NovelToon NovelToon
Kembali Ke Akhir Dunia

Kembali Ke Akhir Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Serigala Kecil

Gugur dalam sebuah pemberontakan tepat di hari pelantikannya sebagai jenderal, Ellenoir malah kembali ke dunia aslinya, dunia yang sudah hancur. Dengan membawa pedang dan tekad, Elle bersumpah akan melawan kejahatan dan zombie.

Meski perjalanan panjang dan berdarah menanti, Elle siap menghadapinya, sebab Elle tidak sendirian. Disamping orang kepercayaannya, ia bertemu seseorang yang membuat hatinya berdebar. Tapi fakta yang disembunyikan oleh laki-laki ini, mampu membuat Elle kehilangan kendali atas dirinya. Sebab dialah yang bertanggungjawab atas situasi dan kondisi di dunia tersebut.

Bagaimana Elle mengatasi tantangan atas rasa sakit, dan perjuangan secara bersamaan? Mampukah ia pada akhirnya sampai ke garis akhir atas perjuangannya, atau justru mati digerus kejinya akhir dunia?

Yuk ikuti terus ceritanya ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keberhasilan

**

"Sam, kakinya! Lukai kaki sapinya!" Teriak Darrion yang terus menyerang sapi mutan hitam dengan bilah bilah pisau yang dikeluarkan. Membuat sapi mutan hima tersebut hanya tau menghindar tanpa melawan sebab kecepatan bilah angin milik Darrion tidak memberinya kesempatan untuk melawan.

Sam mundur dari hadapan sapi mutan hitam. Kemudian berlari cepat mengelilinginya, dan berhenti tepat di belakang sapi mutan hitam tersebut setelah melihat situasi selama 3 kali putaran mengelilinginya.

Pergerakan sapi mutan hitam terbaca hanya dalam beberapa waktu oleh Sam. Yang memang sudah berpengalaman sebagai pengawal sebelumnya. Setelah tahu jelas pergerakan menghindarnya, Sam kemudian mengeluarkan belati dari ikatan yang ada dipinggangnya. Belati baru pembelian Elle, yang terlihat mengkilap dibawah cahaya kelabu siang hari yang menunjukkan ketajamannya.

"Pertahankan seranganmu, tuan muda!" Pekik Sam, kemudian maju dari arah belakang dengan cepat, dan berbelok sepersekian detik kemudian ke arah kanan, membuat Sapi mutan hitam yang tidak siap langsung terkena sabetan belati yang Sam pegang.

RRRGHHH RGGGH MOOOOO!

Teriakan sapi mutan hitam yang terluka memekakkan telinga. Tapi karena suaranya tidak memiliki kekuatan super sonic seperti zombie tingkat tinggi sebelumnya, maka telinga setiap orang tidak terlalu terganggu.

Yang terganggu justru adalah sapi mutan warna putih. Yang sedang melawan Shirley dan Avin. Yang ketika mendengar teriakan sapi mutan hitam, ia langsung mengamuk, kekuatan yang keluar lebih kuat membuat Avin yang hampir sampai untuk menusuk sapi mutan putih itu langsung terpental sebab kaki sapi mutan putih mendengarnya dengan keras.

"Uhuk!"

"Avin!" Pekik Shirley panik. Ia mengabaikan sapi mutan putih dan langsung berlari menghampiri Avin, yang memuntahkan darah merah kemudian membantunya berdiri.

Sapi mutan putih yang terabaikan tidak sepenuhnya terabai, ia berlari menuju sapi mutan hitam untuk membantunya. Dan ketika keduanya bersama sebagai satu kesatuan, akhirnya Luca turun tangan.

Sebelum keduanya menyatukan kekuatan, Luca maju dengan kekuatan psikisnya. Menembus menelisik masuk ke dalam otak sapi mutan putih agar diam ditempat, tidak lagi membantu sapi mutan hitam.

"Oh tidak! Elle dalam bahaya." Gumamnya ketika melihat radar didalam peternakan terdapat banyak energi kehidupan dari hewan mutan. Hal ini membuat Luca terganggu, alhasil sapi mutan putih melawan dan berhasil terbebas dari jerat Luca. Kekuatan mentalnya seolah terpental, membuat Luca terbatuk kecil dan darah keluar dari sudut mulutnya.

"Hati-hati!" Pekik Luca yang sedang meringis kesakitan, tapi Darrion dan Sam tahu akan kedatangan sapi mutan putih tersebut ketika Luca sempat menahannya beberapa saat, jadi dari awal sudah waspada dengannya.

Disisi lain, Shirley yang telah membiarkan Avin beristirahat disamping, langsung berlari dan bergabung dengan dua lainnya. Jadi dengan posisi 3 lawan 2, kelimanya berhadapan secara langsung. Mata merah dan gelap menatap ketiganya dengan penuh dendam, ketiganya juga menatap dua sapi mutan dengan tajam.

Pertempuran pun pecah. Shirley melempar apinya, diikuti angin Darrion yang memperbesar api. Disisi lain, bilah-bilah anginnya tetap menghantam dua sapi mutan membersamai Sam yang berlari cepat dengan belati ditangannya.

