NovelToon NovelToon
CINTA BEDA KASTA

CINTA BEDA KASTA

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikahmuda / CEO / Hamil di luar nikah / Ibu Pengganti
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Five Vee

Andrea Cecilia, gadis yatim piatu berusia 22 tahun, baru saja lulus pendidikan Diploma Tiga, jurusan Tata Boga. Ia ikut dengan sang bibi bekerja di rumah keluarga Dinata, sembari menunggu panggilan kerja dari sebuah hotel ternama di ibukota.

Andrea yang memiliki kemampuan memasak, di minta menjadi perawat untuk anak perempuan nyonya Dinata yang mengalami depresi setelah di lecehkan, dan kini dalam keadaan hamil besar.

Sang nona yang selama ia jaga, hanya diam, tiba-tiba meminta Andrea menjadi Ibu pengganti untuk bayi yang akan ia lahirkan. Bahkan, di akhir hayatnya, wanita itu meminta Andrea menikah dengan sang kakak, agar bayinya memiliki orang tua lengkap.

Bagaimana kah perjalanan hidup Andrea setelah kepergian sang nona untuk selamanya?
.
.
.
Hay Teman Redears.. ketemu lagi dengan aku si Authir a.k.a Author Amatir 😁

Mohon dukungannya, ya.. jangan lupa, Like, komen, Vote dan Gift.
.
Semoga cerita ini berkenan.
.
Ingat, tidak ada hikmah yang bisa di ambil dari cerita ini, karena novel ini hanya HALU SEMATA.
.
Terima Gaji ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Bertemu Mantan Dosen.

Sudah lima hari berlalu. Tidak ada lagi pembicaraan setelah malam itu. Keputusan mama Daisy sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat.

Arthur dan Andrea harus segera menikah. Dan pernikahan itu akan di gelar awal bulan depan. Mama Daisy tidak mau kejadian mendiang Audrey menimpa Andrea. Ia akan sangat merasa bersalah kepada mendiang orang tua gadis itu, jika sampai Arthur menodai Andrea tanpa ikatan pernikahan.

Sekarang saja, wanita paruh baya itu sudah merasa bersalah. Bahkan, ia meminta bibi Rosi mengantarnya mengunjungi makam orang tua gadis itu untuk meminta maaf, sekaligus meminta ijin, dan melamar Andrea.

Sementara Andrea, gadis itu hanya bisa pasrah. Ia tak bisa menolak, mama Daisy begitu marah kepadanya karena tak bisa menjaga diri.

Gadis itu pun kini sudah bekerja di restoran yang berada di The Royal Dinata Hotel. Dan hari ini, adalah hari ketiganya bekerja.

Andrea di percaya menjadi asisten koki. Tentu gadis itu dengan senang hati melakukan pekerjaannya.

“Bi, aku berangkat dulu.” Seperti biasa Andrea akan pamitan kepada sang bibi. Gadis itu hanya mendapat jadwal kerja pagi, mulai jam 8 malam, hingga empat sore.

Andrea sempat merasa aneh, kenapa ia hanya mendapat tugas di siang hari. Namun ia teringat, jika sedang bekerja di tempat calon suaminya. Sudah tentu pria itu memiliki andil di baliknya.

“Hati-hati.” Ucap bibi Rosi sembari memberikan kotak bekal kepada sang keponakan.

Andrea mengangguk. Gadis itu kemudian meninggalkan dapur.

“Kita berangkat bersama.”

Andrea terlonjak, sang majikan yang kini menjadi calon suaminya, mencegat langkah gadis itu di ujung tangga.

Kepala Andrea menggeleng. Ia baru bekerja tiga hari di restoran hotel itu, apa kata orang-orang jika melihat ia datang bersama pemilik hotel.

“Aku membawa mobil saja, tuan.”

“Bukankah sudah aku katakan, berhenti memanggil aku tuan.”

Andrea menghela nafas pelan. Semenjak keputusan mama Daisy dibuat, Arthur juga ikut membuat keputusan.

Ia meminta Andrea berhenti memanggil dirinya ‘tuan’ dan berhenti memanggil mama Daisy ‘nyonya.’

“Baiklah.” Andrea mengalah demi mempersingkat waktu. “Aku pergi sendiri saja, Arth.” Ucap gadis itu kemudian.

