NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Makan Siang Manis, Berubah Menegangkan

Ia menutup telepon, sedikit bingung tapi tak curiga. Ivory kemudian menatap ke arah Ragnar yang duduk di sisinya sembari menikmati pemandangan yang terlihat melalui jendela mobil yang masih berjalan menuju lokasi pertemuan. Menyadari akan tatapan reinkarnasi ratunya, Ragnar pun balik menatapnya.

“Ada apa?” tanyanya santai sembari memeriksa ponselnya yang bergetar pertanda sebuah pesan baru saja masuk.

“Baru saja Tuan Felipe menelepon. Beliau harus membatalkan pertemuan makan siang karena ada urusan mendadak.”

Ragnar mengangkat wajahnya, berpura-pura terkejut. “Oh ya? Sayang sekali.”

Dari sudut lain, Ragnar diam-diam menahan senyum. Sebab ia sudah tahu lebih dulu dari pesan yang baru saja Dorian kirimkan kepadanya. Sejauh ini semua berjalan lancar tanpa halangan apapun, Ragnar berharap untuk scenario kali ini berjalan lancar sampai akhir.

Ivory melanjutkan, “Jadi… agenda anda kosong untuk jam makan siang. Apakah tidak sebaiknya kita kembali saja?”

“Tidak! Dorian sudah melakukan reservasi penuh atas restaurantnya. Lebih baik kita makan siang dulu, lagipula sebentar lagi sudah waktunya untuk istirahat makan siang,” ujar Ragnar menolak saran Ivory untuk kembali ke perusahaan.

Ivory tidak berkomentar apapun lagi, karena ia merasa percuma melakukannya. Ia bahkan mulai merasa curiga bahwa semua ini hanya scenario yang Ragnar permainkan akan bisa selalu berdua dan berdekatan dengan dirinya.

Ingin mengutarakan kecurigaannya, tapi Ivory menahannya sebab sudah jelas bahwa Ragnar akan menyangkalnya. Alhasil, Ivory hanya menurut membiarkan bos gila yang sebenarnya seorang raja vampire melakukan apapun yang ia inginkan.

“Aku ingin lihat, kali ini apalagi yang akan direncanakan oleh vampire gila satu ini. Bisa-bisanya dia menggunakan cara seperti ini untuk mendekatiku. Sialnya, aku tidak bisa mengelak atau menolaknya lagi,” umpat Ivory dalam hati.

Tak lama kemudian, mobil akhirnya berhenti tepat di depan sebuah restaurant. Restoran kecil itu tersembunyi di balik deretan bangunan perkantoran. Tenang, hangat, dan jauh dari hiruk-pikuk jam makan siang para eksekutif. Sebuah restaurant dengan tema Secret Garden, bernuansa taman bunga dan juga rumah kaca. Meski kecil, tetapi semua menu dan cara penyajiannya hampir dikatakan seperti para pelayan yang tengah melayani rajanya.

Ragnar memilih tempat duduk di dekat jendela, sementara Ivory mau tidak mau harus duduk di depannya, masih terlihat sedikit canggung, seolah belum sepenuhnya yakin ini hanya makan siang biasa.

Pelayan datang, mencatat pesanan, lalu pergi meninggalkan keheningan yang terasa… berbeda. Ivory memperhatikan setiap sudut restaurant tersebut, bergaya klasik tapi mewah layaknya sebuah ruang makan yang berada dalam istana kerajaan. Bahkan Ivory kini merasa yakin bahwa mereka berdua menjadi tamu atau pengunjung satu-satunya, sebab meja lain yang sepenuhnya kosong.

“Apa dia sengaja menyewa seluruh restaurant hari ini? Kenapa hanya ada kami berdua di jam sibuk seperti ini?” Ivory bertanya-tanya dalam hati.

Ivory merapikan sendoknya. “Bukankah kau seharusnya tidak banyak punya waktu luang seperti ini. Dalam jadwalmu hari ini sangat penuh, seharusnya kita kembali saja ke perusahaan untuk mempersiapkan jadwal yang lainnya.”

