NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

FB : Daena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Meskipun menyandang nama besar Lopez yang disegani di seantero Chicago, kenyataannya, di balik dinding penthouse mewah mereka, Zion, Cassie, dan Logan adalah definisi dari sebuah keluarga kecil yang benar-benar konyol. Jika dunia luar memuja mereka sebagai simbol kekuasaan dan keanggunan yang tak tersentuh, maka di dalam rumah, mereka hanyalah tiga individu dengan ego setinggi langit yang sering kali terjebak dalam situasi absurd.

Kekonyolan biasanya meledak tepat pukul enam pagi. Zion, yang kini telah pensiun dari aspal panas balap liar namun masih memiliki energi yang meluap-luap, sering kali menjadi sumber keributan utama.

"Cassie! Di mana kaos kaki keberuntunganku yang ada gambar babi terbangnya?" teriak Zion dari dalam walk-in closet.

Cassie, yang sedang sibuk mengoleskan krim wajah dengan gerakan tangan yang angkuh dan presisi, menjawab tanpa menoleh sedikit pun. "Zion, kau adalah seorang CEO. Berhentilah memakai kaos kaki konyol itu ke rapat direksi. Sudah kubuang ke keranjang cucian."

"Itu pemberian Logan, Cass! Tanpa jimat itu, presentasiku akan hancur!" Zion muncul hanya dengan mengenakan celana dalam dan kemeja yang belum dikancingkan, memamerkan otot perutnya dengan ekspresi yang sangat nelangsa.

Logan, yang kebetulan lewat sembari menggendong tas sekolahnya, berhenti tepat di depan pintu. Ia menatap ayahnya dengan tatapan "dewasa" yang menghakimi. "Dad, aku memberikan itu karena lucu, bukan karena benda itu mengandung sihir. Pakai saja yang hitam. Dan tolong, kancingkan bajumu. Aku tidak ingin teman-temanku tahu kalau Daddy-ku suka pamer dada di rumah."

Zion mendengus pelan. "Kau terlalu mirip Mommy-mu, Logan. Dingin sekali."

"Aku mendengar mu, Zion!" sahut Cassie dari dalam kamar mandi.

Kekonyolan berlanjut di meja sarapan. Mereka memiliki sistem "kode rahasia" yang diciptakan Logan demi ketenangan batinnya. Jika ia merasa Daddy dan Mommy-nya mulai menunjukkan tanda-tanda akan buas seperti saat Zion mulai mendaratkan ciuman-ciuman kecil di tengkuk Cassie di meja makan, Logan akan mengangkat sendoknya tinggi-tinggi.

"Kode Merah! Daddy, jauhkan bibirmu dari Mommy. Aku sedang mencoba menikmati sereal gandumku, bukan menonton film romantis rating dewasa," ucap Logan datar tanpa ekspresi.

Zion langsung menjauh sembari tertawa nakal, sementara Cassie pura-pura sibuk membaca iPad-nya dengan wajah yang memerah hingga ke ujung telinga. "Mommy, pipimu merah lagi. Apa AC-nya mati?" goda Logan telak.

Kekonyolan itu ternyata memiliki kaki dan berjalan hingga ke kantor. Karena studio arsitektur Cassie berada di gedung yang sama dengan markas Lopez Group, Zion sering kali melakukan manuver konyol demi mencuri perhatian istrinya.

Suatu kali, Cassie tengah memimpin rapat krusial dengan jajaran investor dari Dubai. Tiba-tiba, seorang kurir masuk membawa kotak pizza raksasa bermotif hati ke tengah ruang rapat yang sangat formal itu.

"Ini dari Tuan Zion Lopez untuk Nona Vorcan. Pesannya: 'Jangan galak-galak pada investor, nanti pinggangmu sakit lagi kalau terlalu tegang,'" ucap si kurir dengan wajah polos.

Seluruh ruang rapat seketika hening. Cassie merasa ingin menenggelamkan diri ke dasar Danau Michigan saat itu juga. Para investor saling pandang, tampak bingung dengan metafora "pinggang sakit" yang dilemparkan Zion.

Sepuluh menit kemudian, Cassie melancarkan pembalasan dendam. Ia mengirimkan pesan melalui asisten pribadi Zion, Cris: "Katakan pada bosmu, jika dia berani mengirim pizza lagi, malam ini dia tidur di sofa ruang kerja bersama koleksi botol wiski lamanya."

