NovelToon NovelToon
Suster Kesayangan CEO Lumpuh

Suster Kesayangan CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Ketos / CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ra za

Sebuah peristiwa nahas menghancurkan hidup Leon dalam sekejap. Bukan hanya tubuhnya yang kehilangan fungsi, tapi juga harga diri, masa depan, dan perempuan yang pernah ia cintai sepenuh hati. Sosok yang dulu dikenal sebagai CEO muda paling gemilang di kota itu kini terkurung di balik dinding kamar, duduk di kursi roda, ditemani amarah dan rasa hampa yang tak pernah pergi.
Kepribadiannya berubah menjadi dingin dan kasar. Setiap perawat yang ditugaskan akhirnya menyerah, tak satu pun sanggup bertahan menghadapi kata-kata sinis dan ledakan emosinya. Hingga suatu hari, hadir seorang suster baru. Gadis muda dengan sikap lembut, namun menyimpan keteguhan yang tak mudah runtuh.
Ia merawat Leon bukan sekadar menjalankan kewajiban, melainkan menghadirkan kesabaran, kehangatan, dan secercah cahaya di tengah hidupnya yang gelap. Namun, akankah ketulusannya cukup untuk meruntuhkan benteng hati Leon yang telah membeku? Ataukah ia akan bernasib sama. Pergi, meninggalkan Leon. dalam keterpurukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Tidak Terima

Pagi masih berselimut embun tipis ketika ponsel Leon berdering pelan di atas meja nakas. Dengan malas, ia meraih ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ternyata Rafa yang menelponnya sepagi ini.

"Leon, pagi ini ada rapat penting dengan para pemegang saham dan investor. Ini mendesak," suara Rafa terdengar serius di seberang.

Leon menghela napas dalam. Ia menduga hal seperti ini akan datang cepat atau lambat. Sudah cukup lama ia tidak muncul di kantor, dan kemarin pun ia hanya datang sebentar untuk rapat internal bersama para petinggi perusahaan. Pasti ada pihak yang merasa keberadaannya sudah tidak cukup dominan, dan mulai menyusun strategi untuk menjatuhkannya.

“Apa ini ada hubungannya dengan berita yang beredar kemarin?” tanya Leon, suaranya tenang namun dingin.

“Ya, itu juga. Ada beberapa investor yang terang-terangan mempertanyakan soal hubunganmu dengan Nayla, perawat pribadimu. Mereka merasa sikapmu tidak profesional, dan… beberapa di antaranya bahkan mengancam akan menarik saham jika tak ada penjelasan,” jawab Rafa hati-hati.

Mata Leon menyipit. “Semua investor akan hadir?”

“Ya, semua. Dan sepertinya, ayah Clarissa juga akan datang. Setidaknya, dia sudah mengirim konfirmasi.”

Leon mengangguk pelan. Nama Clarissa membawa kilasan memori yang tidak terlalu menyenangkan. “Atau mungkin saja Clarissa yang datang mewakili ayahnya…” gumamnya pelan, tapi cukup terdengar oleh Rafa.

"Benar, itu juga sangat mungkin. Jadi kita harus siap untuk kemungkinan itu," sambung Rafa.

“Baik. Siapkan semua keperluan rapat. Aku akan datang pagi ini.”

“Siap, Leon. Semoga rapat ini berjalan lancar.”

Setelah panggilan ditutup, Leon duduk sejenak di ranjangnya, merenung. Ia tahu benar apa yang akan terjadi. Para investor haus kepastian. Mereka tak ingin perusahaan dipimpin oleh seseorang yang dianggap tak stabil secara emosional apalagi karena berita yang beredar kemarin soal kedekatannya dengan Nayla.

Sebuah rencana perlahan tersusun di benak Leon.

Jika mereka menuntut bukti bahwa ia masih berdiri tegak, bahwa dirinya tidak runtuh seperti bisikan yang selama ini beredar, maka ia akan menunjukkannya dengan cara yang paling tak terbantahkan. Bukan hanya pada Clarissa, melainkan pada siapa pun yang menganggap kecelakaan itu telah merenggut harga dirinya.

Pintu kamar terbuka perlahan. Nayla masuk dengan langkah pelan, membawa setelan jas abu-abu gelap dan kemeja putih yang sudah disetrika rapi. Seperti pagi-pagi sebelumnya, ia bersiap menjalankan rutinitasnya, membantu Leon bersiap, memastikan semuanya tertata sempurna sebelum hari dimulai.

Namun sebelum Nayla mendekat, suara Leon menghentikannya.