Ragnar tersenyum kecil. “Jarang sekali aku keluar. Karena sudah terlanjur keluar, meski pertemuannya dibatalkan secara mendadak tapi mereservasi restaurant ini juga mengeluarkan cukup banyak uang. Jadi, sayang kalau membatalkan reservasinya. Lebih baik menggunakannya, setidaknya kau bisa memakan makanan mewah kali ini.”

Ivory mendongak, menatapnya. “Sekarang? Kau sedang mengejekku rupanya. Memangnya kau pikir aku tidak pernah memakan makanan mewah seperti di tempat ini, hah?”

“Benarkah kau sudah pernah makan di tempat seperti ini sebelumnya?”

Tepat setelah Ragnar mengatakan itu, pelayan kembali dengan membawa semua pesanan keduanya. Bahkan ada beberapa menu yang sebelumnya tidak mereka pesan, turut dihidangkan dengan hati-hati.

Tanpa sadar Ivory menatap takjub semua hidangan tersebut, seolah ia baru pertama kali melihat semua jenis makanan tersebut. Ragnar menyadarinya, ia tersenyum penuh arti dan hal itu membuat Ivory terdiam sejenak. Ia menunduk, berpura-pura memperhatikan taplak meja, padahal detak jantungnya mendadak tidak beraturan.

“Sial, aku malah jadi terlihat konyol di matanya. Kenapa pula semua hidangan ini belum pernah aku lihat sepanjang hidupku? Apakah selama ini aku tinggal di planet yang berbeda dengannya?” Ivory hanya bisa menggerutu dalam hatinya.

“Silakan menikmati hidangannya, Tuan dan Nyonya!” ucap pelayan itu sebelum pergi.

“Terima kasih,” balas Ragnar, sedangkan Ivory hanya mengangguk canggung karena sepertinya pelayan itu mengira mereka berdua adalah pasangan.

Setelah kepergian pelayan, Ragnar mempersilakan Ivory untuk memulai memakan makanan mereka. Awalnya keduanya makan dalam keheningan, Ragnar yang terus menatap Ivory dan Ivory yang berpura-pura tidak menyadarinya dan hanya fokus memakan makanannya.

“Apa pekerjaanku selama ini merepotkan dan menyusahkanmu?” tanya Ragnar tiba-tiba, nadanya ringan tapi matanya serius.

Ivory menggeleng cepat. “Tidak, merepotkan. Yang merepotkan dan menyusahkan itu saat sifat mesum dan gila anda muncul. Lalu sialnya, aku yang menjadi targetnya.”

“Hahahahaaa, benarkah?” Ragnar tak kuasa menahan tawanya lagi. Ia lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. “Kalau begitu kenapa setiap kali kita hanya berdua, kamu selalu menjaga jarak? Sekarang kau sudah tahu bahwa aku bukan manusia. Dan kau juga sudah tahu bahwa kua adalah reinkarnasi dari ratuku. Jadi, mulai sekarang kau tidak bisa menghindar ataupun menjaga jarak lagi dariku. Kalau aku tidak mengijinkannya.”

Ivory menegang. “Siapa yang reinkarnasi dari ratumu? Bukankah sudah aku tegaskan bahwa aku manusia biasa, aku—”

“Kau adalah ratuku! Baik di kehidupan masa lalu maupun di kehidupan sekarang. Kau tetap akan menjadi ratuku, Ivory.” Ragnar menyambung pelan.

“Saya tahu batas itu. Tapi saya juga tahu… ada hal-hal yang tidak bisa disembunyikan, termasuk tanda reinkarnasi yang ada ditubuhmu.”

Pelayan tiba-tiba kembali datang membawa makanan, memecah ketegangan yang menggantung. Mereka makan dalam diam beberapa saat, tapi bukan diam yang canggung karena lebih seperti dua orang yang sedang memikirkan hal yang sama, namun belum berani mengucapkannya.