Laporan dari Cris menyebutkan bahwa Zion langsung pucat pasi dan membatalkan semua agenda konyolnya untuk sisa hari itu.

Ritual paling absurd terjadi setiap malam Minggu: "Kompetisi Memasak Keluarga Lopez". Peraturannya absolut: Logan adalah juri tunggal, sementara Zion dan Cassie harus mengolah bahan yang sama menjadi hidangan istimewa.

Zion, dengan gaya pretensius, mengenakan topi koki tinggi. "Perhatikan ini, Logan. Daddy akan membuat pasta dengan teknik balap. Cepat, presisi, dan bertenaga."

"Memasak itu seni, bukan balapan, Zion! Kau akan menghanguskan udangnya!" teriak Cassie yang memasak dengan akurasi milimeter, bahkan menggunakan timbangan digital untuk mengukur butiran garamnya.

"Seni itu butuh insting, Cassie! Bukan matematika!" balas Zion sembari melempar adonan pasta ke udara, yang sayangnya justru tersangkut di lampu gantung kristal mereka yang mahal.

Logan duduk di kursi bar, memegang buku nilai dengan serius. "Daddy: Poin minus sepuluh karena merusak dekorasi. Mommy: Poin minus lima karena terlalu kaku; pasta itu makanan, bukan cetak biru jembatan."

Saat waktu penilaian tiba, hidangan Zion terlihat berantakan namun rasanya mengejutkan lezat. Sementara itu, hidangan Cassie terlihat sangat estetik namun rasanya sedikit terlalu asin karena ia terlalu fokus pada visual.

"Pemenangnya adalah..." Logan mencicipi keduanya dengan gaya kritikus makanan bintang Michelin. "Taksi langganan kita. Ayo pesan pizza saja. Masakan kalian berdua berisiko merusak sistem pencernaan ku."

Zion dan Cassie saling lirik, lalu tawa mereka pecah bersamaan. Mereka akhirnya berakhir di lantai ruang tengah, duduk beralaskan karpet bulu, menyantap pizza langsung dari kotaknya sembari menonton kartun kesukaan Logan.

Saat Logan sudah meringkuk di bawah selimut, Zion dan Cassie biasanya akan duduk di sisi ranjang putra mereka. Di sinilah kekonyolan itu perlahan melebur menjadi kehangatan yang tulus.

"Dad, Mom," panggil Logan pelan. "Kenapa kalian berdua sangat aneh? Teman-temanku bilang orang tua mereka selalu bicara soal bisnis atau politik. Tapi kalian malah berdebat soal siapa yang paling banyak kuat makan cabai."

Zion mengusap rambut Logan dengan lembut. "Karena hidup sudah cukup melelahkan di luar sana, Jagoan. Di dalam rumah ini, Daddy hanya ingin menjadi pria konyol yang mencintai Mommy-mu dan kau. Menjadi CEO itu membosankan, tapi menjadi Daddy-mu adalah pencapaian terbaikku."

"Dan Mommy?" tanya Logan pada Cassie.

Cassie mencium kening putranya. "Mommy hanya mencoba memastikan Daddy-mu tidak membakar penthouse ini dengan ide-ide ajaibnya."

"Tapi Mommy suka, kan, kalau Daddy konyol?" goda Logan.

Cassie melirik Zion yang sedang menaik-turunkan alisnya dengan ekspresi jenaka. "Sedikit," jawab Cassie akhirnya, membuat Zion bersorak kegirangan bak anak kecil yang baru memenangkan lotre.

Setelah Logan terlelap, biasanya "angin kencang" versi Zion akan dimulai.

"Cassie... Logan sudah tidur," bisik Zion dengan nada berat yang sangat dikenali Cassie.

"Zion, tidak. Aku lelah. Aku ingin membaca buku," Cassie mencoba berjalan cepat menuju kamar utama mereka.

"Oh, ayolah Nyonya Lopez. Kau tahu kau tidak akan pernah bisa lari dari pembalap tercepat di Chicago," Zion mulai mengejar Cassie di sepanjang koridor penthouse yang luas.

