" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26
" sayang tunggu!" panggil haru .
sudah hampir satu Minggu ini daiky terus mengabaikan nya. Bahkan daiky tidak pernah membalas ataupun menjawab telpon darinya.
Karna itu haru terpaksa harus kembali mendatangi perusahaan kekasihnya itu. sebenarnya dia sangat malas melakukannya, namun demi masa depan yang cerah dia terpaksa melakukan hal tersebut.
" apa?" tanya daiky dingin. Bahkan tidak berminat sedikitpun.
" kamu masih bertanya apa? Kenapa kamu tidak membalas chat ku? Kamu juga tidak pernah menjawab telpon ku. Apa kamu sudah berpaling dari ku dan mulai mencintai wanita itu?" tanya Haru
" kalo iyaa kenapa?" tanya daiky tak peduli dengan perasaan haru.
" apa!" seru haru terkejut menerima jawaban seperti itu. Seharusnya daiky menyangkal dan membujuk nya agar tidak marah. Bukan malah seperti ini.
" jadi benar? Kamu melupakan ku karena wanita itu? Apa sih lebihnya dia? Aku juga bisa melebihi dia" ujar haru tidak mau kalah.
Masa baru sebulan dia dan Haruka main tantangan dan sekarang dia kalah. Racun apa yang Haruka berikan pada daiky hingga daiky berubah tiba tiba seperti ini?
set!
" ambil dan pergi dari sini. Mulai sekarang kita tidak memiliki hubungan apapun lagi" ujar daiky setelah melemparkan sebuah kartu ke arah haru. Setelah itu dia segera pergi tanpa permisi.
Haru menatap kartu yang terletak di dekat sepatu nya. Tangan nya terkepal kuat. Ini penghinaan, haru ingin marah tapi dia juga butuh duit itu.
" ah menyebalkan! Kenapa gw harus terlahir miskin!" ujarnya kesal lalu mengambil kartu itu dan segera pergi dari sana.
daiky duduk di kursi kebesaran nya. dia termenung memikirkan masalahnya yang akhir akhir ini terjadi. Belum selesai satu masalah kini malah muncul masalah lain.
" Hansen!!" panggil daiky
tidak butuh waktu lama, seorang pria langsung hadir di ruangan tersebut " iyaa tuan ada apa?" tanyanya sopan.
" cari seseorang yang dapat mencari tahu keberadaan seseorang " ujar daiky " cari sekarang juga " ujar daiky.
" baik tuan" jawab Hansen patuh.
" keluar, segera kabari aku jika sudah ketemu" ujarnya.
Hansen segera keluar dari ruangan itu. daiky menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi. Dia teringat kembali pada kejadian sore kemaren dimana dia mencium Haruka.
" Haruka.... Naoki..." gumamnya.
Daiky bukan pria bodoh, dia sadar jika saat itu Haruka terlihat panik dan gelisah begitu Naoki muncul. Daiky dapat melihat dengan jelas aura ketakutan yang Haruka pancarkan saat itu.
Apa lagi dia sempat melihat Haruka menyusul Naoki masuk ke kamar muluk Naoki. Daiky sadar sangat sadar. pasti ada sesuatu yang di sembunyikan di antara mereka. Tapi dia belum bisa membuktikan nya.
" aku akan mencari tahunya segera" gumam daiky.
" cari tahu dimana dia berada sekarang " ujar daiky menyerahkan sebuah foto pada pria yang berada di hadapannya saat ini.
Pria yang memakai masker tersebut mengambil foto itu dan melihat siapa yang berada di sana.
" 50jt untuk Depe" ujar pria itu
daiky mengambil ponselnya dan memberikan ponselnya pada pria tersebut " tulis berapapun yang kamu inginkan asalkan kamu dapat menemukan wanita itu. Jika tidak kau akan berada dalam masalah besar" ujar daiky.
" baik" ujar pria itu lalu mengambil ponsel daiky dan menuliskan angka yang dia inginkan. Setelah itu dia juga memasukan nomor miliknya lalu dia kembalikan pada daiky.
" temukan secepatnya" ujar daiky.
" percaya pada saya, dalam waktu 2-3 hari anda akan mengetahui keberadaan nya" ujar pria tersebut.
