NovelToon NovelToon
Luka Dalam Hidupku

Luka Dalam Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Lari Saat Hamil / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

alia, gadis malang. kehidupannya yang menyakitkan setelah ibu tiri menjualnya, hamil tanpa suami di sisinya, kehilangan satu-satunya keluarga yang dimilikinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lima

"Apa..,apa maksudmu?"

Tanya sahira tergagap, ucapan pelan alia itu terdengar dingin dan memvonis, senyuman sinis itu masih terlihat di ujung bibir alia yang perlahan berdiri, keluar dari kungkungan sahira yang tidak lagi mampu membuat alia takut.

"Aku tidak hamil, jangan takut, aku sudah tidak memikirkannya lagi, apapun perbuatan kalian, aku sudah memaafkannya" ucap alia dingin, sebelum beranjak pergi meninggalkan ibu dan kakak tirinya yang masih berdiri terpaku.

Alia baru meletakkan tubuhnya yang lelah ke atas ranjang, tiba-tiba nurmala menerobos masuk, tanpa mengetuk pintu kamar, alia terduduk kaget.

Matanya menatap nanar ibu tirinya yang kelihatan sedang marah,

"baguslah karena kau sudah tahu kalau aku memang menjualmu kepada langit, tapi itu kulakukan demi biaya pengobatan papamu" sesumbar nurmala berdiri dengan mata yang melotot tajam dan berkacak pinggang.

Tubuh alia menegang marah, berani-beraninya perempuan ini mengatakan hal kebohongan seperti itu kepadanya. Masih sangat segar dalam ingatan alia di hari papanya meninggal, bagaimana ia mengemis pilu, memohon wanita iblis ini untuk mengobati papanya dengan uang dari hasil wanita ini menjual alia, ia perlahan berdiri tepat di hadapan ibu tirinya yang kejam itu.

"Mama beneran berpikir, aku sudah lupa bagaimana hinanya aku ketika mengemis uang yang diberikan pria brengsek itu, dan mama menolak memberikannya?, Maa.., aku memang bodoh, tapi aku tidak pelupa Ma, apa Mama lupa, bahwa papaku meninggal karena Mama tidak sudi memberikan uang untuk mengantar papa hari itu?"

Nurmala terlihat gugup, namun ia tidak menurunkan nada suaranya sedikitpun

 "trus maumu sekarang apa?" Tanya nurmala masih terdengar ketus,

 "anak yang kau kandung itu adalah anak langit, dan pria itu harus tahu—"

"Aku tidak hamil..Ma, " dusta Alia dengan wajah meyakinkan, walau wajahnya terlihat biasa saja.

 Ingin rasanya Alia meludahi wanita yang berdiri di hadapannya ini, bukan alia tak tahu apa isi otak wanita kejam yang sedang menatapnya curiga itu, ia yakin nurmala ingin meraih keuntungan dari kehamilannya saat ini.

 Dengan meminta uang dari pria brengsek itu, namun alia sudah bertekad untuk tidak akan membiarkan nurmala dan sahira memanfaatkan dirinya lagi.

"Pria brengsek itu menggunakan pengaman malam itu" sambungnya dengan suara yang meyakinkan.

Walau wajah Nurmala masih terlihat tidak mempercayai ucapan Alia, wanita kejam itu akhirnya meninggalkannya sendirian di kamar.

Alia bernafas lega, ia berjalan menuju pintu kamar menutup pintu itu dan menguncinya, Alia benar-benar lelah, lelah secara fisik dan juga batin.

"Aliaaa..." teriakan cempreng sahira terdengar memecah kesunyian pagi itu, Alia yang sedang bersiap-siap berpakaian rapi, tergopoh-gopoh menghampiri sahira yang menatapnya nyalang dan berkacak pinggang, sebelah tangannya menunjuk ke arah meja makan yang kosong, "kau tak masak kah pagi ini?"

"Oh..maaf, aku lupa mengatakannya, kemarin aku mendapatkan pekerjaan, dan pagi ini aku dapat shift pagi, jam 7 aku harus sudah sampai ke sana, jadi aku tidak masak, maaf" ucap Alia terdengar tenang dan tanpa ekspresi.

 Sahira menatap terkejut, Alia akhir-akhir ini terlihat mulai berani menjawab dan menentangnya, mata sahira yang besar itu menatap marah.

"bukankah kau bisa bangun lebih pagi untuk masak terlebih dahulu"

Alia tersenyum tipis namun sinis, "aku juga bekerja sepertimu, aku bukan lagi benalu di rumah ini, kenapa kau tidak meminta mama saja yang memasak, sekarang mama hanya duduk santai di rumah, maaf aku juga sibuk" jawab alia lugas dan tenang sebelum ia melangkah, meninggalkan sahira yang terperangah mendengar jawabannya.

 "Aliaaaa.." teriak sahira histeris penuh kemarahan.

"kemari kau wanita bodoh, bisa-bisanya mulut kurang ajarmu bicara seperti itu tentang mamaku, dasar wanita sialan, murahan" makinya tak henti, sahira semakin menggila ketika panggilannya sama sekali tak di gubris Alia yang sudah melangkah keluar dengan menyandang tas ranselnya.