“Memang kenapa jika pergi denganku?”

“Lalu untuk apa kamu memberiku mobil, jika aku harus pergi denganmu?”

Ya, mobil yang di bawa kemana-mana oleh Andrea kini, adalah mobil pemberian Arthur. Gadis itu sempat menolak. Menurutnya terlalu berlebihan. Tidak ada angin, ataupun hujan. Sikap pria itu berubah secara drastis.

Kini giliran Arthur yang menghela nafas pelan. Sepertinya, memberikan mobil pada calon istrinya, merupakan keputusan yang salah.

“Bos?” Thomas datang menghampiri.

“Rea. Kamu mau berangkat kerja?” Tanyanya pada sang adik.

“Ia, kak. Aku duluan ya.” Andrea meraih tangan sang kakak, kemudian mengecupnya. Gadis itu lalu pergi begitu saja.

“Kenapa dia tidak melakukan itu padaku?” Ucap Arthur dengan mata memicing.

Alis Thomas bertaut. Ia tidak mengerti ucapan sang atasan. “Maksud bos, apa?”

“Kenapa dia tidak mencium tanganku?” Tanyanya polos.

“Astaga.” Thomas menepuk jidatnya sendiri. “Hubungan kalian belum sah.” Ucapnya kemudian.

“Tetapi aku lebih tua darinya. Bukankah itu di lakukan pada orang yang lebih tua?”

Thomas membuang nafasnya kasar. Sangat susah berbicara dengan Arthur. Pria itu selalu saja punya seribu satu jawaban.

🍃🍃🍃

Andrea tiba di restoran hotel, dua puluh menit sebelum jam kerja di mulai. Setelah mengisi absensi kehadiran, dengan menggunakan sidik jari, gadis itu kemudian pergi ke loker untuk berganti pakaian.

Semua pekerja di hotel Dinata memang mendapatkan seragam. Yang menjadi identitas departemen masing-masing.

Dan di bagian dapur, baik itu di restoran maupun dapur hotel, para pekerja menggunakan seragam koki. Dari ujung kepala hingga kaki.

“Rea, kamu tau. Hari ini Chef kita sudah mulai bekerja lagi.” Ucap salah satu teman seprofesinya.

Andrea yang sedang mematut diri di depan cermin, menoleh ke arah gadis berusia dua puluh lima tahun, yang tengah berdiri di sampingnya.

“Benarkah? Bukannya sudah ada Chef Danu?” Tanya gadis itu sembari merapikan rambutnya. Kemudian menggunakan topi agar tidak ada rambut yang jatuh ke dalam makanan.

“Bukan, ada satu lagi. Kalau Chef Danu itu asisten Chef. Nah, Chefnya sendiri kemarin sedang cuti. Hari ini mulai bekerja.” Jelas gadis itu lagi.

“Mm, kamu sudah pernah bertemu dengannya, San?” Tanya Andrea pada gadis yang bernama Sandra itu. Meski ia tiga tahun lebih tua dari Andrea, namun gadis itu melarangnya memanggil kakak.

“Sudah. Dia sangat tampan. Sebelas dua belas sama pemilik hotel.”

“Kamu juga tau pemilik hotel ini?”

Kepala Sandra mengangguk. “Sering kesini kok. Tapi sayang, galak. Kalau marah, menyeramkan sekali.”

Andrea tak menanggapi. Wajar saja jika Arthur sering kesini. Hotel ini miliknya. Dan ia juga tidak heran saat Sandra mengatakan pria itu galak dan menyeramkan, karena itu memang kenyataannya.

Mereka kemudian pergi ke dapur untuk bekerja. Mulai dari menyiapkan alat dan bahan.

Setengah jam berlalu. Pesanan makanan pun mulai berdatangan. Andrea dan Sandra bergantian membantu Chef Danu, yang bertugas pagi itu.

“Rea, tolong set-up untuk dua orang.” Pria berusia tiga puluh dua tahun itu menyerahkan makanan yang telah siap kepada Andrea.

Gadis itu pun menata dengan cantik di atas piring.

“Rea, tolong ambilkan frying pan.”

“Ini, Chef.”

Chef Danu menoleh. “Kenapa kamu? Saya menyuruh Rea.”

