Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 28
"Pak diluar ada Bu Rianty ingin bertemu dengan bapak,"ucap Danu asisten dari Sandy.
Ucapan Danu membuat Sandy mengerutkan keningnya bingung. Untuk apa Rianty datang kesini? Bukannya dia bertemu dengan Wanda?
"Biarkan dia masuk!"jawab Sandy.
Ini adalah kali kedua Rianty datang. Pertama saat dia marah karena Sandy selalu membuat usahanya gagal, yang kedua sekarang ini. Entah apa lagi sekarang yang di inginkan Rianty darinya.
"Ada apa Rianty? Apa uang yang aku berikan padamu kurang untuk kamu bersenang-senang dengan para pria hidung belang?"tanya Sandy.
Dia selalu mengira jika Mantan istrinya itu selalu bermain api bersama dengan para pria di luar sana seperti yang di katakan oleh Wanda padanya. Sandy bahkan mencoba untuk menekan perasannya saat melihat kembali wajah yang dia rindukan selama ini. Wajah cantik Rianty kembali membuat jantungnya berdebar. Tak ada yang berubah di usianya yang sudah semakin matang. Tapi Rianty malah semakin cantik.
"Kapan dan berapa kmu mengirim uang aku tak pernah menerimanya sama sekali! Sepeserpun selama perpisahan kita! Walau aku tau, aku seharusnya masih punya hak atas perushaan ini! Tapi tak masalah bagiku,mau kau ambil semuanya! Karena karma atas apa yang kamu lakukan kepadaku dan kepada anakku akan di balas dengan balasan yang pedih!"jawab Rianty membuat Sandy kaget bukan main.
Apa yang di katakan oleh Rianty sama persis dengan apa yang di katakan oleh Sahara. Jika mereka tidak pernah menerima uang bulanan darinya yang selalu di titipkan kepada Wanda. bahan uang sekolah berbeda post nya dengan uang nafkah.
"Apa maksudmu tak pernah menerima uang itu? Selama tiga tahun ini aku selalu memberikan semuanya untuk kalian melalui Wanda...,"jawab Sandy membuat Rianty tertawa hambar mendengarnya.
"Tanyakan padanya kemana larinya uang itu! Dan tanyakan apa dia tau dimana kami tinggal sekarang setelah dia kembali mem-fit-nah aku dan membuat aku terusir?"jawab Rianty penuh emosi.
"Baiklah bagiku itu tak penting lagi. Karena memang kalian pasangan yang sangat cocok! Sama-sama serakah dan sama-sama sampah maka akan segera tercium bau busuknya walau kalian semprotkan banyak parfum,"
"Kedatangan aku datang kemari bukan untuk mengemis uang padamu, karena aku dan Sahara masih sanggup untuk membiayai diri sendiri. Bahkan untuk sekolah dan Kuliahnya, anakku membiayai semuanya sendiri dengan mendapatkan beasiswa. Aku yakin kamu juga tidak tau kalau anakmu semandiri itu hidup tanpa uang darimu kan? Karena kamu tak akan pernah percaya akan hal itu. Aku datang kesini untuk meminta kamu segera menyelesaikan perceraian kita secara hukum! Kenapa kamu senang sekali menggantung hubungan kita ini dan juga selalu menggagalkan usahaku! Kamu keterlaluan Sandy! Padahal aku tak pernah menganggu hubunganmu dengan wanita tercintamu itu!"jelas Rianty panjang lebar.
Sandy masih terdiam mendengar ucapan dari Rianty. Dia memang tidak tau jika mereka tak pernah menerima uang yang dia berikan melalui Melani. Dan apa katanya? Jika Sahara sekolah menggunakan Beasiswa. Padahal sebagai ayah dia tetap memberikan uang pendidikan untuk Sahara walau anaknya itu keluar dari rumah. Dan lagi-lagi dia juga mempercayakan urusan itu kepada Wanda.
"Tandatangani berkas ini agar semua selesai dengan cepat. Dan kamu juga bisa meresmikan pernikahanmu dengan wanita kesayangan yang paling kamu percaya!"Rianty memberikan dokumen perceraian mereka.
