NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Apa Ray masih lama ya, aku bosan banget. Nungguin dia seharian begini terkadang bikin ku bosan juga.

Sebuah mobil sport biru terparkir di halaman depan dan Ray turun dari mobilku itu, aku segera berlari keluar untuk menghampirinya.

"Heboh banget kaya anak kecil aja". Protes Melinda

"Bodo amat, lagian kamu itu punya suami kalau datang itu di sambut juga jangan ngatain orang aja". Balasku

"Nggak bakal nikah juga kan".

"Siapa bilang?". Tanya Ray yang sudah masuk ke dalam rumah

"Beb". Pelukku pada Ray

"Loh benar kan kak, kamu nggak akan nikahin Leana. Dia bukan cewe baik-baik".

Ingin rasanya ku jambak rambut panjangnya itu.

"Kalau numpang di rumah orang itu jangan berlagak sebagai pemilik, kamu ngatain Leana begini begitu memangnya kamu wanita baik-baik?". Tanya Ray balik

Kenapa pacarku keren begini sih, aku kan jadi makin sayang sama dia kalau begini.

"Tunggu sebentar ya Love, mending kita pulang ke apart atau kerumah kamu?".

"Iya beb, aku mau ke apart aja pulangnya".

"Ya sudah tunggu sebentar ya". Usapnya pada kepalaku.

Melihat perlakuan lembut Ray padaku Melinda terlihat marah sampai-sampai gelas di tangannya di hentaknya di meja.

Tidak lama kemudian Ray keluar dari kamarnya, bau parfumnya aku sangat suka tapi yang membuatku tidak suka lirikan Melinda pada Ray.

"Nggak puas sama milik sendiri sampai punya orang di lirik juga". Sindirku pada Melinda yang duduk di sofa sampingku

Dia langsung mengalihkan wajahnya pada ponsel di tangannya.

"Mau jalan dulu apa pulang dulu". Tanya Ray

"Mau jalan dulu beb, aku mau beli tas yang baru keluar kemarin".

"Hhmmp dasar matre". Sindir Melinda padaku

"Aku bukan matre, kalau mau aku bisa beli sendiri tapi selama ada pasangan yang beliin nggak masalah kan". Sindirku balik pada Melinda

Semakin panas sepertinya ku balas sindir begitu, aku paham betul dengan Melinda selama aku tinggal bersamanya dia selalu memakai barang-barang branded tapi sekarang untuk jalan-jalan aja sepertinya dia sulit apalagi kalau sampai membeli barang-barang branded.

Aku dan Ray pergi kencan ke Mall sebenarnya aku tidak ingin beli tas limited itu, aku hanya ingin memanasi Melinda dan ternyata menyenangkan juga.

"Kenapa senyum-senyum Love".

"Ah nggak cuma teringat hal lucu".

"Apa itu?".

"Asik juga ya beb mengerjai orang lain, apa lagi Melinda kamu lihat tadi mukanya kaya mau marah banget sama aku".

"Kalau dia berani sama kamu berarti dia harus berurusan denganku".

"Tadi kan aku bilang mau beli tas keluaran terbaru itu, kayaknya dia marah deh. Dulu waktu tinggal sama Melin dia sering banget pake barang-barang branded".

"Palsu mungkin?". Jawab Ray

"Nggak beb itu asli, soalnya aku tau mana asli mana palsu kan. Nah sekarang dia udah nggak pakai lagi apa lagi semenjak nikah sama Reno pakaiannya itu-itu aja".

"Dari mana dia dapat barang-barang itu?".

"Dia katanya anak orang kaya beb, barang-barang itu nggak ada apa-apanya katanya". Kataku sambil meminum milkshake.

"Pelan-pelan minumnya. Selama ini aku nggak pernah lihat orang tua Melin itu berkunjung kerumah mama".

"Aku juga nggak pernah lihat dari awal masuk kuliah sampai di kelaurkan itu, ya aku fikir mungkin dia kayak aku nggak mau di ekspos sama keluarga aku".

"Dia nggak ada apa-apanya sama kamu Love".

