ji Bai yang telah tiada, sampai Sang kakek sendiri Yun Hai Gun , juga Kedua Putranya Yun Jhinan dan Yun Zhikin . Semuanya menjadi seorang Jenderal besar . Keluarga ini terkenal dengan kesetiaannya oada Kekaisaran . Jadi tak heran Jika keluarga Yun Sangat di hormati oleh Sang Penguasa Kaisar Feng. Apalagi Kakek Yun bersahabat dengan Leluhur atau kakek dari Sang Kaisar. Dan Kaisar sendiri bersahabat dengan Putra pertama Dari Kakek Yun, Yaitu Yun Jhinan .
"Boleh... Antarkan adikmu sampai di tempat tinggalnya tapi ingat.. Kau harus segera kembali, jangan mengganggu adikmu dulu. Biarkan Dia istirahat dengan baik..Kakek tahu, tenaganya tadi terkuras habis saat mengobati Pamanmu.. " Ucap sang Kakek dengan lembut .
"Baik Kek... Baimin hanya ingin mengantarkan adik saja Kok...ayo adik kecil... Kakak ketigamu ini akan mengantarkan kamu sampai di kediamanmu . " Ucap Yun Baimin dengan gembira . Entah kenapa dia sangat gembira jika bisa selalu bersama adik pintarnya . Mungkin karena banyak Ilmu yang bisa Dia serap dari sang adik . ilmu pengetahuan sang adik sangatlah luas apapun yang dia tanyakan, pasti dia dengan muda bisa mejawab pertanyaannya . Setelah berpamitan Chun Yi segera meninggalkan rumah utama bersama Yun Baimin. Mereka berjalan di jalan menuju kediaman Chun Yi dengan langkah tenang
"Adik... apakah cara menghilangkan Racun hanya bisa menggunakan cara akupuntur...? " tanya Yun Baimin dengan wajah penasaran menatap Chun Yi.
"Tidak juga kak... kita juga bisa menetralkan racun dengan ramuan. tapi yang sebenarnya, setiap orang yang membuat racun, Dia pasti membuat penawarnya jadi setiap orang yang memberikan racun pada orang lain, Sembilan puluh persen Dia Pasti punya penawarnya. jarang orang membuat Racun tanpa penawar... " jawab Chun Yi.
"Kalau begitu masalah racun yang ada di Paman kedua maupun kakak pertama, orang itu pasti memiliki penawarnya kan...? " tanya Yun Baimin.
"Tentu saja... aku yakin orang yang memberikan racun pada Kakak kedua, dia memiliki penawarnya, hanya saja Kita tidak tahu, siapa orang yang telah meracuni kakak pertama. ? " jawab Chun Yuli.
"Kau bilang hanya kakak pertama sang, lalu bagaimana dengan Paman kedua. ! " tanya Yun Baimin lagi
"Kalau Paman kedua aku tidak terlalu yakin. Aku haya bisa memprediksi lima puluh persen saja kalau sang Pemberi racun memiliki penawarnya . Sebab bahan yang di gunakan sangatlah langka. hingga sangat sulit di cari. aku berani mengatakan kalau Paman Kedua bisa sembuh, karena sebagian besar bahan penawar racunnya aku sudah punya . hanya tingg satu jenis tanaman obat saja yang belum aku punyai, yaitu bunga roh tuju warna . Bunga ini sangat sulit aku dapatkan.... " ucap Chun Yi.
"Jadi.. apakah itu tandanya Paman tidak bisa sembuh. ? " tanya Yun Baimin dengan wajah cemas.
"Pasti kita akan menemukan bunga itu kak.. aku sangat yakin .. " jawab Chun Yi
Maaf. udahan dulu ya. aku lanjutkan pada episode selanjutnya
Bersambung.
jangan jangan yang menyebabkan para paman dan kakak Chun Yi kena racun juga karena ulah kelurga Sang.
waaah makin seru nih.
Ayo lanjut up lagi Thor...... semangat ya 💪