"Kenapa kamu begitu ingin sekali meresmikan perceraian kita? Apa kamu berniat untuk menikah lagi?"tanya Sandy sedikit kesal dengan permintaan Rianty yang meminta perceraian mereka di sahkan.
"Itu bukan urusanmu! Aku hanya ingin kejelasan statusku yang selalu kamu gantung selama bertahun-tahun lamanya. Silahkan tandatangani semuanya agar urusan antara kita segera selesai. Aku tak ingin lagi berurusan denganmu atau istrimu! Dan katakan padanya berhentilah memberikan teror dan terus menerus berusaha mem-fit-nah aku seperti halnya dulu yang dia lakukan padaku dulu!"jawab Rianty dengan tatapan nyalang ke arah Sandy.
Tatapan penuh amarah yang semakin besar kepada pria yang dulu begitu dia cintai sebelum petaka yang di hadirkan oleh suaminya sendiri datang. Sehingga memporak-porandakan kehidupan mereka.
"Jangan pernah mem-fit-nah Wanda! Dia tak mungkin melakukan hal seperti itu, dia tak selicik kamu wanita mura-han yang dengan mudahnya menju-al di-rimu kepada pria hidung belang! Bahkan dia yang mengurus semua urusan sekolah Sahara dan juga kebutuhan kalian selama ini! Sudah lebih dari tiga tahun ku berikan uang bulanan padamu!"emosi Sandy tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Rianty.
Mendengar dan melihat kemarahan Sandy saat dia mengatakan kebenaran kepadanya membuat Rianty tertawa hambar.
"Baiklah terserah kamu saja! Percaya atau tidak, tapi Akau yakin suatu saat kebenaran akan terbuka dengan sendirinya. Sekarang tak ada alasan lagi bagimu untuk tidak menandatangani surat itu. Kita selesaikan semuanya. Dan hidup damai masing-masing,"jawab Rianty kembali menyodorkan berkas kepada Sandy.
Sandy masih terlihat berfikir, memang dia sebenarnya tak berniat untuk mengesahkan perceraian mereka karena memang sengaja. Entahlah apa alasan pastinya yang pasti dia masih mencintai Rianty. Wanita yang masih terlihat canti walau hidup susah setelah berpisah dengannya. Bahkan dia tak akan pernah rela jika sampai Rianty menikah lagi. Lalu apakah benar semua yang di katakan oleh Rianty kepadanya itu?
"Kita selesaikan semuanya Sandy! Dan ambil saja semua uang dan bagian milikku yang kamu tau sendiri di perusahaan ini seberapa besar itu! Aku hanya ingin kebebasan dan hidup tenang tanpa di ganggu oleh kamu dan istri sirimu itu! Dia sudah terlalu menggebu untuk bisa mengesahkan pernikahan kalian. Jadi selesaikan sekarang, apalagi alasanmu untuk menundanya lagi? Terlalu lama, dana ku sudah muak!",Kembali Rianty berbicara.
Sandy pada akhirnya memanggil Danu ke ruangannya.
"Danu panggil pengacara kesini, sekarang!"ujar Sandy.
"Baik pak..."jawab Danu yang kemudian pergi ke ruangannya kembali.
"Duduklah di sana, kita akan selesaikan semua ini sekarang! Seperti keinginanmu,"jawab Sandy.
"Baik. Terimakasih,"Jawab Rianty dingin.
Dia duduk di sofa, memindai ke sekeliling ruang kerja suaminya, tak ada yang berubah. Ruang kerja yang dia desain sendiri agar suaminya nyaman bekerja disana. Ada sudut nyeri pada akhirnya, saat dia mengingat jika disana jugalah suaminya bermain gi-la dengan Wanda. Rasa sesak dan sakit di hatinya masih ada. Walau dia akui rasa cinta untuk Sandy sudah tak ada lagi.
Begitupun dengan Sandy yang mencuri-curi pandang dari tempatnya ke arah Rianty. Wanita yang sampai detik ini masih dia cintai, wanita yang setiap malam masih dia rindukan. Tapi entah kenapa dia tak percaya dengan semua yang di katakan Rianty dan Sahara. Dia lebih memilih tetap percaya kepada Wanda yang dia yakini selalu jujur padanya.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