Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.
Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.
Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"
Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?
----------
Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kematian Misterius / Elvira Hamil
Sebuah mobil mewah meluncur halus membelah kesunyian, bannya berderit pelan saat memasuki halaman luas mansion yang berdiri megah bak istana modern. Begitu pintu terbuka, Langit, sang kepala keluarga, melangkah keluar dengan wibawa yang tak terbantahkan, diikuti oleh Angel, istrinya, yang memancarkan keanggunan sempurna.
Tak lama, Sky dan tunangannya, Evelyn, menyusul turun, menambah kesan harmonis keluarga penguasa hunian tersebut. Di depan pintu utama yang menjulang, barisan penjaga keamanan bersikap tegap sementara para pelayan membungkuk khidmat dalam barisan rapi, menyambut kepulangan sang tuan rumah ke dalam kemewahan yang mereka miliki.
Langkah kaki mereka bergema saat memasuki aula utama, di mana kemewahan interior—mulai dari lampu kristal yang berkilau hingga pilar-pilar marmer yang kokoh—menyambut mereka kembali ke dalam kehangatan rumah yang penuh kemegahan.
"Lebih baik Daddy sama Mommy istirahat dulu, kalian pasti masih lelah setelah acara bulan madu." Kata Evelyn, suaranya lembut.
Sky berdecak sinis. "Lagian, udah tua, pakek acara bulan madu segala."
Langit langsung melotot." Usia boleh tua, tapi cinta kami akan selalu mekar.. Emang kamu cuma bisa PHP.. Anak orang nggak di nikah - nikahi."
Jelas saja Sky tidak Terima." Nggak ya.. Nggak ada aku kaya begitu.. Iya kan, Sayang?" Evelyn hanya tersenyum. " Lagian usia kita itu baru 25---"
Huweekkkk..
Suasana menjadi hening.
Di tengah kesunyian yang menusuk itu, pandangan Langit dan Angel serentak beralih, menghujam Sky dengan tatapan tajam yang penuh tuntutan jawaban.
"Jangan bilang kalo kamu udah cetak gol?" Tanya Langit tajam.
"Kalian tidak melakukan nya, kan?" Tanya Angel penuh selidik.
Keduanya sama - sama menelan saliva mereka lalu tersenyum canggung.
" Hahahaha.. Suprise!" Kata Sky dengan senyum canggung. " Tadinya aku ingin memberi kejutan.. Selamat.. Daddy dan Mommy sebentar lagi akan jadi seorang Kakek dan Nenek..Bukan cuma satu tapi langsung tiga-- kembar tiga.. Yeaayyy!" Sky bertepuk tangan di tengah perasaan nya yang mulai takut. Sementara Evelyn memalingkan wajah nya. Mata Langit dan Angel langsung membelalak ' Kembar tiga'.
Udara di ruang tengah itu mendadak membeku, menciptakan sebuah vakum yang menyesakkan tepat setelah kata-kata Sky mengenai kehamilan Evelyn meluncur pelan namun bergaung tajam.
Di antara keheningan yang janggal itu, suara tawa putra mereka—yang biasanya terdengar ceria—kini menyelinap masuk dengan nada yang aneh dan sumbang, seolah ia tertawa hanya untuk mengisi kekosongan yang tercipta.
Langit dan Angel mematung, tatapan mereka terkunci pada satu titik yang sama, terjebak dalam badai pikiran antara rasa tidak percaya dan realitas yang baru saja menghantam.
Keheningan itu baru pecah ketika Angel, dengan gerakan yang didorong oleh campuran antara kegeraman murni dan insting seorang ibu, tiba-tiba melangkah maju dan menjewer telinga putranya dengan tarikan yang mantap.
Namun, di balik kerutan marah di keningnya dan omelan yang tertahan di ujung lidah, binar di matanya tidak bisa berbohong; ada semburat kebahagiaan yang merayap halus, sebuah kehangatan yang tak terbendung saat menyadari bahwa label 'Ibu' akan segera bertambah menjadi 'Nenek'. Di tengah ringisan Sky dan sisa-sisa tawa yang aneh itu, ketegangan perlahan mencair, menyisakan sebuah potret keluarga yang kacau namun penuh dengan cinta yang jujur.
"Kamu benar-benar ya.. Heemmm.. Berapa kali Mommy bilang sama kamu untuk jaga batasan, tapi kenapa bisa jebol?" Tanya Angel tanpa melepaskan jeweran nya.
Sky meringis. " Namanya juga laki.. Mana tahan!"
Angel semakin melotot. "Pakek jawab lagi."
