NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tak Bisa Ku Hindari

Jodoh Yang Tak Bisa Ku Hindari

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana

Bertemu sebagai musuh berakhir di pelaminan.

Kisah perjodohan untuk mempererat hubungan kedua keluarga.

Janganlah terlalu mencintai, siapa tau menjadi musuh.
Jangan terlalu membenci, mana tau jadi cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Sesampai di butik milik Salma mereka langsung turun dan berjalan masuk ke dalam butik beriringan. Disana sudah ada Salma dan Yanti yang menunggu mereka dari tadi.

"Assalamualaikum, Ma! Tan!" ucap Shofi dan Adit sambil mencium pipi mamanya dan mencium punggung tangan tantenya.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah"

"Mas! Mbak! Ini bajunya" ucap Staf butik.

Mereka mengambil bajunya dan langsung mencobanya. Setelah itu mereka keluar bersama dari tempat yang berbeda lalu berjalan menghampiri orangtua mereka.

"Subhanallah, cantik sekali, Shofi" ucap Salma kagum melihat kecantikan Shofi dengan mengenakan gaunnya.

Adit penasaran dengan ucapan Salma dan akhirnya memutuskan untuk melihat Shofi.

"Wah! Dia memang benar cantik, gak salah Mama puji dia" bathin Adit kagum dengan Shofi.

"Adit juga sangat tampan mengenakan tuxedo nya" ucap Yanti tersenyum menatap Adit yang begitu tampan.

Adit tersenyum dengan pujian Yanti. Shofi pun menatap Adit dengan senyuman di bibirnya.

"Ganteng juga ni anak pakai beginian" batin Shofi kagum.

"Kalian memang pasangan ideal, cantik dan ganteng" ucap Salma tersenyum sumringah.

Mendengar ucap Salma membuat mereka saling menatap satu sama lain kemudian memalingkan wajahnya.

"Gimana, apa ada yang kurang?" tanya Shofi sambil memutar badannya.

"Gak ada, bajunya sudah pas di badan kalian. Jadi sekarang kalian ganti balik pakaian kalian, kita akan pergi lunch" ucap Salma tersenyum.

Mereka mengangguk kepala dan langsung menggantikan bajunya kembali.

Setelah itu mereka memberikannya kepada staff butik, dan berjalan kembali menghampiri orangtuanya.

"Jeng! Nanti suruh Mas Bram, Eri, Keysha dan anaknya kesini untuk fitting bajunya" titah Salma tersenyum.

"Pasti, Jeng" ucap Yanti tersenyum sumringah.

"Kalian sudah selesai?" tanya Salma menatap Adit dan Shofi.

"Udah, Ma. Yuk!" ucap Adit berjalan keluar butik bersama dengan mereka.

-----

Di parkiran.

"Dit! Kamu bukakan pintu dong untuk tunanganmu" ucap Salma penuh harapan.

"Iya, Ma" ucap Adit mengangguk kepalanya dan membuka pintu untuk Shofi.

Saat Shofi masuk, mata Adit gak sengaja melihat le arah tangan kiri Shofi. Ia tidak menemukan cincin tunangan mereka disana.

"Kenapa dia gak pakai cincinnya ya? Ah.. mungkin saja dia simpan di rumah, gue sendiri aja gak pake" bathin Adit sembari melihat tangannya yang gak pakai cincin.

Adit kembali masuk dan menyetir mobilnya mengikuti mobil mamanya.

Mereka sampai di sebuah restoran favoritnya.

Setelah memesan makanan. Salma melihat tangan Adit dan Shofi yang kosong tanpa mengenakan cincin tunangan.

"Kemana cincin tunangan kalian?" tanya Salma menatap mereka dengan serius.

"Hah.. Oh ini.. Adit simpan di rumah, Ma. Lagian kalau di pakai bakal ketahuan, Ma. Sedangkan kami gak mau orang lain tau kalau kami sudah bertunangan, nanti publik bakal sorot kita, Ma" jelas Adit penuh keyakinan.

Shofi mengangguk kepalanya ikut menyetujui apa yang dikatakan Adit.

"Gue mana mungkin ngomong cincin gue sama Tari yang ada makin panas nanti" bathin Shofi.

"Hmm.. Ok.. Tapi ingat! Meskipun kalian gak pakai cincin, bukan berarti kalian bisa pacaran dengan yang lain" ucap Salma menatap mereka dengan tajam.

"Iya, Ma".

"Iya, Tan".

Setelah lunch mereka kembali ke rumahnya. Adit mengantar Shofi ke rumahnya dan kembali ke kantor.

Sebelum ke kantor ia menyempatkan dirinya ke masjid untuk shalat dhuhur. Setelah shalat ia kembali ke kantor.

------

Shofi langsung ke kamarnya untuk menunaikan shalat dhuhur. Setelah itu ia merebahkan tubuhnya, hingga terlelap.

Jarang sekali Shofi bisa tidur siang. Biasanya sampai ke rumah pasti sore, berbarengan dengan kakak dan papanya.

Tok..tok..tok...

Bi Ijah mengetuk pintu kamar Shofi. Namun tidak di respon oleh Shofi, kemudian bi Ijah langsung masuk ke kamarnya Shofi, dan meletakkan paket di nakasnnya kemudian pergi meninggalkan kamarnya Shofi.

Setelah tidur selama setengah jam, Shofi membuka matanya dan melihat sebuah paket di nakasnya.

