"Kaluna, putri mahkota yang terhukum penggal karena kesalahan dan dosa yang tidak pernah dia lakukan. Fitnah dan kebencian telah menghancurkan hidupnya, tetapi Kaluna tidak akan menyerah. Sebelum ajalnya tiba, dia berdoa kepada dewa untuk diberikan kesempatan kedua. Dia berjanji untuk tidak menjadi putri mahkota lagi, tetapi untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupnya.
Apakah Kaluna akan berhasil kembali ke masa lalu dan membalas dendamnya? Ataukah dia akan terjebak dalam lingkaran kebencian dan dendam yang tidak pernah berakhir? Ikuti perjalanan Kaluna dalam cerita ini, dan temukan jawabannya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady_Xiyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persaingan Dan Kekhawatiran
Saat tiba di kediaman, Damian langsung menuju ke taman kota untuk mencari Kaluna. Dia menemukan Kaluna sedang berjalan-jalan bersama Lady Angel. Damian tersenyum dan menghampiri mereka.
"Kaluna, aku sudah selesai dengan pertemuan," kata Damian dengan suara yang lembut. Kaluna tersenyum dan membalas pandangan Damian.
"Bagaimana hasil pertemuanmu?" tanya Kaluna dengan suara yang lembut. Damian mengangguk.
"Semuanya berjalan lancar. Ayahku sangat bangga dengan kecerdasan dan keberanianku," kata Damian dengan suara yang penuh kebanggaan.
Lady Angel tersenyum dan mengucapkan selamat kepada Damian. "Aku sangat bahagia untukmu, yang mulia Damian. Kamu memang layak menjadi pewaris tahta wilayah Winterbourne."
Mereka berdua kemudian berpamitan dengan Lady Angel dan kembali ke kediaman. Di dalam kamar, Damian memeluk Kaluna dan memandangnya dengan mata yang penuh cinta.
"Aku sangat bahagia memiliki kamu sebagai istriku, Kaluna," kata Damian dengan suara yang lembut. Kaluna tersenyum dan membalas pelukan Damian.
"Aku juga sangat bahagia memiliki kamu sebagai suamiku, Damian," kata Kaluna dengan suara yang lembut. Mereka berdua kemudian berbagi ciuman yang lembut dan penuh cinta.
...****************...
Istana Pangeran Alaric melaporkan atas kemenangan mereka bersama Grand Duke Muda Damian yang berhasil melawan kerajaan Calonia.
"Salam ayah saya Pangeran Alaric dan mewakili Grand Duke Muda yang tidak bisa menghadiri atau melaporkan terkait kemenangan atas kerajaan Calonia menghadap." sahut Pangeran Alaric kepada Raja Everad III.
"Bagus kenapa keponakanku Damian sangat terburu - buru sekali kembali ke wilayah Winterbourne?" tanya Raja Everad III heran memandang putranya dan semua orang yang berada aula rapat pertemuan juga heran.
"Dia bilang karena masih pengantin baru dan sudah merindukan istrinya, Grand Duchess Muda Kaluna."
"Baiklah aku paham akan memberikan kalian yang terlibat hadiah." ujar Raja Everad III.
Raja Everad III tersenyum dan memandang putranya dengan bangga. "Aku sangat bangga dengan kalian semua yang telah berjuang untuk kemenangan kerajaan kita."
Pangeran Alaric dan semua orang yang berada di aula rapat pertemuan juga tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Raja Everad III.
Raja Everad III kemudian memanggil seorang pelayan untuk membawa hadiah kepada mereka yang telah berjuang untuk kemenangan kerajaan.
Pelayan tersebut membawa sebuah peti yang berisi hadiah-hadiah yang sangat berharga. Raja Everad III membagikan hadiah-hadiah tersebut kepada mereka yang telah berjuang untuk kemenangan kerajaan.
Pangeran Alaric dan semua orang yang berada di aula rapat pertemuan juga menerima hadiah-hadiah tersebut dengan sangat gembira.
Setelah selesai membagikan hadiah-hadiah, Raja Everad III memandang putranya dengan bangga. "Aku sangat bangga dengan kalian semua yang telah berjuang untuk kemenangan kerajaan kita."
Pangeran Alaric tersenyum dan membalas pandangan ayahnya. "Terima kasih, Ayah. Kami semua sangat gembira bisa berjuang untuk kemenangan kerajaan kita."
Raja Everad III kemudian memutuskan untuk mengadakan pesta untuk merayakan kemenangan kerajaan. Semua orang yang berada di aula rapat pertemuan juga sangat gembira mendengar berita tersebut.
Pesta tersebut diadakan di malam hari dengan sangat meriah. Semua orang yang berada di kerajaan hadir untuk merayakan kemenangan kerajaan.
Pangeran Alaric dan semua orang yang berada di aula rapat pertemuan juga hadir untuk merayakan kemenangan kerajaan. Mereka semua sangat gembira dan bahagia bisa berjuang untuk kemenangan kerajaan.
Di tengah-tengah pesta, Pangeran Alaric berdiri di atas panggung dan memandang ke arah kerumunan orang-orang yang hadir. Dia tersenyum dan memulai pidatonya.
"Selamat kepada kita semua atas kemenangan kerajaan kita!" seru Pangeran Alaric. "Kita telah berhasil mengalahkan kerajaan Calonia dan mempertahankan kehormatan kita."
Kerumunan orang-orang yang hadir bersorak dan bertepuk tangan, merayakan kemenangan kerajaan.