Luca, Avin, paman Jergh dan dua anak yang berada dalam mobil menatap semuanya dengan khawatir. Terlebih Luca, yang pikirannya lebih fokus pada radar di dalam peternakan. Ia ingin berlari pergi meninggalkan tempatnya untuk melihat Elle tapi ia diberi amanat olehnya untuk tetap disini. Hati dan pikirannya saling menyerang, membuat fokusnya terbagi.

"Kak Luca! Sapi putih itu menghilang, bantu aku lihat dimana dia?!" Teriak Darrion menyadarkan Luca. Membuat Luca maju mendekat, menyisakan 2 meter jarak dari pertempuran yang masih berlangsung. Lalu perlahan menatap sekeliling dengan saksama, radar berkedip beberapa kali memperlihatkan energi kehidupan sapi mutan putih yang terus muncul dan menghilang.

"Kanan!" Teriak Luca.

CRASH!

Belati yang dilempar Luca berhasil mengenai tubuhnya, menancap dan mengeluarkan darah, mengucur lebih banyak dari sebelumnya. Belum sempat melawan, Luca kembali melemparkan 3 belati secara langsung dengan belati yang diselimuti kekuatan mentalnya, yang masing-masing tepat sasaran, mengenai dua kaki belakang dan bagian tubuh samping kiri lainnya.

MOOOOOOO! MOOOOO!

Sapi mutan putih ambruk dan meraung kesakitan, seolah meminta bantuan pada sapi mutan hitam yang saat ini dikelilingi tiga orang.

"Sial! Seharusnya gunakan cara ini sejak awal." Ucap Luca menyesal.

GRRRRHHHH MOOOOO!

Sapi mutan hitam membalas, ia meraung keras menabrak kiri kanan secara acak dan mengibaskan ekornya yang panjang serta tebal kemudian, membuat tiga orang yang mengelilinginya mundur beberapa saat.

Tapi Avin ternyata maju, memanfaatkan kesempatan sapi mutan hitam yang kehilangan kendali. Menghilang dan mendekati sapi mutan hitam tersebut, setelah ia agak tenang, ia pun maju. Melompat naik ke atas sapi, membuat sapi mengamuk, merasakan seseorang menungganginya meski Avin masih dalam pengaruh kekuatan invisiblenya.

"Jangan serang! Avin di sana." Ucap Luca mengingatkan tiga orang lain yang bersiap menyerang dari jarak jauh.

Menghadapi guncangan hebat, Avin mencekal tanduknya. Berpegangan erat ke tanduk, kemudian ketika ia mulai agak tenang, belati ia angkat dan--

CRASH! CRASH! CRASH!

Avin menusuknya sebanyak tiga kali, tepat di kepalanya.

MOOOOOOOOO!

Teriakan melengking dari sapi mutan hitam menggema, sebelum akhirnya ambruk dengan darah disekujur wajahnya. Meninggalkan sapi mutan putih yang juga terus meraung dan memanggil sapi mutan hitam dengan sedih.

Avin kemudian memperlihatkan diri. Ia yang masih merasakan sakit di dadanya, langsung tengkurap dengan lelah diatas sapi mutan hitam tersebut, lantas Shirley dan Sam maju. Yang satu memastikan sapi itu mati, yang satu mengambil Avin untuk melihat keadaannya.

"Mati! Sapinya mati! Kita berhasil!" Teriak Sam senang, ia bahkan memukul tubuh sapi mutan hitam itu untuk memastikan ia benar-benar mati.

Semua orang bernafas lega. Satu mati, dan satu terluka sampai tidak bisa bangun. Keadaan stabil, bahkan berpihak pada tim mereka.

"Sam, sapi putih ini agak aneh. Jangan biarkan dia mati dulu, jaga dia untukku. Darrion, Shirley ikut aku masuk untuk membantu Elle. Avin, kembalilah ke hummer sembuhkan dirimu." Ucap Luca mengambil alih perintah.

Darrion yang baru sadar sang kakak tidak ditempat seketika panik. Ia dengan cepat mengikuti Luca dan bertanya banyak hal padanya.

"Diam, ikuti dan bantu tanpa berisik. Didalam lebih berbahaya." Ucap Luca memperingati Darrion. "Ambil inti kristal ini, serap dulu untuk mengembalikan energi. Jangan sampai membuat Elle kerepotan karena kita kehabisan energi." Jelas Luca membuat keduanya mengangguk.

Ketiganya berjalan bersama, minum beberapa teguk air dan mulai menyerap energi seraya berjalan. Tidak bisa menunda banyak hal, jadi waktu harus digunakan seefisien mungkin.

"Kak Luca, aku agak gugup. Apakah kakakku baik-baik saja?" Tanya Darrion.

"Sejauh ini, aman." Balasnya singkat. Memang masih aman, terlihat dari warna energi kehidupan Elle yang tidak meredup sama sekali. Masih sama bersinar seperti sedia kala.

**

1
Windy Hapsarini
akhirnya Luca bertindak,so sweet 😍😍😍🥰🥰 lanjut Thor n semangat n sehat selalu ✊✊✊🥰🥰🥰
Windy Hapsarini
Elle klw suka ngomong,entar diambil zombie nangis bombai de'.. semangat Thor 🥰🥰🥰
Douyin Rndm FP
Bagus
azka aldric Pratama
hadir 😁
Windy Hapsarini
lanjut Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!