NovelToon NovelToon
Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi Wanita / Cinta setelah menikah
Popularitas:207.6k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Putri Liliane Thalassa Serene, terlahir sebagai keajaiban yang dijaga Hutan Moonveil. Di hutan suci itulah Putri Lily tumbuh, mencintai kebebasan, menyatu dengan alam, dan dipercaya Moonveil sebagai Putri Hutan.
Ketika Kerajaan Agartha berada di ambang kehancuran atas serangan nyata datang dari Kingdom Conqueror, dipimpin oleh King Cristopher, sang Raja Penakluk. Lexus dan keluarganya dipanggil kembali ke istana.
Api peperangan melahap segalanya, Agartha runtuh. Saat Putri Lily akhirnya menginjakkan kaki di Agartha, yang tersisa hanyalah kehancuran. Di tengah puing-puing kerajaan itu, takdir mempertemukannya dengan King Cristopher, lelaki yang menghancurkan negerinya.
Sang Raja mengikatnya dalam hubungan yang tak pernah ia pilih. Bagaimana Putri Liliane akan bejuang untuk menerima takdir sebagai milik Raja Penakluk?
Disclaimer: Karya ini adalah season 2 dari karya Author yang berjudul ‘The Forgotten Princess of The Tyrant Emperor’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan

King Cristopher memberikan perayaan terbaik, bukan hanya sebagai pesta pernikahan melainkan sebagai persembahan kejayaan bagi rakyatnya. Rakyat Kingdom Conqueror akan berpesta tujuh hari tujuh malam di alun-alun utama untuk merayakan pernikahan King Cristopher dan Queen Liliane. Lentera-lentera emas digantung di setiap sudut kota, anggur mengalir tanpa henti, dan musik dimainkan siang malam.

Perayaan rakyat yang bebas, jauh berbeda dengan suasana di dalam istana yang penuh etiket. Aula perjamuan utama Istana Kingdom Conqueror terbungkus cahaya keemasan dari ratusan lilin yang menggantung tinggi. King Cristopher dan Queen Liliane duduk berdampingan di kursi kehormatan, paling depan dan paling tinggi. Mereka adalah pusat dari seluruh pandangan. Cristopher duduk tegak dengan wibawa dingin seorang penakluk, sementara Lily duduk dengan ketenangan yang tak kalah kuat.

Asal-usul Queen Liliane telah menyebar cepat, bergaung dari lorong ke lorong seperti bisikan angin. Para pejabat istana dan bangsawan dari benua barat berbisik di aula perjamuan. Bibir mereka tersenyum penuh penghormatan, namun mata penuh penilaian.

Putri dari hutan, yang dibesarkan jauh dari peradaban istana. Di dalam hati mereka, pertanyaan yang sama berulang terucap: Apakah seorang putri dari hutan mampu bertahan di istana yang dibangun dari etiket, aturan, dan penghakiman?

Lily menyadarinya, menyadari tatapan penilaian yang diberikan semua orang. Namun ia tetap menatap lurus ke depan, dagunya terangkat dengan sudut yang tepat. Tidak menantang dan tidak pula merendah, sebuah posisi yang hanya dimiliki oleh mereka yang memahami nilai dirinya sendiri. Setiap gerakan kecilnya terlihat anggun dan penuh kendali.

King Cristopher menatap semua tamu di aula, lalu bangkit berdiri. Lily yang telah memperhatikan ritme gerakannya sejak awal, ikut berdiri tanpa terlambat sedetik pun. Gaunnya jatuh mengikuti gerak tubuhnya dengan anggun.

King Cristopher mengangkat gelas minumannya.

“Silakan menikmati jamuannya.”

Baru setelah itu, seluruh aula bergerak serempak. Kursi bergeser, peralatan makan berdenting halus, dan para tamu mulai mencicipi hidangan yang telah disiapkan dengan kemewahan.

King Cristopher duduk kembali, diikuti oleh Lily.

“Ini sangat merepotkan…”  batin Lily. Ia tidak menyukai aturan yang memaksa gerak tubuhnya mengikuti orang lain. Semua ini terasa kaku, asing, dan melelahkan.

