NovelToon NovelToon
Menantu Kaisar Agung

Menantu Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Ling'er

Ling Chen, pemuda cacat yang mati dalam kesepian, terbangun di dunia kultivasi sebagai pengawal rendahan di Kekaisaran Api Agung. Namun sebelum memahami takdir barunya, seorang putri kekaisaran tiba-tiba memilihnya sebagai suami di hadapan seluruh istana.

Di balik tubuh barunya tersembunyi Api Hitam kuno, kekuatan terlarang yang mampu mengguncang kekaisaran dan membakar langit. Terjebak dalam intrik politik, perebutan takhta, dan ambisi para pangeran, Ling Chen harus bangkit dari menantu yang diremehkan, menjadi penguasa yang ditakuti seluruh dunia.

Di dunia di mana kekuatan adalah hukum, ia akan membuktikan, yang hina hari ini, bisa menjadi Kaisar Agung esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Ling'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

Jalur Ombak yang tersembunyi membawa Ling Chen, Qing Lin, dan Bai Yue Chan ke koridor panjang berair yang dindingnya terbuat dari kristal biru transparan. Di balik kristal itu, ikan-ikan cahaya kuno berenang pelan, seolah menjadi penjaga abadi reruntuhan. Udara terasa lembab tapi segar, qi air mengalir deras ke meridian mereka, membuat tubuh Ling Chen terasa lebih ringan dan api di dadanya mulai beradaptasi dengan elemen baru.

“Wah, ini lebih indah dari yang kubayangkan!” bisik Bai Yue Chan, matanya berbinar sambil menyentuh dinding kristal. “Lihat ikan-ikan itu, kayak lampu hidup!”

Qing Lin mengangguk pelan, tapi matanya tetap waspada. “Jangan terlalu santai. Kita sudah masuk ke lapisan kedua. Jebakan mulai muncul.”

Tak lama kemudian, koridor membuka ke sebuah ruangan bundar luas. Di tengah ruangan, sebuah pedestal batu putih mengapung di atas kolam air tenang. Di atas pedestal itu terletak sebuah artefak: **Trisula Air Biru Abadi**, senjata tiga cabang berbahan kristal laut murni, ujungnya bercahaya biru samar seperti ombak yang hidup. Aura qi yang memancar darinya begitu kuat hingga membuat udara bergetar.

Ling Chen merasakan Benih Api Leluhur di dadanya berdenyut lebih cepat. “Artefak ini… cocok sekali dengan teknik air yang kita pelajari.”

Bai Yue Chan langsung maju selangkah, tapi Qing Lin menahannya. “Tunggu. Ada formasi pelindung. Lihat pola cahaya di sekitar pedestal—itu **Formasi Ombak Penjaga**. Jika salah langkah, ombak qi akan menghancurkan siapa pun yang mendekat.”

Ling Chen menatap formasi itu dengan mata tajam. “Aku bisa rasakan… api dan air bisa membukanya. Biar aku coba.”

Dia melangkah maju, tangannya mengalirkan qi api emas yang sudah disatukan dengan air dari latihan sebelumnya. Api jingga tipis menyala di telapaknya, lalu dia menyentuh permukaan formasi. Api dan air bertabrakan pelan, menciptakan uap bercahaya yang menyelimuti pedestal. Formasi bergetar, lalu retak seperti es yang mencair, membuka jalan.

Trisula Air Biru Abadi melayang turun, seolah mengakui pemilik baru. Ling Chen mengulurkan tangan, dan trisula itu mendarat sempurna di genggamannya. Saat disentuh, gelombang qi air murni mengalir ke meridiannya, membersihkan sisa-sisa api yang kaku dan membuat qi-nya lebih fleksibel. Level kultivasinya melonjak langsung ke Realm Inti Emas tingkat 1—terobosan mendadak yang membuat Bai Yue Chan bertepuk tangan kegirangan.

“Wah! Saudara Ling dapet trisula legendaris! Keren banget! Sekarang kau bisa bikin ombak sambil bakar musuh sekaligus!”

Qing Lin tersenyum bangga. “Artefak ini memang ditakdirkan untukmu. Trisula ini bisa menggabungkan elemen air dan api menjadi **Gelombang Api Ombak**—teknik yang sangat langka.”

