NovelToon NovelToon
The Prince Arrogant

The Prince Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:261k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

McLaren Valkiry, terlahir sempurna dengan ketampanan dan kekayaannya juga statusnya sebagai putra dari seorang bangsawan Inggris.

Prinsifnya yang tidak mempercayai pernikahan malah membuatnya terpaksa menikah dengan wanita yang tidak dikenalnya.

Maureen adalah seorang gadis cantik yang terpaksa menikah dengan McLaren karena kejadian yang tidak mengenakkan.

Bagaimana kisah selanjutnya apakah mereka bisa lari dari pernikahan? Atau malah jadi saling jatuh cinta?

Follow IG@rr_maesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-25 Kisah yang telah lewat

Sepulang dari rumah sakit, Mac tidak bicara sepatah katapun. Maureen segera berbaring di kamarnya Mac dibantu oleh pelayan wanita di rumah itu.

Maureen melihat suaminya itu hanya menatapnya sebentar lalu keluar dari kamarnya.

Mac berada di ruang kerjanya, duduk menyandarkan punggungnya dikursi kerjanya yang empuk. Dia masih terkejut saat melihat Sharon ada dirumah sakit itu. Setelah lebih dari dua tahun yang lalu dia tidak pernah bertemu dengan Sharon lagi.

Melihat Sharon, mengingatkannya pada kejadian dua tahun yang lalu.

Setelah menyelesaikan kuliahnya jurusan bisnis di Amerika, Mac menetap dirumah ayahnya di Washington, sambil menjalankan perusahann ayahnya.

Sharon yang juga melanjutkan kuliah kedokterannya, sudah bekerja di rumah sakit swasta di Washington. Sebenarnya orangtuanya, Dr.Magi dan Dr. Daniel sudah memintanya untuk mengurus rumahsakit milik kakeknya, karena Dr.Daniel juga mengurus rumah sakitnya yang di London,  tapi Sharon memilih memperbanyak pengalaman dulu dengan bekerja dirumah sakit yang lain.

Malam itu setelah makan malam, Mac dan Sharon berjalan-jalan di taman.

“Bukankah kita berteman sudah lama?” tanya Sharon.

“Iya, sudah lebih dari 3 tahun,” jawab Mac.

“Apakah kita akan terus seperti ini?” tanya Sharon.

“Apa maksudmu? Tentu saja kita akan seperti ini,” jawab Mac.

Sharon menghentikan langkahnya, membuat Mac juga menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menatap Sharon.

“Tapi aku tidak mau kita seperti ini,” kata Sharon menatap Mac.

“Apa maksudmu bicara begitu? Kau tidak mau berteman denganku lagi?” tanya Mac.

“Aku tidak mau,” jawab Sharon.

“Kenapa? Apakah aku menyakitimu? Aku minta maaf,” kata Mac, menatap Sharon dengan keheranan, dia takut telah menyakiti perasaan Sharon.

“Bukan itu,” Sharon menggelengkan kepalanya.

“Apa lagi? Aku tidak mengerti,” Mac menggelengkan kepalanya.

“Aku rasa sebenarnya hubungan kita lebih dari teman,” kata Sharon.

Mac terdiam.

“Aku ingin hubungan yang jelas, aku ingin menikah,” ucap Sharon membuat Mac terkejut.

“Apa? Menikah?” tanya Mac.

“Iya, menikah, bukankah kita juga sudah menyelesaikan studi dan kita juga sudah memiliki karir masing-masing, apa lagi yang kita kejar? Hanya tinggal menikah, karena usia kita juga sudah tidak muda lagi,” jawab Sharon, masih menatap Mac.

Pria itu tampak berubah pucat.

“Aku..” Mac terbata.

“Kau tidak ingin menikah denganku?” tanya Sharon.

“Aku tidak tahu,” jawab Mac.

“Kenapa tidak tahu, apa kau tidak menyayangiku?” tanya Sharon.

“Aku menyayangimu,” jawab Mac.

“Terus maksudmu apa tidak tahu?” tanya Sharon.

Wajah Mac semakin pucat.

“Aku tidak ingin menikah,” jawab Mac membuat Sharon terkejut.

“Apa maksudmu tidak ingin menikah?” tanya Sharon keheranan.

“Aku takut komitmen, aku takut pernikahan,” jawab Mac, membuat Sharon lebih terkejut lagi.

“Apa apa yang ditakutkan? Apa maksudmu bicara begitu? Kau tidak ingin menikah denganku?” tanya Sharon.

“Maaf, aku tidak berfikir untuk menikah,” kata Mac. Membuat Sharon kecewa mendengarnya.

“Tapi kenapa? Bukankah kau menyayangiku?” tanya Sharon, matanya mulai berkaca-kaca. Mac terdiam.