Daiky menganggu pelan lalu dia bangkit dari duduknya. daiky pergi dari sana meninggalkan pria tersebut yang masih diam di tempatnya menatap lama foto tersebut.
pria itu mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
" aku menemukan nya, tapi kita harus mencari bukti lagi untuk memastikan nya. Tuan Nakagawa juga membutuhkan bukti yang valid" ujar nya
" *itu hanya masalah kecil* " ujar pria di seberang sana.
Panggilan berakhir, pria itu menyimpan ponsel nya lalu pergi dari cafe itu. Saat melewati tong sampah dia berhenti sejenak dan membuang foto yang di berikan oleh daiky tadi.
dia sudah mengenal wanita itu, jadi untuk apa dia membawa bawa foto itu lagi.
akhirnya hari Minggu yang di tunggu tunggu oleh Naoki dan temannya tiba juga. Hari ini, mereka sudah siap dengan semua barang yang akan di bawa.
" mau kemana?" tanya daiky heran saat melihat Haruka membawa tas ransel miliknya.
" mau naik gunung bareng Naoki dan temannya" jawab Haruka seadanya.
Lagian biasanya juga daiky tidak peduli mau dia pergi kemana pun. Mau dia pergi nggak pulang sekalipun itu bukan masalah untuk daiky.
" kenapa nggak kasih tahu aku?" tanya daiky terlihat marah.
" emang harus ya?" tanya Haruka binggung" biasanya juga nggak " lanjut nya.
Haruka berkata jujur kan. Biasanya emang gitu. Daiky yang mendapatkan jawaban seperti itu dari Haruka membuatnya tidak bisa berkata apapun. Tapi dari raut wajahnya terlihat daiky tidak menyukai jawaban yang Haruka berikan.
" aku pergi dulu" ujar Haruka Karna daiky tidak berkata apapun lagi.
Haruka pun keluar dari kamar meninggalkan daiky disana. Daiky mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
" kita naik gunung hari ini" ujar daiky begitu panggilan tersambung.
" tapi tuan, ini hari libur" ujar Hansen di seberang sana.
" aku tidak bertanya hari apa hari ini " ujar daiky kesal " cepat persiapkan barang barangnya "
Setelah mengatakan itu dia segera memutuskan sambungan telpon. lalu dia berjalan cepat ke balkon kamar dan melihat Naoki dan Haruka sedang memasukan barang kedalam bagasi mobil. lalu keduanya masuk ke dalam mobil yang sama dan mobil pun berjalan pergi.
daiky akan menyusul nanti. dia akan melacak lokasi mereka melalui ponsel Haruka.
" wiiih! Bawa kakak ipar ni" ujar jiro begitu mereka tiba di titik kumpul.
Naoki mendelik pada sahabat nya itu. Bisa bisanya jiro berkata seperti itu.
" hy, aku Alexa, istrinya jiro" ujar Alexa berkenalan dengan Haruka. kalo Naoki dia sudah mengenalnya.
" Haruka" Jawab Haruka hanya memperkenalkan nama tanpa menyebutkan status.
" kashi, calon istrinya hito" ujar kashi memperkenalkan dirinya. Sepertinya kashi ini orangnya asik dan mudah bergaul.
" Haruka" jawab Haruka lagi.
" ayo segera berangkat" ajak hito.
Mereka pergi menggunakan mobil milik hito. Hito yang mengemudi dan kashi yang duduk di sampingnya. lalu di kursi tengah ada Naoki dan Haruka. Dan di belakangnya lagi ada jiro dan Alexa.
" Haruka jangan lupa datang ya nanti di pernikahan ku sama hito" ujar kashi " nanti akan ku berikan undangan VVIP" lanjutnya.
Haruka tersenyum canggung, dia tidak pintar dalam menanggapi teman baru " iyaa, aku pasti datang " ujar Haruka.
Perjalanan di isi oleh canda tawa mereka. Selama perjalanan Naoki terus menggenggam tangan Haruka. yang paling banyak berbicara kashi dan jiro lalu Naoki. Sedangkan hito Haruka dan Alexa hanya menyahut sesekali.