NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01. Penantian Panjang Raja Vampir

Medan perang itu akhirnya sunyi. Tanah hitam yang hangus masih mengepul, menyimpan sisa-sisa sihir yang belum sepenuhnya padam. Darah bercampur dengan cahaya, merah pekat milik bangsa vampir dan werewolf, berkilau perak milik bangsa peri. Tubuh-tubuh terbaring tak bergerak, sementara langit yang semula retak oleh petir sihir perlahan kembali kelabu, seolah dunia sendiri lelah menyaksikan kehancuran.

Kemenangan telah diraih. Penyihir hitam beserta pasukannya lenyap, terhisap ke dalam pusaran sihir terakhir yang menghancurkan mereka dari akar keberadaan. Bangsa vampir, werewolf, dan peri berdiri sebagai pemenang perang paling berdarah sepanjang sejarah dunia gaib.

Namun tak ada sorak kemenangan. Di pusat kawah kehancuran itu, berdiri seorang Raja Vampir—Ragnar Rowan Agharon dengan pakaian perang yang berlumur darah, darah musuh, darah sekutu, dan darah yang paling berharga baginya. Ratunya telah menghilang.

Bukan gugur. Bukan mati. Ia lenyap bersama pemimpin penyihir hitam, ketika sang ratu memilih mengorbankan jiwanya untuk memicu sihir terlarang yang hanya bisa diaktifkan dengan darah kerajaan vampir. Ledakan cahaya merah keemasan itu menelan dua sosok sekaligus, menutup celah kegelapan yang hampir menelan seluruh dunia.

Nama Ivory Esmeralda, sang ratunya masih menggantung di udara, tak terucap, namun terasa menyayat dada. Ragnar berlutut perlahan di tanah retak itu. Tangannya menggenggam erat liontin perak berukir lambang kerajaan milik ratunya … yang tersisa utuh, seolah menolak ikut lenyap. Untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun hidupnya, bahunya gemetar.

“Ragnar …Berjanji ‘lah untuk tidak melupakan diriku, meski aku sudah tidak ada di sisimu.”

“Tidak, Ivory! Bagaimana bisa aku melupakanmu di saat aku tahu bahwa aku sudah jatuh cinta padamu, bahkan tidak ada tempat lagi untuk orang lain di hatiku.”

Senyuman Ivory terlihat sangat indah kala itu, rupanya ia tidak jatuh cinta sendirian tapi cintanya terbalaskan. Meski pun kematiannya di dunia ini akan menjadi pemisah nyata untuk cinta mereka.

“Aku juga sangat mencintaimu, Ragnar! Maaf, karena waktu kita untuk bersama sangat ‘lah singkat. Namun, aku berharap kita bisa dipertemukan lagi di kehidupan selanjutnya. Dan di kehidupan itu, kita bisa bersama untuk waktu yang sangat lama.”

“Ivory ….”

“Jangan menangis, Ragnar! Karena aku akan menunggumu datang menemuiku di kehidupan selanjutnya. Aku akan menunggumu untuk menjemputku dan menjadikan aku sebagai Ratumu lagi.”

“Kalau begitu ….” Ragnar menahan suara tangisnya, meski air mata yang deras itu tidak bisa dia hentikan sama sekali, “…sampai bertemu di kehidupan selanjutnya, Ivory! Aku pasti akan datang menjemputmu dan menjadikanmu sebagai Ratuku lagi.”

“Ya, sampai bertemu lagi, Ragnar Rowan Agharan! Cintaku … Aku menunggumu.”

Ragnar masih jelas mengingatnya dimana tepat setelah Ivory mengatakan kalimat itu, perlahan tubuhnya mulai menghilang tepat didepan matanya, dalam angan dekapannya. Hanya senyuman indah dan tatapan penuh cinta itu yang masih terlintas di kepala Ragnar ketika tubuh Ivory sepenuhnya menghilang bersamaan dengan menghilang pembatas sihir yang sempat memisahkan mereka.

“Hiks … Ivory! Hiks …”

Kejadiannya terjadi beberapa waktu yang lalu, tetapi rasanya Ragnar sudah kehilangan Ivory selama sisa hidupnya. Hanya tangis, kerinduan serta penyesalan yang kini tersisa bagi Ragnar. Ratunya, cintanya dan bahkan hidupnya kini telah menghilang tepat di depan matanya tanpa bisa ia berbuat apapun.

Malam turun tanpa belas kasihan. Angin berdesir pelan, membawa aroma hutan peri yang terbakar dan serigala yang terluka.

Di tengah kesunyian itu, cahaya lembut kehijauan muncul dari balik kabut. Seorang peri melangkah mendekat, sayap transparannya berkilau redup, matanya bercahaya seperti bintang yang memantulkan masa depan.

Ia adalah Holly, peri langka yang dianugerahi penglihatan melampaui garis nasib. Sang peri masa depan. Ia tidak datang seorang diri, seperti biasa dia akan selalu bersama dengan tiga peri lainnya yaitu Shine, Vael serta Vivian.

Ragnar tidak menoleh sama sekali ketika peri itu berhenti beberapa langkah di belakangnya. Kesedihannya, atas kehilangan Ivory membuat dunianya terasa runtuh saat itu juga.

