Candy seorang gadis lulusan SMK harus terjebak dalam sebuah pernikahan dengan seorang CEO muda, Ezza. Lambat laun tanpa disadari cinta mereka perlahan tumbuh sampai lahirlah putra mereka Daffin.
Tetapi restu dari Ibu Ezza tak kunjung didapat sampai ahirnya Candy dijebak ibu mertuanya dan Ezza mempercayai hal itu. Karena merasa sakit hati, Ezza pun menyetujui calon yang dipilihkan ibunya untuk menggantikan posisi Candy sebagai istrinya.
Delima hadir menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ezza, tetapi ia hanya mengincar harta Ezza. Saat Ezza terjebak rekan bisnis hingga masuk penjara, Delima menjauh.
Saat itulah cinta mereka diuji. Candy yang berjuang demi keluarga besar Hadi Wijaya saat Ezza dipenjara. Ia pun yang memperjuangkan Ezza sampai ahirnya ia bisa keluar dari penjara.
Dengan segala ketulusan cinta Candy akankah mampu mengembalikan kasih sayang dari suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KANGEN
Happy reading all😘
.
.
Seorang wanita muda bertubuh sintal terlihat kesusahan membawa kopernya di sebuah jalan kecil. Hingga muncul seorang pemuda yang terlihat iba padanya.
Kring ... Kring .. Kring ...
Ia pun mencoba membunyikan bel sepedanya untuk mengusik wanita itu.
"Kasihan sekali dia, mana sebelah kakinya masih digips gitu," batin pemuda itu.
Ia pun mempercepat laju sepedanya agar bisa menyusul wanita itu.
"Neng, mau kemana atu neng?"
Delima yang gengsinya tinggi tak mau menoleh pada pemuda yang menyapanya itu. Bahkan ia mempercepat laju langkahnya.
"Ya ampun neng, akang teh ga mau berbuat jahat sama neneng, jangan ketakutan kek gitu atu neng."
Karena menyadari kalau pemuda di belakangnya itu tidak jahat, maka ia pun menghentikan jalannya.
"Akang mau bantu saya?"
"Iya neng, kalau mau sih, kalau gak mau ya gak apa-apa."
"Emang bisa nganter saya ke suatu tempat?"
"Mungkin bisa neng, kan belum di coba."
"Ya udah, ini alamat rumah orangnya, bisa nganter gak?"
Setelah membaca alamat rumah yang ditunjukkan oleh Delima, ia pun segera mengangguk.
"Ada hubungan apa ya neng gelis ini sama ki Parto?"
"Jadi gak? kok bengong!"
"Jadi mbak, silahkan naik."
Ia pun segera mengikat koper milik Delima di sisi kanan ban belakang sepedanya. Lalu ia membantu Delima untuk naik ke sepeda onta miliknya.
"Udah siap kan mbak?" tanya pemuda itu ketika menyadari Delima sudah mengaitkan tangannya pinggangnya.
"Sudah."
"Baiklah, bismillah ..."
Dengan perlahan sepeda mereka mulai melewati jalan setapak itu. Meski di tengah hutan, anehnya di tengah-tengahnya sudah tersedia jalan disana. Ia pun juga tidak tau siapa yang membuatnya. Tetapi hal itu menguntungkan bagi masyarakat sekitar agar bisa pergi ke kota.
Meski sudah lama, tetapi sepeda onta milik pemuda itu masih tampak gagah. Buktinya sepedanya tetap kokoh meski barang yang dibawanya sungguh berat.
Beruntungnya sepeda onta miliknya sudah biasa digunakan untuk mengangkut gabah dan hasil panen. Jadi meskipun Delima naik beserta kopernya tak membuat pemuda itu keberatan.
Bahkan dengan asyiknya sambil mengayuh sepedanya ia tetap melantunkan sebuah lagu jawa.
...Suwe ora jamu...
...Jamu godhong tela...
...Suwe ora ketemu...
...Ketemu pisan gawe gela...
...Suwe ora jamu...
...Jamu godhong tela...
...Suwe ora ketemu...
...Ketemu pisan gawe gela...
Lagu Suwe ora jamu, ciptaan R.C. Hardjosubroto yang dinyanyikan oleh Waljinah itu begitu populer sepanjang masa.
"Kenapa nyanyi lagu jawa sih, tapi enak juga sih," batin Delima.
.
.
Sementara itu di kediaman Hadi Wijaya. Candy baru saja pulang dari kantor. Mobil Fortuner putih itu baru saja memasuki garasi sebuah mansion milik keluarga Hadi Wijaya.
Meski dalam keadaan hamil, Candy berusaha untuk mengemudikan mobilnya sendiri ke kantor. Karena Pak Sobri telah ia khususkan untuk mengantar jemput Daffin ketika sekolah. Hingga sebuah keputusan berat ia ambil.
Untungnya disaat suaminya masih sayang padanya. Ezza dengan telaten mengajari Candy untuk mengemudikan mobil. Tentu saja hal itu membuat hati Candy merasakan getaran aneh.
