NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM

BALAS DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bullying dan Balas Dendam / Dendam Kesumat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Darren adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Jhon Meyer, Owner XpostOne. Prestasinya sangat gemilang sehingga dia sering di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk bertugas di daerah konflik.

Umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Ia berjanji sebelum bisa membalaskan sakit hatinya kepada keluarga Blossom, ia tak mau menikah. Dulu saat berumur sepuluh tahun orang tua dan kakaknya di bakar hidup-hidup oleh keluarga Blossom.

Suatu hari ia di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk menyelamatkan tiga orang gadis yang terperangkap didesa Beduwi. Dengan berat hati ia pergi ke Bali, tapi apa yang dia temukan di desa itu? Ilmu hitam atau Le-ak. Sangat mengerikan dan hampir saja ia menjadi tumbal.

Saat mengetahui salah satu dari ke tiga gadis itu adalah putri keluarga Blossom, ia pun membuat rencana jahat untuk menyiksa gadis itu.

Apakah yang direncanakan oleh Darren? silahkan baca sampai tamat.

Trimakasih, jangan lupa like, coment***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB.22.BERTENGKAR DENGAN PAPA

Mobil Rubicon itu melaju kencang menuju Gedung XpostOne. Darren ingin cepat bertemu dengan Jhon Meyer. Ternyata ia telah ditipu oleh papanya. Rupanya Mr.x adalah papanya Aluna, salah satu putra Blossom.

Ntah putra yang mana membakar orang tua dan kakaknya, yang jelas musuh kini sudah dekat. Dendamnya akan terbalas berkali-kali lipat. Tunggu saja.

Amarahnya tidak terkendali, sepanjang jalan ia memaki dirinya yang bodoh dan begitu saja percaya kepada papanya. Apa papanya mengerti kalau nyawanya hampir hilang gara-gara ilmu hitam.

Persoalan ilmu hitam sangat pelik dan tidak bisa disamakan dengan melawan satu pleton tentara. Manusia real jika di tembak akan ada m*yatnya dan urusan selesai. Namun Le-ak ditembak m*yatnya lenyap seketika dan urusannya panjang.

Jhon Meyer adalah agen rahasia yang mumpuni, bertangan dingin, berurusan dengan ilmu hitam belum tentu menang.

Sepuluh menit perjalanan akhirnya Darren sampai di gedung XpostOne. Gegas ia turun dari mobil menuju kantor XpostOne. Tidak satupun terlihat batang hidung anak buahnya, berarti mereka sudah antisipasi, terhadap kedatangannya.

Darren semakin curiga dengan papanya karena rekaman vidio dan pembicaraan rahasia dengan Intan sudah masuk GSM dan di baca oleh Jhon Meyer dan para the head.

Ia berpikir Jhon Meyer takut terus terang dan takut menghadapinya secara jantan. Mungkin saat ini dia sembunyi dengan anak buahnya. Pikir Darren.

Darren merasa papanya sangat licik, Ia meluapkan amarahnya kepada meja, kursi, pot bunga, apapun yang di lewati.

"Papa.. I kill You!!" teriak Darren dengan wajah garang. Ia menghajar pintu yang tak bersalah.

"You criminal, you almost killed me for money." teriaknya lagi.

Darren berteriak-teriak kesetannya dan mencaci maki papanya.

Tiba-tiba gedung XpostOne yang berlantai lima, berkapasitas seribu orang dengan luas sepuluh hektar mendadak gelap. Mati lampu. Darren berlari, berdiri di lobby.

Saat dalam keadaan awas, lima orang berkelebat menyerangnya. Jarum-jarum kecil berkilat terang, hampir menusuk kulitnya.

Sebagai pentolan XpostOne Darren sudah hafal trik ini, ia cepat tengkurap berguling ke samping, lalu melonjak berdiri. Kaki kirinya menerjang ke tubuh lawan.

Sayang sekali tendangannya berhasil di lumpuhkan oleh mereka. Amarahnya meluap ketika jala raksasa jatuh dari atas, menjaring tubuh kekarnya.

"Aghhh..."

Kaki Darren terjerat tergantung dengan kepala kebawah, ketika tombol merah di pencet lantai berderak keras, kolam buaya menganga dibawah kepalanya.

Bau amis menyerbu keluar dari lubang buaya. Kepakan ekor buaya terdengar bagaikan irama maut yang mendirikan bulu roma. Darren menelan ludah, seakan kerongkongannya mengering.

"Ngeri!!"

Itu yang dirasakan olehnya. Sedikit saja tali jala turun, buaya yang kelaparan itu akan melompat naik dan menarik tubuh Darren ke kolam. Dia baru tahu kalau di bawah ini ada kolam rahasia yang penuh dengan buaya.

"Jhon Meyer...aku mengutukmu, aku tidak takut dengan semua ini. Mati hidupku sudah kau permainkan!!" pekik Darren dengan suara lantang.

Hening!!

Kelima orang yang menyerangnya sudah lenyap dan tiba-tiba tembok di depannya terang sebagian.

Sebuah visual film di sebuah bangunan tua terlihat. Dua orang yang memakai jaket kulit dan memakai masker wajah sedang menggiring Jhon Meyer yang wajahnya babak belur.

Astaga...ada apakah ini, siapa orang ini? Kemarahannya seketika lenyap. Otaknya cepat bereaksi, mengira-ngira karena dua orang lelaki dewasa yang menyandera papanya adalah bule.

Mereka membawa Ak.45 dan Revolver tergeletak di kaki Jhon Meyer. Darren tau apa yang terjadi. Dua orang agen rahasia Internasional telah menyandera papanya.

"What do you want!!" teriak Darren dengan bahasa Inggris.

