NovelToon NovelToon
Diamonds & Deception

Diamonds & Deception

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."

Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.

Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Mewah Dan Hadiah Yang Kosong

Keheningan malam di puncak tebing itu terasa begitu sakral. Nicholas masih tidak bergerak, kepalanya tetap terbenam di ceruk leher Serena, menghirup aroma lavender yang menenangkan badai di dalam dadanya. Detak jantung mereka yang tadinya berpacu cepat akibat balapan, kini mulai melambat, seirama dengan suara jangkrik di kejauhan.

Serena menatap langit malam yang ditaburi bintang. Ia membiarkan jemarinya mengusap rambut hitam Nicholas dengan gerakan ritmis. Luka, amarah, dan ego yang membumbung tinggi selama berminggu-minggu seolah luruh bersama embun malam.

Tepat saat jam di dasbor Pagani menunjukkan pukul 00:00, Serena menarik napas panjang. Suaranya terdengar sangat lembut, nyaris seperti bisikan angin.

"Happy birthday, Nicholas."

Tubuh Nicholas menegang sesaat. Ia lupa. Ia benar-benar lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Di tengah hiruk-pikuk syuting, skandal dengan Beatrice, dan perang dinginnya dengan Serena, tanggal itu hilang dari ingatannya. Namun Serena, wanita yang mengaku membencinya dan ingin tetap asing, masih mengingatnya dengan sempurna.

Nicholas mengangkat wajahnya, menatap Serena dengan mata yang masih sedikit sembab namun berkilat penuh haru. Tanpa sepatah kata pun, ia mengangkat tubuh Serena dengan protektif, membawanya pindah ke dalam kabin Bugatti Chiron miliknya yang lebih luas dan kedap suara.

Di dalam mobil yang gelap dan mewah itu, Nicholas mengunci pintu. Ia menarik Serena ke pangkuannya, kembali mengklaim bibir wanita itu dengan ciuman yang jauh lebih lembut, namun penuh dengan kepemilikan. Ciuman itu turun ke rahang, lalu menetap lama di leher jenjang Serena.

Nicholas memberikan beberapa tanda kemerahan di sana, hickeys yang menjadi stempel kepemilikannya, seolah ingin menunjukkan pada dunia bahwa kulit ini bukan lagi untuk konsumsi kamera, melainkan miliknya. Serena tidak menolak. Ia justru mendongakkan kepalanya, memberikan akses lebih luas bagi Nicholas, sembari jemarinya meremas bahu pria itu.

"Ini kado terbaikku, Serena," bisik Nicholas serak di sela-sela ciumannya. "Hanya kau. Aku tidak butuh yang lain."

Malam itu, tidak ada lagi pembicaraan soal kontrak, film, atau masa lalu yang pahit. Di dalam mobil yang terparkir di tepi tebing itu, mereka saling mendekap, mencari kehangatan di tengah dinginnya angin pegunungan. Mereka membiarkan waktu berhenti sejenak, melupakan status mereka sebagai anak konglomerat dan bintang besar.

Mereka menunggu dalam diam yang nyaman, hingga perlahan semburat jingga mulai membelah cakrawala di ufuk timur. Saat matahari terbit pertama kali menyentuh kaca depan mobil, menyinari wajah mereka yang tampak lelah namun damai, Nicholas menggenggam tangan Serena erat.

"Matahari baru sudah terbit, Serena," ujar Nicholas sambil menatap matanya. "Dan aku tidak akan membiarkanmu menjadi asing lagi saat cahaya ini menyentuh kita."

Harapan Nicholas hancur berkeping-keping secepat matahari terbit di cakrawala. Kehangatan di dalam kabin mobil tadi malam ternyata hanyalah fatamorgana, sebuah gencatan senjata singkat yang diberikan Serena sebagai kado ulang tahun paling kejam sekaligus paling indah yang pernah ia terima.

Pagi harinya, Serena keluar dari mobil Nicholas dengan wajah yang kembali kaku dan dingin. Tanpa sepatah kata pun, ia masuk ke mobil Pagani miliknya dan melesat pergi, meninggalkan Nicholas yang terpaku menatap tanda merah di leher wanita itu, tanda yang kini terasa seperti ejekan.

