NovelToon NovelToon
Hanya Adik Angkat Sersan Davis

Hanya Adik Angkat Sersan Davis

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kehidupan Tentara
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Serka Davis mencintai adiknya, hal ini membuat sang mama meradang.

"Kamu tidak bisa mencintai Silvani, karena dia adikmu," cegah sang mama tidak suka.

"Kenapa tidak boleh, Ma? Silvani bukan adik kandungku?"

Serka Davis tidak bisa menolak gejolak, ketika rasa cinta itu begitu menggebu terhadap adiknya sendiri, Silvani yang baru saja lulus sekolah SMA.

Lalu kenapa, sang mama tidak mengijinkan Davis mencintai Silvana? Lantas anak siapa sebenarnya Silvana? Ikuti kisah Serka Davis bersama Silvani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Suasana Rumah Sudah Tidak Hangat Lagi

     Setelah Danis pulang kampung halaman istrinya karena melahirkan, keadaan rumah terasa sepi. Davis, sudah jarang sarapan pagi bersama. Pulang kantor juga selalu telat tidak pernah tepat seperti biasanya.

     Hal ini mengundang kesepian Mama Verli dan juga Silva. Seperti ada yang hilang dalam rumah ini. Sikap Davis kini sudah tidak seagresif dahulu atau selalu berusaha memperlihatkan perasaannya terhadap Silva. Semua sungguh berubah hampa seiring perubahan Davis. Mungkin juga Davis sedang berusaha memupus perasaan itu terhadap Silva seperti keinginan Mama Verli.

     "Davis sudah tidak mau sarapan lagi dengan kita. Mama jadi sedih melihatnya," adu Mama Verli sembari mengaduk makanan di dalam piringnya.

     "Tidak apa-apa, mungkin ini jalan satu-satunya agar dia tidak mengingat-ingat Silva. Mungkin saja saat ini Davis sedang berusaha memupus perasaan cinta terhadap Silva. Bukankah ini yang Mama mau?" ujar Papa Vero sembari menatap sang istri.

     Silva yang berada di antara mereka, hanya mampu diam, tapi hatinya menyadari, perubahan Davis akhir-akhir ini membuat hatinya terasa sepi dan kosong. Silva mendadak merindukan sikap Davis yang selalu perhatian, tapi kini tidak ada lagi.

     Silva juga merasa bersalah, keadaan Davis seperti ini tentu tidak lepas dari sikapnya yang berusaha menghindari Davis.

     Davis selalu pergi bekerja lebih awal dan pulang selalu telat. Dia seakan sudah tidak betah lagi di rumah kedua orang tuanya yang sudah lama ia tinggali sejak kecil.

     Setelah pulang dari kantor, kadang Davis menghabiskan waktu di kafe atau bahkan di barak. Keluar dari barak kadang setelah jam lima sore.

     "Kenapa sih bro, sedih banget akhir-akhir ini. Ada masalah apa? Patah hati karena teman-teman lain sudah pada menikah? Kenapa tidak menyusul saja. Mau aku kenalkan sama anak kesehatan atau PNS yang baru lulus? Dia cantik dan super muanis," goda Dewa sembari terkekeh.

     Davis diam, dia hanya asik mengisap rokoknya. Saat ini Davis sedang berada di barak, untuk melepas suntuk bersama teman-temannya yang masih sama-sama bujangan.

     Teman sesama leting, hanya Dewa dan dirinya yang masih belum menikah. Tapi Dewa tidak akan lama lagi akan menikah. Enam bulan lagi dia akan mengajukan diri untuk menikah pada Komandan. Kini tinggal dirinya yang masih belum ada kabar untuk mengajukan menikah.

     Godaan Dewa barusan tentu saja malah membuat Davis semakin suntuk, ia berdiri dan bangkit lalu berpamitan meninggalkan barak.

     "Bro, mau nggak PNS baru itu? Nanti aku kenalkan. Dia cantik, seksi dan masih polos," teriak Dewa lagi berusaha menghentikan langkah Davis.

