Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22~ Pembelian Permen
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Perjalanan mereka sangat menyenangkan, dan mereka juga melewati kapal-kapal yang lain. Mereka juga melewati beberapa kota.
"Papa, bolehkah aku ke sana untuk melihat-lihat?" tanya Grisha.
"Boleh, tapi Grisha jangan lari-lari ya, kita haya lihat-lihat saja," kata Alga.
"Ya Papa." angguk Grisha.
Alga pun mengontrol sistemnya dan melaku dengan perlahan untuk berhenti di sebuah pelabuhan.
Kapalnya pun merapat si pelabuhan, Jangkar kapal otomatis turun ke air.
"Wah, kapal pesiar siapa itu?" tanya orang-orang merasa kagum dengan kapal yang berhenti di pelabuhan mereka.
Sebuah tangga kembali keluar dari badan kapal, Alga mengendong Grisha menuruni satu persatu anak tangga tersebut.
Seorang fotografer mengabadikan foto mereka.
Di sana banyak sekali berbagai toko yang berjualan, Grisha merasa sangat bahagia. "Grisha ingin beli apa, Nak?" tanya Alga dengan penuh kasih sayang.
"Permen warna warni," jawab Grisha.
"Baiklah, Papa akan membeli untuk Grisha yang cantik," kata Alga tersenyum.
Mereka pun pergi menuju ke sebuah toko permen, di sana berbagai permen di jual.
"Berapa ini Pak?" tanya Alga kepada penjual itu.
"Yang itu, harganya 25 ribu pak," ucap penjual permen tersebut.
"Kalau begitu, saya ambil dua," kata Alga.
Penjual itu membungkuskan dua buah permen yang cukup besar, lalu memberikannya kepada Grisha.
"Apa bisa bayar dengan transfer, Pak?" tanya Alga.
"Tentu saja bisa," silakan kata bapak itu menyodorkan kode pembayaran. Alga mengeluarkan ponsel bututnya yang terhubung dengan sistem .
Ting
[Saldo Anda dikurang 50.000]
[Sisa saldo anda 21.750.000]
Setelah membeli permen mereka berdua pun jalan-jalan untuk menikmati kota tersebut. "Papa, lihat itu, ada permainan. Apa boleh aku ke sana?" tanya Grisha dengan wajah ceria.
"Ya sudah, ayo kita ke sana" Jawab Alga mengangguk. Hari ini ia ingin membahagiakan anaknya, agar Grisha tidak ingat kejadian hari ini.
Mereka pun berjalan menuju tempat permainan anak-anak tersebut, Grisha terlihat senang, saat ia berlari ingin menuju ke arah komedi putar, ia tak sengaja menabrak seorang bapak-bapak.
Pria itu menatap tajam ke arah Grisha. "Hai anak kecil! Kalau jalan itu pakai mata! Jangan asal nabrak aja!" terlihat bapak itu kesal dan marah
Alga langsung mendekat dan meminta maaf. "Maaf pak, anak saya tidak sengaja, lain kali kami akan hati-hati," kata Alga menundukkan kepalanya sedikit sebagai permintaan maaf.
"Oh kamu ayahnya ya, lain kali ajarin anakmu itu untuk tidak berjalan sembarangan!" kata bapak itu dengan ketus.
"Iya iya, saya minta maaf, Pak. Sekali lagi saya minta maaf," ucap Alga dengan tulus.
Seorang wanita mendekat. "Ada apa sih? kok marah gitu?" tanya wanita itu sambil membawa dua es krim.
"Maafkan saya bu, anak saya tidak sengaja menabrak suami ibu, saya benar-benar minta maaf," kata Alga mengakui kesalahan anaknya.
Tapi wanita itu terdiam es krim di tangannya terjatuh ke tanah, matanya berkaca-kaca tidak tahu apa penyebabnya.
Seketika wanita itu berlutut di hadapan Grisha, bibirnya gugup dan tangannya gemetar, tak terasa air matanya jatuh begitu saja ke tanah.
"Gabriel... anakku... Apa kau...Apakah kau Gabriel?" tanya wanita itu memegang pipi Grisha dengan lembut.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...