Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
SELAMAT MEMBACA !!!
Seperti biasanya Sarah mengambilkan makanan dulu buat suaminya baru dia akan mengambil makanan untuk dirinya sendiri .
" Sayang, aku nanti lembur ya jangan tunggu aku !" Seru Arya kepada Sarah .
" Tumben lembur Mas biasanya jarang lembur ?" Tanya Sarah tanpa curiga .
" Ya Sayang karena hari ini aku ingin menyelesaikan semua pekerjaan sebelum libur weekend sayang ." Ucap Arya mencari alesan dia sudah berjanji sama Mutia untuk menemaninya makan malam .
" Ya Mas semoga pekerjaannya cepat selesai ." Ucap Sarah kemudian dan dia langsung fokus kemakanannya .
Setelah sarapan Sarah mengantarkan Suaminya kerja sampai pintu dan menyalami tangannya .
Melihat suaminya sudah pergi bekerja Sarah kembali menutup pintu rumahnya dan ingin bermain dengan Vania anaknya .
Didalam mobil Arya merasakan kebahagiaannya sebentar lagi akan bertemu dengan Mutia sekertarisnya yang menjadi selingkuhannya , Dia harus pintar pintar mencari waktu untuk berduaan .
Sampainya di parkiran mobil Arya langsung keluar dan menuju lobbi perusahaan dan kebetulan Arya melihat Mutia yang lagi berjalan ke arah lift .
" Pagi Mutia !" Sapa Arya dengan tersenyum .
" Pagi Ma eh pagi Pak Arya ." Balas Mutia untung dia tidak keceplosan memanggil Arya dengan panggilan Mas mau jadi apa kalau teman temannya tau dia sama atasannya punya hubungi bukan sekedar atasan sama bawahan .
Arya sendiri sangat menyukai wajah cantiknya Mutia dan jangan lupakan badannya yang seksi itu bisa membuat Arya melupakan Istrinya yang berada dirumah .
Arya masuk kedalam ruangannya yang berada dilantai lima dan disusul Mutia dibelakangnya .
Tiba tiba Mutia langsung memeluk tubuhnya Arya dari belakang .
" Mas, aku kangen banget sama Mas Arya !" Ujar Mutia dengan posisi masih memeluk tubuh dari Arya sang atasan . Arya yang diperlakukan begitu sama Mutia hatinya sangat senang .
Arya membalikkan tubuhnya sehingga kini tubuhnya menghadap Mutia , Arya mendongakkan dagunya Mutia sekarang wajahnya menatap ke Arya dan tanpa aba aba Arya langsung mencium bibirnya Mutia dengan lembut tapi lama kelamaan semakin menuntut untuk semakin dalam .
" Eggghhh.... " Tanpa disadari Mutia mengeluarkan suara laknat itu dan membuat Arya semakin ingin merasakan tubuh seksi Mutia tangan Arya mendarat di sebuah gunung milik Mutia dia meremasnya dan itu membuat Mutia semakin mendesah dan menggelinjang merasakan geli dan gairahnya meningkat , Mutia mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Arya tapi kesenangan itu terganggu oleh ketukan pintu dari luar .
Tok Tok Tok
Mutia melepaskan tangannya dari lehernya Arya dan merapikan bajunya yang sudah ke buka kancing atasnya .
" Masuk !" seru Arya yang langsung duduk kebesarannya . Orang yang berada diluar langsung masuk setengah mendengar jawaban dari dalam .
" Lho Bu Mutia juga disini pantes saya cariin nggak ada , Maaf Pak Arya ini berkas berkas yang sudah selesai dan mohon Pak Arya menanda tangani sebelum dibawa ke Tuan CEO kita ." Ucap Orang itu yang ternyata anak buahnya dari devisi keuangan .
" Mutia silahkan keluar terima kasih sudah membantu saya merapikan dokumen ini !" Serunya kepada Sekertarisnya .
Mutia pamit ke Pak Arya sama orang yang lagi baru masuk sebutnya saja namanya Rindy.
" Bawa kesini berkasnya Rin dan terima kasih ya atas bantuannya sudah menyelesaikan laporan bulanan ini ." Ucap Arya kepada bawahannya .
