Xio Feng adalah seorang anak laki-laki yang lahir dari salah satu Klan Terbesar di Tianhu yait klan Xio.Xio Feng lahir dengan bakat yang biasa saja dan dantian yang rusak,dan sering sekali dia dianggap sampah klan sehingga banyak yang kucilkna,lalu bagaimana selanjutnya apakah xio feng akan bangkit dari keterpurukannya atauka dia akan tetap di hina dan di kucilkan?saksikan selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NS_1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 penyesalan
Xio Dai mati di atas arena tanpa sempat memberi perlawanan, dan cara kematian yang begitu tragis membuat beberapa orang merasa iba. Namun mengingat sosok Xio Dai yang sering membuat onar di Kota Thianhu semasa hidupnya dan membuat tak sedikit orang menelan kerugian akibat ulahnya, tak sedikit orang yang mensyukuri kematiannya.
Sementara itu Xio Tian yang melihat kematian Xio Dai, ia langsung melompat ke atas arena dengan tangan kanan berada di belakang punggungnya.
"Beraninya kau membunuh adikmu sendiri! Xio Feng, kau bukan lagi anakku, dan aku akan mengakhiri hidupmu!" Xio Tian sangat marah dan ledakan aura ranah Raja Langit Tahap Puncak meledak dari tubuhnya, membuat orang-orang segera pergi menjauhi arena kompetisi.
“Bukannya waktu itu kamu pernah mengatakan kalau aku ini bukan anakmu, kenapa juga kamu kali ini kembali mengatakannya? Dan lagi kamu ingin mengakhiri hidupku? Apa kamu yakin dapat melakukannya dengan kekuatan yang begitu lemah?" ujar Xio Feng dengan suara lantang.
"Cih, hanya bocah yang memiliki sedikit kekuatan. Bukan hal sulit bagiku mengakhiri hidupmu!" Teriak Xio Tian semakin marah, dan tak seorangpun berani menghentikannya.
Para Patriark apalagi Leluhur Xio Dong, sebenarnya mereka mampu menghentikan Xio Tian tapi tak satupun dari mereka ingin ikut campur karena apa yang terjadi saat ini adalah permasalahan keluarga.
"Hahahaha... Kalau kamu yakin dapat mengakhiri hidupku, jangan hanya terus berkoar-koar, tapi langsung saja buktikan kalau kamu memang bisa melakukannya!" ucap Xio Feng diiringi tawa kerasnya.
"Bagiku kamu adalah sosok yang terlalu lemah, bahkan aku bisa membunuhmu dengan satu jari. Namun mengingat darahmu padamu bagaimana rasanya menjadi sosok cacat dan mendapatkan penghinaan dari banyak orang!" lanjutnya berucap.Semua orang terkejut mendengarnya.
“Anak itu terlalu berani. Hanya dengan kekuatan ranah Raja Langit Tahap Menengah, ia ingin menghadapi ayahnya sendiri yang sudah berada di ranah Raja Langit Tahap Puncak bahkan ia mengatakan dapat membunuhnya hanya dengan satu jari," ucap Tetua Hui Ling.
Xio Tian tentu saja semakin marah mendengar ucapan Xio Feng, dan segera mengarahkan seluruh auranya pada Xio Feng.
Xio Feng sama sekali tidak terpengaruh oleh aura Xio Feng yang diarahkan padanya bahkan ia masih berdiri tenang di tempatnya. Tindakan Xio Feng semakin membuat terkejut semua orang karena seharusnya ia yang hanya berada di tanah Raja langit Menengah tak ada kesempatan untuknya bertahan seperti saat ini setelah merasakan tekanan aura Xio Tian.
Tak menghiraukan aura Xio Tian, sosok Xio Feng tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya da muncul tepat di hadapan Xio Tian. Saling berhadap-hadapan, Xio Feng menampar wajah Xio Tian, membuatnya terpelanting menghantam permukaan arena kompetisi yang sangat kerasa karena terbuat dari batu khusus.
"Sangat kuat!" gumam Tetua Hui ling melihat bagaimana Xio Feng dengan mudahnya menampar Xio Tian.