"Iya aku tau kok".

Kenapa sih Ray kita baru ketemu sekarang, kenapa ada cowo kaya kamu sih yang selalu mengutamakan wanitamu, kamu bakal marah kalau ada yang gangguin aku.

Begini ya rasanya di cintai secara ugal-ugalan oleh pasangan, padahal kita cuma beberapa kali bertemu kamu bahkan nungguin aku pulang dari perjlanan panjangku dalam melupakan cinta yang bikin aku sakit.

Aku cuma berharap kebahagiaan ini nggak bakal berakhir, kalau aku dan Ray putus entah bagaimana aku kedepannya, hah mungkin aku bisa gila.

Aku juga tidak mengerti kenapa aku dulu bisa begitu mencintai Reno, apapun yang dia inginkan selalu aku penuhin dia minta badanpun secara suka rela aku berikan karena aku fikir dia lelaki baik-baik dan dia juga janji akan setia sama aku aja, nyatanya dia menghianati aku dengan cara memacari temanku sendiri, lagian cocok saja sih laki-laki nggak bertanggung jawab berpasangan dengan wanita perebut pasangan orang.

Lelah juga setelah keliling-keliling ku fikir Ray cuma bercanda mau beliin aku tas limited itu ternyata dia membelikanku bahkan sampai beberapa tas, hais dia juga baru membelikanku sebuah lemari kaca khusus untuk tas-tas ini.

"Beb uangmu banyak banget ya jadi beliin aku ini dan itu, lagian kita ini masih pacaran loh nggak baik kalau kamu beliin aku ini dan itu, belum lagi mobil, rumah dan apartemen ini".

"Aku cari uang memang buat begini Love, kalau sekedar mobil, rumah dan apart kan kita memakainya berdua bukan cuma kamu sendiri kan jadi itu tidak mumbazir".

"Walaupun itu semua pakai namaku? Apa kamu nggak keberatan beb?".

"Aku memang niat beli atas namamu Love, aku juga sering bertanya-tanya kenapa aku bisa begini ke kamu, kenapa aku bisa begitu sayang sama kamu, kenapa cuma kamu aku juga nggak mengerti".

Sungguh aku tidak bisa berkata-kata lagi jika Ray sudah mengucapkan semua ini, kami sama-sama tidak mengerti kenapa kami bisa saling menyayangi seperti ini, kenapa dan kapan perasaan itu bisa tumbuh sedalam ini.

Aku memang seorang wanita kotor, aku juga bukan wanita yang menjaga keperawanannya karena percaya omongan seorang lelaki dan betapa beruntungnya aku bisa memiliki seorang lelaki yang mau terima aku apa adanya bahkan dia sangat royal padaku.

"Beb, jangan tinggalin aku ya".

"Nggak akan pernah Love".

Ray mencium bibirku dengan lembut aku memeluknya semakin erat, aku tau ini dosa, dosa yang pastinya sulit akan di ampuni, tapi jika ini bisa membuatku dan Ray bahagia biarlah kami menanggung ini semua.

Lelah namun membahagiakan, itulah yang selalu ku rasakan jika bersama dengan Ray. Dada bidangnya membuatku ketagihan untuk selalu menyentuhnya wajahnya juga terlalu tampan untuk di bandingkan dengan Reno.

Paginya ku lihat Ray tidak ada di sampingku, di kamar mandi juga tidak ada kemana dia pergi.

"Beb?". Panggilku pada Ray yang ternyata dia berada di dapur

"Kamu lagi apa?". Tanyaku padanya

"Duduklah aku sedang buat sarapan".

"Kamu bisa masak?".

"Lalu kamu fikir aku hidup sendiri selama ini cuma makan junk food?".

"Biasanya orang-orang yang tinggal sendiri kan begitu".

"Aku juga jaga kesehatan kali Love".

"Kamu buat apa sih".

"Simple aja nasi goreng".

"Waa, pacarku bisa masak".

"Berisik makan dulu". Sentilnya pada jidatku, menyebalkan.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!