Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang .
Sebagian cukup hanya dengan meninggalkan jejak pedang nya.
Nama Prabu Munding Jayananta mencuat melebihi puncak gunung.
Di jaman para raja berkuasa,nama itu membuat darah bergejolak.
Para raja datang ke hadapan nya , ada yang menantang banyak pula yang memohon perlindungan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang penaklukkan dengan sedikit perang, bagaimana kekuatan di tangan orang yang tepat membawa keberkahan.
Kekuatan yang menjadi legenda tanpa diminta. sebab Legenda itu adalah keyakinan...
Jejak sang raja juga seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penguasa Kaliabu
Siang menjelang sore, gerbang kampung kaliabu masih tertutup rapat,
Darja dan rombongan nya berdiri diam menunggu dengan berbagai macam perasaan.
Parwati mendesah pelan sambil mengelus cincin kepala harimau di jari manisnya.
Cincin itu bukan cincin sembarangan, cincin ini diberikan langsung oleh prabu munding untuk orang orang terpercaya.
Pelindung ghaib kerajaan majayan sangat banyak, ada golongan jin gunung,ada bangsawan jin ras ifrit, ada siluman ras harimau, ular dan biawak bahkan ada penguasa dua alam.
Orang orang yang memiliki cincin bermotif kepala harimau ini juga bisa berhubungan langsung dengan pusat kekuasaan majayan termasuk para penjaga nya,
Dimanapun berada, para mahluk jin dan siluman pasti akan mengenalinya.
Para bangsawan dan pejabat di seluruh wilayah majayan wajib tunduk pada perintah pemegang cincin ini.
Itu sebabnya,cincin bermotif kepala harimau ini tidak sembarang orang yang punya, Parwati bisa mendapatkan cincin ini karena dia sudah mengikuti prabu munding dari awal, dia dan warangka adalah bagian dari pelaku sejarah berdirinya Majayan..
Berbeda lagi dengan akar gelang Bahar yang melingkar di tangan kanan Parwati,
Gelang ini menunjukkan status dan jabatan seorang prajurit elite majayan.
Di tangan kiri untuk prajurit elite biasa,di kanan untuk para komandan nya.
Sanjaya, sebagai komandan pasukan Dolopo saja belum punya gelang akar Bahar ini sebab dia bukanlah bagian dari prajurit elite.
Seluruh prajurit, Selama itu di wilayah kekuasaan majayan,jika melihat gelang Bahar ini pasti akan tau cerita dibalik gelang akar Bahar.
Memakai gelang akar bahar adalah dambaan setiap prajurit di wilayah Majayan.
Jika sudah kenal, seharusnya tidak akan sembarangan bukan .?? Hal itulah yang membuat Parwati sedikit bernafas lega.
" kriet....." pintu gerbang terbuka
Jantung Dirja dan warga nya berdegup kencang, walau begitu mereka tetap maju paling depan.
Berbagai macam pikiran jelek menari nari di benak mereka, Kenapa semua ini baru terpikirkan sekarang?
Mau lari ? Bukan kah sudah terlambat ??
Bukan hanya jantung penduduk kampung Wates yang berdebar kencang, jantung Parwati pun demikian, aura berbahaya itu semakin kuat di rasakan nya.
" Selamat datang di kampung Kaliabu, kalian datang darimana??"
Suara merdu terdengar lembut menyapa, darja dan tiga pengurus kampung yang berada paling depan sampai membelalakkan mata.
Ke empat orang itu mengucek ngucek mata , tak percaya akan apa yang mereka lihat,
Dua wanita cantik datang , yang satunya malah sungguh sangat cantik, berdiri di depan gerbang.
" nyimas Nawang....!!! " parwati berteriak,tergesa gesa dia maju .
" Sembah hamba nyimas Nawang...!"
parwati berlutut, darja dan yang lainnya ikut ikutan berlutut, Parwati itu panutan, tiap perkataan dan tindakan nya sudah menjadi semacam perintah tak terbantahkan.
" ....bibi Parwati....!! iya...iya..bangun bibi ! kalian semua juga bangun .!"
" terimakasih nyimas.."
parwati bangkit, dia memberi hormat pada Nawang sekali lagi lalu memberi hormat pada nyai gendis, dalam hatinya berkata
" hemmm pantas saja aura di sini terasa familiar...ternyata dari nyai gendis...!"
" aih...nyi Parwati...apa kabar..?"
" wati. .siapa nyimas Nawang ini??"
tanya darja lirih
" paman...dia junjungan ku,nyimas putri Nawang dari Majayan..adik prabu munding.
" ah..ah...nyai putri.... maafkan kelancangan kami yang tidak mengenal nyai putri..!!"
Darja berteriak, sambil mengajak warga nya bersujud
Mereka hanya rakyat jelata berbeda dengan Parwati, tadi mereka tidak tau ,hanya ikut ikutan Parwati berlutut saja.
