NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Gulungan Naga Kekacauan

Malam tiba dengan cepat. Setelah menyelesaikan semua tugas hariannya, mencuci pakaian lagi, membersihkan asrama dan menyiapkan makan malam untuk para murid dalam, Lin Feng akhirnya berjalan menuju perpustakaan tingkat bawah.

Akademi Pedang Awan Biru memiliki tiga tingkat perpustakaan. Tingkat atas untuk murid inti dan Tetua, disana terdapat beberapa manual kultivasi tingkat tinggi dan teknik rahasia Akademi. Tingkat tengah untuk murid dalam, terdapat beberapa manual menengah dan pengetahuan umum. Sementara Tingkat bawah untuk pelayan dan murid luar, berisi buku-buku dasar dan manual yang sudah lama.

Lin Feng sudah hafal setiap sudut perpustakaan tingkat bawah, karena setiap malam, jika tidak ada yang melihat ia akan mencuri waktu untuk membaca. Membaca manual kultivasi dasar, teori tentang qi, sejarah dunia kultivasi, apa saja yang bisa membantunya memahami kultivasi, meskipun ia tidak bisa mempraktikkannya.

Malam ini, perpustakaan sangat sepi. Lentera-lentera batu spiritual memberikan cahaya redup. Lin Feng mulai membersihkan dengan sapu dan kemoceng, tapi pikirannya melayang.

Akar Spiritual Kekacauan. Itulah sebutan untuk kondisinya saat ini. Dalam dunia kultivasi, setiap orang lahir dengan afinitas terhadap satu atau lebih elemen: Api, Air, Tanah, Logam, Kayu, Petir, Angin, Cahaya, atau Bayangan. Afinitas ini menentukan jenis kultivasi apa yang cocok untuk mereka.

Tapi Lin Feng? Inti spiritualnya seperti pusaran kacau yang menolak semua elemen sekaligus. Qi yang ia coba serap akan langsung tersebar dan lenyap. Tidak peduli berapa kali ia mencoba, hasilnya selalu sama.

"Gagal," gumam Lin Feng sambil menyapu. "Selalu gagal."

Sambil melamun tiba-tiba sapu yang sedang di ayunkannya menyenggol tumpukan buku lama di pojok. Buku-buku itu jatuh berserakan, dan salah satunya menabrak rak kayu tua di belakangnya.

KRAK...

Rak itu retak dan roboh, terus memperlihatkan sesuatu yang aneh, tembok di belakang rak itu menunjukan seperti ada pintu?

Lin Feng membeku sesaat. Jantungnya mulai berdetak dengan cepat. Sepuluh tahun ia membersihkan perpustakaan ini, ia tidak pernah tahu ada pintu tersembunyi di sini.

Lin Feng seharusnya melaporkan ini kepada para Tetua. Tetapi kata "seharusnya" itu tidak pernah menghentikan Lin Feng karena penasaran.

Dengan tangan gemetar, ia mendorong pintu itu hingga terbuka lebih lebar. Disana terlihat sebuah pintu kayu tua yang dilapisi formasi ilusi yang sudah memudar, makanya Lin Feng bisa melihatnya sekarang.

Di balik pintu ada tangga batu yang menurun ke dalam kegelapan. Udara yang keluar dari sana terasa dingin dan berbau apek, seperti tidak ada yang pernah masuk selama berabad-abad. Lin Feng kemudian mengambil salah satu lentera batu spiritual dan mulai turun.

Setiap langkahnya bergema di lorong sempit. Tangga ini sangat panjang, mungkin saat ini ia sudah berada jauh di bawah perpustakaan. Di bawah akademi.

Akhirnya, tangga yang dituruni Lin Feng berakhir di sebuah ruangan bundar. Dan di tengah ruangan itu ada sebuah altar.

Lin Feng mengangkat lentera lebih tinggi. Altar itu terbuat dari giok hitam, dengan ukiran sembilan naga yang melingkar saling mengelilingi. Setiap naga berbeda beda, satu dikelilingi petir, satu api, satu air, dan seterusnya.