"Zion! Berhenti! Kau berat! Ahhh!" Cassie tertawa lepas saat Zion akhirnya berhasil menangkapnya di depan pintu kamar dan menggendongnya secara paksa.

"Kali ini tidak akan ada tanda di leher, janji," goda Zion sembari menatap bibir istrinya.

"Kau pembohong besar, Zion Mateo Lopez!"

Begitulah keluarga kecil ini menghabiskan hari-hari mereka. Di balik kemewahan dan nama besar, mereka adalah sekumpulan jiwa yang saling mencintai dengan cara yang paling konyol dan manusiawi. Bagi Zion, kekonyolan ini adalah penebusan atas sepuluh tahun kesunyian. Bagi Cassie, ini adalah kesembuhan atas luka lamanya. Dan bagi Logan, ini adalah bukti bahwa "Daddy yang bodoh" dan "Mommy yang angkuh" sebenarnya adalah kepingan puzzle yang paling sempurna di seluruh dunia.

Kehidupan mereka mungkin tidak sempurna, namun di dalam penthouse itu, tawa tidak pernah berhenti bergema, membuktikan bahwa terkadang, sedikit kekonyolan adalah bumbu paling mujarab untuk menjaga api cinta tetap menyala.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading 🥰

1
Chandra Dewi
mangkanya atuh neng jangan asal asbun .. jangan lampiaskan amarah dan ego sendiri..ending nya jd sakit sendiri
Chandra Dewi
knp issa seakan dendem sama keluarga Lopez yg udh baik sama dia ?? aneh ..dia yg pergi sendiri malah nyalahin orang lain gak jaga dia ...saah sendiri ketipu sama BPK dajal...
BKN nya transaksi kerja terakhir nya dia abis itu bebas ??? BS pergi selamanya+duit banyak....BKN nya seharusnya dia bisa pergi sendiri ke Chicago dgn aman??? tanpa harus terlibat Victor?
aneh yg nyakitin siapa dendam ke siapa...bales dong ke bapak sama ibu tiri ...tp gak berani 🙏🤭

lebih gak tau diri gak sih issa ini ?? padahal keluarga Lopez baik bgt ke dia🙏
Nia Nara
Thor, novelmu keren. Banyak plot twistnya
ros 🍂: ma'aciww kak, jangan lupa baca novelku yang lain kak🥰
total 1 replies
Nia Nara
Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir — cu pat kay
ros 🍂: iya kak🥰
total 1 replies
Nia Nara
Logan masih sopan ya.. jarang loh anak muda begitu, biasanya nyosor terus hingga ambang batas
Nia Nara
Kenapa cassie kamu begitu mudah luluh ?
Nia Nara
Kalau aku jadi cassie juga gak akan pernah balikan. Apapun alasannya, pengkhianatan tetap pengkhianatan.
THAILAND GAERI
Heleh ujung2 nya balik ke bapaknya logan...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
eehh udah Tamat... Ceritanya bagus tapi perlu perlu dalam keadaan adem biar ga ke bawa esmosi bacanya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: ujisn kauak sekolah..😄😄
Insya allah tar aku intip Thor.🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lagian aneh, masa di rumah besar tapi kamar pribadi ga di kunci... ga masuk akal.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kok nama ayahnya Issaura Clarissa Thor kayak nama perempuan.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: itu tandanya perlu Refreshing Thor biar Cair lagi.🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dan 1 minggu lagi kamu akan jatuh cinta sama Issa, Logan.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kasian Issaura, semangat sampai kamu bisa keluar dari lingkungan ga nyamanmu Issa...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
keangkuhan Logan nurun dari Zion... emang enak di cuekin.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya mangkanya plek ketiplek banget.👍🤣🤣
punya lawan seimbang, Issaura adalah Cessie versi sekarang.🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di kirain bakal ada nambah anggota baru lagi tapi ternyata Logan masih satu²nya pangeran di keluarga kecilZion Cassie
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Keluarga Hangat dan Absurd.👍😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bahagia selalu untuk kalian bertiga.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
paksa Nikahkan saja tuh Zion sama Cassie, daddy Mateo biar mereka lebih bebas mau ngapain juga
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurlah keluarga Lopez menerima tanpa pandang status sosial jadi Cassie dan Logan bisa merasa aman dan nyaman... semoga Cassie ga keras kepala dan Zion belajar lebih peka.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!