>>FLASH BACK ON
"Mas, aku takut ..." cicit Candy ketika Ezza mau mengajarinya mengemudikan mobil.
Ezza hanya tersenyum menanggapi hal itu.
"Memangnya sayang takut apa sih, kan ada mas disini."
"Takut nabrak lah mas, aku kan gak pernah nyupir."
"Ya udah, kalau kamu takut, kita pake mobil yang kecil aja ya."
"Hah, emang ada ya mas, mobil yang kecil."
Ezza mencubit gemas hidung istri kecilnya itu.
"Ada dong, emang kamu gak pernah chek garasi di mansion ini?"
Candy geleng-geleng karena memang benar ia belum pernah berkeliling rumah. Lagi pula ia tidak mempunyai niatan untuk sok tau. Terlebih perlakuan ibu mertuanya sangat berbeda pada dirinya.
Setelah berjalan selama lima menit, ahirnya mereka sampai di garasi. Disana banyak sekali koleksi mobil Tuan Hadi.
Candy sampai membelalakan matanya saat melihat kondisi garasi ayah mertuanya. Hampir ada puluhan mobil yang berjajar rapi di sana. Bahkan semuanya terlihat sangat terawat.
"Nah kamu mau cobain mobil yang mana?" tanya Ezza yang melihat kebingungan istrinya.
Candy menoleh, ia pun sangat enggan untuk memilih salah satu dari koleksi ayah mertuanya.
Ezza segera merangkul pinggang istrinya lalu mengajaknya menuju sebuah mobil Honda Jazz RS matic berwarna putih.
"Gimana kalau kamu cobain mobil yang ini dulu?"
"Hah, kalau nanti rusak gimana sayang?"
"Kalau rusak ya beli lagi lah yang, ngapain pusing?" jawab Ezza dengan entengnya.
Candy tetap menolak ketika Ezza menariknya untuk masuk ke dalam mobil Honda Jazz tersebut.
"Sayang diam dan duduk manis disitu dan liat mas dalam berkemudi, oke!"
Candy pun mengangguk. Meski ia awalnya takut, tetapi ketika Ezza memperlakukannya dengan sangat lembut, ia pun tak kuasa menolak keinginan suaminya tersebut.
"Ya jangan natap wajah aku dong sayang, nanti aku cium loh!"
"Eh kok gitu..."
"Ya aku tau kalau aku tuh ganteng, tapi jiwa dan raga mas udah hak paten satu-satunya untuk kamu, sayang."
"Dih mulai deh gombalnya," ucap Candy masih tersipu.
"Meski gombal tapi kamu suka kan?"
"Iya suka banget deh, puas!"
Meski mulutnya ngomel tetapi sungguh itu bertolak dengan hati nuraninya yang meng-iyakan setiap perkataan suaminya barusan.
Candy yang ketauan mencuri pandang wajah suaminya menjadi malu. Semburat merah dengan segera muncul di kedua pipi indahnya.
"Fokus ke kemudi aja ya."
"Iya mas."
"Oke, bismillah kita berangkat."
Mulai saat itu, hampir disetiap weekend, Ezza sengaja meluangkan waktunya untuk mengajari Candy belajar mengemudikan mobil.
Candy pun bersyukur karena Ezza benar-benar menunjukan tanggung jawab padanya. Bahkan ia dengan sabar selalu membimbingnya setiap waktu.
Begitu pula dengan Tuan Hadi yang melihat anak dan menantunya bisa hidup mesra setiap hari. Sejak menikah dengan Candy, kepribadian Ezza juga lebih hangat terhadap keluarganya.
>>FLASH BACK OFF
Tiba-tiba kerinduan menyerangnya saat ini.
"Mas apa kamu merindukan aku?" tanya Candy pada hatinya.
Tak mau terlihat sedih, Candy segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum ..." ucapnya ketika memasuki rumah besar itu.
"Wa'alaikum salam Nyonya."
Dengan segera Mbak Sari menyambut nyonya mudanya itu.
"Daffin dimana mbak?"
"Den Daffin sedang menemani Tuan Hadi di taman belakang."
"Oh ya sudah kalau begitu, saya mau bersih-bersih terlebih dahulu."
"Iya nyonya, biarkan saya siapkan camilan untuk nyonya."
"Terimakasih ya mbak."
"Sama-sama, saya permisi dulu."
Setelah berbincang sebentar dengan salah satu asisten rumah tangganya, Candy benar-benar masuk kamar dan membersihkan dirinya. Baru sesudahnya ia akan menyusul untuk bergabung dengan anak dan mertuanya di taman belakang.
Kegiatannya hari ini sungguh membuatnya kelelahan luar biasa. Hingga ia memutuskan untuk berendam dengan aroma terapi.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
.
.
...Jangan lupa VOTE dan GIFT buat Candy dan bang Ezza ya..makasih 🙏...
salam dari jodohku Cinta Pertamaku 🙏🙏🙏