NovelToon NovelToon
Istri Hyper Untuk Gus Hilman

Istri Hyper Untuk Gus Hilman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Matahari sore di Desa Sukamaju sedang terik-teriknya, namun tidak sepanas suasana hati Gus Hilman. Pemuda berusia 22 tahun itu baru saja turun dari mobil, merapikan sarung instan dan kemeja kokonya yang wangi setrikaan. Ia baru tiga hari kembali dari Jakarta untuk mengelola pesantren kecil milik kakeknya di ujung desa.

"Gus Hilman!"

Suara cempreng itu memecah ketenangan. Hilman menghela napas panjang tanpa menoleh. Ia sudah tahu siapa pemilik suara itu. Keyla. Anak tunggal Pak Lurah yang menurut desas-desus warga adalah "ujian berjalan" bagi kaum pria di sana.

Keyla datang dengan motor matic-nya, berhenti tepat di depan Hilman hingga debu jalanan terbang mengenai sepatu kulit sang Gus. Gadis 17 tahun itu turun dengan gaya menantang. Ia mengenakan tank top merah ketat yang memperlihatkan bahu mulusnya, dipadu dengan celana jins pendek di atas lutut. Rambutnya yang dicat cokelat dibiarkan tergerai, basah oleh keringat yang membuatnya tampak semakin... mencolok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6

Pagi buta itu, Desa Sukamaju masih diselimuti kabut tebal dan hawa dingin yang menusuk tulang. Suara pujian sebelum subuh mulai sayup-sayup terdengar dari pengeras suara masjid, menandakan para santri dan orang-orang saleh sudah mulai terjaga.

Namun, di kediaman Pak Lurah, suasana yang berbeda terjadi. Keyla terbangun pukul tiga pagi—bukan karena ingin salat tahajud seperti Gus Hilman, melainkan karena sifat hyper-nya yang membuatnya tidak bisa diam. Ia merasa gerah dan haus setelah semalaman memimpikan cara-cara baru untuk menggoda sang Gus.

Tanpa beban, ia keluar dari kamarnya hanya dengan mengenakan piyama satin super mini berwarna merah marun. Atasannya berupa tanktop dengan tali tipis yang hampir merosot di bahu mulusnya, dan celana pendek yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Rambut cokelatnya yang berantakan justru menambah kesan liar pada penampilannya.

Ia berjalan menuju dapur, melewati ruang tengah yang masih remang-remang.

"Duh, laper banget sih. Mana dingin lagi," gumamnya sambil memeluk tubuhnya sendiri, membuat lekukan tubuhnya semakin tercetak jelas di balik kain tipis itu.

Saat ia sedang asyik membuka kulkas mencari camilan, tiba-tiba terdengar suara pintu depan terbuka pelan. Keyla mematung. Siapa yang bertamu jam segini? pikirnya.

Ternyata itu adalah Bunda Sarah yang baru saja membuka pintu untuk menyambut seseorang. Dan jantung Keyla hampir copot saat melihat siapa yang berdiri di ambang pintu bersama Ayahnya.

Itu Gus Hilman.

Pria itu datang lebih awal karena Pak Lurah mengundangnya untuk ikut jamaah subuh bersama di masjid besar depan rumah, sekalian membahas urusan pesantren sebelum matahari terbit. Hilman tampak sangat segar dengan baju koko biru muda, sarung rapi, dan aroma minyak kayu cendana yang menenangkan.

"Eh, Keyla? Kamu sudah bangun, Nduk?" suara Pak Lurah memecah keheningan.

Gus Hilman yang tadinya hendak melangkah masuk, langsung membatu. Matanya sempat menangkap bayangan merah di dekat dapur—gadis dengan pakaian yang sangat minim, kulit putih yang terekspos, dan rambut yang acak-acakan di bawah temaram lampu dapur.

"Astagfirullahaladzim!" Hilman langsung membalikkan badannya membelakangi dapur, menatap pintu luar dengan napas memburu. Tasbih di tangannya berputar sangat cepat.

"KEYLA! Masuk kamar!" teriak Bunda Sarah yang wajahnya langsung pucat pasi karena malu bukan main melihat kelakuan putrinya di depan tamu terhormat.

Keyla, alih-alih malu, justru merasa mendapat durian runtuh. Melihat reaksi Gus Hilman yang sampai berbalik badan dengan telinga yang memerah, ia malah sengaja tertawa kecil yang terdengar sangat nakal.

"Eh, ada Gus Hilman... Pagi banget Gus, mau ngajak aku tahajud bareng ya?" goda Keyla sambil sengaja berjalan mendekat ke arah ruang tamu, sengaja melewati Hilman yang masih mematung membelakanginya.

"Mbak Keyla... tolong... masuk," suara Hilman terdengar sangat berat, menahan guncangan hebat di dalam dadanya. Bayangan bahu mulus Keyla tadi seolah terekam permanen di otaknya, merusak konsentrasi zikirnya pagi itu.

"Kalau nggak mau gimana? Aku haus tahu, Gus. Mau ambilin minum nggak?" Keyla berdiri tepat di belakang punggung Hilman, sengaja berbisik sangat dekat hingga Hilman bisa merasakan hawa hangat dari tubuh gadis itu.

Wajah Pak Lurah seketika berubah merah padam, urat-urat di lehernya menegang melihat tingkah putrinya yang sudah di luar batas kesopanan. Di depan seorang Gus, di jam yang seharusnya suci bagi orang beriman, Keyla malah memamerkan auratnya tanpa rasa malu.

"KEYLA!!!" Gelegar suara Pak Lurah membuat kaca jendela rumah bergetar. "Masuk ke kamarmu sekarang atau Ayah sita semua fasilitasmu dan Ayah kirim kamu ke pesantren kilat detik ini juga!"

Keyla tersentak. Ia tahu kalau Ayahnya sudah menyebut soal "sita fasilitas", itu bukan main-main. Dengan langkah yang sengaja dibuat berlenggok nakal, ia berbalik menuju kamarnya. Namun, sebelum menutup pintu, ia sempat melirik Gus Hilman yang masih mematung membelakangi ruangan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!