Dan di tengah-tengah sembilan naga itu ada sebuah gulungan. Gulungan itu memancarkan cahaya sembilan warna berbeda yang saling menyatu menjadi satu. Merah, biru, coklat, perak, putih, emas, hitam, ungu, dan di tengahnya warna yang tidak bisa digambarkan. Seperti semua warna yang telah bergabung, atau tidak ada warna sama sekali. Lin Feng terpikat melihatnya. Kakinya tanpa sadar bergerak sendiri dan mendekat.

'Jangan,' bisik suara akal sehatnya. 'Ini pasti artefak penting. Ini pasti dilindungi oleh akademi, Jangan coba di sentuh.'

Tetapi di dalam inti spiritualnya yang kacau itu mulai bergetar. Tiba tiba tangannya terangkat dan Jari-jarinya menyentuh gulungan itu.

Seketika dunia seperti meledak. Cahaya sembilan warna menyambar keluar dari gulungan itu, menyelimuti Lin Feng sepenuhnya. Lin Feng kebingungan, Ia mencoba berteriak tapi suaranya tenggelam dalam gemuruh yang memekakkan telinga.

Energi luar biasa mengalir ke seluruh inti spiritualnya. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Lin Feng merasakan qi.

Tapi bukan hanya satu jenis Qi yang ia rasakan, melainkan sembilan jenis Qi sekaligus mengalir dalam harmoni sempurna.

Petir yang menghancurkan,

Api yang membakar.

Air yang mengalir.

Tanah yang kokoh.

Angin yang bebas.

Cahaya yang menyucikan.

Bayangan yang menyembunyikan.

Ruang yang melengkung.

Dan di tengahnya... Kekacauan yang menyatukan.

Lin Feng merasakan semuanya seperti tubuhnya akan robek. Energi ini terlalu banyak dan terlalu kuat. Inti spiritualnya tidak mungkin untuk menampung semuanya.

Tapi kemudian sesuatu yang mustahil terjadi.

Akar Spiritual Kekacauan nya yang selama ini menolak semua Qi, tiba-tiba mulai menyerap energi ini dengan sempurna. Seperti kepingan puzzle yang menemukan potongan terakhir. Seperti kunci yang menemukan gemboknya.

Warna-warna Qi bercampur di inti spiritualnya, berputar, menari, menyatu. Dan perlahan pusaran kekacauan itu berubah, berubah menjadi sesuatu yang indah.

Seketika suara kuno bergema di pikirannya, suara dari dalam gulungan yang kini menyatu dengan jiwanya.

"Pemegang Gulungan Naga Kekacauan telah datang. Ahli waris sejati dari Orkestrasi Sembilan Naga. Dengarlah anak muda, karena aku akan memberitahumu kebenaran yang telah terkubur selama seribu tahun..."

Tapi sebelum suara itu bisa melanjutkan, kesadaran Lin Feng sudah memudar. Lin Feng akhirnya terbangun dengan kepala berdenyut sakit.

Ia berbaring di lantai dingin ruangan altar, lentera batu spiritual masih menyala di sampingnya. Berapa lama ia tidak sadarkan diri? Satu jam? Dua jam? Tolong jangan sampai sudah pagi...

Ia mulai bangkit perlahan dan mengecek tubuhnya. Seketika ia terkejut, di dalam dantian-nya ia merasakan sesuatu yang berputar perlahan. Sesuatu yang hidup, itu adalah Qi.

Lin Feng menutup matanya dan mencoba fokus. Dan apa yang ia lihat membuatnya terengah.

Di dalam dantiannya ada pusaran kecil sembilan warna yang berputar dalam harmoni sempurna. Setiap warna merepresentasikan satu elemen, dan mereka semua berpusat pada warna kekacauan di tengah.

"Aku... aku akhirnya bisa berkultivasi?" Kegembiraan terpancar di wajah Lin Feng.

Ia tertawa, tertawa pertama kali dalam tahun-tahun terakhir.