“Kau sama sekali tidak berfikir ingin menikah denganku?” tanya Sharon.

“Aku minta maaf, aku tidak bisa menikah denganmu,” jawab Mac.

“Tapi kenapa?” tanya Sharon lagi, kini airmata itu menetas dipipinya.

“Aku takut pernikahan akan menyakiti kita,” jawab Mac.

“Apa maksudmu menyakiti? Kita tidak mungkin hidup seperti ini kan? Aku ingin seperti wanita lain, yang memiliki suami dan punya anak-anak yang lucu,” ucap Sharon.

“Pernikahan orang tuaku tidak bahagia. Aku tidak mau buang buang waktuku untuk sesuatu yang akhirnya akan saling menyakiti,” kata Mac.

“Mac, tidak semua pernikahan seperti itu. Kau lihat orangtuaku? Mereka bahagia,” ucap Sharon.

“Aku tidak tahu, aku hanya merasa seperti itu, aku tidak mau mengalami kegagalan dalam pernikahan, aku tidak mau,” kata Mac.

“Apa kau tidak menyayangiku?” tanya Sharon.

“Aku menyayangimu, hanya saja, kalau untuk komitmen,  aku tidak tahu, aku takut setelah menikah malah kita tidak saling menyayangi lagi,” jawab Mac.

“Kenapa kau harus befikir seperti itu? Itu sama saja kau tidak menyayangiku,” kata Sharon.

“Tidak, bukan itu, aku menyayangimu, hanya saja aku tidak mau ada pernikahan,” ucap Mac.

Sharon menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak bisa menerima prinsifmu itu, aku tidak bisa,” Sharon menatap Mac, dengan airmata yang terus menetes dipipinya.

“Aku minta maaf,” ucap Mac.

Tidak ada kata yang bisa diucapkan Sharon selain pergi dari hadapannya Mac.

Dia memanggil taxi yang lewat di depan taman itu, dan meninggalkan Mac yang berdiri sendirian. Mac hanya terdiam. Dia tidak bisa mengejar Sharon, karena dia memang tidak ingin menikah, dia tidak takut pernikahanya seperti orangtuanya, bercerai, terpisah, dan dirinya kehilangan kasih sayang ayah kandungnya.

“Maaf Sharon,” gumam Mac waktu itu. Kata-kata itu kembali terucap dari bibirnya sekarang. Mac menghela nafas dalam –dalam. Diambilnya air minum di gelas itu, hatinya mendadak gelisah memikirkan kemunculan wanita itu.

Diletakkannya gelas itu di meja, ingatannya kembali mengulang masa lalunya.

Beberapa hari kemudian setelah pembicaraan dengan Sharon ditaman itu. Ada yang lain yang dirasakan oleh Mac, Sharon tidak pernah menghubunginya lagi, tidak ada lagi sekedar sapaan selamat pagi, selamat bekerja, atau mengajak makan siang atau makan malam, semua itu hilang lenyap begitu saja.

Kondisi ini terus menerus membuat Mac merasa resah dan gelisah.  Sharon benar-benar meninggalkannya, dia benar-benar manyakiti temannya itu. Tapi apa yang bisa dilakukannya? Dia benar-benar belum siap untuk menikah, dia belum siap untuk berkomitmen, bukan karena dia tidak menyayangi Sharon.

Tidak terasa beberapa bulan telah berlalu, Sharon benar-benar hilang dari hidup Mac, dan menyisakan rasa rindu yang mendalam. Hubungan pertemanan yang terjalin sekian lama menghasilkan rasa yang berbeda.

Menghilangnya Sharon dari hidupnya, Mac merasa benar-benar kehilangan. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Apa yang harus dilakukannya? Apakah dia harus menikah dengan Sharon?

Melihat Sharon menangis waktu itu membuatnya merasa sedih, Mac merasa bersalah telah membuat Sharon menangis. Tapi untuk menikah? Apakah dia sudah siap menikah? Dia tidak ingin menikah.

Selama berpisah dengan Sharon yang lama semakin lama semakin ada yang beda di dalam hidup Mac. Dia ingin Sharon kembali masuk dalam kehiduapannya yang sekarang terasa sepi. Mac pun akhirnya memutuskan untuk menemui Sharon di rumahnya.

Dokter wanita itu membuka pintu rumahnya saat Mac bertamu ke rumahnya. Sharon tampak terkejut saat melihat Mac berdiri dipintu rumahnya.

“Kau,” gumam Sharon agak bingung.

“Aku ingin bicara denganmu,” kata Mac. Mereka masih berdiri dipintu.

“Bicara? Tentang apa?” tanya Sharon.

Sebenarnya Sharon  menyayangi pria yang sekarang berdiri di depannya, tapi karena prinsif Mac yang tidak menginginkan adanya pernikahan membuatnya terpaksa melupakannya.

