NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Dua Sisi Elyra

Seperti hari-hari biasanya, Elyra sekolah namun dengan perasaan yang lebih riang lagi. Namun saat pulang sekolah, sore itu kembali berdiri orang yang sama dengan sosok kemarin yang menunggunya.

Elyra kini tidak datang menghampiri, dia malah membiarkannya begitu saja dan langsung menuju ke arah parkiran. Dia langsung menaiki motornya, tak peduli dengan Tiara yang menatapnya begitu tajam.

“Elyra!” pekik Tiara, Elyra menghela napas kasar dan menatapnya lagi.

“Iya?” jawab Elyra kesal, dia ingin melaju namun tangannya dihentikan oleh Tiara dan hanya terdiam saja.

“Jangan di sini, lihat di belakangku. Banyak yang lain yang mau keluar,” Elyra mengibaskan tangannya, Tiara berdecih dan akhirnya masuk ke dalam mobilnya, mengikuti Elyra dari belakang.

Mereka sampai di depan sebuah restoran yang tak lain adalah restoran Elyra, Elyra masuk dan diikuti Tiara di belakangnya. Di bagian belakang restoran tersebut ada sebuah tempat semi terbuka dengan banyak tanaman namun teduh.

“Ada apa, Kak?” Elyra duduk, Tiara juga ikut duduk dan menatap tajam ke arah Elyra.

“Jadi, apa sekarang kamu yakin akan meninggalkan dia?” tanya lagi Tiara, seolah dirinya yakin bila Elyra akan menyerah dan memilih pergi dari Leon.

Elyra sendiri gadis baik, dan Tiara yakin bila Elyra tahu bahwasanya dia mengandung anak Leon, tentu gadis itu akan menyerah karena anak di perutnya juga butuh sosok ayah, dan bila itu gagal lagi, Tiara terpaksa harus mengeluarkan kartu utamanya agar Elyra benar-benar enyah dari hidup Leon.

“Kenapa begitu yakin kalau aku mau pergi, Tiara?” Kini nada dan panggilan Elyra berubah, muak juga dia bila harus terus bersabar.

“Elyra!” teriakan terdengar, Elyra menghela napas kasar.

“Hei, aku menghargai mu karena kamu kakak dari temanku ya. Tapi, bila kamu terus begini, justru membuatku merasa jijik tau!” Elyra akhirnya mengeluarkan semua unek-unek yang dia tahan.

“Aku lagi hamil, dan ini anak Leon. Anak ini juga butuh sosok ayah, Elyra! Kamu ngerti kan?” Kini isak terdengar dari bibir Tiara, Elyra menghela napas kasar.

“Kamu yakin itu anak Leon?” Elyra kembali bertanya, dia memainkan ponselnya. Tangan Elyra menekan tombol memanggil pada Leon, tanpa diketahui oleh Tiara.

Leon sudah terhubung dalam panggilan, dan Elyra mengecilkan volume speakernya namun memperbesar volume penangkap suara agar Leon dapat mendengar semua percakapannya.

“Kenapa kamu berkata begitu? Aku mengatakan ini karena memang ini anaknya Leon. Kamu bukan gadis bodoh, pasti kamu mengerti bagaimana posisiku saat ini.” Tiara berusaha membujuk, dan setengah memaksa.

“Karena aku bukan gadis bodoh, jadi aku tahu mana yang benar dan yang salah,” ungkap Elyra, dia menatap lurus dan penuh keyakinan.

“Anak itu satu atau dua bulan kan? Dua bulan lalu Leon sudah bersamaku dan setiap waktu dia bersamaku. Kalau memang harus hamil, bukankah aku yang harus hamil?” gertak Elyra, Tiara mengepalkan tangannya sendiri.

Sedangkan Leon yang hari itu memang ada pekerjaan mendadak di pagi hari, kini dia sudah bersiap pulang. Namun panggilan dari Elyra membuatnya bertahan diam di kantornya sejenak.

Perlahan dia mendengar suara orang lain, dan kemudian suara Elyra. Ucapan Elyra itu membuatnya sejenak terkekeh, dan secara realistis Tiara memang tidak bisa membodohi Elyra begitu saja. Dan kepercayaan Elyra pada Leon juga bukan tanpa dasar.

“Dia itu hanya main-main denganmu, Lyra! Lihat ini!” Tiara melemparkan semua foto berbahaya milik Leon, foto-foto terbuka dan bagaimana pria itu bermain wanita.