Namun kekesalan itu sirna seketika saat matanya jatuh pada jamuan makan di hadapannya. Wajah Lily perlahan berbinar, sebab perutnya sudah keroncongan. Sejak pagi ia hanya berpindah dari satu prosesi ke prosesi lain, senyum demi senyum, tanpa sempat makan dengan layak. Acaranya terlalu panjang bagi seseorang yang terbiasa hidup bebas di Moonveil.

Namun Lily mengernyit saat menyadari sesuatu. Jamuan di mejanya… berbeda dengan meja-meja lain. Hidangan disusun penuh tata cara, seolah bukan untuk dimakan, melainkan untuk diuji. Ia ingin bertanya lebih jauh, namun kenyataan berat menyadarkannya tanpa ampun. Tidak ada ayahanda, ibunda, atau kedua kakak kembarnya di sini. Ia… sendirian.

Mustahil ia bertanya pada Raja sombong yang kini duduk di sampingnya, pria yang bahkan sejak awal telah menarik garis tegas di antara mereka. Lily menatap kembali hidangan itu, memperhatikan satu per satu dengan detail.

Daging panggang dengan saus anggur hitam, disajikan utuh dan harus dipotong sendiri. Irisan daging sapi tua yang dimasak perlahan, disajikan dengan pisau perak panjang dan garpu bergigi dua. Roti gandum keras yang harus dipatahkan dengan tangan, bukan digigit. Keju tua dari dataran tinggi barat, yang hanya boleh disentuh setelah hidangan utama selesai.

Semua itu adalah hidangan bangsawan benua barat, makanan yang menuntut pemahaman etiket: pisau di tangan kanan, garpu di kiri, potongan kecil yang tidak bersuara dan tidak boleh tergesa. Tidak boleh memotong seluruh daging sekaligus. Tidak boleh menyentuh makanan dengan tangan kecuali roti. Tidak boleh makan sebelum pasangan di sampingmu bergerak lebih dulu. Ya, setidaknya itu yang ia ketahui dari buku-buku yang ia baca di Moonveil. Gambar-gambar tentang istana barat, etiket makan, dan tata cara bangsawan yang tak pernah ia bayangkan akan ia jalani sendiri.

Perlahan, Lily mengerti ini bukan jamuan biasa. Ini adalah ujian atau mungkin… jebakan. Jika ia sedikit saja salah, maka besok seluruh istana akan membicarakannya. Putri dari hutan yang tidak tahu cara makan seperti ratu.

Keheningan kecil itu terasa jauh lebih panjang daripada kenyataannya. Beberapa pasang mata langsung tertuju padanya, jelas menunggu kesalahan. Bahkan King Cristopher ikut menatapnya, namun jelas tanpa niat sedikit pun untuk membantunya. Tatapannya netral, dingin, seolah berkata bahwa ini adalah urusannya sendiri.

Lily menarik napas pelan, tidak ada kegelisahan di wajahnya. Namun di balik sorot matanya yang jernih, pikirannya bekerja cepat.

Baiklah, batinnya. Jika ini permainan… maka aku akan memastikan akan berakhir sebagai pemenang.

Ia melirik King Cristopher sekali lagi, memperhatikan caranya duduk, posisi tangannya, bagaimana ia menunggu pelayan mendekat. Lalu pandangannya beralih pada pelayan di samping meja. Dengan gerakan halus, Lily mengulurkan tangannya ke atas baskom perak.

Pelayan segera memahami. Air dituangkan perlahan, mengalir di jemari Lily. Setelah itu, Lily mengambil serbet kain halus, menepuk-nepuk tangannya hingga kering, lalu meletakkannya rapi di pangkuan. Semua itu ia lakukan tanpa tergesa. Bukan karena ia terbiasa, melainkan karena ia benci diremehkan. Harga dirinya, berarti juga harga diri ayahanda dan ibundanya.