Arya memang diperusahaan terkenal baik, ramah dan jujur maka semua orang dibawah divisinya sangat menyukainya dalam arti atasan dan bawahan .
Sarah yang lagi menemani Vania bermain diruang tengah terlihat melamun, apa mungkin suami selingkuh tapi kok kayaknya nggak mungkin pikiran Sarah sangat kacau dengan sebuah chat sayang daru orang yang tidak dikenal .
Bibi yang sudah selesai pekerjaannya ikut bergabung dengan Vania yang lagi bermain.
" Bu, maaf apa Ibu lagi ada masalah dari kemarin Ibu kelihatan kayak banyak pikiran maaf kalau saya terlalu ingin tau Bu , Kalau Ibu tidak keberatan Ibu boleh cerita sama Bibi siapa tau Bibi bisa kasih saran ?" Tanya Bibi Marni yang sudah ikut dari pertama Sarah sama Arya menikah , Sarah juga sangat nyaman Bibi dia seperti seorang Ibu buatnya .
" Aku nggak tau Bi harus cerita dari mana, Kemarin sore pas Mas Arya pulang dari kantor dan lagi mandi di hapenya ada chat masuk tertera dari seseorang yang dikasih nama gambar hati dan sebuah chat " Sayang apakah sudah sampai rumah " begitulah Bi dan yang membuat aku sangat heran lagi dari kapan hapenya Mas Arya dikasih password untuk membuka hapenya Bi ." Sarah akhirnya bisa menceritakan masalah sebenernya sama Bi Marni yang membuat dia sering melamun .
" Sebaiknya Ibu sabar dulu, Ibu harus pelan pelan cari bukti kalau memang Bapak ada wanita lain Bu ."
" Ya Bi, semalam juga waktu aku sudah selesai menidurkan Vania aku masuk ke kamar dia lagi telponnya sambil tertawa sambil bicaranya bisik bisik di balkon Bi ." Ucap Sarah meneteskan air matanya kalau memang benar suaminya selingkuh sungguh keterlaluan padahal Sarah sudah begitu mengenal suaminya apa kurang selama ini sebelum dia memutuskan untuk menikah mereka sudah pacaran selama dua tahun .
" Sabar Bu semoga masalah Ibu cepat selesai , pesan Bibi cuma satu selalu berpikir dengan kepala dingin jangan mengambil keputusan pas hati panas panasnya Bu, Coba Ibu selidiki dulu siapa tau cuma teman kantornya yang iseng mengirim chat ke Bapak ."
" Terima kasih ya Bi, aku akan menyelidikinya Bi aku juga tidak percaya kalau Mas Arya seperti itu ." Balas Sarah yang hatinya sedikit lega sudah berbagi masalah dengan Bibi yang sudah dianggap seperti Ibunya .
Arya fokus sama berkas berkas laporan yang diberikan anak buahnya tadi karena sebentar lagi akan diantarkan ke Ceonya .
Tok tok tok
" Masuk !"
" Pak sudah jam makan siang , mau dipesankan makanan atau mau makan diluar ?" Tanya Mutia kepada atasnya sambil tersenyum .
" Tolong pesankan makanan saja ,saya masih banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan supaya nanti malam bisa makan malam sama Kamu ." Ucap Arya sambil memainkan matanya ke Mutia .
Akhirnya Mutia memesan makanan untuk atasannya dan Mutia akan ikut bergabung sama teman teman se devisi supaya mereka tidak ada yang curiga kalau dia ada affair sama atasannya itu .
" Mut, nanti malam kita ke bioskop yuk kan ada film yang keluar dan akan diputer di bioskop nanti malam ." Ajak salah satu temannya di devisi keuangan .
" Maaf Ren aku nanti malam ada janji mau makan malam, maaf ya lain kali aku akan ikut kalian kalai mau nonton lagi kalau untuk nanti malam aku ngga bisa ."Jawab Mutia sambil tersenyum , Hatinya sangat bahagia karena Arya mau nuruti keinginannya.
" Ayo sama siapa Mut? Kenapa tidak dikenalin sama Kita ?" Tanya Rena yang penasaran temannya itu lagi dekat dengan siapa sementara dia tau Mutia tidak pernah dekat sama cowok .