Ia mengucek-ngucek matanya, lalu mengambil dan membukannya.

Ternyata itu barang dari salah satu olshop yang minta di endorse sama Shofi.

Shofi bergegas mandi dan memakaikan baju yang di kirim tadi.

Dengan sentuhan make up normal, dan pashmina yang mendukung bajunya, ia selfi dan membuat sebuah video dan mengunggahnya di instastory miliknya.

------

*Di kantor.

Setelah melakukan pekerjaan yang begitu melelahkan, Adit mengambil ponselnya dan membuka instagram.

"Anak ini berbakat sekali dalam modeling" bathin Adit sambil melihat story Shofi dengan senyum di bibirnya.

Dimas yang masuk menghampiri Adit merasa heran melihat Adit yang memberi senyuman pada ponselnya.

"Bos! Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Dimas sambil duduk di depan Adit.

"Hah..! Gak ada kok" ucap Adit gugup langsung meletakkan ponselnya.

"Kalau gak ada ngapain gugup begitu" ledek Dimas tersenyum sumringah.

"Udah lah, ngapain lo bahas itu" ucap Adit berdalih, ia tidak ingin ketahuan Dimas kalau ia sedang memandang wajah seorang wanita.

"Hmm.. Baik lah" ucap Dimas menyerahkan beberapa dokumen.

"Apa ini?" tanya Adit bingung.

"Ini CV calon anak magang yang direkomendasikan Pak Boy" jelas Dimas.

"Lalu kenapa lo kasih ke gue?" tanya Adit mengernyitkan keningnya.

"Biar bos taulah" ucap Dimas spontan.

"Gak usah! Anak ini rekomendasi dari Pak Boy, jadi untuk apa gue harus repot-repot melihat ini lagi" ucap Adit membukanya sekilas.

"Eh.. Tunggu!" ucap Adit kembali melihat CV anak magangnya.

"Katanya gak mau lihat lagi. Gak konsisten sama ucapannya" ucap Dimas menatap sikap bosnya.

Adit tidak menghiraukan dan terus fokus dapa CV di depannya.

"Oh, Shofi gendut ingin magang di kantor gue. Hmm.. Saatnya gue kerjain dia" bathin Adit sambil tersenyum licik.

Dimas merasa heran dengan senyuman Adit dan ia mengaruk dengkulnya yang tidak gagal.

"Bos! Sehat?" tanya Dimas menatap Adit.

"Dim! Tolong cewek ini kamu jadikan dia sebagai asisten gue" pinta Adit dengan senyum licik.

"Bos memang tau aja mana cewek cantik" ucap Dimas tersenyum sumringah.

"Udah lo gak usah kebanyakan ngomong" ucap Adit kesal.

Dimas tersenyum sumringah dan mengambil dokumennya dan segera pergi meninggalkan ruangan Adit.

1
Bilqis Salsabila
sangat suka top markotop
Mai
i like Shofi...🥰🥰🥰 Dewi harus dibasmi 🤭🤭
Windy 2613
penasaran yg bucin duluan siapa kira²
king1718
bagus ceritanya
Neni Sumarni
ngidam g segitu nyakali.....
Roewina
Thor jangan kebanyakan bahas adegan ranjang , dan ciuman soalnya dari awal " adegan romantisnya tulisannya kek gitu jadi bosen bacanya 🙏🙏
Roewina
malam pertama masa sampe sebegitunya, othor berlebihan banget,
Roewina
hadeeh 🤦 udah 87 episod ceritanya kek gitu Mulu kapan kelarnya , kalau ceritanya dibolak' balik terus ntar yg baca pada bosen loh Thor
Roewina
lah itu Sofi ma mantan pacarnya bisa bersikap dewasa , ngomongnya juga aku , kamu tapi kalau ma Adit cs ko ga da sopan - sopannya ngomongnya Lo , gue , manggil nama pula padahal Sofi kan jauh lebih muda dari Adit cs hadeehh 🤦 gimna sih Thor?
Roewina
Thor karakter gadis Solehah buat sofi ga cocok , ga pas ma kelakuan , omongan, dan bahasanya kasar kurang sopan TDK mencerminkan gadis Solehah 🙏🙏🙏🙏
Roewina
hadeeh 🤦
Roewina
mulai seru nihh, lanjut thor
Roewina
Thor si Sofi kan berhijab jadi q ngebayangin si Sofi anaknya kalem , lemah lembut sopan, tapi kok kalau ngomong kata - katanya kurang pas maaf ya Thor, tapi ceritanya bagus q suka 👍🙏
Roewina
mau dong resepnya jus poligami 😄☺️☺️
Roewina
lupa ya Thor .... tadi nyebut mamanya Adit kok mama Yanti😄😄😄
Markhatus Mbok Ane Joevika
ws thoooorrr sepurane aq Moh Moco novel.. critone mbulet mumet garai Sirah ngeluuuuu
Markhatus Mbok Ane Joevika
critone blas gk bermutu mumet koyo kotoran.. mboseni🥴🥴🥴🥴🥴
Markhatus Mbok Ane Joevika
kecewa mbik sopo thoooorrr.. Ra sumbut mbik jilbape.. ogak Reti kewajiban dadi wong ws duwe bojo... critone membosankan
Markhatus Mbok Ane Joevika
kesuwen thoooorrr critane mumetttt... maap y thoorr
Saenab
terlambat Rian mengungkapkan perasaannya sama tari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!