“Dia sedang menata makanan. Tangannya cuma dua Chef.” Sandra membela temannya. Ia tau, pria itu sedang menguji kinerja pekerja baru. Tetapi, menurut gadis itu, Chef Danu sudah keterlaluan.

Suasana dapur yang tadinya riuh saat membuat pesanan, tiba-tiba menjadi hening, ketika terdengar langkah kaki mendekat.

Satu persatu pekerja itu mengatupkan bibirnya, dan hanya tangan yang bekerja.

“Selamat pagi, Chef.” Salah seorang pekerja menyapa orang yang datang.

Orang yang di sapa itu hanya menjawab dengan anggukan kepala.

“Rea, kamu bagaimana sih? Saya kan sudah katakan, jangan terlalu banyak saos. Nanti terlalu pekat.” Chef Danu memperingati Andrea. Gadis itu hanya mengangguk patuh.

Walau menurutnya, yang ia lakukan sudahlah benar. Rasanya pun sudah pas. Jika saosnya di kurangi, maka akan terasa hambar.

Perhatian pria yang baru datang itu teralihkan oleh suara Chef Danu. Ia pun mendekati asistennya yang sedang berdiri di depan kompor bersama seorang gadis.

“Ada apa ini?” Pria itu menyela.

“Chef?”

Chef Danu menyapa dengan ramah.

“Apa ada masalah?”

“Ah tidak, Chef. Aku hanya sedang mengajari anak baru.”

“Jangan terlalu galak, Dan. Bukannya sudah sering aku peringatkan?”

Chef Danu hanya menanggapi dengan salah tingkah. Ini kesekian kalinya ia ketahuan atasannya, memarahi pekerja baru.

Andrea yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaannya pun memutar badan. Tak enak rasanya berdiri membelakangi orang.

“Andrea?”

“Pak Vincent?”

Kedua orang itu berbicara bersamaan. Membuat Chef Danu mengerutkan dahi.

“Jadi kamu pekerja baru itu?”

Andrea tersenyum sembari mengangguk. Ia tak menyangka akan bertemu mantan dosennya di tempat ini.

“Jadi pak Vincent Chef disini?”

Pria bernama Vincent itu mengangguk sembari terkekeh.

“Kalian saling mengenal?” Sela Chef Danu.

“Ya, dia mantan mahasiswaku. Murid paling rajin dan pintar di kelasnya.” Ucap Chef Vincent sembari menyunggingkan senyuman.

Mendengar ucapan Chef Vincent membuat wajah Andrea memanas. Pria berusia tiga puluh lima tahun itu, dari dulu tidak berubah. Selalu bersikap hangat padanya.

“Senang bisa bertemu lagi, Rea. Aku harap, kita bisa bekerja sama dengan baik.” Ucap Chef Vincent yang kemudian memutar badan untuk memeriksa situasi sudut dapur lainnya.

.

.

.

Bersambung.

1
Denny Srivina Barus
Luar biasa
Rina Arie
bagus, thanks thor
Ervina T
Luar biasa
Alini Maudia
.
Nining Chili
Luar biasa
Nining Chili
Lumayan
Niechenie Cwekgemini Clalud'hti
uughhh top mommy mertua 👍👍
Niechenie Cwekgemini Clalud'hti
mantap lawan teroos pelakor
Meri Meri
Luar biasa
Ayachi
kok selalu bisa pas gitu yah, mama Daisy KLO grebekin org😭🤣
Ayachi
keren jga yah namanya thorr, jarang² loh🤣
Ayachi
sok²an ngambek lgi kmu turrr🤣
Ayachi
udah bener honeydew aja, ini malah melon😭 nona melon, vulgar bngett njirr😭🤣
Ayachi
sudut dapur?😭 Arthur arthurrr🤦
Ayachi
ini termasuk dosa kedua org tuakah? bukannya jelas Audrey korban pemerkosaan?
@arieyy
Dady,papi,papa,ayah🤣🤣🤣🦭
@arieyy
jenny ...coba bilang sama kaka author nya...daftar dulu 🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Ita Putri
Halah
tambah nemen Thomas sama jenny gendong" an
Ita Putri
apa mungkin yg perkosa Audrey si bryan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!