Ragnar kembali memecah keheningan lebih dulu. “Ivory, kamu tahu kan, bahwa kau tidak bisa menyangkal akan takdirmu. Baik kehidupan yang dulu ataupun yang sekarang, kau telah ditakdirkan menjadi ratuku. Menjadi Ratu vampire Kerajaan Agharon, bersamaku… selamanya.”

Ivory tersenyum kecil. “Aku bukannya menyangkal, tetapi apa yang kau katakan itu sama sekali tidak benar. Aku bukan ratumu, baik di kehidupan sebelumnya maupun di kehidupanku yang sekarang. Dan kita tidak pernah ditakdirkan untuk bersama, Tuan Rowan.”

Ragnar menatapnya lekat-lekat. “Lagi-lagi kau mengelaknya?”

Sendok Ivory berhenti di udara. “Bukan mengelak, tapi itu faktanya? Mungkin sekarang aku percaya bahwa mahluk selain manusia yaitu vampire, penyihir dan masih banyak yang lainnya itu memang nyata sejak penyerangan malam itu. Namun, aku bukanlah orang yang sedang kau cari, Tuan Rowan. Aku bukan reinkarnasi dari Ratumu atau apapun itu. Dan tentang tanda yang kau bicarakan, aku sama sekali tidak memilikinya.”

Bersambung ….

1
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Iya Kak, selamat menunaikan ibadah puasa juga.. 🙏🙏🙏
Desyi Alawiyah
Ayolah, kenapa kalian ngga berdamai aja sih... Kalian kan berselisih hanya karena salah paham... 🤨

Jangan sampe ada pertumpahan darah. Ya, meskipun kaum Vampir memang identik dengan hal itu... 😩
Desyi Alawiyah
Mirip. Tapi jiwa sang Ratu Vampir, Ivory Esmeralda, ada di dalam tubuh Ivory Asteria... ☺
Fahmi Ardiansyah
ivori keras kepala sok jual mahal entar klu udh kejadian baru nyesel n cari2 Ragnar.
Desyi Alawiyah
Kasihan lihat Ivory dan Elena.. Terutama Elena..

Tubuhnya masih belum menerima kekuatan sihirnya... Sehingga Denzel harus turun tangan untuk mengendalikan sihir hitam milik Elena...

Ivory yang sabar yah, aku yakin kakakmu akan baik-baik saja.. Benar kata Ragnar, sebaiknya kamu tinggal di Istana dulu.. Karena kaum Werewolf masih berkeliaran... 😩
Desyi Alawiyah
Nah, itu kata yang tepat... "Raja Vampir gila yang memaksa ingin menemukan reinkarnasi Ratu nya. " 🤣🙏
Desyi Alawiyah
Wah, ada lanjutan kisah Xavier Kak...
Desyi Alawiyah
Pada akhirnya, Ivory ngga bisa menghindar lagi... Dia memang udah ditakdirkan menjadi Ratu Vampir...

Dan sekarang, Ivory udah pulang ke rumahnya, ke Istana nya bersama Ragnar...

Kabar Elena gimana yah? Apa dia udah baik-baik saja?
Desyi Alawiyah
Karena memang itu rumahmu, Ivory.. Rumahmu dan Ragnar... Istana Agharon..
Sri Yatun
di mana KA kisah selanjutnya Kay dan yg lain ko g ada di novel toon
Fahmi Ardiansyah
akhirnya ivory ketemu juga Ama Ragnar.
Desyi Alawiyah
Masih kurang Kak, ayo update lagi..
Desyi Alawiyah
Aduh, ikut deg-degan deh aku... Semoga Dorian bisa membawa Ivory dengan selamat...

Karena kalo ngga, nyawa Dorian sendiri yang jadi taruhannya 🤣
Desyi Alawiyah
🤣🤣🤣 Nanti kalo Ragnar memarahimu, kamu salahin aja Denzel, Dorian.. 😋
Fahmi Ardiansyah
kak kelanjutannya kisah key n axlin mana kok gak di lanjutin LG.
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
iya pasti ivory akan terkejut klu tau Denzel ngasih ciuman buatan.
Desyi Alawiyah
Makasih kak udah update.. 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!