NovelToon NovelToon
A Penliba

A Penliba

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:119
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Lo tuh ngeselin!" bisik Giselle di telinga Libra.

"Udah tau." Selalu, jawaban Libra semakin membuat Giselle kesal. Gadis itu cemberut sepanjang pelajaran dimulai. Padahal hari masih pagi, tetapi dia sudah dibuat emosi oleh pemuda yang sayangnya adalah sahabatnya sendiri.

Libra tau Giselle sedang marah padanya. Namun, pemuda itu malah tersenyum geli sembari menopang dagunya menatap gadis yang sedang mengerucutkan bibirnya itu.

***

Sebuah kisah tentang dua remaja yang sedang berjuang untuk menemukan tujuan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 - Terserah

"Ba, laper."

Libra menoleh ke belakang ketika mendengar gumaman Giselle. Saat ini keduanya berada di atas motor menuju sekolah. Merasa aneh dengan suara Giselle, Libra memutuskan untuk berhenti di tepi jalan.

"Lo kenapa? Kok pucet?" tanya Libra panik ketika menyadari wajah pucat Giselle.

Ditanya seperti itu bukannya langsung menjawab, Giselle justru terdiam dengan mata berkaca-kaca.

"Belum makan dari semalem," lirihnya.

Dahi Libra berkerut bingung. Dari semalam? Itu artinya sejak mereka pulang.

"Kenapa gak makan?" tanya Libra dengan tenang. Firasatnya berkata bahwa apa yang akan Giselle katakan bukanlah hal baik.

"Gak di bolehin." Giselle menunduk dalam sembari meremas kedua tangannya. Air matanya mengalir membasahi pipinya.

Kedua tangan Libra mengepal di sisi tubuh. Sudah pasti Giselle dihukum oleh ibunya sendiri. Namun, apa harus sampai seperti ini? Dilarang makan?

"Kita cari tempat makan," ujar Libra dengan tegas. Kemudian pemuda itu membalikkan tubuhnya kembali menghadap ke depan. Setelahnya, ia kembali melajukan motornya membelah jalanan yang pagi itu masih terlihat sepi.

...***...

Tiba di sekolah pada pukul tujuh lebih sepuluh menit, membuat sepasang remaja itu harus berdiri di tengah lapangan, menantang teriknya matahari. Libra bersyukur, untung saja tadi Giselle sudah sarapan. Jika tidak, pemuda itu tidak tahu apa yang akan terjadi pada sahabatnya itu. Pingsan mungkin?

"Masih lama nggak, Ba?" bisik Giselle sembari mengerucutkan bibirnya. Ia tidak berani bertanya dengan suara keras karena ada seorang pria paruh baya yang sedang mengawasi mereka dari pinggir lapangan.

"Baru juga lima menit kita berdiri di sini."

"Tapi kok kayak lima jam?"

"Nggak usah lebay, Pen."

Giselle mendengus kesal. Sebenarnya ini bukan salah Libra. Mereka telat karena mampir dulu untuk sarapan Giselle tentunya. Gadis itu tidak akan berhenti merengek sebelum keinginannya terpenuhi. Lagi pula, perutnya memang terasa sangat lapar.

"Ba, gimana kalau habis ini kita bolos aja?" ujar Giselle dengan semangat. Setelah berpikir panjang, gadis itu tiba-tiba mempunyai ide untuk membolos pelajaran.

"Heh, apaan bolos-bolos? Siapa yang ngajarin? Nggak boleh," tolak Libra dengan tegas. Pemuda itu menatap tajam gadis yang berdiri di sebelahnya.

"Ihhh, kita kan harus latihan buat pensi. Jadi nggak papa dong! Ya? Ya?" Giselle mencoba merayu Libra dengan wajah memelasnya.

Libra menghela napas panjang, ia tidak pernah bisa menolak permintaan Giselle.

"Oke, kita latihan habis ini."

"YEYYY!"

"Libra, Giselle! Jangan berisik!"

...***...

Jreng... jreng... jreng...

Libra memetik gitar di pangkuannya, mencoba mencari nada yang pas dengan lagu yang akan mereka bawakan nantinya.

Setelah berpanas-panasan selama kurang lebih dua jam, di sinilah keduanya, ruang musik. Membolos berkedok latihan, bukankah ide yang bagus?

"Akuuuuu untuk kamuuu, kamuuu untuk akuuuuu, namun semuaaaa...."

"Jangan nyanyi itu, ah," protes Libra memotong suara merdu Giselle.

Giselle berhenti menyanyikan lagu Peri Cintaku, padahal sebelumnya gadis itu begitu menghayati liriknya.

"Ihhh, kenapa sih?"

"Jangan bikin satu sekolah galau gara-gara lagu itu."

Giselle mengerucutkan bibirnya tidak terima. Padahal ia sangat menyukai lagu itu.

"Terus lagu apa dong?"

"Terserah," jawab Libra dengan santai sembari mengedikkan bahu.

Giselle berdecak, merasa kesal dengan Libra.

"Dari kemarin kalau ditanya jawabnya terserah mulu. Tapi kalau gue punya saran lagu, lo nggak mau. Maunya apa sih? Dasar cowok!"

Libra terkekeh geli mendengar omelan Giselle. Jarang-jarang gadis itu mengomel seperti ini. Terlihat lucu di matanya.

"Iya, iya, maaf."

Sebenarnya mereka sudah memilki dua pilihan. Keduanya juga sudah berlatih menyanyikan lagu itu sejak kemarin. Namun, Giselle masih berusaha untuk mencari lagu lain yang menurutnya menarik untuk dinyanyikan ketika pensi nanti.

Lagu Peri Cintaku adalah lagu yang sedang booming akhir-akhir ini. Jadi, menurut Giselle, lagu itu pasti akan menarik perhatian banyak orang untuk melihat mereka bernyanyi di atas panggung. Sayangnya, Libra tidak menyetujuinya.

"Nyanyi balonku ada lima aja, Ba." celetuk Giselle dengan asal.

"Lo mau pensi di SMA, bukan di TK." Libra menggelengkan kepalanya heran. Ada saja ide random di otak Giselle.

...***...

19 Januari 2026

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!