Elyra mengepalkan tangannya lagi, cemburu? Tentu saja. Namun dia lebih ke kesal pada Tiara, dia juga tahu bila Leon memiliki masa lalu yang buruk. Jadi dia memaklumi bila hari di mana hal ini pasti akan terjadi juga. Namun, melihat langsung bagaimana foto itu dilemparkan, jelas membuat hati Elyra terasa tersayat.

“Itu foto lama, lalu apa urusannya denganku?” tanya Elyra santai, tentu santai itu hanya pura-pura.

“Kamu masih tanya, aku hanya mau kasih tahu. Kalau mungkin selain aku, saat ini di luaran sana itu banyak anak haram Leon!” ungkap lagi Tiara, Elyra menghela napas kasar dan akal sehatnya juga berpikir demikian.

“Itu nggak benar, sayang, itu nggak benar!” Leon dalam telepon berteriak, namun sayang Elyra tak mendengarnya.

“Bila itu benar, aku siap jadi ibu sambung dari anaknya Leon,” tegas Elyra, Leon yang mendengar itu seketika terduduk lemas.

Ucapan Elyra sungguh di luar ekspektasinya, Leon jelas bahagia. Apa yang dikatakan Elyra barusan menandakan bagaimana Elyra sudah menerima dirinya, meski masa lalunya sangat hancur.

Leon bergegas memeriksa ponselnya, mencari lokasi Elyra dan bergegas pergi. Elyra sendiri kini menatap tajam ke arah Tiara yang sudah kesal sampai ubun-ubun.

“Apa sudah selesai?” tanya lagi Elyra, dia kembali duduk dan menghela napas kasar.

“Aku tidak selemah itu hingga dapat kamu tindas, aku juga tidak mempermasalahkan bagaimana masa lalu Leon. Karena aku yakin, masa depannya akan lebih baik,” tambah lagi Elyra, Tiara meremas tangannya sendiri.

“Bila sudah selesai, silakan keluar,” ucap Elyra, dengan rasa kecewa yang menggunung Tiara akhirnya pergi meninggalkan Elyra.

Setelah sepeninggalan Tiara, Elyra seketika ambruk. Air matanya kembali jatuh, dan menatap satu demi satu foto-foto itu, dadanya sesak dan hatinya seolah tercabik.

Leon sampai kurang dari 20 menit, Elyra sendiri bahkan tak sadar bila panggilannya masih berlangsung. Leon dalam telepon mendengarkan sendiri bagaimana rapuhnya Elyra setelah itu, bagaimana tangis dan sakitnya Elyra bahkan sampai terasa menyayat di dada Leon.

Leon datang dengan mata melihat sekeliling, Pak Raka yang melihat kedatangan Leon mempersilakan dan menunjuk ke arah belakang. Leon langsung pergi ke arah belakang dan tampaklah foto yang menyebar dengan jumlahnya puluhan, dan Elyra yang menangis tersedu.

“Sayang,” Leon terduduk di hadapan Elyra dan memeluk Elyra yang sudah lemas.

Elyra memukuli dada Leon lemas, Leon menerimanya dengan lapang dada. Dia menatap mata Elyra yang memerah, bahkan sudah bengkak. Leon jelas dihempas rasa bersalah yang luar biasa, bahkan kedua tangannya kini bergetar.

“Ayo nikah!” ajak Elyra, tangannya mencengkeram kemeja Leon dan isaknya begitu perih di telinga Leon.

Leon memeluk Elyra, dia tak berkata apa pun. Merasakan pedihnya Elyra, dan dia juga yakin bila Elyra kini sedang dikuasai emosinya dan tidak benar-benar serius dengan ucapannya.

“Ayo nikah, Leon!” teriak lagi Elyra, Leon hanya memeluknya terus tak menjawab lagi. Kedua tangan Leon bergetar, bila bisa dia ingin kembali ke masa lalu dan menyucikan tubuhnya, hingga pantas berada di hadapan Elyra saat ini.

“Leon, ayo nikah!” sekali lagi Elyra memekik, dia mencengkeram keras kerah baju Leon. Wajahnya terangkat menatap wajah Leon, mata mereka beradu dan Elyra mendekatkan wajahnya pada Leon.

“Sayang, kamu sedang emosi. Tenangkan dulu ya, hem?” Leon mengecup kening Elyra lembut, Elyra memukul lagi dada Leon dan menyerahkan tubuhnya pada Leon, diam dalam pelukannya, meluapkan seluruh emosinya.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!