     Davis berjalan sembari mengangkat tangannya tanda ia tidak menerima tawaran Dewa.

     Davis kini melajukan motornya keluar dari gerbang kesatuan. Tujuannya kini hanya satu, menuju kafe yang biasa ia tongkrongi.

     Sial, matanya harus melihat Silva dibonceng teman cowoknya yang pernah mengantarnya dahulu. Hati Davis cemburu, dia kecewa dengan Silva. Setelah ia berusaha memupus rasa cintanya, Silva justru sedang dibonceng teman cowoknya. Bahkan bukanya sekali ini saja Davis melihat Silva diantar, melainkan dua kali.

     "Sudah berani dia menerima tawaran laki-laki itu, apakah Silva sudah berpacaran dengan cowok ingusan itu? Semakin aku jauhi, Silva semakin memperlihatkan sifat aslinya, dia berani jalan dengan cowok lain. Bukankah mama memperingatkan agar jangan berpacaran, tapi kenyataannya dia berani menerima tawaran cowok itu," dengusnya kecewa.

     Davis tidak lagi berniat mengejar, dia hanya bisa memantau Silva dari jauh. Meskipun sikapnya kini berusaha ditahan, tapi Davis tetap memberi pantauan terhadap Silva, seperti apa yang pernah Danis bilang tempo hari.

     Demi mengutuk rasa kesal karena melihat Silva dibonceng salah satu temannya, Davis segera melajukan motornya menuju kafe tongkrongannya.

     Dia habiskan beberapa jam di sana dengan merokok dan ngopi. Hatinya begitu sedih melihat Silva kini sudah berani menerima tawaran laki-laki lain untuk diantar pulang.

     "Semua karena mama, mama yang membuat Silva seperti ini." Davis merutuk menyalahkan sang mama.

     Setelah jam menunjukkan pukul lima lebih seperempat, Davis bangkit dari duduknya, menuju meja kasir dan membayar minumnya.

     Motor Davis kini melaju menuju rumah, rumah yang kini terasa tidak nyaman lagi baginya. Besok-besok dia harus benar-benar angkat kaki dari rumah sang mama, karena tabungan dia sepertinya sudah cukup untuk membeli sebuah rumah sederhana.

     Davis memutuskan untuk mandiri dan hidup sendiri, demi memupus rasa cintanya terhadap Silva.

     Ketika Davis tiba di rumah, kedatangannya disambut oleh sang mama dengan tatap kerinduan yang tidak biasa.

     "Dav, kenapa sekarang kamu akhir-akhir ini sering pulang terlambat? Tidak biasanya kamu seperti ini? Apa rumah ini sudah tidak bisa membuat kamu nyaman lagi. Mama merindukan momen kita bisa makan bersama. Tapi, kamu sekarang sudah tidak lagi melakukannya, kenapa Dav?" cecar sang sedih.

     "Kenapa Mama pertanyakan itu, Ma? Harusnya Mama paham kenapa Davis seperti ini. Agar Davis bisa memupus rasa cinta Davis sama Silva adik angkat Davis. Bukankah ini yang Mama mau?" ucap Davis seraya melanjutkan langkahnya ke tangga.

     "Davis," panggil Mama Verli terlihat sedih. Sungguh hal seperti ini tidak ingin terjadi dalam hidupnya. Sikap Davis yang dingin, membuat Mama Verli tidak kuasa menanggungnya. Dia rindu dengan Davis yang selalu ceria dan perhatian, tapi kini semua berubah.

     Semakin jauh Davis dengan Silva, semakin jauh pula Davis dengan dirinya.

     Situasi ini diketahui Silva, Silva merasa bersalah karena telah membuat suasana rumah di dalam keluarga ini menjadi hampa dan dingin.

