NovelToon NovelToon
Fobia Pria Tampan

Fobia Pria Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Imelda Agustine

Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.

Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.

apalagi Pria itu Tampan.

kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.

Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.

Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.


ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Gila

sepanjang perjalanan Dion dan Gogo bisu, walau Kiko bercerita atau bertanya tapi mereka berdua mengabaikannya.

kenapa mereka memalingkan muka padaku sih? apa mereka berdua sedang bertengkar seperti kekasih pada umumnya atau mereka marah padaku? ah tidak tidak, tidak mungkin marah padaku kan. aku kan tadi tidak sampai menabrak.

begitu pikir Kiko melihat mereka berdua mendiaminya, untungnya jarak antara supermarket dan perusahaan begitu dekat jadi keheningan dan suasana menyeramkan itu tak berakhir begitu lama.

"terimakasih, terimakasih Tuan atas tumpangannya" ucap Kiko pada Dion dan Gogo saat turun dari mobil

"cih, siapa juga yang mau memberimu tumpangan" dengus Dion kesal

"huh, masih marah" Kiko menebalkan bibirnya

"nanti kau pulang lebih awal dan ikut kelas mengemudi!" ucap Dion

"Ng, apa bisa mendapat ijin pulang lebih awal?"

"bisa, nanti aku yang akan berbicara pada Presdir"

Kiko menggaruk tengkuknya, "tapi, aku tak yakin"

"apa karena aku hanya seorang supir hah?" bentak Dion

"he he bukan begitu Tuan, tapi... ya.."

memang benar sih

"aku yang akan meminta ijin!" sambung Gogo

"ah, terimakasih Tuan Gogo"

"cih, kau tadi meragukanku tapi Gogo tidak. benar benar ya" Dion menggertakkan rahangnya kesal

"he he Tuan kalau marah tambah tampan deh"

"dih, tidak usah sok merayuku!"

"hah, ya sudah saya masuk kedalam duluan", pamit Kiko melangkah mendahului Dion dan Gogo

tiba tiba seorang pria datang menghampiri Kiko

"hei, pagi Kiko" sapa Riko

"pagi Rik!"

"yuk kita kedalam bareng!"

"hayuk!" Kiko dan Riko melangkah beriringan memasuki gedung

"siapa pria itu berani sekali mendekati Kiko?" gumam Dion kesal yang tengah memperhatikan mereka

buru buru Dion berjalan Cepat dan memecah jalan mereka yang beriringan dengan melewati tengah tengah dan menabrak mereka.

"aduh, Tuan hati hati. kenapa jalan tidak lihat lihat?" gerutu Riko

Dion membalikkan badan menatap tajam Riko, "aku sengaja, disini tempat untuk bekerja bukan untuk pacaran" ketus Dion

"siapa juga yang pacaran, kita cuma teman kerja" sahut Kiko tak mengerti

"ah, baguslah!" Dion langsung pergi begitu saja, lalu disusul Gogo dibelakangnya.

"kenapa sih dia aneh sekali?" gumam Kiko

"pria tadi kau mengenalnya?" tanya Riko

"iya kenal", sahut Kiko yang justru ditanggap aneh oleh Riko

sebagai sesama pria, naluri sebagai laki laki itu pasti sangat kental. Riko tahu bahwa pria tadi bersikap tak biasa, ada nada sedikit kecemburuan didalamnya.

aku harus cepat cepat mengambil langkah

pikir Riko sambil menatap manis pada Kiko.

disisi lain saat memasuki gedung, jelas mata Dewi tertuju pada Riko dan Kiko yang berjalan bersama.

"sial, kenapa wanita itu masih mendekati Riko ku", gumam Dewi sambil mengepalkan tangannya.

****

"Kiko, kenapa kau melakukan kesalahan seperti ini? bukankah aku sudah menjelaskan berulang kali padamu bahwa kau harus benar benar memeriksa file ini dengan benar".

suara tinggi tegas menggema didalam ruangan membuat suasana menjadi tegang, serta beberapa mata tertuju pada Dewi yang sedang memarahi Kiko.

"maaf, saya sudah memeriksanya tapi..."

"apa kau benar benar memeriksanya hah?"

Kiko hanya bisa menunduk menyesal, begitu menunduk seakan kepalanya menyentuh tanah.

"maaf", hanya kata itu yang mampu terlontar dari mulut Kiko karena berapa alasan pun tak akan bisa diterima oleh atasannya tersebut

"maaf maaf, kau memang tidak becus bekerja", melemparkan beberapa berkas dihadapan Kiko, "cepat kau kerjakan ulang, berkas ini akan menjadi pembahasan utama kita dalam rapat!"

"baik Bu dewi"

****

Disisi lain Dion sedang memantau kegiatan Kiko lewat CCTV yang terhubung langsung ke layar laptopnya.

sangat jelas Dion dan Gogo mengetahui bahwa Dewi berlaku semena mena terhadap bawahannya.

"apa ada yang harus saya lakukan Tuan?" tawar Gogo melihat Dion menahan kesal

"tidak perlu", sahut Dion membuat Gogo kaget

"apa Tuan akan membiarkan Nona Kiko ditindas begitu saja?"

"ha ha kau belum tahu betul siapa Kiko"

Gogo mengerut kening tak mengerti

"kita lihat nanti seberapa sabar wanita Gila ini ha ha"

Dion terkekeh dengan segala imajinasinya, karena Ia tahu bagaimana watak Kiko yang angkuh dan menyebalkan itu, dia bukan wanita yang sabar dan penurut.