Sepuluh tahun. Sepuluh tahun penderitaan. Sepuluh tahun dihina. Dan akhirnya, bersama gulungan yang menyatu dengan jiwanya, ada sebuah pengetahuan yang terbuka di dalam pikirannya.

'Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik kultivasi tertinggi yang diciptakan oleh sembilan pendiri tiga ribu tahun lalu. Dipecah menjadi sembilan gulungan untuk mencegah penyalahgunaan. Kamu telah menemukan Gulungan Naga Kekacauan, gulungan utama yang bisa menyalin dan menyelaraskan delapan gulungan lainnya.

Tapi berhati-hatilah pemegang Kekacauan. Mengumpulkan semua gulungan akan membuka kebenaran yang mungkin kamu tidak siap hadapi. Kebenaran tentang mengapa Langit membatasi kultivator. Kebenaran tentang harga kekuatan sejati.

Dan ketika kebenaran terungkap, kamu harus memilih: kekuatan untuk dirimu sendiri, atau pengorbanan untuk dunia.'

Lin Feng menelan ludahnya. Dari kata katanya kedengarannya berat dan berbahaya.

Tapi kemudian ia mengingat wajah keluarganya. Mengingat darah yang mengalir di lantai rumah masa kecilnya. Mengingat kultivator bertopeng yang membunuh mereka tanpa belas kasihan.

Jika gulungan ini bisa memberinya kekuatan untuk menemukan pembunuh itu... jika ini bisa memberinya kekuatan untuk membalas dendam... Maka tidak peduli bahaya apa yang ada di depan, ia akan menghadapinya.

Lin Feng berdiri, menatap altar kosong itu untuk terakhir kalinya, lalu berbalik dan mulai naik tangga.

Di kepalanya, rencananya sudah terbentuk. Ia harus merahasiakan semua ini. Ia harus berpura-pura masih menjadi pelayan sampah yang tidak berguna. Ia harus berlatih diam-diam sampai ia cukup kuat untuk bertahan dari perhatian yang pasti akan datang.

Karena Lin Feng tahu, di dunia kultivasi kekuatan adalah segalanya. Dan begitu orang tahu ia memiliki kekuatan mereka akan datang.

Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, Lin Feng memiliki harapan yang nyata. Bukan harapan tipis yang selalu mengecewakannya. Tapi harapan yang bisa ia pegang. Harapan yang bisa ia wujudkan.

Lin Feng tersenyum.

'Tunggu aku,' bisiknya. 'Tunggu aku, ayah, ibu, Xiao Yue. Aku berjanji akan menemukan pembunuh kalian. Aku berjanji akan membalas dendam. Dan kali ini, aku punya kekuatan untuk menepati janjiku.'

1
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
Arinto Ario Triharyanto
Yoi, MC terlalu naif, kyknya kalahan ini mah kalo tarung, apalagi sama cewek, Cemen 😄
rozali rozali
lanjut thor.
💪💪💪💪
Muh Nasrun
Thor, kenapa harus mencuri pil hanya utk meningkatkan kultivasinya, ini ga benar, kalaupun bisa tambah kuat tapi dgn cara yg tdk benar.
Arinto Ario Triharyanto
kebanyakan mikir lu Feng 🤣
Celestial Quill: masih belum pede dengan kekuatannya.😄
total 1 replies
Muh Nasrun
Tingkatan ke 3 tetapi bisa bertarung dgn level 8, apa2an ini, terlalu sekali, lebih baij tdk perlu ada level thor, tdk berguna level,kalau di cerita silat yg lainnya itu spt semut ketemu gajah, terlalu jauh rananya.
Celestial Quill: saya luruskan sedikit ya, Zhao Ming yang Lapisan Ketiga kenapa bisa bertarung dengan lapisan keenam atau Kedelapan bukan karena Lapisannya, melainkan karena teknik tempur nya kuat, tetapi ia tidak bisa bertarung dengan lama melawan lapisan yang lebih tinggi, karen Qi yang di milikinya terbatas berbeda dengan Lapisan yang lebih tinggi.🙏
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus, lanjutkan
Celestial Quill: Siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!