Lily mengambil pisau dan garpu dengan anggun. Memotong roti dengan potongan kecil, gerakannya tenang, tidak ada suara berlebihan. Ia menunggu jeda yang tepat sebelum menyuap, mengunyah perlahan, lalu meletakkan kembali peralatan makan dengan posisi yang benar. Wajahnya tetap lembut, anggun, nyaris tanpa cela.

Namun di dalam dirinya, Lily sedang berperang. Perutnya sudah sangat lapar. Sejak pagi ia menahan diri, namun aturan memaksanya makan pelan, sedikit demi sedikit, seolah setiap suapan adalah ujian kesabaran. Ia telah terbiasa makan bebas hingga puas di Moonveil. Di hutan, makan adalah kebutuhan hidup bukan pertunjukan. Bagi Lily, ini bukan sekadar etiket. Ini penyiksaan yang dibungkus keindahan.

Bangsawan istana menatapnya dalam diam. Mereka mencari kesalahan kecil untuk dijadikan bisikan esok hari. Namun sayangnya mereka tak menemukan satu pun. Etika sang ratu terlalu sempurna, keanggunannya begitu alami. Satu per satu, perhatian mereka berpindah kembali ke piring masing-masing. Tanpa sadar, ujian itu berakhir tanpa pemenang selain sang ratu sendiri.

Tanpa disadari siapa pun, King Cristopher memperhatikan Lily dalam diam. Ia tidak berkata apa-apa, tapi di dalam hatinya, ia memberi sesuatu yang jarang ia berikan pada siapa pun yaitu pengakuan. Wanita ini memiliki ketenangan yang tidak runtuh meski berada di bawah tekanan. Ia tidak panik, tidak meminta bantuan, tidak mencari simpati.

Meski bukan pernikahan yang ia impikan, setidaknya Queen Liliane cukup layak untuk duduk di tahta. Dan yang terpenting bagi King Cristopher, gadis itu tidak akan menjadi beban baginya di masa depan.

1
Lisna Saris
mmmm modussnyaaa
Moren Arzie Jimin
lily serupa mama nya🤭
listia_putu
semoga stelah ini hubungan chris dan pangeran lebih hngat ya. kan udh ada lily di antara mereka
Aretha Shanum
e eleh modus modus, gengsi aja digedein , makan tuh gengsi, rasain sakit atas bawah
💃💃 H💃💃💃
gk sabar nunggu up nya thorrr 😍😍
dwi alfiah
dia lgi caper lily
Bunda Hilal
astagaaa jahatnya kau jandiiiiis
Nita Nita
chris pengen dimanja juga😄
MomRea
mungkin selama ini King Christopher kurang kasih sayang orang tua, jadi ada yg perhatian dikit, terus minta lebih di utamakan 😄😄
mey
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
van aurora
ehmm..sesama jomblo akut kayanya si arick ini...modus erick modus
Umu Istinaroh
halah alesan kamu chris biar d temeninin ma lili terus.
murni ali
Modus king Chris tumbalin pengawal arick biar 🤭😁😁Semangattt king ngerayu nya💪💪🤭

Semangattt terus mbak penulis sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
Terimakasih up nya hari ini 🙏🙏
Mien.pters
King Cristopher mulai berakting nih
Engkar Sukarsih
aduh...mama ini raja king cristopher banyak modusnya 😇😇😇😇
Engkar Sukarsih
yang mana nih ,yang nyerinya king cristopher 🤪🤪🤪🤪
mery harwati
Putri Liliane datanglah ke kamar raja dengan dua pangeran itu, agar raja tau rasanya kecewa tak bisa berduaan denganmu Putri Liliane 😛
Aq kasih kopi biar tambah semangat mengerjai raja yang ingin mengerjaimu Lili💪
Biyan Narendra
Teruslah tumbuh,berkembang dan mekar para pangeran
mery harwati
Christ pasti berharap Liliane datang sendiri ke kamarnya, tapi kenyataannya Liliane akan mengajak Adric & Alaric dengan alasan mereka berdua sedih karena "papa" terluka oleh Jandice
Dan zonk lah harapan Chris untuk berduaan dengan Liliane 😛🔥
Biyan Narendra
Lily keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!