*****

"Kiko, yukk makan siang di kantin!" ajak Hilda

Kiko mengangguk meng iya kan, meninggalkan pekerjaannya yang hampir rampung dan mengikuti Hilda ke kantin guna mengisi perutnya yang sudah kosong.

mereka berdua memegang nampan yang sudah berisi lauk pauk diatasnya, disusul pula oleh Riko yang tiba tiba mendekati Kiko.

"hai" sapa Riko sambil duduk dekat Kiko

"hai"

saat makan, Riko mengambil lauknya dengan sumpit lalu memberikannya pada Kiko diatas sendoknya yang berisi.

"makanlah!" ucap Riko memberi perhatian

"terimakasih", Kiko begitu canggung tapi tak urung Ia juga melahapnya

Hilda yang menyaksikannya daritadi hanya senyum senyum sendiri tak mau mengganggu kedekatan mereka berdua.

"oh ya, nanti malam kau ada acara tidak?" tanya Riko

"kenapa?" jawab Kiko gugup

"begini", Riko mencari alasan supaya ajakannya tak membuat Kiko canggung, "aku membeli dua tiket untuk nonton bersama adikku tapi dia tidak bisa karena harus belajar kelompok. jadi, apa kau mau menonton bersamaku?"

"Ng, maaf aku tidak bisa"

"kenapa, apa kau ada janji?"

"tidak, bukan begitu tapi..."

"eh Kiko", Hilda berbisik ditelinga Kiko, "ini kesempatanmu agar dekat dengan Riko, terima saja ajakannya!"

"Ng tapi..., ah iya baiklah aku mau menonton denganmu"

"beneran kau mau?, tanya Riko yang ditanggapi anggukan oleh Kiko, "baiklah nanti malam aku akan menjemputmu"

kemudian si Dewi datang begitu saja membawa nampan makanan dan duduk sebelah Hilda tanpa canggung seakan mereka akrab satu sama lain.

"apa pekerjaanmu sudah selasai? kenapa kau bisa bersantai disini?" tanya Dewi ketus

"sebentar lagi rampung kok" sahut Kiko datar

"bagaimana sih kamu, sebentar lagi kita akan memulai rapat"

"Dewi, sudahlah! ini masih jam makan siang, kau tidak boleh keterlaluan" ucap Riko

"Riko, aku tidak sedang keterlaluan tapi aku sedikit melatih bawahan yang kerjanya tak becus"

Kiko memilih tak menanggapi dan mengunyah makan siangnya dengan lahap seolah tak peduli.

"kau lihat dia! dia berani mengabaikanku, dia memang tak becus dan tak mempunyai pengalaman apapun dalam dunia kerja. aku harus mengajarinya bak anak TK yang masih belum tahu apapun, sangat merepotkan!

Dewi berbicara menyeringai khas dengan bibir sunggingnya untuk merendahkan Kiko dihadapan Hilda dan Riko.

benar benar nenek sihir ini, ucapannya begitu pedas. ingin ku ambil minuman digelas itu lalu menyiramkannya pada wajahnya yang tua hingga dia basah kuyup, lihatlah! imajinasiku bekerja. dia benar benar basah kuyup.

"ha ha ha ha" Kiko berdiri dan terbahak melihat Dewi dalam imajinasinya

"K i k o", bisik Hilda agar Kiko tersadar

"eh", Kiko sadar

Kiko menoleh pada Riko yang sedang mendongak padanya dengan wajah melongo.

eh, kenapa Riko menatapku begitu?

Kiko kemudian menoleh pada Hilda yang berbisik dan memberi aba aba untuk duduk kembali.

eh, ngapain aku pegang gelas kosong?

kemudian Kiko beralih menoleh pada wanita yang tepat sedang duduk didepannya, Ia benar benar basah kuyup karena tanpa sadar Kiko telah menyiramnya.

"Aaaaa ya Tuhan", Kiko terperanjat kaget

Dewi kemudian beranjak dari duduknya dengan mimik wajah marah dan pergi begitu saja.

"aku gila, aku pasti sudah gila" Kiko merengek sambil menjambak rambutnya kasar

"kenapa aku tanpa sadar melakukan hal ini? hiiiksss"

"aku pasti dipecat!"

"Aaaaaaaaaaaa"

****

Disisi lain Dion tertawa terbahak bahak.

"kan, apa aku bilang! sudah aku katakan, dia memang wanita Gila ha ha ha"

****

jangan lupa bantu vote untuk memberi dukungan pada Author ini, berikan rating like dan juga komen.

miss u deh :* pembaca setiaku hehe

1
Gracely Sumendap New
udah 2023 ga lanjut thor, abis idea? 💪
Sulistiyo Wati
ceritanya persis film lee minho
Erstinowsky
aduh ngakakkk banget😂😂😂😂😂😂
Deli Momoidea Pelangiran
😁😁😁
Dafina Delisha
Awal ug seru... langsung favorit nih...
Endang Susilawati Polly
good
ceritanya sangat menarik
Bonaria Simbolon
heran ya, knp cerita ini belum up juga smpi skrg.
Bonaria Simbolon
lanjut up lg dong thor cerita nya ?
Bang Chan
Novelnya sangat menarik
Wahyu Mu'in
siap lembur ....
Wahyu Mu'in
menarik .....lanjut
Nur Adam
lnjht
玫瑰
lucu sangat
玫瑰
Wah.. ibu bapa mereka dulu teman baik..
agasaka
aneh
agasaka
jorok dan pastinya bau naga
agasaka
nenk sihir
agasaka
a mampir tor suka pisualnya ngena bnget.
Satya David
kelamaan ceritanya kebanyakan mengulur ngulur kesel2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!