Bukankah setiap makhluk hidup yang bernama anak kecil itu selalu lucu dan menggemaskan? Sikapnya, cara bicaranya, tubuh mungilnya, semua nya menggemaskan.
Tapi bagaimana jika anak kecil itu adalah putra seorang Bos Mafia yang paling di takuti dunia? Beranikah kau menyentuhnya?
Hera, gadis manis yang terpaksa menjadi ibu sambungnya. Harus mengurus segala hal yang berhubungan dengan anak kecil tersebut.
Bisakah Hera bertahan menjadi ibu sambung dan hidup di tengah dunia mafia? Bagaimana dia menjalani hidupnya bersama anak sambung dan suami mafia nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kemilau Senj@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. UNTUK TUAN TAMA
Makan malam telah usai. Kini Tuan Tama sudah berada di ruang kerjanya lagi. Masih banyak pekerjaan nya yang belum selesai. Suasana hatinya telah membaik, meskipun tak dapat menikmati nasi goreng spesial buatan Hera, tapi tidak apa-apa. Dia masih bisa menikmati masakan Hera yang lainnya. Bahkan lebih banyak dari yang di makan Deon.
Pukul sembilan malam Deon telah tertidur, entah benar-benar tidur atau pura-pura, Hera pun tak tau. Kini Hera telah kembali ke kamarnya. Dia mengingat kembali bagaimana kesalnya Tuan Tama karena tidak mendapatkan nasi goreng pesanan nya.
"Apa aku buatkan lagi saja ya? Tapi Tuan Tama marah tidak ya? Bagaimana kalau dia berpikir yang tidak-tidak lagi tentang ku?" Hera bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Hera merasa bersalah karena tidak dapat menghidangkan nasi goreng pesanan Tuan Tama. Tapi dia juga takut pada laki-laki tampan yang sebenarnya merupakan suaminya sendiri. Mungkin Hera sudah lupa dengan statusnya itu.
Setelah perhitungan yang panjang dan rumit, akhirnya Hera memutuskan untuk membuat nasi goreng lagi untuk mengganti jatah Tuan Tama pada saat makan malam tadi. Hera turun menuju dapur, dan mulai memasak nasi goreng seperti yang di makan Deon tadi. Setelah siap, dia pun membawa nasi goreng tersebut ke lantai tiga.
Dengan perasaan takut dan ragu-ragu, dia tetap melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Tuan Tama. Hera mengetuk pintu ruang kerja Tuan Tama, harap-harap cemas semoga Tuan Tama tidak salah paham padanya.
Namun setelah menunggu beberapa saat, tidak ada respon sama sekali dari dalam ruangan tersebut. Hera memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan di depannya, namun ternyata kosong. Tuan Tama tidak ada di sana. Kemana dia?
***
Sementara di tempat lain, Tuan Tama tengah mengamuk.
"Siapa yang sudah menerobos masuk ke tempat ini? Bagaimana kalian bisa membiarkan penyusup itu masuk?" Tanya Tuan Tama marah.
"Maaf Tuan, penyusup itu menggunakan bom asap yang berisi obat tidur. Saat semua penjaga tertidur itulah dia masuk dan membunuh tawanan kita." Bawahan Tuan Tama mencoba menjelaskan meski dengan perasaan takut.
Ya. Dela, pelayan yang menjadi tawanan Tuan Tama karena meracuni putranya, masih di biarkan hidup oleh Tuan Tama. Tentu saja dengan segala siksaan agar membuatnya mengaku dan memberitahukan siapa sebenarnya dalang di balik keracunan yang di alami Deon beberapa hari yang lalu.
Tapi kini, tiba-tiba ada yang menyusup masuk ke tempat penyekapan tersangka, dan langsung menghabisi nya. Tuan Tama sangat yakin bahwa orang itu adalah dalang utamanya. Tapi siapa dia? Itu yang belum dapat diketahui nya.
"Cari tau sampai dapat!" Perintah Tuan Tama pada bawahnya.
"Bagaimana dengan wanita itu Tuan?"
"Berikan saja pada mereka. Sudah lama mereka tidak makan daging segar." Perintah Tuan Tama.
Tuan Tama memiliki beberapa binatang buas sebagai peliharaan nya. Ada harimau, beruang, dan juga buaya. Semuanya tersembunyi, hanya anggota kelompok nya yang di Indonesia saja yang tau tempat tinggal hewan-hewan menakutkan itu.
Anak buah Tuan Tama langsung menyeret jasad Dela yang tak bernyawa dengan kepala yang telah hancur. Sedangkan Tuan Tama memutuskan untuk kembali ke rumah sembari menunggu laporan selanjutnya dari anggota nya.
Tuan Tama sampai di mansion dan langsung menuju ruang kerjanya. Masih ada beberapa laporan yang harus di periksa nya. Dan semua nya harus di selesaikan malam ini. Tuan Tama tidak suka menumpuk pekerjaan. Jadi dia akan menyelesaikan pekerjaan setiap harinya. Karena esok harinya pasti akan ada lebih banyak pekerjaan lagi yang menunggunya.
Tuan Tama telah di sibukkan oleh lembaran-lembaran kertas yang berisi laporan-laporan tentang perusahaan nya. Namun tiba-tiba fokusnya terganggu ketika Indra penciumannya mencium aroma yang tak asing baginya. Aroma yang mengusik ketenangan hatinya seharian tadi.
Tuan Tama berjalan menuju meja tamu yang ada di ruangannya tersebut. Membuka penutup makanan di depannya, dan....
"Ini..." Raut sumringah langsung terpampang jelas di wajah tampannya.
Nasi goreng. Ini nasi goreng spesial buatan Hera. Dia tidak mungkin salah. Tampilan dan aromanya sama, ini pasti nasi goreng buatan Hera.
Tuan Tama langsung duduk dan menikmati makanan incaran nya sejak tadi pagi itu. Dia bahkan lupa dengan tumpukan berkas yang harus di kerjakan nya. Saat ini tidak ada yang lebih penting dari pada hidangan di depannya ini.
"Hmmm... Sempurna. Pantas saja Deon tidak mau membaginya dengan siapapun." Ucap Tuan Tama sambil menikmati makanannya. Kekesalan karena penyusup yang membunuh tawanannya, menguap bersama kenikmatan masakan Hera.
Hera telah terlelap saat Tuan Tama menikmati makanannya. Dia sengaja meninggalkan makanan itu di sana, untuk berjaga-jaga jika Tuan Tama masih menginginkannya.
"Kau tetap saja peduli padanya."
rasain gk dpt Nasi Goreng
Nasgor Hera is the best