NovelToon NovelToon
CINTA Di BALIK 9 M

CINTA Di BALIK 9 M

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Azkyra

Yurie Harielyn Nazeeran kehilangan ibunya di usia lima tahun. Kematian yang disebut karena sakit itu menyimpan kebenaran kelam—diracun oleh Agnesa, wanita yang dua hari kemudian menikahi ayahnya. Tak ada yang percaya pada kesaksian Yurie kecil, bahkan ayahnya sendiri memilih berpihak.

Sejak saat itu, Yurie hidup sebagai bayangan di rumahnya sendiri hingga di usia delapan belas tahun, ia dijodohkan demi uang sembilan miliar dari keluarga Reynard. Pernikahan itu menyeretnya ke dalam rangkaian misteri:

kematian, pengkhianatan, dan rahasia besar yang berpusat pada keluarga Nazeeran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 26

Malam tidak benar-benar sunyi di kediaman Reynard. Ada suara langkah penjaga di kejauhan, bunyi pintu yang dibuka lalu ditutup pelan, juga desir angin yang menyelinap melalui celah jendela. Yurie duduk di tepi ranjang dengan kertas tipis di tangannya, tulisan samar di sana terus berputar di kepalanya :

Jangan percaya siapa pun yang terlalu cepat menutup kasus ini.

Tulisan itu bukan milik ibunya. Yurie yakin. Ia sudah terlalu sering melihat tulisan Shella—di catatan kecil, di buku resep, di kartu ucapan ulang tahun. Goresan di kertas ini lebih tegas, lebih dingin. Seolah ditulis oleh seseorang yang tahu apa yang sedang ia hadapi.

Pintu kamar diketuk pelan.

“Masuk,” ucap Yurie.

Kaiden melangkah masuk, ekspresinya tenang, tapi sorot matanya mengkhianati kelelahan. Ia menutup pintu di belakangnya dan berdiri sejenak, memperhatikan Yurie yang masih memegang kertas itu.

“Kamu belum tidur,” katanya.

“Belum,” jawab Yurie jujur. “Aku takut kalau aku tidur, aku malah mimpi dan bangun dengan lebih banyak pertanyaan.”

Kaiden tersenyum tipis, lalu duduk di kursi di hadapan Yurie. “Aku juga sering begitu.”

Yurie mengangkat kertas itu. “Kamu tahu ini?”

Kaiden menatapnya lama, lalu menggeleng. “Bukan tulisanku.”

“Tapi kamu pernah lihat?”

“Belum,” jawab Kaiden. “Tapi… aku punya firasat siapa yang mungkin menulisnya.”

Yurie menahan napas. “Siapa?”

Kaiden tidak langsung menjawab. “Orang yang tahu kematian ibumu tidak sesederhana yang tercatat.”

Kata-kata itu jatuh pelan, tapi cukup untuk membuat dada Yurie terasa sesak.

“Kaiden,” katanya lirih. “Kalau aku tanya satu hal… kamu jawab jujur, ya.”

Kaiden mengangguk. “Tanya.”

“Menurutmu… ibuku dibunuh?”

Ruangan itu hening. Bahkan suara angin di luar terdengar seperti menahan diri.

Kaiden akhirnya bicara, suaranya rendah. “Menurutku… ada terlalu banyak kejanggalan untuk disebut kebetulan.”

Yurie menunduk. Matanya terasa panas, tapi air mata tidak jatuh. “Berarti selama ini… aku hidup di rumah yang penuh kebohongan.”

Kaiden berdiri, mendekat. Ia berlutut di hadapan Yurie agar sejajar dengan pandangannya. “Yurie, dengarkan aku. Kamu tidak bersalah karena tidak tahu.”

Yurie menggeleng pelan. “Tapi aku yang melihat Mama terbaring. Aku yang dengar orang-orang bilang itu karena sakit. Aku yang percaya…”

“Kamu masih anak kecil saat itu,” potong Kaiden lembut. “Dan seseorang memanfaatkan itu.”

