NovelToon NovelToon
"Rahasia Laut Pasuruan"

"Rahasia Laut Pasuruan"

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cinta Istana/Kuno / Penyelamat
Popularitas:841
Nilai: 5
Nama Author: Kristinawati Wati

Berlatarkan masa kejayaan Kerajaan Panjalu (Singhasari) di wilayah Pasuruan, sebuah prasasti kuno yang ditemukan oleh Gadis nelayan, Mira, mengungkap rahasia pelabuhan perdagangan rempah-rempah yang hilang selama berabad-abad. Bersama dengan Jaka, seorang budak kerajaan yang ahli membaca naskah kuno, keduanya harus mengurai misteri di balik prasasti tersebut sebelum kekayaan dan sejarah kerajaan jatuh ke tangan yang salah. Di tengah ombak laut dan rahasia yang terpendam, apakah mereka berhasil menyelamatkan warisan leluhur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristinawati Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21: Gelombang Rahasia di Teluk Pangkah – Di Mana Bayangan Ratu Laut Bert

Di pagi hari yang masih mendung, awan tebal seperti hamparan kain kelabu menyelimuti seluruh cakrawala Teluk Pangkah. Udara terasa lembap dan penuh dengan getaran yang tidak bisa dijelaskan—seolah alam sedang mengirimkan pesan yang hanya bisa diraba oleh hati yang peka.

Siti Mariani, seorang penyihir laut keturunan dari Desa Pasuruan Wetan yang telah tiga puluh tahun menjaga rahasia nenek moyangnya, berdiri di atas tebing batu yang menjorok ke laut. Tangan kirinya memegang keris cundrik yang ujungnya bertuliskan aksara Jawa kuno, sementara tangan kanannya menyentuh permukaan air yang sedikit bergelombang. Ia sedang mencari jejak Pak Slamet, nelayan tua yang hilang bersama kapal Sumber Rejeki sudah seminggu lamanya. Banyak yang bilang kapal itu terseret oleh arus bawah laut yang ganas, tapi Mariani tahu ada sesuatu yang lebih dalam dari itu—sesuatu yang terkait dengan legenda Ratu Laut Pasuruan yang selama ini hanya dianggap sebagai dongeng oleh sebagian besar warga.

"Saudara-saudara yang terperangkap di dalam pelukan laut... beri aku petunjuk," bisik Mariani sambil mencium bau garam yang semakin kuat. Tiba-tiba, permukaan air mulai berkilau dengan cahaya keemasan yang lembut, membentuk pola seperti peta yang tidak pernah tercatat di mana pun. Ia menyadari bahwa pola itu adalah jalur menuju Pulau Tersembunyi, tempat di mana dipercaya Ratu Laut menyimpan segala sesuatu yang hilang di laut—baik barang maupun manusia yang dianggapnya layak untuk dilindungi.

Saat Mariani bersiap untuk menyusuri jalur yang ditunjukkan oleh laut, tiba-tiba terdengar suara desisan dari balik semak belukar. Raden, anak muda yang baru saja pindah dari kota dan penasaran dengan cerita rakyat setempat, muncul dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Ia telah mengikuti Mariani selama beberapa hari karena penasaran dengan tingkah laku yang dianggap aneh oleh warga desa.

"Ibu Mariani, biarkan aku ikut! Aku tahu kamu sedang mencari Pak Slamet. Ayahku adalah temannya yang baik, dan aku tidak bisa tinggal diam melihat banyak orang menyerah begitu saja," ujar Raden dengan penuh semangat. Mariani awalnya menolak, karena ia tahu bahaya yang akan mereka hadapi di Pulau Tersembunyi—hanya mereka yang memiliki hati suci dan tidak terpengaruh oleh keserakahan yang bisa selamat di sana. Namun, melihat tekad yang kuat di mata Raden, ia akhirnya mengangguk setuju dengan syarat Raden harus mengikuti setiap perintahnya tanpa tanya-tanya.

Berbekal perahu kecil yang telah dilengkapi dengan berbagai benda sakral seperti bunga melati, daun sirih, dan uang logam kuno, mereka berlayar menyusuri jalur cahaya keemasan yang semakin jelas seiring dengan perjalanan. Saat menjauhi daratan, cuaca mulai berubah drastis—angin bertiup kencang dan ombak mulai membengkak seperti gunung yang siap menghancurkan apa saja yang menghalangi jalannya. Mariani segera mengeluarkan kris cundrik dan mengayunkannya ke arah laut sambil mengucapkan mantra kuno yang diajarkan oleh neneknya. Seperti mendapatkan perintah, ombak yang ganas itu perlahan mereda dan membentuk lorong yang aman bagi perahu mereka untuk melintas.

