NovelToon NovelToon
Slaughtering The Heavens

Slaughtering The Heavens

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.

Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.

Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.

"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alam Ke-Dua

Di sekeliling Xu Hao, hanya ada cahaya putih. Tubuhnya terasa ringan, terbawa oleh arus energi yang lembut. Perjalanan menyeberang antar alam telah dimulai.

Xu Hao memejamkan mata. Ia merasakan tubuhnya diperiksa, dianalisis, dibersihkan dari segala kontaminasi jurang. Racun, korosi, tekanan sisa, semuanya dihilangkan. Luka-lukanya pun mulai pulih dengan cepat.

Waktu terasa berhenti. Mungkin beberapa menit, mungkin beberapa jam. Xu Hao tidak tahu. Yang ia tahu, saat ia membuka mata lagi, ia sudah berada di tempat yang berbeda.

Udara yang ia hirup berbeda. Lebih ringan, lebih segar, mengandung energi ilahi yang jauh lebih murni dari Alam Satu. Langit di atasnya berwarna biru cerah, dengan awan putih berarak lambat. Di kejauhan, ia bisa melihat pegunungan hijau membentang.

Xu Hao berdiri di tengah padang rumput yang luas. Bunga-bunga liar bermekaran di mana-mana. Kupu-kupu bercahaya beterbangan di sekitarnya, tidak takut dengan kehadirannya.

Ia menghela nafas panjang. Untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu, ia bisa bernafas lega.

Perjalanan melewati Jurang Kesengsaraan berhasil.

Kini Alam Dua menanti.

---

Xu Hao kemudian terbang rendah di atas padang rumput hijau yang luas. Tubuhnya melesat dengan kecepatan sedang, menikmati setiap hembusan angin yang membawa energi ilahi murni.

Tiba-tiba, dari kejauhan, Xu Hao merasakan getaran keras. Bukan getaran biasa, tapi getaran akibat pertarungan sengit. Energi ilahi bergolak di kejauhan, menciptakan gelombang kejut yang terasa hingga ke tempatnya.

Xu Hao mengerutkan kening. Ia melesat lebih tinggi, mengamati ke arah sumber getaran. Matanya yang tajam bisa melihat Lima sosok sedang bertarung di atas sebuah lembah. Tubuh mereka melesat cepat, saling serang dengan teknik-teknik dahsyat. Cahaya berbagai warna memancar dari serangan mereka, menerangi langit di atas lembah.

Lima Dewa Langit.

Xu Hao tersenyum tipis. Bibirnya bergerak, bergumam pelan.

"Lima Dewa Langit. Jika bisa menelan dua jiwa saja, mungkin aku akan menerobos ke Dewa Langit tanpa banyak usaha."

Ia tidak ragu. Tubuhnya langsung melesat cepat menuju lokasi pertarungan.

 

Di atas lembah, lima Dewa Langit sedang bertarung sengit. Tiga melawan dua. Mereka saling melesatkan serangan dengan energi ilahi yang dahsyat. Pedang terbang melesat, telapak tangan raksasa menghantam, segel-segel energi meledak di udara. Lembah di bawah mereka hancur lebur, bekas serangan yang meleset.

Xu Hao mendekat. Ia mengatur kecepatannya, membuatnya tampak seperti kebetulan lewat. Wajahnya ia buat sedikit bingung, seolah tidak sengaja memasuki area pertarungan.

Saat jaraknya cukup dekat, ia berhenti. Ia menundukkan kepala sedikit, memberi hormat.

"Permisi, Tuan-Tuan. Aku hanya lewat. Silakan lanjutkan."

Suaranya sopan, nada bicaranya hormat. Ia berbalik, berpura-pura akan pergi.

Namun sebelum ia sempat melangkah, salah satu Dewa Langit berteriak.

"Hei! Berhenti di sana!"

Xu Hao berhenti. Ia berbalik perlahan, wajahnya tetap dingin namun tetap berusaha terlihat sopan.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"

Kelima Dewa Langit itu berhenti bertarung. Mereka saling pandang sebentar, lalu serempak menatap Xu Hao. Mata mereka menyipit, mengamati kultivasi pria di depan mereka.

"Dewa Bumi bintang enam?" salah satu dari mereka berbicara dengan nada tidak percaya. "Berani kau memasuki area pertarungan kami? Apa kau mencari mati?"

Xu Hao menunduk lagi. "Maafkan saya, Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja lewat. Saya akan pergi sekarang."

Dia berbalik lagi.

"Tunggu!" teriak yang lain. "Kau pikir bisa pergi begitu saja setelah melihat pertarungan kami? Kau mungkin mata-mata dari klan lain!"