"Mommy!" Evelyn mencoba membela Sky. "Ini juga salah aku, jadi kalo Mommy mau marah, marah nya sama aku aja.. Kasihan Sky, dia cuma korban dari bisikan setan." Sky melotot mendengar kalimat Evelyn. Tapi dia tidak bersuara.
Angel menghela nafas, antara ingin tertawa atau marah. "Baiklah.. Karena sudah bobol.. Pernikahan kalian akan segera di laksanakan."
" I'm Cooming.. Yuhuuuu. . Shyla yang cantik sudah datang!!"
Tepat saat suasana berubah menjadi haru yang meledak-ledak, sebuah pekikan nyaring membelah udara, berasal dari seorang wanita yang memiliki garis wajah identik dengan Sky—saudara kembar perempuannya—yang muncul dengan energi meluap, menghancurkan sisa-sisa kekakuan tadi menjadi kepingan kegembiraan yang riuh.
"Daddy!!" Shyla langsung melompat dalam pelukan Langit. Seperti biasa, wanita dewasa yang menginjak usia 25 Tahun itu masih saja bersikap manja kepada Ayah nya. " Shyla kangen!"
Langit mengelus rambut putrinya dengan lembut. " Baru 2 minggu.. Gimana kalo 2 Tahun." Ledek Langit.
•
•
"Oya.. Gimana pekerjaan kamu, Sayang?" Tanya Angel lembut.
Shyla menghela nafa lelah. "Yang pasti sangat melelahkan.. Mommy tau, sudah beberapa bulan terakhir ini ada kasus aneh yang melanda negara ini. " Semua saling pandang, menunggu kelanjutan Shyla. " Kasus kematian di beberapa kota semakin meluas.. Tapi aneh nya tidak ada jejak ataupun petunjuk yang bisa mengarah pada pelaku.. Pembunuhan ini sangat perfect seolah dia memang ahli nya.. Tapi ada satu kesamaan dari kematian semua korban... Pelaku selalu meninggalkan 4 angka di lokasi kejadian.. 2072!"
Shyla--- seorang detektif kepolisian muda yang sudah banyak memecahkan banyak kasus. Tapi untuk pertama kalinya dia mengalami yang namanya kekalahan dalam penyelidikan. Kasus kematian kali ini benar - benar membuatnya frustasi.
"Karena itu, " Shyla menatap Sky penuh harap. " Untuk kasus ini, aku butuh bantuan Kakak.. Mungkin Kakak bisa menyelesaikan nya."
"Bukan nya, kamu juga punya kekuatan ya?" Sebelum Sky menjawab, Langit lebih dulu menyela. "Kenapa kamu tidak memakai kekuatan kamu saja untuk melihat kejadian sebelum kematian para korban."
Shyla kembali menghela nafas. "Itu dia, Daddy.. Aneh nya, kekuatan aku nggak berfungsi.. Seperti sebuah kekuatan lain menghalangi kekuatan aku agar aku nggak bisa menemukan pelakunya. "
"Kalo begitu. " Evelyn bersuara. "Ada kemungkinan, pelakunya memiliki kekuatan yang sama dengan kalian. Atau mungkin.. Jauh lebih besar."
" Tapi itu mustahil." Kata Angel. " Sejak portal antar zaman di tutup.. Mereka tidak akan bisa menginjakkan kaki di zaman modern."
" Atau.. " Sky berdiri, menatap semua orang. " Ini ada hubungan nya sama fenomena yang terjadi Satu Tahun lalu.. Mommy ingat! Malam bulan purnama merah darah, ada sebuah kilatan aneh yang muncul di langit.. Kilatan itu hanya sebentar tapi menyebabkan sebuah gempa berkekuatan dahsyat.. Seolah ada gelombang energi yang berusaha menembus batas."
Di belakangnya, Langit, Angel, Shyla, dan Evelyn terpaku dalam posisi masing-masing, seakan membeku menjadi patung di bawah cahaya lampu kristal yang berpendar.
Tak ada satu pun dari mereka yang berani memecah kesunyian, karena di balik pembicaraan tentang kematian misterius ini, mereka semua menyadari satu kenyataan pahit yang tak terucapkan--- ini bukanlah sekadar bencana alam atau pembunuhan biasa.
Ada getaran ganjil di atmosfer, sebuah sisa-sisa energi yang hanya bisa dikenali oleh mereka yang mengerti—sebuah manifestasi kekuatan sihir kuno yang kekuatannya mungkin setara, atau bahkan melampaui gabungan energi yang mereka miliki. Rahasia besar itu kini menggantung di antara mereka, menunggu untuk terungkap sembari mengancam akan menghancurkan siapa pun yang mencoba menyentuh kebenarannya.
•
•
•
BERSAMBUNG