Rate 18+
Cinta hilang sebelum ada
Cinta mati sebelum tumbuh
Cinta pergi, dan tak tahu kapan cinta itu kembali
Di saat hati mulai berpaling, sang cinta kembali hadir dengan wajah yang sama, nama yang sama, tubuh yang sama, namun dengan sikap serta sifat yang berbeda.
Disaat cinta mulai berkiblat, di sanalah mereka mulai berjuang!
Berjuang mempertahankan cinta yang sempat hilang.
SEQUEL Dari 'PAK PENGHULU,NIKAHI AKU!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelah Hati
Aisya memijit pelipisnya, saat rasa pening tiba tiba menyerang kepalanya. Padahal sore ini dia harus mengajar anak anak panti, tapi entah kenapa hari ini fisiknya sedikit tidak fit.
Aisya menghela napas pelan, dia mengabaikan apa yang tengah dirasakannya saat ini. Yang paling penting untuknya adalah- sore ini dia bisa mengajar anak anak panti seperti biasa.
Dengan cepat Aisya menyambar tas serta beberapa buku pelajaran diatas tempat tidurnya. Gadis berpakaian formal namun tertutup itu segera keluar dari dalam kamarnya. Rumah dalam keadaan sepi, Alkan- Sang Ayah belum pulang dari kantor KUA, sementara Sang Bunda tengah mengantar Nenek Marwah kontrol kesehatan- dan Shaka pria itu entah kemana perginya. Padahal tadi pagi Shaka bilang hendak kembali ke perkebunan, tapi sepertinya tidak jadi- dan sekarang entah kemana kakak kembarnya itu.
Aisya melangkah meninggalkan area kediaman Syarief, gadis itu memutuskan untuk berjalan kaki- karena jarak yang akan Aisya tempuh tidak terlalu jauh. Hanya butuh 15 menit untuk sampai di rumah panti, saat Aisya berjalan santai.
Banyak orang yang menyapa ramah pada Sang Bidadari keluarga Syarief. Aisya tidak hentinya mengembangkan senyum, saat ada ibu ibu yang menyapanya. Senyum adalah ibadah- itu yang di katakan Sang Ayah padanya, namun jangan pernah tersenyum dengan mudah pada pria.
"Neng Ais mau kemana?" tanya salah satu ibu ibu.
Aisya menipiskan bibirnya, gadis berpasmina peach itu menghentikan langkahnya sejenak.
"Mau kerumah panti, mari Bu Lina," sahut ramah Aisya.
Gadis itu kembali melangkah, tidak lupa Aisya menundukkan sedikit kepalanya- sebagai tanda menghormati orang yang lebih tua. Ajaran Sang Ayah sudah begitu melekat di hati serta otak Aisya, bahkan Aisya begitu sangat mengagumi pekerjaan Alkan sebagai bapak penghulu.
Bukan kah itu hebat,
Sang Ayah bisa menyatukan banyak anak cucu Adam dalam ikatan suci pernikahan. Aisya bahkan tidak bisa membayangkan kalau Sang Ayah lah yang akan menikahkannya nanti- saat ada pria pujaannya datang meminang.
"Sore Dek Aisya,"
Lamunan Aisya pecah, saat mendengar seseorang menyapanya. Gadis cantik itu tersenyum canggung, Aisya berusaha seramah mungkin.
"Assalamualaikum, Mas Jeffri," sapa Aisya ramah.
Pria yang bernama Jeffri itu tersenyum kikuk, dia selalu lupa diri saat berhadapan dengan gadis pujaannya. Jiwa brengseknya bahkan selalu datang menguasai- hanya dengan melihat netra indah Sang Bidadari. Padahal gadis yang ada dihadapannya ini tidak memakai pakaian terbuka, malah tertutup dari ujung rambut hingga kaki- karena saat ini Aisya tengah memakai sepatu flat.
"Waalaikumsallam, hehe maaf- kalau aku ketemu sama kamu selalu begini. Kamu terlalu indah Aisya, pesona kamu membuat aku ingin-,"
Belum sempat Jeffri melanjutkan ucapanya, Aisya reflek mundur kebelakang. Gadis itu terlihat waspada, Aisya mencengkram erat tali tasnya- Jeffri bisa melihatnya dengan jelas.
"Mas Jeffri mau apa dari aku?" Aisya tidak ingin berbasa basi.
Dia bukan gadis bodoh- Aisya tahu arti tatapan Jeffri padanya. Sudah beberapa tahun ini Jeffri memang gencar mengejarnya, sekalipun dia sudah melakukan penolak halus lewat gestur tubuh dan ucapan.
"Kenapa Dek Aisya mundur? Mas Jeff enggak bakalan gigit kok. Kenapa harus takut? apa yang kamu takutkan dari Mas?" pria yang berusia 24 tahun itu, melangkah maju membuat Aisya mundur beberapa langkah.
"Kenapa mundur?"
Aisya menatap nyalang pada Jeffri. Pria muda itu mengembangkan senyuman tipis- atau lebih tepatnya seringai kecil yang membuat Aisya diam diam merogoh sesuatu dari dalam tasnya.
"Aisya?" panggilnya dalam dan halus, membuat Aisya bergidik ngeri.
"Kamu tahu, selama dua tahun ini aku sudah seperti orang gila, itu semua gara gara kamu. Aku berusaha agar bisa mendekat, tapi kamu malah memilih untuk menjauh. Kenapa-?" ucapnya terjeda.
"Kenapa kamu tidak pernah melihat ketulusanku Aisya. Apa kurangnya aku? kenapa kamu tidak mau membuka hati kamu un-,"
"Karena hati Aisya sudah di miliki orang lain, maaf." Aisya menyela cepat.
"Kita enggak bisa memaksakan hati, aku harap Mas Jeffri bisa mengerti." sambungnya.
Jeffri menggigit bibirnya kencang, bahkan lidahnya kelu saat mendengar penolakan yang di lakukan oleh Aisya.
Sakit?
Tentu saja, hanya manusia yang tak berhati yang tidak merasakan sakit.
"Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, aku permisi. Assalamualaikum," pamit Aisya sopan dan ramah.
Walaupun dalam hatinya Aisya begitu was was, dia takut kalau pria yang sudah dia tolak berkali kali itu akan berbuat nekat.
Aisya beristigfar, dia mencoba mengenyahkan pikiran negatif serta suozdzhonnya pada Jeffri.
RILEKS AJA BRAY
efek kebanyakan nonton anime
pas gk ada aja baru terasa...
merebut darimu? gk salah ngomong?
Rimba milik Aisya sedari zaman masih ingusan
yg dipikirin harta harta dan harta terus...
toh gk punya cucu lagi loh situ tuh 😜
jadi bang Shaka ngincer gadis berhijab temennya Aisya 🤭
dikekepin mulu