NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Dosen

Jeratan Cinta Sang Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.


Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Pagi pagi sekali Nathan sudah berpakaian rapih, ia turun dari kamar menuju meja makan.

Disana sudah ada kedua orangtuanya dan juga adik perempuannya Nabila.

" Mau kemana Nat ? " tanya sang Papah

" Mau pergi dulu pah, ada urusan "

" Urusan apa ? Pacar ga punya so soan punya urusan " ucap Nabila sang adik

" Lo bisa ga diem aja, gausah bawel " kata Nathan sambil mengusap selai diatas rotinya

" Lo kapan nikah sih Bang ? "

" Kenapa tiba tiba nanyain kapan gue nikah ? "

" Ya masalahnya cowok gue itu udah ngajak gue buat serius, kalau lo belum nikah gimana gue bisa nikah bang "

Nathan tak menjawab, ia justru sibuk memasukkan roti kedalam mulutnya

" Iyah Nat benar itu, kapan kamu nikah ? Usia kamu itu udah 30 tahun. " ucap sang Mamah

" Nanti juga Nathan nikah " jawab Nathan dengan santai

" Ya kapan ? semenjak kamu putus, kayaknya Mamah lihat kamu ga pernah tuh punya pacar lagi "

" Nathan lagi sibuk Mah, kan mamah tau sendiri sekarang Nathan harus jalanin perusahaan Papah. Belum lagi Nathan juga harus jadi dosen, jadi ya gampang lah "

" Ya lagian kamu ngapain coba jadi dosen tiba tiba, mending kamu udah fokus aja sama perusahaan " timpal sang Papah

Sebelum Nathan menjawab, Nathan meneguk segelas susu lebih dulu.

" Nathan mau ngomong serius " ucap Nathan

" Mau ngomong apa ? " jawab sang Mamah

" Nathan mau pindah agama " ucap sang Nathan dengan santai

" Pindah agama ? Maksudnya apa Nat ? " kata sang Papa yang terkejut

" Ya pindah agama pah, Nathan mau masuk Islam "

" Kamu ngomong apa sih Nat ? Kamu kalau bercanda ga usah kayak gitu lah " ucap sang Mamah kembali

" Mah Nathan serius kali ini, Nathan mau pindah agama "

" Kenapa tiba tiba lo mau pindah sih Bang ? jangan jangan pacar lo beda agama ya " ucap Nabila

" Kamu sudah punya pacar? Nathan, kalian masih pacaran belum tentu menikah. Jangan gegabah asal ambil keputusan Nathan " ucap sang Papah

" Nathan belum pacaran sama dia, tapi Nathan mau serius sama dia. "

" Nathan, agama itu bukan untuk bercanda seperti itu. Perempuan itu banyak Nathan " ucap sang Mamah

" Perempuan emang banyak Mah, tapi Nathan cuma mau nikah sama dia. Yaudah Nathan pergi dulu yah "

Nathan langsung pergi begitu saja dari rumahnya, hari ini ia berniat untuk pergi kesebuah tempat.

Nathan sudah membuat keputusan, walaupun tidak secepatnya tapi Nathan sudah yakin dengan keputusannya.

...

Sebangun dari tidur Ana merasa kepalanya yang sedikit sakit, sejak tadi ia memilih untuk merebahkan tubuhnya.

Ia harus beristirahat saat ini, sore nanti ia harus kembali bekerja untuk membiayai Adik dan ibunya.

Pagi tadi Nathan sudah memberikan kabar mengenai kegiatannya hari ini, Ana pun membalas dengan memberikan semangat.

Dulu saat bersama dengan Jeremy, Ana merasa kurang dihargai. Tapi dengan Nathan, Ana merasa jika dirinya dianggap ada.

Karena Ana merasa pusing, Ana pun memutuskan untuk tidur agar kondisinya membaik.

...

Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Nathan tiba disebuah tempat.

Nathan mengentuk sebuah pintu yang terbilang sederhana, namun ia merasa kesejukan yang berbeda dengan kota Jakarta.

" Mau cari siapa ? " tanya seorang anak perempuan

" Benar ini rumahnya Anastasya? "

" Benar, tapi Ka Ana ga disini. Ka Ana ada di Jakarta"

" Boleh saya bertemu dengan Ibunya Ana ? "

" Boleh, masuk "

Nathan masuk kedalam, begitu masuk kedalam rumah itu Nathan melihat foto foto yang terpampang didinding rumah itu.