Sedangkan orang-orang lainnya yang melihat bagaimana Xio Feng menampar Xio Tian, seketika mereka semua membisu. Kekuatan Xio Tian benar-benar tidak mempengaruhi Xio Feng, bahkan ia masih bisa melayangkan tamparan ke wajah Xio Tian.
"Bagaimana mungkin aura yang aku miliki tak berpengaruh padanya?” tanya Xio Tian dengan suara pelan sambil ia bangkit berdiri.
"Besar kemungkinan ia memiliki artefak yang mampu membuatnya betahan dari auraku, dan artefak itu juga mampu meningkatkan kekuatannya meski itu hanya sementara," gumamnya pelan dan ia segera mengarahkan pandangan pada Xio Feng begitu bangkit berdiri.
Qi yang telah ia kumpulkan di tangan kanannya sudah sangat banyak, dan dengan jumlah Qi yangberhasil dikumpulkan ia yakin dapat melenyapkan keberadaan Xio Feng.
"Dasar anak durhaka yang tak tau diri! Kau memang berhasil membunuhku, tapi pada akhirnya kau tetap akan mati di tanganku!" Xio Tian dengan amarah yang telah memuncak, ia langsung menyerang Xio Feng dengan seluruh Qi yang telah ia kumpulkan di tangan kanannya.
Semua orang dapat merasakan kekuatan yang terkumpul di tangan Xio Tian, bahkan Leluhur Xio Dong tidak yakin dirinya bisa menahan kekuatan itu.
Mereka semua berpikir ini akan menjadi akhir dari hidup Xio Feng, tapi tetap tak satu orangpun dari mereka memiliki keberanian memberi bantuan padanya.
Saat Xio Tian mengayunkan tangan mencoba memukul Xio Feng, tangan yang sangat kokoh lebih dulu menahan pukulannya, dan pukulannya yang seharusnya mampu memusnahkan kultivator ranah Saint Tahap Awal berhasil dihentikan menggunakan sebelah tangan oleh sosok yang tak lain adalah Xio Feng. Hanya dengan tangan kanannya ia menghentikan serangan Xio Tian, bahkan ia hanya sedikit menggunakan kekuatannya.
"Kamu ingin membunuhku hanya dengan ini?Kekuatanmu masih jauh dari kata cukup untuk membunuhku, bahkan semua itu belum cukup untuk melukaiku!" ucapnya sambil mempererat cengkraman tangannya, yang sedang mencengkram tangan Xio Tian.
Xio Tian yang sulit percayalah serangannya berhasil di hentikan Xio Feng hanya dengan satu tangan, dia berusaha keras menolak kenyataan kalau kekuatannya tak cukup untuk mengakhiri hidup Xio Feng.
Pandangannya kosong memandangi Xio Feng yang berada di hadapannya, dan ia tak berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Xio Feng.
"Ka-ka-kau, bagaimana bisa kau menghentikan seranganku hanya dengan satu tangan?” ucap Xio Tian terbata-bata.
"Kekuatanmu jelas lebih lemah dariku, dan hanya dengan sedikit kekuatan yang aku miliki tidak sulit bagiku menghentikan seranganmu!" balas Xio Feng.
Xio Tian terdiam membisu mendengar itu, begitu juga dengan orang-orang yang di sekitaran arena kompetisi, yang turut mendengar balasan Xio Feng.
"Sungguh sosok pemuda yang sangat kuat, bahkan dengan mudahnya ia berhasil menahan serangan ayahnya yang kekuatannya telah berada di ranah Raja Langit Tahap Puncak," gumam tetua Hui Ling.
"Xio Tian, aku sejak awal tidak memiliki keinginan membunuhmu. Seperti yang sebelumnya aku katakan padamu, aku hanya ingin membuatmu merasakan apa yang dulu pernah aku rasakan!"
Xio Feng memadatkan Qi di tangan kirinya, lalu begitu cukup banyak Qi yang berhasil ia padatkan, dengan sekuat tenaga ia memukul tepat di sisi perut Xio Tian, menghancurkan dantian yang menjadi pusat kekuatan pria itu.
Xio Tian seketika jatuh meringkuk sambil mengerang kesakitan, setelah Xio Feng menghancurkan dantiannya dan melepas cengkraman tangannya.
