Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 17
Saat itu, pertarungan Yan Jian melawan Wu Hao pun terhenti, di saat langit mulai mengeluarkan cahaya-cahaya keemasan yang menyoroti 99 peserta yang berada di Lembah Api Gerbang ke dua. Sinar itu turun dari langit, menyoroti semua peserta, dan seketika tubuh mereka terangkat ke langit. Kilauan cahaya membutakan pandangan, seketika, semua peserta pun kembali ke lapangan tembok batu bata luas di halaman depan Istana Kekaisaran Api Agung.
Yan Jian membuka matanya, melihat sekelilingnya dengan rasa heran. Dia berada di tengah-tengah lapangan yang luas, dikelilingi oleh tembok batu bata yang tinggi. Peserta lainnya juga berada di sekitarnya, beberapa di antaranya masih mencoba untuk berdiri dengan kaki yang goyah.
"Apa... apa yang terjadi?" Wu Hao bertanya, matanya yang merah masih berkilau dengan amarah.
"Kalian telah dipindahkan kembali ke Istana Kekaisaran Api Agung." suara yang keras dan agung terdengar dari atas. "Pertarungan kalian di Lembah Api Gerbang ke dua telah berakhir. Sekarang, kalian harus menghadapi tahap berikutnya dari ujian ini." sambung Kaisar Huo Tianjun.
Yan Jian menatap ke atas, melihat ke arah sumber suara. Dia melihat seorang pria yang berdiri di atas tembok batu bata, mengenakan pakaian yang terbuat dari kain emas dan merah apo. Pria itu memiliki mata yang tajam dan rambut yang panjang, yang berantakan tertiup angin.
Namun, dari sembilan puluh sembilan peserta yang memasuki lembah api gerbang kedua, yang kembali dalam keadaan hidup hanyalah 50 peserta, dan 39 lainnya dinyatakan tewas.
Di atas panggung, Kaisar Huo Tianjun menghentakkan sebelah kakinya, menciptakan gelombang udara yang terhempas kuat, membuat semua orang pun terkejut lalu memusatkan pandangannya kepada Kaisar Huo Tianjun.
"Babak kedua Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung, akan di adakan satu minggu mendatang. Selama satu minggu ini... Kalian bisa menikmati penginapan secara gratis di seluruh Kota Kekaisaran." ujar Kaisar Huo Tianjun, lalu mengibaskan tangannya. Dari kibasan tangan itu, sebanyak 99 slip giok api tersebar di langit, dan seketika menghampiri 99 peserta yang lolos ke babak berikutnya.
"Babak kedua Kompetisi mempunyai sistem duel arena satu lawan satu. Dari seratus peserta yang lolos ke babak kedua, akan di bagi ke dalam 3 grup, setiap grup berisi 32 peserta. Namun, ada 4 peserta yang otomatis lolos pada babak kedua ini, yaitu orang-orang yang mewakili Istana Kekaisaran Api Agung dalam kompetisi ini. Itu memang sedikit pengecualian yang aku berikan kepada murid-murid istana kekaisaran, dan aku telah mengakui sendiri kekuatan mereka. Lalu, dari setiap group, 4 orang akan lolos ke babak berikutnya, merupakan babak final kompetisi kali ini." jelas Kaisar Huo Tianjun.
Orang-orang yang otomatis lolos di babak ini adalah Tuan Putri Kekaisaran Api Agung, yaitu Huo Xu'er. Pengawal Tuan Putri Kekaisaran, Huo Zhan— seorang Praktisi Nirvana bintang 7 berusia 25 tahun. Murid inti Akademi Kekaisaran Api Agung— Zha Luo, seorang Praktisi Nirvana bintang 7. Dan... Ji Long, seorang praktisi Ranah Nirvana bintang 7.
Walaupun masih banyak peserta-peserta yang memiliki tingkatan ranah lebih tinggi dari mereka, namun kuota itu merupakan kuota khusus yang diberikan oleh Kaisar Huo Tianjun, walaupun terdengar sedikit tidak adil. Namun, tidak ada yang berani menentang nya, Kaisar Huo Tianjun, adalah sosok terkuat di Kekaisaran ini.
Di sisi lain, Yan Jian berjalan di tengah-tengah lapangan dengan tubuh yang sempoyongan, rambut putihnya perlahan kembali menjadi hitam, dan saat ia berjalan, sebelah tangannya memegangi dadanya yang terasa sakit. Dampak dari menggunakan teknik Kaisar Es itu, mulai dirasakan oleh tubuh Yan Jian yang semakin melemah.
Namun, dia tetap mencari rekan-rekannya dari Provinsi Chang Yuan, terutama kekasihnya yaitu Peri Yun Xi.
"Jian!" seru Peri Yun Xi, memanggil nama kekasih kecilnya dari kejauhan sembari melambaikan tangannya.
Yan Jian pun memalingkan pandangannya, mengarah ke sumber suara itu berasal. Lalu berjalan dengan tubuh yang sudah semakin bergetar.
Melihat adik laki-lakinya itu nampak tidak baik-baik saja, Xiao Yu'er pun dengan cepat berlari menghampirinya, dan menopang tubuhnya.
"Kamu baik-baik saja, adik?" tanya Xiao Yu'er dengan nada dan ekspresi wajah yang cemas. Lalu Peri Yun Xi, Chang Ge, dan Nangong Yuxin pun menghampiri mereka.
Pandangan Yan Jian yang sayu dan semakin buram, berkeliling mencari rekan-rekannya yang lain.
"Di mana yang lainnya? Ma Wei, Lin Zhun, Du San, Hua Shi Wang, dan Senior Feng Xian?" tanya Yan Jian dengan nada yang lemah dan sedikit bergetar.
Namun, Chang Ge pun menghela nafasnya.
"Sebaiknya kita cari dulu tempat penginapan untuk memulihkan kondisimu. Nanti aku akan menceritakan semuanya!" ujar Chang Ge.