Pangeran Alaric melanjutkan pidatonya, "Kita tidak bisa mencapai kemenangan ini tanpa bantuan dan dukungan dari semua orang yang hadir di sini. Terima kasih kepada kalian semua atas peran dan kontribusi kalian."
Kerumunan orang-orang yang hadir kembali bersorak dan bertepuk tangan, merayakan kemenangan kerajaan.
Setelah selesai pidato, Pangeran Alaric turun dari panggung dan bergabung dengan kerumunan orang-orang yang hadir. Dia tersenyum dan berbicara dengan orang-orang yang hadir, merayakan kemenangan kerajaan.
Di sisi lain, Raja Everad III memandang putranya dengan bangga. "Aku sangat bangga dengan kamu, Alaric," kata Raja Everad III. "Kamu telah menjadi seorang pemimpin yang hebat dan memimpin kerajaan kita menuju kemenangan."
Pangeran Alaric tersenyum dan membalas pandangan ayahnya. "Terima kasih, Ayah. Aku tidak bisa mencapai kemenangan ini tanpa bantuan dan dukungan dari semua orang yang hadir di sini."
Semua orang bersuka cita dan memberikan selamat karena Pangeran Alaric memberikan kontribusi yang menakjubkan kepada kerajaan dan ini membuat fraksi antara kubu Pangeran Alaric dan kubu Putra Mahkota Kael kembali mengibarkan bendera perang untuk Pangeran Alaric yang lebih cocok menjadi putra mahkota di banding Putra Mahkota Kael sendiri.
...****************...
Sementara itu, di istana, Putra Mahkota Kael sedang memantau situasi dengan cemas. Dia merasa bahwa posisinya sebagai putra mahkota semakin terancam dengan keberhasilan Pangeran Alaric dalam memimpin kerajaan menuju kemenangan.
Putra Mahkota Kael memanggil penasihatnya, Lord Ravenswood, untuk membicarakan strategi untuk mempertahankan posisinya sebagai putra mahkota.
"Lord Bagus, apa yang harus saya lakukan untuk mempertahankan posisi saya sebagai putra mahkota?" tanya Putra Mahkota Kael dengan suara yang cemas.
Lord Bagus memandang Putra Mahkota Kael dengan serius. "Putra Mahkota, Anda harus menunjukkan kemampuan Anda sebagai pemimpin yang kuat dan bijaksana. Anda harus memenangkan hati rakyat dan memperkuat posisi Anda sebagai putra mahkota."
Putra Mahkota Kael mengangguk dan memandang Lord Bagus dengan mata yang serius. "Saya akan melakukan apa saja untuk mempertahankan posisi saya sebagai putra mahkota."
Lord Bagus tersenyum dan membalas pandangan Putra Mahkota Kael. "Saya percaya pada Anda, Putra Mahkota. Anda akan menjadi seorang pemimpin yang hebat."
Sementara itu, di luar istana, Pangeran Alaric sedang berbicara dengan rakyat dan memenangkan hati mereka dengan kemampuan dan kebijaksanaannya sebagai pemimpin.
Rakyat semakin percaya pada Pangeran Alaric dan memandangnya sebagai pemimpin yang lebih cocok untuk memimpin kerajaan.
Persaingan antara Pangeran Alaric dan Putra Mahkota Kael semakin memanas, dan tidak jelas siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam persaingan ini.
...****************...
Sementara itu, di istana, Raja Everad III sedang memantau situasi dengan cemas. Dia merasa bahwa persaingan antara Pangeran Alaric dan Putra Mahkota Kael semakin memanas dan dapat membahayakan kestabilan kerajaan.
Raja Everad III memanggil Pangeran Alaric dan Putra Mahkota Kael untuk membicarakan situasi tersebut.
"Anak-anakku, saya ingin membicarakan tentang persaingan yang sedang terjadi antara kalian berdua," kata Raja Everad III dengan suara yang serius.
Pangeran Alaric dan Putra Mahkota Kael memandang ayah mereka dengan mata yang serius.
"Saya ingin kalian berdua untuk bekerja sama dan mempertahankan kestabilan kerajaan," lanjut Raja Everad III. "Persaingan antara kalian berdua hanya akan membahayakan kerajaan."
Pangeran Alaric dan Putra Mahkota Kael mengangguk dan memandang ayah mereka dengan mata yang serius.
"Saya akan melakukan apa saja untuk mempertahankan kestabilan kerajaan, Ayah," kata Pangeran Alaric.
"Saya juga akan melakukan apa saja untuk mempertahankan kestabilan kerajaan, Ayah," kata Putra Mahkota Kael.
Raja Everad III tersenyum dan membalas pandangan anak-anaknya. "Saya percaya pada kalian berdua. Kalian akan menjadi pemimpin yang hebat dan mempertahankan kestabilan kerajaan."
Tapi, di balik senyum Raja Everad III, ada kekhawatiran yang tersembunyi. Dia tahu bahwa persaingan antara Pangeran Alaric dan Putra Mahkota Kael tidak akan berakhir begitu saja. Ada sesuatu yang lebih besar yang sedang terjadi di balik layar.
...To Be Continued...
Note:
Terimakasih telah membaca cerita jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰🥰Biar saya tambah semangat membuat kelanjutan ceritanya Terimakasih
kalau saya cepetin nantinya malah gak ada pembahasan sih😊 nanti saya akan mencoba saran kamu/Smile//Smile/