"I'm waiting for you to bring Aluna home." sahut salah satu orang itu.

"Let go of my papa and I will return Aluna."

Setelah menyanggupi tukar sandra, lantai otomatis bergerak tertutup. Ruangan terang benderang. Jala yang menjebak tubuhnya terbuka lebar, menghempaskan tubuhnya ke lantai.

Cepat ia berguling takut lantai tiba-tiba terbuka. Darren berdiri berusaha tenang seraya mengatur nafas.

Ia lalu membunyikan alarm tapi tidak ada satupun anak buahnya muncul. Darren lari ke office dan menemukan sepuluh anak buahnya terikat.

"Apa yang terjadi?" tanyanya dengan nafas tak teratur. Ia cepat melepas ikatan anak buahnya.

"Tolong cari teman yang lain, aku mau menyelamatkan papa.." ucap Darren tanpa menunggu jawaban anak buahnya.

Ia berlari ke garasi dan memacu Rubicon itu dengan kecepatan tinggi. Malam hari Jakarta macet, ia sekarang berada di Hi, bundaran Hotel Indonesia. Ini Ikon dan pusat landmark Jakarta yang terletak di simpang Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Ia menghubungi Intan dengan GSM privat karena takut di mobil ada alat penyadap. Untung Intan tidak bertele-tele, dengan mudah dia memberi alamat Yudi tempat Aluna berlindung.

Dua puluh menit kemudian, ia sudah berada di depan rumah Yudi. Ia sengaja mematikan mesin mobil radius dua ratus meter, supaya tidak ada yang mendengar kedatangannya. Mobil sengaja dipepet ke tembok pekarangan.

Tidak ada yang lewat di jalan walaupun ada rumah tetangga, di kiri kanan. Dari luar rumah Yudi terlihat gelap gulita, tapi ada titik terang kamar di belakang.

Darren menutup setengah wajahnya dengan masker latex, ia tidak mau Aluna mengenalnya. Ia juga memakai jaket hoodie uniqlo untuk menutupi kepalanya.

Menit berikutnya ia melompat ke atas tembok dan berusaha turun tanpa suara. Suasana rumah agak mencekam, ia tidak tau apa penyebabnya.

Bayangan negatif menyelimuti pikirannya. Ia berpikir kalau Aluna dan Yudi sedang asyik masyuk. Hatinya ngilu, ia cemburu. Ternyata dendamnya setipis tissue, cinta mengalahkan amarahnya.

Darren langsung kebelakang menuju kamar pembantu yang terang. Namun ada seseorang menghalanginya. Karena gelap gulita ia tidak begitu jelas melihat wajah orang itu. Tapi ia yakin itu Yudi.

Walaupun gelap, kaca mata bionic akan terus merekamù. Untuk rekaman saat ini ia terpaksa tutup dan menyimpan di GSM pribadi. Ia tak ingin ada yang tau misinya.

"Kau mencari siapa?" tanya sosok itu dengan suara parau.

"Kau Yudi? Aku mencari calon istriku."

"Ini bulan gelap tidak seharusnya kau berkeliaran. Tenangkan gejolak yang bersemayam di dadamu dan ingat apa harus kau lakukan?"

"Aku tak mengerti apa yang kau ucapkan. Jangan menghambat jalanku, aku harus menyerahkan Aluna ke orang tuanya." pungkas Darren merasa terhalang.

"Kau bagian dari Le-ak Beduwi, apakah kau mangkir? Ingat! aku akan terus mengawasimu!!"

Deggg!!

Dadanya terguncang, keberaniannya menciut, ia tidak tahu harus bagaimana. Kakinya seolah di ganduli bola baja. Sulit digerakan. Darren tercekat.

"Apa kau sudah mengerti nyawamu ada di genggamanku?"

"Apa yang kau inginkan..." suara Darren mulai bergetar.

"Katakan kepada publik bahwa yang menolong Aluna adalah aku. Kau boleh share lewat sosial media."

"Aku berjanji akan melakukannya, Itu tidak penting bagiku, asal kau menjauh dan melepaskanku." ucap Darren tegas.

*****

1
✿͖ᴢͥεᷧαͫ⇝ᴶᴷ᭄〄࿐
semangat thorrr🤍
💜Balqish H😻
sabar ya daren
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
aku puisikan namamu di dalam rindu di kala senduuuuuu gitu tahh??
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
kabur gung 🤣🤣 itu juga kalo kamu masih ada tenaga buat kabur...
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
serasa mau ke pesta Halloween👻🍬
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
saking penasarannya plus tegangnya si Agung nungguin itu ilmu yg dibeli di olshop beneran ngepek apa ga 😅
❤️⃟Wᵃf Nesia
Aluna cepat cari bantuan untuk temanmu
❤️⃟Wᵃf Nesia
ratunya masa bisa salah si 🤣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kasian sekali hidupmu aluna terasa tertekan smaa dua org itu
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
segala ada add on nya ilmu leak 🤣🤣 blm lagi ada diskonan juga... dukun jaman now 😅
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
waduh Darren ini masuk golongan yang mn ya 🤔
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
udah keburu nyebur ya sekalian aja nyelem ya😅
❤️⃟Wᵃf Nesia
kok makin penasaran yah ceritanya menarik
❤️⃟Wᵃf Nesia
ternyata sudah ada larangan keras dari polisi
❤️⃟Wᵃf Nesia
Prustaii ditinggal Pacar
❤️⃟Wᵃf Nesia
ceritanya mbah dukun
Anonymous71
mata-mata agensi
Anonymous70
lanjut thor semangat
Anonymous69
sakit banget pasti
Anonymous68
keren banget novelnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!