Xu Hao berhenti. Ia menghela nafas pelan. Tangannya mengepal, lalu mengendur lagi. Ia berbalik sekali lagi.

Wajahnya dingin, tapi nada bicaranya masih berusaha sopan.

"Saya minta maaf jika kehadiran saya mengganggu. Saya benar-benar hanya kebetulan lewat. Saya tidak tahu apa-apa tentang klan atau pertarungan ini."

Salah satu Dewa Langit, seorang pria gendut dengan jubah merah, tertawa keras. "Dengar dengar! Dewa Bumi rendahan minta maaf pada kita! Lucu sekali!"

Yang lain ikut tertawa. Hanya dua orang yang tidak tertawa. Mereka diam, mengamati Xu Hao dengan mata waspada.

Pria gendut itu melangkah maju. Tangannya mulai berkumpul energi ilahi. "Biar kubunuh saja dia. Cepat selesai."

Xu Hao menatapnya. Matanya dingin, tidak ada rasa takut sama sekali. Suaranya tenang, tapi ada peringatan keras di dalamnya.

"Jika serangan sudah dilepaskan, maka tidak akan ada jalan mundur atau permintaan maaf."

Pria gendut itu terkejut. Lalu ia tertawa lebih keras. "Dengar! Dewa Bumi mengancam ku! Ancaman dari seorang Dewa Bumi rendahan!"

Dua yang lain ikut tertawa. Dua yang diam semakin waspada.

Pria gendut itu tidak membuang waktu. Tangannya yang sudah berkumpul energi ilahi langsung dilepaskan. Dari telapak tangannya, seekor ular hijau besar melesat. Ular itu terbuat dari energi ilahi murni, dengan taring beracun yang bisa melumpuhkan Dewa Langit sekalipun. Ukurannya besar, mencapai puluhan meter, membuka mulut lebar siap menelan Xu Hao.

Xu Hao menghilang.

Pria gendut itu terkejut. Matanya membelalak mencari Xu Hao. Namun sebelum ia sempat bereaksi, Xu Hao sudah muncul tepat di depan wajahnya.

Tinju Xu Hao terangkat. Di ujung tinju itu, energi Dao Pemberontakan menggelegar dengan kekuatan yang sangat besar. Cahaya ungu menyilaukan memancar, menerangi seluruh area.

"Mati."

Satu kata. Dingin. Pasti.

Tinju itu menghantam kepala pria gendut itu.

DESS!

Kepala itu hancur seketika. Bukan pecah, bukan meledak, tapi hancur menjadi partikel daging dan tulang yang berhamburan. Tubuhnya masih berdiri beberapa detik, darah menyembur deras dari leher yang putus, lalu roboh.

1
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi xuhao sampai ranah dewa kuno habis itu bantai dewa Agung qianyu beserta keluarganya thor bikin xuhao hancurkan klanya qianyu thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
xi tole
ahhhh lupa ingatan lagi🤭
Sarip Hidayat
waaaaah... salah ingatan
Fajar Fathur rizky
thor tolong di jawab thor kapan xuemo dan haoran ke alam dewa thor
Fajar Fathur rizky
cepat nanti bangkitkan kembali lianxue thor bikin anjak lianxue bantai dan hancurkan alam dewa
Dragon🐉 gate🐉
Thanks Up nya Thor lanjut 🍉💪🏻🔥🍉
Dragon🐉 gate🐉
level tertinggi dari Cinta adalah ikhlas...
dan Tahta tertinggi untuk Cinta adalah Cinta kpd Tuhan
Dragon🐉 gate🐉
pasti kontes otot lagi dia😁🤣🤣💪🏻
Dragon🐉 gate🐉
apakah Xu Hao & wanita ini akan seperti kisah Xue Mo & Bingwan 🤔
Dragon🐉 gate🐉
"... sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak membuatmu*jera*."
"...sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak memberikan efek jera padamu"
Dragon🐉 gate🐉
ternyata Lumo lbh sadiz drpd Xu Hao, 😁
Dragon🐉 gate🐉
iri bilang boss!!! ngomong aja kl kau takut tersaingi & tergantikan Krn akan ada seseorang yg lebih kuat & hebat drpd kau😒/Speechless//Pooh-pooh/
Dragon🐉 gate🐉
seperti Asura 🤔
Dragon🐉 gate🐉
siapa y wanita putih nan dingin ini🤔
Adriel Benedict
yaaa ada tunangannya 💔💔💔
Dragon🐉 gate🐉
nah kan si Yuji asal mangap🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
maksud?🤔 woy lah ambigu bgt si Lumo,/Chuckle/
Adriel Benedict
wah ternyata sama dengan Xu Hao mbawa kesayangan dalam kesadarannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!