“Aku sudah berfikir matang-matang, ternyata kau menghindariku membuat aku merasa kehilangan. Aku tidak mau kehilangan lagi, aku mau menikah denganmu,” kata Mac, dengan agak terburu-buru saking antusiasnya menatap wanita yang dirindukannya kembali hadir dalam hidupnya.

Sharon tertegun mendengarnya.

“Mac, apa yang kau bicarakan?” tanya Sharon.

“Aku mau menikah denganmu,” jawab Mac.

Sharon terdiam.

“Aku minta maaf, aku sudah menyakitimu, aku berjanji aku tidak akan membuatmu menangis lagi, aku mau menikah denganmu,” ucap Mac, dengan senyum mengembang di bibirnya, dia yakin Sharon akan bahagia mendengar keputusannya.

Sharon masih terdiam.

“Kenapa kau diam? Kau tidak senang mendengarnya? Bukankah ini yang kau inginkan? Kita akan menikah!” tanya Mac, keheranan dengan sikap diam Sharon.

“Maaf Mac, aku tidak bisa menerimamu,” jawab Sharon.

“Kenapa? Kau kan ingin menikah denganku, ayo kita menikah,” ucap Mac dengan kebingungan atas ucapannya Sharon. Diapun meraih kedua tangannya Sharon.

“Ayo kita menikah,” lanjut Mac, masih menatap mata Sharon penuh harap.

“Tidak, tidak bisa Mac,” Sharon mengegelengkan kepalanya sambil melepaskan pegangan tangannya Mac.

“Apa maksudmu?” tanya Mac tidak mengerti, menatap tangannya yang terlepas dari tangannya Sharon.

“Kau terlambat Mac,” jawab Sharon.

“Apa maksudmu terlambat?” tanya Mac.

“Aku sudah bertunangan seminggu yang lalu,” jawab Sharon, sambil  memperlihatkan cincin dijarinya.

Bagaikan disambar petir disiang bolong Mac mendengarnya. Bertunangan? Sharon bertunangan? Bukankah mereka tidak bicara baru beberapa bulan saja dan dia secepat itu bertunangan?

“Sharon kau bercanda, kita tidak bertemu hanya beberapa bulan saja,” ucap Mac.

“Iya, aku memang sudah bertunangan dan sekarang aku akan berangkat  ke LA dengan tunanganku, kami akan menikah disana,” jawab Sharon.

Hancur luluh rasa dalam jiwa Mac, ternyata kehilangan orang yang dicintai itu lebih menyakitkan dari ikrar sebuah pernikahan. Dia tidak mau menikah karena takut pernikahannya tidak bahagia, dengan tidak menikahpun ternyata dia bisa merasakan sakitnya kehilangan.

“Sharon, aku…” tidak ada kata lagi yang bisa diucapkan Mac.

“Aku minta maaf Mac,” ucap Sharon. Mac masih mematung tidak bisa berkata apa-apa lagi.

“Sayang, ada siapa? Sebentar lagi kita akan berangkat, nanti telat” terdengar suara pria dari dalam rumah. Pria itu muncul dibelakang Sharon.

Mac menatap pria itu yang juga menatapnya.

“Iya, sebentar, ada temanmku,” jawab Sharon, sambil menoleh pada pria itu, lalu menoleh pada Mac.

“Mac, ini tunanganku, Dr. Andrew. Dia temanku di universitas,” ucap Sharon.

Dr. Andrew mengulurkan tangannya tersenyum ramah pada Mac. Mac yang masih shock hanya menerima uluran tangan tunangannya Sharon itu.

Sharon menoleh pada Dr. Andrew.

“Sayang, aku akan bicara dulu dengan temanku sebentar, lalu kita berangkat,” kata Sharon.

“Baiklah,” jawab Dr. Andrew, sambil masuk lagi kedalam rumah.

Hati Mac semakin hancur saja mendengar Sharon memanggil pria itu sayang. Padahal selama bertahun-tahun ini Sharon begitu sangat menyayanginya. Dia menyesal sudah menyia-nyiakan kasih sayangnya Sharon.

Sharon menatap Mac yang juga menatapnya.

“Setelah lulus, aku tidak bertemu lagi dengan Dr.Andrew, baru bulan kemarin kami bertemu lagi. Ternyata dia pria yang baik dan serius, dia langsung mengajak kami bertunangan dan sebentar lagi kami akan menikah di LA,” jelas Sharon.

“Sharon aku minta maaf telah menyia-nyiakanmu, aku sangat menyesal,” ucap Mac.