Disana ada foto Ana, gadis itu memang cantik sejak dulu.

" Maaf siapa yah ? " tanya seorang wanita paruh baya

" Permisi Bu, perkenalkan saya Nathan "

" Oya nak Nathan duduk duduk "

Nathan pun duduk, ia kini tengah berhadapan dengan ibu dari Ana.

" Nak Nathan mau mencari Ana ada apa ya ? "

" Bukan Bu, sebenarnya saya kini memang ingin bertemu dengan ibu "

" Ada apa Nak ? Ana baik baik saja kan ? "

" Ana baik baik saja Bu, bahkan saya merasa bangga kenal dengan Ana "

" Syukur anak itu baik baik saja, sudah lama Ana tidak pulang kesini karena sibuk kuliah "

" Iyah Bu, oiya ibu gimana kondisinya ? "

" Alhamdulillah baik Nak "

" Jadi kedatangan saya kesini ingin meminta izin kepada ibu, bahwa saya ingin serius dengan Ana Bu "

Kedua adik Ana, Fauzi dan Anin keluar dari kamar. Keduanya ikut berkumpul bersama Nathan dan ibunya.

" Serius bagaimana Nak ? Menikah maksudnya? " tanya sang ibu

" Kalau ibu izinkan dan ibu merestui, jika Ana sudah siap saya ingin menikahi Ana. Jujur saja, saya sayang dan cinta sama Ana. Saya juga merasa beruntung kenal dengan Ana "

" Kalau memang Nak Nathan punya niat bagus ibu akan merestui dan mengizinkan, tapi bagaimana dengan orang tua Nak Nathan ? Karena Nak Nathan bisa liat sendiri, Ana buka dari keluarga yang kaya sepertinya berbeda dengan Nak Nathan "

" Saya menerima apa adanya Bu, saya tidak perduli Ana dari keluarga seperti apa "

" Jujur saja Ibu senang kalau memang ada laki laki yang menerima Ana, ibu hanya ingin titip pesan tolong bahagiakan Ana. Semenjak ayahnya meninggal, Ana harus bekerja untuk membantu biaya adiknya. Ana sejak dulu selalu mengalah, Ana selalu mengenyampingkan keinginannya demi adik dan ibunya. "

" Ana ga pernah perduli dengan kondisi kesehatannya, walaupun sakit pasti dia tetap bekerja keras. Ibu selalu berdoa agar Ana mendapatkan kebahagiaan nantinya, Ibu selalu berdoa semoga Ana mendapatkan suami yang bisa menjadi imam yang baik dan juga sayang dengan Ana "

" Ibu tak pernah mempermasalahkan soal materi, yang terpenting agamanya. Karena jika materi banyak tapi agama tidak ada sepertinya sama saja "

Nathan mengangguk sambil tersenyum, ia mendengarkan semua ucapan sang ibu.

Nathan berbincang dengan serius dengan orangtua Ana, ia benar benar ingin meyakinkan orangtua Ana mengenai tujuannya.

Waktu berlalu Nathan pun akhirnya pamit untuk pulang ke Jakarta.

" Makasih ya Nak sudah jauh ke Bandung " ucap ibu Ana

" Sama sama Bu, tapi saya minta tolong rahasiakan dari Ana kalau saya kesini ya "

" Iyah Nak "

" Ini Bu, ada sedikit uang. " Nathan mengeluarkan sebuah amplop coklat berisi uang

" Engga usah Nak simpan saja "

" Mohon diterima Bu, untuk biaya sekolah Fauzi dan Anin juga "

Ibu Ana pun menerima uang yang Nathan berikan, Nathan merasa lega karena Ibu Ana mau menerimanya.

" Yasudah saya pamit pulang dulu yah Bu " ucap Nathan sambil menciumi tangan Ibu Ana

" Hati hati ya, salam untuk Ana "

" Iyah Bu, saya permisi"

Nathan kembali masuk kedalam mobilnya, ia harus kembali pulang ke Jakarta hari ini juga.

Nathan merasa senang karena bisa bertemu dengan orangtua Ana, Nathan juga semakin yakin untuk serius dengan Ana

1
aroem
bagus
Athalia Karo
di perkuliahan tidak ketua kelas namanya Thor tapi disebut komting kelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!