“Aku tidak datang untuk menghiburmu,” ujar Holly pelan, suaranya bergetar oleh duka yang juga ia rasakan. “Aku datang karena takdir memaksaku.”

Akhirnya, Ragnar perlahan mengangkat wajahnya. Matanya merah gelap, kosong, namun masih menyimpan bara yang belum sepenuhnya padam.

“Jika kau datang untuk mengatakan bahwa dia telah tiada,” ucapnya lirih, “aku sudah mengetahuinya … bahkan aku menyaksikan dia menghilang dengan mata kepalaku sendiri.”

Sang peri menggeleng perlahan. Cahaya di matanya berdenyut, seolah ia sedang melihat ribuan garis waktu sekaligus. “Tidak,” katanya tegas. “Dia tidak berakhir hanya di tempat ini. Dia akan kembali kepadamu.”

Ragnar langsung terdiam. Holly melangkah lebih dekat, berlutut di hadapannya, tindakan yang tak pernah dilakukan peri kepada siapa pun, kecuali pada takdir itu sendiri.

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya.

“Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

Sontak perkataan peri itu membuat jantung Ragnar berdentum keras. Ada harapan yang sangat besar dalam hatinya, sorot matanya bahkan kembali membangkitkan kehidupan yang hampir sepenuhnya padam.

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

Holly mengangkat tangannya, memperlihatkan bayangan cahaya yang membentuk simbol samar, sebuah tanda kuno atau yang biasa orang sebut dengan tato. “Ratu Ivory akan terlahir dengan tanda khusus ini,” katanya. “Tanda yang hanya akan muncul pada reinkarnasi sang Ratu Vampir. Tanda yang akan menarik takdir dan dirimu… kepadanya.”

Mata Ragnar bergetar. Harapan, perasaan yang telah lama mati dalam dirinya, perlahan merayap kembali, menyakitkan sekaligus menghangatkan.

“Kapan?” tanyanya.

“Tidak sekarang. Tidak segera,” jawab sang peri. “Namun saat dunia telah cukup lupa akan perang ini, ia akan lahir. Dan saat itu tiba, takdir akan memanggilmu sekali lagi. Moon Goddess akan menunjukan arahnya untukmu.”

Ragnar kembali menunduk, menggenggam liontin di tangannya semakin erat. “Jika dia tak mengingatku…” katanya lirih.

Holly tersenyum tipis, penuh makna. “Jiwanya tidak pernah benar-benar lupa. Dia hanya menunggu untuk dikenali.”

“Hanya itu yang bisa aku beritahukan kepadamu. Semoga kali ini cinta kalian bisa bersatu selamanya.”

Cahaya kehijauan itu perlahan memudar. Keempat peri itu perlahan menghilang bersama embun malam, meninggalkan Ragnar kembali sendirian di medan perang yang sunyi.

“Ivory, tunggu aku menemukanmu? Berapa lama… berapa jauh kau berada aku pasti akan menemukanmu. Sampai bertemu kembali, Ratuku—Ivory!” Kini Ragnar sudah kembali menemukan tujuan hidupnya.

Bersambung ….

1
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu kelanjutannya kak semangat terus ya
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author.. Semoga sehat selalu.. 🙏🥰
Fahmi Ardiansyah
iya terserah kmu ivori
Desyi Alawiyah
Sangat menarik dan luar biasa.. 😇
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author, makasih udah up.. 🙏
Desyi Alawiyah
Aku juga nurut kamu Ivory, terserah kamu mau melakukan apapun... Yang penting kamu dan Elena baik-baik saja...

Tapi, apakah Ragnar akan nyerah gitu aja? Pasti Ragnar akan semakin gencar mendekati Ivory dan terus mencari tanda itu..

Iya ngga sih... 😩
Desyi Alawiyah
Lanjut lagi dong kak...

Terus kapan nih, Ragnar lihat tanda dibelakang telinganya Ivory... Ngga sabar pengen lihat reaksinya... 😋

Meskipun Ragnar udah yakin kalo Ivory reinkarnasi Ratu nya, tapi Ragnar belum lihat tanda itu kan? 😌😌😌
Desyi Alawiyah
Oh, begitu ceritanya...

Penyihir hitam dan Ratu Vampir emang kakak beradik, tapi mereka terpisah. Gitu yah?
Fahmi Ardiansyah
lanjut kak.
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Update lagi dong Kak.. 🤭🙏
Fahmi Ardiansyah
tu ratumu LG marah Ragnar n susah di redamkan.
Desyi Alawiyah
Nggantung lagi ceritanya..

Ivory mau bilang apa yah ke Elena? Apa Ivory udah tahu, kalau dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu Vampir? 🤔
Desyi Alawiyah
Nah loh Ragnar, reinkarnasi Ratu mu marah tuh... Kamu sih pake bohong segala... 🤭
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
ya tunggu aja bentar LG pulng kok adkmu.tpi jgn kaget entar klu nyampek rumah cemberut n marah.
Fahmi Ardiansyah
ya iyalah seharusnya lukanya yg lebih parah LG n pertahankan agar lukanya gak hilng Ragnar skrg ivory merasa tertipu aku pastikan besok ivory pasti masih kecewa n marah.
Fahmi Ardiansyah
yaelah Ragnar caper bisa2 ivory malah merasa bersalah tu.
Fahmi Ardiansyah
aku senang cerita nya tambah seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!