Alia pulang dengan membonceng motor temannya, wajahnya terlihat kuyu dan lelah, dengan malas ia menyeret langkahnya yang terasa berat, di halaman rumahnya, alia melihat mobil sport as*ton m*rt*in berwarna silver metalik terparkir mewah.

Keningnya berkerut penasaran, tampilan mobil sport mewah itu sangat kontras dengan rumahnya yang bercat biru, dimana cat-catnya mulai mengelupas.

Alia menduga, mungkin saja itu mobil pacar atau kenalan Sahira. Alia dengan sadar menggelengkan kepalanya cepat, rasanya tidak mungkin Sahira akan membawa pacar milyunernya kerumah yang lebih pantas di sebut gubuk itu.

Alia melangkah pelan dan lambat, Ia tidak mau kehadirannya menarik perhatian, di ambang pintu Alia berdiri tenang, membuka sepatu ketsnya.

Lamat-lamat terdengar pembicaraan dari ruang tamu yang pintunya setengah terbuka, suara lantang ibu tiri Alia terdengar kasar berteriak

"kau harus bertanggung jawab Langit, sebagai ayah dari anak yang dikandung Alia, kau harus menunjukkan itikad baikmu"

Alia tersentak kaget mendengar teriakan ibu tirinya ketika menyebut nama dari pria brengsek itu, Alia terkesiap langkah kakinya tertahan, Alia mengurungkan niatnya untuk masuk ke rumah.

"Paling tidak langit, jika kamu tidak ingin direpotkan dengan kehadiran anak harammu itu, kamu bisa menyerahkan pada kami untuk mengurus dan membesarkannya, asal kamu menyiapkan dana setiap bulannya"

ucapan lebih tenang terdengar dari mulut Sahira, Alia terperangah tak percaya, sungguh benaknya tak menyangka sekotor dan serakus itu pikiran sahira dan ibunya.

Alia tahu kerakusan mereka akan uang, namun ia tak menyangka sama sekali, sedikitpun dirinya tak memiliki arti bagi kedua wanita kejam yang Alia panggil mama dan kakak itu.

 Ia benar-benar merasa hidupnya tidak berarti sama sekali, mereka telah hidup bersama selama 5 tahun sebagai keluarga, namun sedikitpun mereka tak pernah menganggap Alia sebagai keluarga, hatinya teriris perih.

"apa buktinya jika Alia hamil anakku?" Suara berat Langit terdengar mengintimidasi.

"bisa saja dia hamil dengan orang lain, kemudian kalian bertiga sengaja ingin menjebakku dalam permainan kotor kalian?"

 Alia berdiri dengan kepalan tangan yang menegang, wajahnya terlihat penuh amarah mendengar ucapan pria brengsek bernama Langit mahesa itu.

"Jaga mulutmu yah!, seenaknya saja kau bicara" bentak Nurmala pitam

 "alia tidak kenal pria manapun, seharusnya kau lebih tahu, bukankah kau yang merenggut keperawanannya?"

"Sabar Mama" terdengar sahira menenangkan ibunya yang sedang berapi-api.

 "Langit pasti menyadari bahwa anak yang di kandung Alia adalah anaknya"

"Hmmmm.." terdengar gumaman dari pria brengsek itu.

 Langit seorang pria tampan dengan tampilan sedikit urakan, tingginya yang menjulang, dengan kulit sawo matang eksotis, sungguh membuat banyak wanita tergila-gila, ditambah dengan kekayaan keluarganya yang tidak akan habis walau  di foya-foyakan oleh tujuh keturunan.

"aku akan mengakui, jika kalian bisa membuktikan melalui tes DNA" sahutnya masih terdengar datar dan dingin,

"Satu lagi, pertemukan aku dengan Alia"

Langit teringat malam ketika ia merenggut paksa harta yang paling berharga yang di miliki Alia, rasa alia yang selalu membuat langit ingin mengulangnya kembali.

"tanpa alia, aku anggap kalian sedang bohong dan berusaha menipuku, aku tunggu sampai nanti malam" ucap Langit setengah mengultimatum.

Tubuh jangkung itu terlihat beranjak dari duduknya, menuju ke pintu ruang tamu, dimana Alia sedang berdiri menguping.

Alia meraih sepatu ketsnya yang sudah terbuka, dengan berlari kencang, ia berusaha sembunyi agar tidak bertemu dengan Langit, pria bajingan itu.

Nafas Alia masih terengah-engah ketika ia berhasil lari dan sembunyi, Alia masuk kesebuah toko berpura-pura membeli sesuatu, saat mobil sport mewah berwarna silver metalik itu berlalu dengan angkuh.

Alia masih berdiri dengan helaan nafas yang terdengar memburu, ucapan pria itu tadi membuat Alia takut untuk pulang, ia takut jika ia pulang sahira dan ibunya pasti akan membuatnya benar-benar melakukan permintaan  pria brengsek itu.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!