Yurie menggenggam kertas itu erat-erat. “Aku ingin tahu semuanya.”

Kaiden menatapnya serius. “Begitu kamu melangkah lebih jauh, kamu tidak bisa kembali.”

Yurie mengangkat wajahnya. Tatapan hijau itu tidak lagi ragu. “Aku sudah terlalu lama diam.”

Kaiden menghela napas, lalu berdiri. “Kalau begitu… kita mulai dari satu hal kecil.”

“Apa?”

“Dokter yang menandatangani laporan kematian ibumu,” jawab Kaiden. “Dia masih hidup.”

Yurie membeku. “Kamu serius?”

Kaiden mengangguk. “Dan aku tahu di mana mencarinya.”

Di rumah keluarga Nazeeran, suasana jauh berbeda. Agnesa berdiri di depan cermin besar di kamarnya, memperbaiki anting di telinganya. Wajahnya tampak tenang, bahkan rapi. Namun di balik itu, pikirannya bergerak cepat.

Kayla mengetuk pintu lalu masuk tanpa menunggu izin. “Mama… aku dengar Yurie mulai cari tahu.”

Agnesa tidak menoleh. “Dia memang akan sampai ke sana, apa kita biarkan saja?”

Agnesa tersenyum tipis. “Tidak semua pencarian berakhir dengan jawaban.” Ia menoleh ke arah Kayla. “Kadang, cukup dengan membuat seseorang ragu pada orang yang paling ia percaya.”

Kayla mengernyit. “Maksud Mama… Kaiden?”

Agnesa tidak menjawab. Senyumnya cukup untuk menjelaskan segalanya.

Di tempat lain, pria misterius itu duduk di ruangannya yang luas. Lampu kota terlihat berkilau di balik kaca, memantul di meja hitam mengilap. Ia membaca laporan terbaru dengan minat yang nyaris santai.

“Dia mulai bergerak,” ujar asistennya.

Pria itu tersenyum kecil. “Bagus.”

“Kita perlu menghentikannya?”

“Tidak,” jawabnya ringan. “Biarkan dia mendekati kebenaran. Semakin dekat seseorang pada cahaya, semakin panjang bayangan yang ia ciptakan.”

Ia menutup laporan itu perlahan. “Dan bayangan… selalu tempat terbaik untuk bersembunyi.”

Kembali ke kamar Yurie, malam terasa semakin berat. Yurie berdiri di depan jendela, menatap langit yang tertutup awan. Kaiden berdiri di sampingnya, tidak menyentuh, tapi cukup dekat.

“Apa kamu takut?” tanya Kaiden.

Yurie mengangguk pelan. “Iya.”

“Bagus,” kata Kaiden. “Artinya kamu masih peduli.”

Yurie tersenyum kecil. “Dan kamu?”

Kaiden menatap keluar jendela. “Aku takut terlambat.”

Yurie menoleh padanya. “Terlambat untuk apa?”

Kaiden menatap balik, sorot matanya gelap namun jujur. “Melindungimu.”

Untuk sesaat, tidak ada kata-kata yang keluar. Hanya dua orang yang berdiri di ambang sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Dan tanpa mereka sadari, permainan sudah benar-benar dimulai.

1
Mitsuurii Mitsurikanroji
walaupun sulit di pahami, tapi aku bisa mencoba mengertikan bahasa dan kalimatnya, tak apa, tetap semangat ya author👍💪
new user
D tunggu next up
new user
D tunggu next up thor
Muna Junaidi
Lanjut thor untuk bergadang mumpung liborrr💪💪
new user
Semangat thor, d tunggu next up meskipun otak gk nyampe memahami alurnya
new user
D tunggu next up
Azkyra: diusahakan ❤️👍
total 1 replies
zenyaaqila
tokoh utamanya kasian banget, kalau aku jadi dia udh ku cabik cabik ibu tiri yang sok ngatur itu
zenyaaqila
sangat fantastis, bahasanya dan kata katanya jelas dan bisa dibayangkan apa yang terjadi/Smile//Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!