.

.

Malam perayaan ulang tahun Nicholas digelar di ballroom hotel milik keluarga Feng. Suasananya jauh dari kata intim, ini adalah ajang pamer kekuasaan.

Ruangan khusus di belakang ballroom penuh sesak. Jam tangan Patek Philippe langka dari kolega bisnis, kunci mobil Ferrari dari anak konglomerat yang terobsesi padanya, hingga ribuan surat dan hadiah mewah dari fans internasional.

Nicholas memeriksa daftar tamu dan tumpukan kado dengan mata nanar. Zonk. Tidak ada nama Serena Rousseau. Tidak ada kado, tidak ada pesan singkat.

Nicholas berdiri di tengah pesta dengan segelas champagne, mengenakan setelan tuksedo yang membuatnya tampak seperti pangeran, namun matanya sedingin es. Ia menyadari bahwa ciuman semalam bukanlah tanda kembalinya cinta Serena, melainkan pembayaran utang terakhir agar Serena tidak merasa berutang rasa pada masa lalu mereka.

Di sudut VIP, Tuan Feng berdiri dengan gagah. Ia sudah mendengar kabar putusnya Nicholas dengan Beatrice, yang baginya hanyalah pion catur. Baginya, Nicholas membutuhkan pendamping yang setara secara bisnis, bukan sekadar artis yang penuh drama.

"Nicholas, kemari," panggil ayahnya dengan suara berat yang penuh otoritas.

Nicholas mendekat dengan enggan. Di samping ayahnya, berdiri seorang pria paruh baya,pemilik bank investasi terbesar di Asia, dan seorang gadis cantik bernama Valerie. Valerie mengenakan gaun sutra putih, tampak anggun, polos, dan sangat seusia dengan Nicholas.

"Nicholas, kau ingat Tuan Han? Dan ini putrinya, Valerie. Dia baru saja menyelesaikan studinya di London," ujar Tuan Feng dengan senyum yang dipaksakan. "Kami sudah mengatur makan malam pribadi besok malam. Ayah pikir, sudah saatnya kau berhenti bermain-main dengan artis dan mulai memikirkan masa depan dinasti kita."

Valerie tersenyum malu-malu, mengulurkan tangannya yang halus. "Selamat ulang tahun, Nicholas. Aku penggemar berat karyamu, meski ayahku berharap kita bisa membicarakan hal lain selain film besok malam."

Nicholas menjabat tangan Valerie secara formal, namun pikirannya melayang pada Serena. Ia membayangkan Serena yang saat ini mungkin sedang tertawa angkuh di tempat lain, sengaja menghapus jejak Nicholas dari hidupnya tepat setelah ia memberikan hadiah intim semalam.

Di kediaman Rousseau, Serena berdiri di depan cermin, menutupi tanda merah di lehernya dengan concealer mahal hingga tak berbekas. Ia melihat notifikasi di ponselnya tentang pesta ulang tahun Nicholas yang megah dan kehadiran Valerie yang mulai digosipkan media sebagai calon menantu keluarga Feng.

"Selamat ulang tahun yang sesungguhnya, Nicholas," bisik Serena pada pantulan dirinya. "Sekarang kau tahu rasanya memiliki segalanya, tapi tidak memiliki apa yang benar-benar kau inginkan."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍😍😍

1
Fbian Danish
ceritanya bagus bgt. aku suka.... satset tanpa banyak drama, tapi alurnya enak untuk diikuti... suka..suka..suka..
Fbian Danish
baguuuuussss bgt ceritanya kak. cerita sat set tanpa banyak drama tapi alurnya enak dan konflik yg tidak terlalu pelik. aku suka bgt asli.....
Fbian Danish
bapaknya memberi jaminan kancing, anaknya gantungan kristal... like father like son😄
Salsabiell Jannah
sukaaaaa bangetttt sama novel ini 😍😍😍😍
Ros_10: Makasih 😍
total 1 replies
Fbian Danish
bagus bgt karyamu Thor... 🔥🔥🔥🔥
Fbian Danish
happy bgt kak❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!