Sekarang setelah tau yang berdiri dihadapan mereka adalah seorang putri , mereka tidak boleh hanya berlutut, mereka harus bersujud.. itulah aturannya !
" hei..hei..bangunlah...saya bukan penguasa yang harus kalian sembah...ayo..bangun .!"
" terimakasih nyai putri..!"
" bibi, ajak mereka semua masuk... istirahat di dalam.!!"
" baik nyimas..."
Nawang mengijinkan orang orang kampung Wates tinggal dan memilih rumah yang ada disini untuk dipakai mereka
Parwati sendiri sekarang ada bersama Nawang dan nyai gendis.
Dia sedang menceritakan hasil pertemuan nya dengan Sanjaya.
" Dolopo masih bagian dari kita , dari kejadian orang Gumarang yang membunuh prajurit dolopo, kemungkinan besar Gumarang bukan bagian dari kita nyimas .
" bibi menurut bibi jika dua kerajaan memperebutkan kampung terpencil apakah itu wajar??"
" Tentu tidak wajar nyai, tapi Sanjaya juga tidak tahu alasan pasti nya, dia hanya tau, ada ramalan bahwa di puncak gunung gora akan muncul sebuah pusaka
Kemungkinan kemunculan Pusaka itulah yang menyebabkan kampung Wates ramai didatangi orang.... jalur pendakian ke gunung gora lebih mudah dari sana."
" hmppp pusaka ya... seperti nya agak berlebihan, pasti ada alasan lain..."
Nawang kemudian berkata pada nyai gendis
" nyai...tolong bantu... selidiki perkara ini ..!"
" siap Putri......!"
" bibi... sampai kan pada warga kampung Wates, aku mengijinkan mereka tinggal disini, terserah sampai kapan ..jika mereka mau, selamanya tinggal disini juga tidak apa apa.."
" baik nyimas ...akan saya sampaikan... terimakasih..."
***
Di kampung Wates.
Kampung yang berada di lereng gunung dan terpencil tidak pernah dilirik orang sekarang berubah total.
Dalam beberapa hari ini kampung Wates semakin banyak didatangi orang.
Tidak main main, yang datang ke kampung ini adalah orang orang dari dunia persilatan.
Prajurit Dolopo yang berjaga di sini, awalnya agak tertekan, biar bagaimanapun mereka tidak berani menyinggung orang orang dari dunia persilatan, apalagi yang mewakili padepokan besar ..
Siapa yang mau di musuhi oleh seluruh penghuni dunia persilatan?? bisa mati konyol.
Untungnya, Parwati sudah menduga ini semua , dia memberikan saran sekaligus perintah pada Sanjaya,
Negri Dolopo, sebagai salah satu anggota aliansi majayan punya satu ke unggulan,mereka punya panji kebesaran majayan, panji yang telah dikenal di seluruh daratan Jawa.
Sekarang, bendera atau panji itu berkibar gagah di gerbang kampung Wates.
Latar belakang merah, dengan lambang kepala harimau dan dua pedang menyilang, sudah cukup membuat gentar.
Pendekar dunia persilatan apalagi padepokan silat sangat kenal lambang ini, mereka yang tadinya bersikap sombong, melunak..
Prajurit Dolopo bernafas lega ,semua jadi mudah,
Akan tetapi melihat kenyataan kampung Wates yang kosong tidak ada penghuninya, membuat orang orang yang berdatangan ke sini tidak betah berlama lama ...
Orang orang ini kemudian melanjutkan perjalanan,mulai mendaki gunung gora .
" aiss ...ketua Parwati benar .. sungguh jauh pemahaman ku dengan dia .."
Sanjaya menarik nafas lega ..semua ini sudah diperhitungkan Parwati.
Malam itu, ketika mereka berdiskusi Parwati menyarankan begini
" ketua Sanjaya....biarkan aku dan warga kampung pergi, aku merasa ada peristiwa besar yang akan terjadi di gunung gora...
Mungkin dalam beberapa hari ke depan, kampung ini akan di datangi orang banyak..belum lagi masalah dengan Gumarang...
Jika mereka tau kampung kosong, mereka tidak akan betah berlama lama, kalian tinggal focus pada masalah dengan Gumarang...
...kibarkan panji Majayan di depan gerbang... mereka akan tau dengan siapa mereka berhadapan...!!"
Jika mereka punya otak, mereka akan berpikir ulang, tidak akan berani sembarangan, kalian jadi lebih mudah mengatur mereka.
Jangan keras keras, cukup catat saja nama dan asal mereka, biarkan mereka masuk...paling paling mereka akan mendaki gunung lebih awal .
Tugas utama kalian adalah mengawasi kedatangan pasukan Gumarang, kirim berita minta bantuan untuk berjaga jaga..!!
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....