     "Aku harus bagaimana demi mengembalikan keadaan ini. Semakin aku menjauh, justru semakin hampa keluarga ini. Kaka Davis kini juga berubah, tidak lagi hangat seperti dulu. Aku harus bicara dengan Kak Davis," tekadnya dengan hati yang sedih.

     Setelah makan malam yang kini hanya dihadiri tiga orang, Silva memutuskan akan menemui Davis dan bicara. Secara sembunyi-sembunyi Silva menuju kamar Davis. Dia mengetuk pintu Davis beberapa kali, sayangnya pintu itu tidak jua terbuka.

     "Kak Davis, bisa buka pintunya sebentar? Silva mau bicara," panggilnya. Namun pintu kamar itu sama sekali tidak bercelah sedikitpun.

     Meskipun sudah berulang kali diketuk, tapi sayang, Davis masih tidak membuka pintu itu.

     Sementara di dalam kamar, Davis yang ternyata sedang tidur, tidak mendengar ketukan di depan pintu. Setelah pulang kerja tadi, dia merasa lelah dan ngantuk sehingga tidak ingat apa-apa lagi.

     Silva terpaksa kembali ke kamarnya. Dia merasa sedih dengan sikap Davis yang kini balik mendiamkannya. Dia rindu kehangatan sang kakak seperti dulu.

     "Aku rindu Kak Davis yang dulu. Kenapa hubungan kita jadi seperti ini?" Silva menangis di balik pintu kamarnya, menyesali keadaan yang serba salah ini.

1
anyarai
nungguin up nya lama bgt kk
Nasir: Iya Kak nanti disambung. Saat ini sedang sibuk menjelang lebaran.
total 1 replies
Niken Yuli Asmoro
lanjuuut
Nasir: Trmksh Kak...
total 1 replies
Sulfiani Asis
lanjut ya Thor,,tetap semngat
Nasir: Terimakasih Kak
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
greget liat kebucinan Davis kk Thor 😆🙏💗
Mrs.Riozelino Fernandez: siip kk Thor...
Nasir: Nanti ya Kak dilanjut.
total 2 replies
Lendra malayu
tetap semangat ya thorr /Rose//Rose/
Nasir: Makasih banyak Kak.... sehat sllu ya.
total 1 replies
hayasna
next
Nasir: Nanti ya...
total 1 replies
Andaru Obix Farfum
luar biasa
Nasir: Makasih Kak..
total 1 replies
Monita Sitoresmi
/Good//Good//Good/
Nasir: Makasih Kak... lanjut dong Kak...
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
orang tua Davis gak hadir???
Nasir: Nggak, kan Davis sembunyi2, dia udah g sbr.
total 1 replies
Kesatria Tangguh
buset Davis...
Mrs.Riozelino Fernandez: maksa bener...
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
🤦‍♀️
Mrs.Riozelino Fernandez
kesian Silva...😔
Nasir: Iya juga ya.
total 1 replies
Lendra malayu
Silva tertekan jdnya
Nasir: Iya Kak, jadi gmn dong?
Mrs.Riozelino Fernandez: bener banget... di jadikan anak angkat tapi di bahas² statusnya...
serasa Davis dan keluarga nya memperlakukan Silva seenak hatinya aja😒
total 2 replies
Kesatria Tangguh
kasian Silvia🥺
Ariyanti
si Davis udh ngga tahan ya bang hehhee
Nasir: Iya, gak tahan pgn nikah...
total 1 replies
Lendra malayu
next thorrr
Swinarni Ryadi
apakah sdh tamat, kho tidak muncul lanjutanya?
Nasir: Belum Kak, nanti ya dilallnjut.
total 1 replies
Lendra malayu
akhirnyaaaaa
Mrs.Riozelino Fernandez
kode sandi Morse itu kk Thor 😆
Mrs.Riozelino Fernandez
yeeeeey...
akhirnya direstui juga...
nunggu Davis tantrum dulu ya ma
berhasil ya Davis 😆😆😆👍👍
Nasir: Wkwkkwkw btl....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!