Setelah beberapa jam berlayar, mereka akhirnya melihat sosok Pulau Tersembunyi yang tertutup oleh kabut putih pekat. Pohon-pohon bakau yang tinggi menjulang ke langit, dan di tengah pulau tampak sebuah gua yang mulutnya seolah sedang menelan cahaya matahari yang mulai merobek awan. Mariani dan Raden turun dari perahu dan berjalan menuju gua, dengan hati-hati menghindari berbagai jenis tanaman liar yang memiliki duri tajam dan bunga beracun. Di depan pintu gua, mereka menemukan beberapa kapal kecil yang hilang bertahun-tahun yang berdiri tegak seperti patung, dengan lambang keluarga masing-masing yang masih jelas terlihat meskipun telah terkena hawa laut selama bertahun-tahun.

"Sini, kita harus masuk dengan hati yang bersih dan tidak membawa keserakahan apapun. Ratu Laut sangat membenci mereka yang datang ke tempat ini dengan niat jahat," peringatan Mariani sebelum memasuki gua. Di dalam gua, mereka disambut oleh cahaya biru yang mempesona yang berasal dari berbagai jenis batu permata yang menempel di dinding dan langit-langit gua. Di tengah gua, ada sebuah kolam air jernih yang permukaannya seperti cermin yang mencerminkan segala sesuatu yang pernah dicari oleh orang yang melihatnya.

Tiba-tiba, suara lembut seperti merdu burung berkicau terdengar dari dalam kolam. Ratu Laut Pasuruan—dengan penampilan seorang wanita cantik mengenakan gaun dari sutra laut dan mahkota dari mutiara—muncul dari dalam air. Matanya yang berwarna biru laut dalam seolah bisa melihat sampai ke dalam hati Mariani dan Raden.

"Kamu datang dengan niat baik, penyihir keturunan dan anak lelaki yang penuh cinta pada saudara. Aku telah menyimpan Pak Slamet dan kru kapal Sumber Rejeki di sini karena mereka telah menyelamatkan ratusan ikan yang akan terjebak di jaring kapal pemburu ikan ilegal. Mereka layak untuk hidup dan kembali ke keluarga mereka," ucap Ratu Laut dengan suara yang meresap ke dalam jiwa.

Namun, Ratu Laut juga memberikan peringatan bahwa bahaya masih mengintai Desa Pasuruan Wetan. Seorang pedagang besar dari luar daerah berencana untuk mengambil alih lahan pesisir dan membangun pabrik yang akan mencemari laut serta menghancurkan sumber mata pencaharian warga. Ia menyuruh Mariani dan Raden untuk menyampaikan pesan ini kepada kepala desa dan seluruh warga agar bisa bersatu melawan rencana itu. Sebagai imbalan, ia akan mengembalikan Pak Slamet dan kru kapal dengan selamat, serta memberikan kekuatan tambahan kepada Mariani untuk melindungi laut dan desa.

Setelah mendapatkan pesan itu, Mariani dan Raden mengucapkan terima kasih kepada Ratu Laut. Mereka bersama Pak Slamet dan kru kapal kemudian berlayar kembali ke desa, dengan hati yang penuh tekad untuk melindungi rumah dan sumber kehidupan mereka. Saat kapal mulai menjauhi Pulau Tersembunyi, kabut putih kembali menyelimuti pulau itu dan menghilang begitu saja, seolah tidak pernah ada di sana. Di kejauhan, cahaya keemasan muncul kembali di permukaan laut—sebagai tanda bahwa Ratu Laut akan selalu melindungi mereka yang menghargai alam dan sesama makhluk hidup.

1
Anna
Thor maaf sekali, tapi ini cerita kamu sebener ee mau novel apa cerpen kok tiap bab beda. bukan beda alur tapi beda isi cerita. padahal tema judul kamu bagus lho. 🙏🙏
Anna
kok agak bingung ya, kan di bab 2 mira sudah kabur sama jaka, kenapa di bab 3 baru ketemu? tapi di awal ada mereka ketemu, eh ketemu atau belum ketemu 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!