Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Dua tengkorak
Bara menatap sekeliling kuburan untuk memastikan apa memang kuburan ini aman saat siang hari atau justru pelaku itu sebenarnya bekerja di siang hari seperti ini, sebab bila memang pelaku itu licik maka dia sengaja akan mencari waktu yang menurut para warga adalah waktu yang sangat aman sehingga mereka semua jelas lengah untuk sesaat.
Jadi Bara segera keliling untuk mencari keberadaan siapa saja yang sangat mencurigakan sekali karena tempat seperti ini pasti akan di datangi oleh para iblis, sudah menjadi kebiasaan bagi semua iblis ketika mencium aroma dari iblis lain maka mereka juga akan datang Karena rasa penasaran yang begitu tinggi.
Jadi walau mereka bukan pelaku tapi kadang tetap saja datang dan itu yang membuat urusan menjadi sedikit lebih rumit, bila ada yang usil maka tentu saja barang bukti yang ada di sana menjadi terkontaminasi dan tidak bisa untuk di selidiki lebih lanjut karena telah bersentuhan dengan iblis lain yang bukan pelaku utama.
Namun Bara tidak ingin kehilangan kesempatan ini karena dia sudah lama juga di agensi milik Purnama dan belum ada memberikan bantuan yang cukup besar, jadi sekarang dia memang berusaha untuk mencari tahu tentang keberadaan pelaku yang mencuri mayat itu tanpa mengajak bantuan terlebih dahulu karena Nana juga datang saat malam hari.
"Aroma binatang sangat kuat di area sini." Bara menatap sekitar dengan seksama.
Hidung Serigala ini tentu saja tidak bisa untuk di bohongi karena memang mereka memiliki penciuman yang begitu tajam, bahkan dengan jarak yang begitu jauh mereka masih bisa mencium aroma itu tanpa ada kesalahan sama sekali, jadi kali ini Bara terus berusaha mencari tahu lewat penciuman yang dia miliki.
Davin sebenarnya masih ada di sekitar sini karena dia penasaran dengan sosok Bara yang ada di hadapan dia saat itu, entah mengapa ketika melihat Bara dia jadi teringat dengan khodam dia yang ada di masa lalu karena mereka memang sebenarnya sama-sama Serigala walau berbeda ras namun tetap saja memiliki kesamaan yang sangat tepat.
"Tapi nanti kalau aku tegur dia malah yang ada akan marah." gumam Davin.
"Rasa nya aku sekarang jadi bertambah rindu dengan ketua." Davin teringat dengan Ketua yang agak bloon itu.
"Manusia!" Bara berteriak memanggil Davin karena dia tahu bahwa mata batin Davin telah di buka.
"Ah Dia memanggil aku sekarang, aku akan berusaha sok akrab agar dia mau berbicara banyak." Davin senang dan segera berlari mendekati Bara.
"Aku ingin minta tolong agar kau mengambil kitab itu." suruh Bara karena ada Yasin yang tertinggal.
"Oh dia masih belum seperti yang lain yang sudah kebal dengan buku Yasin seperti ini." batin Davin.
"Terima kasih." Bara sedikit tersenyum dan berjongkok di atas sebuah kuburan.
"Ini mau di bongkar atau bagaimana? aku bisa kok sedikit membantu." tawar Davin berusaha akrab.
"Memang nya apa yang bisa kau lakukan sekarang?" Bara menatap nya tajam.
Jantung Davin seolah berhenti bergerak ketika melihat tatapan yang begitu tajam menusuk seperti itu, segera dia agak menjauh dan tidak banyak pertanyaan agar nanti tidak kena marah oleh Bara dan mereka tidak jadi akrab karena Bara sudah terlebih dulu ilfil kepada dia yang cerewet itu.
"Kau perhatikan saja keadaan sekitar karena aku akan masuk ke dalam kuburan ini." ujar Bara ketika melihat wajah Davin sudah pucat.
"Oh oke, aku akan melindungi kamu di atas ini." Davin kembali senang karena dapat kepercayaan.
"Senggol saja kaki ku saat ada yang datang." pesan Bara sebelum masuk kedalam liang lahat.
Davin mengangguk senang karena dia sudah bisa sedikit akrab dengan serigala satu ini dan Bara juga segera masuk ke dalam liang lahat itu untuk memastikan apa kuburan yang ini masih memiliki mayat, dari sekian banyak kuburan maka dia memang paling tertarik dengan yang satu ini sehingga tadi langsung mendatangi kuburan tersebut.
"Kenapa tengkorak nya ada dua?" batin Bara saat sudah masuk.
"Tidak mungkin satu liang lahat ada dua mayat kan." Bara semakin tidak paham saja.
"Aku harus kontak batin Purnama dulu ini." sambung Bara kembali karena memang harus memberikan laporan.
Purnama yang sedang berpikir keras di dalam rumah saat ini mendadak saja menjadi kaget karena dia mendapat kontak batin dari salah satu member, dia mendengarkan dengan seksama apa yang akan di sampaikan oleh serigala satu ini, sebab di rumah juga masih ada orang karena tadi sempat kedatangan tamu dari desa mati dan mereka meminta bantuan agar Purnama mau menolong.
"Purnama, apa ini adalah hal wajar bila dalam satu liang lahat ada dua tengkorak?" Bara bertanya dengan nada cemas.
"Kau membongkar salah satu kuburan?" Purnama agak kaget juga.
"Ya, entah kenapa aku tertarik dengan kuburan satu ini dan saat aku masuk ke dalam malah ada dua tengkorak kepala." jelas Bara kembali.
"Kau perhatikan dengan seksama apa tengkorak itu memiliki usia yang sama atau berbeda." suruh Purnama karena dia juga ingin memastikan dulu.
"Tidak, ini jelas berbeda karena yang satu terlihat masih baru dan yang satu lagi sudah sangat lama." jawab Bara ketika dia sudah melihat tengkorak itu dengan seksama.
"Tadi mereka bertumpuk atau yang satu masih ada di dalam tanah?" Purnama bertanya kembali karena dia tidak mau salah prediksi.
"Mereka berjejer seolah memang di baris oleh seseorang, atau lebih tepatnya saat di kubur ini sengaja di jejerkan." ucap Bara.
"Sial! kau ambil salah satu tengkorak itu sekarang." perintah Purnama langsung tinggi.
Maka Bara segera mengambil salah satu tengkorak yang menurut dia paling tepat untuk di ambil dan nanti akan di berikan kepada Ratu ular itu, walau Bara tidak tahu secara pasti namun yang jelas Purnama akan menyelidiki tentang tengkorak yang berjejer di dalam satu kuburan, entah apa yang terjadi namun mereka sepertinya sengaja dibuat seperti ini.
"Bara cepat lah, tadi aku melihat bayangan di ilalang sana." Davin agak takut ini walau siang hari.
"Mana?!" Bara cepat keluar karena ingin melihat siapa yang mengintip.
"Itu di ilalang bagian kiri, seperti nya sejak tadi dia memperhatikan kita." Davin sengaja berkata pelan.
"Cih ada yang ingin bermain main dengan ku." Bara semangat untuk tempur.
Maka tanpa berpikir kedua kali dia segera berkelebat pergi dari hadapan Davin, tujuannya jelas adalah ilalang yang tadi Davin katakan karena dia ingin melihat siapa yang sudah berani mengintip dan kemungkinan besar bisa saja sosok itu adalah salah satu komplotan yang ingin melihat kinerja para member Purnama.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu
Ayo Bara ,tunjukkan kemampuannmu
Buktikan berguna