NovelToon NovelToon
Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua

Status: tamat
Genre:Tamat / Duda / Beda Usia / Romansa
Popularitas:36.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: lena linol

Menikah dengan pria yang tidak di cintainya, dan sering di sakiti oleh suaminya sendiri, membuat hati Farhana mati rasa. Namun semua berubah saat kedatangan Ayah mertuanya yang berstatus Duda dan sangat Hot. Lalu apakah Farhana akan beralih ke lain hati ataukah akan tetap mempertahankan pernikahannya?

Ikuti terus kisahnya, ya!

follow IG @thalindalena
Add Fb Thalinda Lena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelesaikan masalah

Warning!!

Hana mengantarkan Dante ke Bandara. Saatnya telah tiba. Dante harus kembali ke Italia.

Wajah murung Hana jelas terlihat sejak tadi. Bahkan Janda cantik itu enggan menatap atau pun berbicara dengan Dante barang sedikit pun.

“Sweetie.” Dante membuka suara, menoleh ke samping kiri di mana Hana duduk di sampingnya. Sedangkan Gery duduk di samping kanannya.

“Penerbangan Daddy masih sekitar satu jam lagi. Kalian bisa menyelesaikan urusan kalian lebih dulu,” usul Gery, seraya beranjak dari duduknya.

“Satu jam lagi kita bertemu di sini,” lanjut Gery.

Mereka masih berada di ruang tunggu, belum melakukan chek-in.

“Kamu mau ke mana?” tanya Dante kepada putranya.

“Aku lapar. Mau makan dulu,” jawab Gery, segera berlalu dari sana.

Sebenarnya dia juga merasa canggung ketika melihat Hana. Dirinya tidak menampik jika Hana semakin terlihat cantik semenjak menjadi Janda. Tapi, Sayang, Janda cantik itu sudah menjadi milik ayahnya sendiri. Dan ia kini sudah belajar ikhlas dan tidak dendam sama sekali kepada ayahnya.

“Ayo!” ajak Dante sembari mengulurkan tangannya ke arah Hana.

Hana mendongak sembari menatap Dante yang berdiri di hadapannya, lalu beralih menatap tangan kekar itu yang terulur ke arahnya.

“Hana, Sweetie.” Dante mendesah kasar ketika Hana tidak beranjak.

“Ck!” Hana dengan malas menerima uluran tangan Dante.

Dante tersenyum lalu merangkum pundak kekasihnya dengan mesra, keluar dari area Bandara itu menuju Parkiran mobilnya.

“Kita mau ke mana?” tanya Hana ketika sudah berada di dalam mobil.

“Menyelesaikan masalah kita. Agar Janda cantikku ini tidak marah lagi,” jawab Dante, seraya menekan pedal gas mobilnya.

“Siapa yang marah?” ketus Hana, memalingkan wajahnya kesal.

Lagi-lagi Dante mendesah kasar jika sifat kekanakan Hana keluar. Ia harus ekstra sabar.

Mobil yang di kendarai Dante berhenti tepat di depan Lobby hotel mewah yang tidak jauh dari Bandara.

“Kok kita ke sini?” tanya Hana.

Namun Dante tidak menjawab pertanyaan Hana. Pria itu segera keluar dari mobi, dan di ikuti Hana. Menyerahkan kunci mobilnya kepada Satpam agar memarkirkan mobilnya.

“Daddy,” rengek Hana.

“Diamlah Sweetie,” jawab Dante.

Mereka sudah mendapatkan kamar hotel. Kini keduanya tengah menuju kamar mereka yang ada di lantai lima.

Dante menempelkan Key Card di pintu tersebut.

Klek

Pintu tersebut sudah terbuka. Dante menarik Hana masuk ke dalam hotel mewah tersebut.

“Apakah semua masalah akan selesai di bicarakan di Hotel?” gerutu Hana.

“Kan masih ada Restoran, Cafe dan yang lainnya, tidak mesti ke Hotel ‘kan?”

“Itu versi anak muda. Tidak bagi orang tua sepertiku,” jawab Dante.

Hah?

Hana tidak mengerti dengan ucapan Dante.

“Bagi pria matang sepertiku, semua masalah akan selesai di dalam kamar,” lanjut Dante lagi, menatap Hana dengan dalam.

Glek!

Hana menelan ludahnya dengan kasar. Ia memalingkan wajahnya ketika melihat sorot mata Dante yang sangat tajam. Kini ia tahu apa yang di maksud oleh Dante.

Dante menangkup kedua sisi wajah Hana, dan melabuhkan ciuman lembut di bibir Hana yang ranum itu.

“Aku akan sangat merindukanmu. Sweetie,” ucap Dante, ketika melepaskan ciuman itu sesaat, lalu menempelkan bibirnya lagi.

Mellumat dan menyesap bibir Hana dengan rakus. Bahkan Hana sampai tidak kuasa mengimbanginya.

“Aku juga akan memberikanmu sesuatu yang spesial, agar kamu selalu mengingatku selama kita berjauhan,” ucap Dante, lalu mengangkat tubuh Hana.

“Daddy,” lenguh Hana ketika Dante menggendongnya dan merebahkannya di atas tempat tidur.

“Yes, Sweetie,” jawab Dante yang kini menindih tubuh sang kekasih, lalu mencium bibir Hana lagi kali ini penuh dengan gairah.

1
Manusia Batu
wajar sih di cap murahan,udah tau itu mertua,laki² pula kok ngomongnya mau² di dalam kamar,apalagi mas sama gery ngapain sih di kamar,seharusnya kan dia waspada siapa tau terjadi hal² yg tdk di inginkan,nnti kan prngaruh ke proses perceraiannya,minimal pindah rumah lah
Lidya Susanti
Luar biasa
KaylaKesya
terbaek thor
Bengkalis- Eva Okktafia
Luar biasa
Nany Susilowati
galak bet mukanya tapi kok ada kesan lucu gitu ya.... /Facepalm/
Dewi Anjasmaraa
haaaiii .. aku baru saja bergabung salam kenal ya Thor and para reader.. 🙏😊😊
Rudyanto Tjandra
Luar biasa
aysea
Biasa
Anonymous
bgsss
Siti Ardiyanti
Luar biasa
Rafalia Azain
perusuh datang
Rafalia Azain
thor aku reflek melihat pergelangan tanganku 🤣🤣🤣sambil mikir gimna rasanya tuh si hana 😂🤦🤦
Rafalia Azain
kok semua pelayan Dante manggilnya nama si ke dante nggak Tuan gitu biar sopan thor
Rafalia Azain
ayo dong di halalin
Rafalia Azain
😂😂😂😂
Rafalia Azain
rasain Lo Gerry
Rafalia Azain
serem Dady Dante 😩😩😩😩
Rafalia Azain
gila serem si dante
Yunie
Luar biasa
Fitria Mauliza
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!