Tapi kegembiraan mereka tak bertahan lama.

Suara langkah kaki dan hembusan qi ganas terdengar dari koridor lain. Pintu masuk ruangan terbuka lebar, dan sekelompok enam orang berjubah merah darah masuk dengan cepat—tim elit dari **Klan Karang Darah**. Pemimpin mereka adalah seorang pemuda tinggi berwajah sombong bernama Xue Hong, Realm Inti Emas tingkat 3, dengan pedang darah di tangan.

“Trisula Air Biru Abadi!” seru Xue Hong, matanya merah karena iri. “Kalian dari Paviliun Dewa Laut? Hah, murid-murid kecil beruntung. Serahkan artefak itu, atau kami bunuh kalian di sini!”

Bai Yue Chan langsung maju, tangannya membentuk ombak kecil. “Coba aja! Kami nggak takut sama kalian yang bau amis!”

Qing Lin menggenggam pedang air kristalnya. “Kami tak mau bertarung sia-sia. Artefak ini sudah mengakui Saudara Ling. Pergilah.”

Xue Hong tertawa dingin. “Mengakui? Di dunia kultivasi, yang kuat yang dapat! Serang!”

Enam anggota Klan Karang Darah langsung menyerbu. Mereka melepaskan teknik **Darah Karang Merah**—gelombang darah beracun yang membentuk duri karang tajam, menyembur ke arah ketiganya.

Ling Chen melangkah ke depan, trisula di tangannya bercahaya. “Biarkan aku tangani ini.”

Dia mengayunkan trisula sekali. Qi api jingga dan air biru menyatu sempurna, menciptakan **Gelombang Api Ombak** pertama—ombak raksasa berwarna jingga kebiruan yang bergulung maju. Ombak itu menelan duri karang darah, membakarnya sekaligus membekukannya menjadi uap, lalu menghantam keenam penyerang.

Xue Hong terkejut, buru-buru mengangkat pedang darah untuk bertahan. Tapi gelombang itu terlalu kuat—dia terlempar ke belakang, darah muncrat dari mulutnya. Anggota timnya yang lain terpental ke dinding, beberapa pingsan, yang lain terluka parah.

“Mustahil… teknik gabungan seperti ini…” gumam Xue Hong sambil berlutut. “Kau… siapa sebenarnya?”

Ling Chen menatapnya dingin. “Aku hanya murid Paviliun Dewa Laut. Pergi sekarang, sebelum aku benar-benar marah.”

Xue Hong mengertak gigi, tapi melihat kondisi timnya yang hancur, dia akhirnya mengangkat tangan tanda menyerah. “Kalian menang kali ini. Tapi reruntuhan ini besar—kami akan balas dendam di lapisan berikutnya!”

Mereka mundur dengan tergesa, meninggalkan ruangan dalam keheningan.

Bai Yue Chan melompat kegirangan, memeluk Ling Chen dari samping. “Saudara Ling! Itu keren banget! Satu ayunan trisula langsung bikin mereka kabur! Keluarga kita tak terkalahkan!”

Qing Lin mendekat, menyentuh bahu Ling Chen dengan lembut. “Kau semakin kuat. Artefak ini memang milikmu. Tapi kita harus terus maju—lapisan berikutnya pasti lebih berbahaya, dan sekte lain pasti sudah mendengar pertarungan ini.”

Ling Chen mengangguk, menggenggam trisula lebih erat. “Ayo lanjut. Kitab Dewa Laut Abadi masih menanti. Dan aku… semakin dekat untuk kembali ke Yan’er.”

Mereka bertiga berjalan lebih dalam ke reruntuhan, trisula di tangan Ling Chen bercahaya samar, seolah memberi jalan. Di belakang mereka, bisikan-bisikan dari sekte lain mulai terdengar—kabar tentang “murid api-air yang menghancurkan tim Klan Karang Darah” menyebar cepat.

Persaingan semakin memanas. Seratus sekte bersaing, tapi keluarga kecil dari Paviliun Dewa Laut ini mulai menjadi ancaman yang tak terduga.

1
Nanik S
Cukup menarik diawal
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ: hehehe, terimakasih 🙏
total 1 replies
Akagami
mantap
Akagami
Lanjit
Akagami
ok
Akagami
seru
Akagami
mantap
Akagami
Awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!