Sharon tersenyum kecut, dia bukan tidak menyayangi Mac, berteman dengannya bertahun tahun, menyayanginya dengan tulus, dengan sabar dia menunggu pria itu serius padanya dan ternyata setelah bertahun-tahun dia hanya menerima penolakan dari Mac. Sedangkan Dokter Andrew, hanya dekat dalam satu bulan saja, sudah terlihat keseriusannya dan ingin menikah dengannya.

“Semua sudah terlambat Mac, semua telah terlanjur terjadi, semoga kau bahagia,” ucap Sharon.

Sejak saat itu Mac bertekad dalam hatinya untuk tidak lagi berfikir adanya pernikahan. Tidak, dia tidak mau kepedihan akan muncul lagi dalam hidupnya.

Mac kembali tersadar dengan lamunannya. Dia meminum air di gelas itu lagi, dia merasakan dirinya terasa lelah, rasa sakit hati, hancurnya harapannya saat itu kembali muncul di hatinya. Tapi itu adalah kisah yang telah lewat.

Mac melihat jam di dinding ternyata sudah larut, diapun merasakan tubuhnya semakin lelah, dia butuh berbaring dan beristirahat.

Mac keluar dari ruang kerjanya, menuju kamar tidurnya. Saat membuka pintu kamar itu, dilihatnya ditempat tidur ada Maureen, istrinya tidur berselimut. Wanita itu sedang tertidur pulas, mungkin karena sudah minum obat.

Mac kembali menutup pintu kamarnya, diapun berjalan mendekati tempat tidur dan menatap Maureen yang sedang tidur meringkuk.

Dia menghindari pernikahan karena trauma dengan apa yang dialaminya, tapi sekarang malah dia sudah menikah dengan gadis ini, pernikahan tanpa rasa cinta. Seandainya dia waktu itu menerima ajakan Sharon untuk menikah, mungkin dia sudah bahagia sekarang, bersama istri yang diicntainya dan pasti sudah ada buah hati bersama mereka.

Tapi nasi sudah menjadi bubur. Sharon pasti sudah menikah dengan Dr. Andrew, mungkin dia juga sudah punya anak. Mac menghela nafas panjang. Diapun naik ke tempat tidur, menoleh pada Maureen yang berbaring menghadap kearahnya. Tangannya mengulur memegang keningnya Maureen, panasnya sudah mulai turun. Akhirnya diapun berbaring disamping Maureen dan terlelap.

**************

1
Ivana Monica
sedih nih sampe skrg ga daa lanjutannya..
dr awal cerita dr ayah n mama max aku bc.. masa skrg ga da lg cerita nya..
Ivana Monica
sedih bnr ga da lanjutan lg
Ivana Monica
kyk nya ga bakal da lanjutan lg ya??? ceritanya jd lupa nih..
ʕ´•ᴥ•`ʔ
masih menunggu kelanjutan mac sama mauren, hampir satu tahun ni menunggu
UTIEE
🌹🌹🌹🌹🌹
ʕ´•ᴥ•`ʔ
sampai sekarang belum jg next 👉 udh menganti tahun bentar lagi juga mau ganti tahun lagi ni author di lanjut yukk tanggung udh setengah jalan gak pulang" dong 📄
ʕ´•ᴥ•`ʔ
lanjut yuk ini bukan lagi bulan tapi tahun sudah berganti tahun loh blm di lanjut ya 😄
Anisjuliana Zakaria
lanjutt thor sayanggg..ngakk rela mac and maureen Gantung teruss😭
Edy Pamuji
aku rindu Mac dan maureen
Nartyana Gunawan
kak kalo yang di lapak sebelah mistery merrid with rich man gimana kak..masih lanjut kan ??
bigstone: sekarang sudah tamat kok kak.silahkan dilanjutkan bacanya 🥰
aku udah baca sampe tamat.kalo sekarang aku nungguin suami ternyata milyarder karya kak RR Maesa di lapak yg sama dg Mystery married with rich man
total 1 replies
Jenk Retno Hany
lanjutannya mana ini
rossydah96
Lnjut thor nulisnya aku suka
Asrika Alexander
kapan up Thor uda lama ditungguin
jennifer
ini mau hiatus sampai brp lama ya thor?? atau udh gak dilanjut lg ya??
Sungai Panjang
thorrrrr.. lama bgt Ampe 5 bulan kita gak ketemu 🥺🥺🥺🥺🥺🥺


makasih ya karya nya... sehat2 disana...


aku padahal penggemar berat 😭bakalan kangen nih
Siti Harum Munthe
gak suka karakter ceweknya
Siti Harum Munthe
dasar suka tuh mauren. kan ada kamar lain. dasar pengen sekamar mac
nur imamah
kenapa harus dipaksa dijodohkan sih...
nia kurniawati
ditunggu up nya ya
<ᴍᴀʀɪᴀ ʜᴀ ɴᴀ>👑 Ha Na maria💣
bln ramadhan udah lama lewat tp kok blm up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!