"Mulai sekarang kamu akan merasakan apa yang dulu aku rasakan," ucap Xio Feng.
Mengabaikan Xio Tian yang masih meringkuk kesakitan, Xio Feng mengarahkan pandangannya pada Leluhur Xio Dong dan mereka yang di masa lalu pernah menghinanya.
Semua orang yang dulu pernah menghina Xio Feng, tiba-tiba saja tubuh mereka menegang saat Xio Feng mengarahkan pandangannya pada mereka. Dengan kekuatan Xio Feng saat ini, jelas mereka tidak akan dapat membela diri jika Xio Feng datang menuntut balas.
Mereka tahu seberapa kuat kekuatan orang yang dapat mengalahkan Xio Tian tampa berkeringat. Mereka yang jelas jauh lebih lemah dari Xio Tian, tak mungkin bagi mereka dapat mengalahkannya.
Melihat wajah tegang mereka yang dulu pernah menghinanya, xio feng hanya tersenyum lalu berkata, "Tenang saja aku tidak akan menuntut balas atas apa yang pernah kalian lakukan padaku di masa lalu." Mendengarnya semua orang bernapas lega.
"Namun aku tak akan memberi pengampunan jika di masa depan kalian masih saja mengganggu kehidupanku!" ucapnya tegas lalu ia mengarahkan pandangannya pada Xio Boqi.
"Paman, urusanku sudah selesai di tempat ini, dan aku bukan lagi peserta kompetisi! Lanjutkan saja kompetisi tanpa keberadaanku," ucap Xio Feng begitu saja turun dari arena kompetisi dengan meninggalkan sedikit aura miliknya, yang menunjukkan seberapa besar kekuatan sejatinya.
Meski ia telah menunjukkan kekuatan sejatinya, hanya satu orang yang tahu seberapa besar kekuatan yang dimiliki Xio Feng. "Ranah Saint Tahap Awal? Anak ini, bahkan sekte Api Guntur bukanlah tempat yang layak untuk menampung kekuatannya. Dia bisa menjadi bagian dari sekte yang lebih
baik dibandingkan sekte Api Guntur," gumam tetua Hui ling, dan hanya ia yang tahu kekuatan sejati Xio Feng.
Memang Xio Feng Saat melawan Xio Tian iya Hanya mengeluarkan auranya di Rana Raja Langit Menengah.
Setelah kepergian Xio Feng yang begitu saja pergi menghilang setelah turun dari arena kompetisi, Leluhur Xio Dong naik ke atas arena melihat keadaan Xio Tian.
Dia melihat Xio Tian telah kehilangan seluruh kekuatannya, dan ia kini hanyalah manusia biasa bukan seorang kultivator. Meski begitu, ia tetap menganggapnya sebagai saudara.
"Saudaraku, mungkin ini karma atas apa yang telah kamu lakukan padanya," ucap Leluhur Xio Dong lalu dia memanggil beberapa anggota Klan Xio untuk mengantarkan Xio Tian pulang ke kediamannya.
Sedangkan Xio Tian yang jelas mendengar ucapan Leluhur Xio Dong, menyesal tentu saja ia menyesal, dan soal karma mungkin apa yang dialaminya benar-benar karma atas perbuatannya pada Xio Feng.
Dari dulu ia terus menyalahkan Xio Feng atas kematian istrinya, bahkan di saat ia memiliki kemampuan untuk menjadikan Xio Feng kultivator dengan semua yang dimilikinya, ia justru menggunakan semua itu untuk meningkatkan kekuatan Xio Dai yang hanyalah seorang anak angkat, yang dia angkat dari panti asuhan Kota Thianhu.
'Menyesal tentu tidak berguna karena semua sudah terjadi. Karma? Mungkin ini memang Karma yang aku dapatkan dan aku harus menanggungnya di sisa hidupku,' hatinya penuh penyesalan, dan ia tak akan mengelak jika saat ini dirinya sedang mendapatkan karma dari perbuatan buruknya pada Xio Feng di masa lalu.
---------------&-------------
pemula bukan Pemulah
Benua bukan Benuah
langka bukan Langkah
msh banyak lg