“Nayla.”

Nada itu tenang, tapi mengandung sesuatu yang berbeda. Nayla langsung menoleh.

“Iya, Tuan?”

Leon menatap bayangannya di cermin cukup lama sebelum akhirnya mengalihkan pandangan ke arah Nayla. Sorot matanya serius, tanpa ruang untuk basa-basi.

“Hari ini ada pertemuan penting. Investor lama dan beberapa pihak yang cukup… sensitif.”

Nayla mengangguk pelan, menunggu kelanjutannya.

“Aku ingin kamu hadir bersamaku,” lanjut Leon. “Bukan sebagai perawat.”

Nayla mengerjap. “Maksud Tuan?”

Leon menghela napas singkat. “Sebagai pasangan.”

Kata itu diucapkan tanpa penekanan, tanpa dramatik. Justru itulah yang membuat Nayla terdiam.

“Pasangan…?” suaranya hampir tak terdengar.

“Peran mu,” Leon menegaskan. “Hanya untuk hari ini.”

Nayla merasakan dadanya mengencang. Permintaan itu jauh melampaui batas profesional yang selama ini ia jaga.

“Mengapa sampai harus berperan seperti itu?” tanyanya lirih.

“Karena Clarissa kemungkinan besar akan ada di sana,” jawab Leon lugas. “Dan aku tidak ingin memberi ruang sedikit pun bagi nya dan siapa pun bahwa aku masih terjebak di masa lalu.”

Nada suaranya tidak emosional, tapi jelas.

“Aku ingin mereka melihat stabilitas. Kendali. Kehidupan ku yang terus berjalan.”

Nayla terdiam. Ia paham. Bukan tentang Clarissa semata, melainkan tentang citra, kekuasaan, dan posisi Leon di hadapan mereka.

Setelah beberapa detik yang terasa panjang, Nayla mengangguk kecil.

“Baik tuan. Saya akan membantu anda.” ucap Nayla yakin

Leon menghela napas pelan, seolah keputusan itu memang penting baginya.

Keheningan kembali tercipta. Hingga Leon berbicara lagi, kali ini nadanya lebih ringan, hampir seperti sedang membahas hal teknis.

“Ada satu detail yang perlu kita sepakati.”

Nayla menoleh. “Detail?”

“Cara kamu menyebutku di depan umum,” ujar Leon. “Investor memperhatikan hal-hal kecil. Bahasa tubuh, intonasi, kebiasaan.”

Nayla berpikir sejenak. “Saya bisa memanggil nama Anda.”

Leon menggeleng tipis. “Terlalu kaku. Orang-orang yang mengenalku akan langsung tahu itu dibuat-buat.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, suaranya tetap datar.

“Kamu tidak perlu menggunakan panggilan berlebihan. Cukup sesuatu yang… natural. Reflektif.”

Nayla mengernyit. “Seperti…?”

“Gunakan kata ganti yang menunjukkan kedekatan,” jawab Leon. “Nada suaramu yang menentukan, bukan katanya.”

Nayla terdiam, lalu mengangguk perlahan.

“Baik. Saya mengerti.”

Leon meliriknya sekilas. “Dan satu hal lagi. Jangan ragu. Keraguan terlihat jelas bagi orang-orang seperti mereka.”

Nayla menarik napas dalam. “Saya akan berusaha.”

“Itu sudah cukup,” ujar Leon singkat.

Di meja makan, Nayla tampil berbeda dari biasanya. Elegan tanpa berlebihan, anggun tanpa dibuat-buat. Mama Gaby yang baru turun langsung tersenyum melihatnya.

“Kamu terlihat sangat berbeda hari ini, Nayla.”

“Terima kasih, Nyonya,” jawab Nayla sopan.

Leon menyela, “Dia ikut aku ke kantor.”

Mama Gaby menatap mereka bergantian, seolah memahami lebih dari yang diucapkan, namun memilih tidak bertanya.

Dalam perjalanan, Leon menghubungi Rafa.

“Aku datang dengan Nayla. Dan kau tahu apa yang harus dilakukan.”

Rafa terdiam sejenak.

“Kamu yakin?”

“Ya.”

“Kalau begitu,” jawab Rafa akhirnya, “aku akan memastikan semuanya berjalan sesuai rencanamu.”

Di kantor, kehadiran mereka langsung mencuri perhatian.

Bisik-bisik para karyawan mulai terdengar. Rafa berdiri di samping mereka dengan ekspresi tenang.

Saat pintu ruang rapat terbuka, Clarissa sudah berdiri di sana.

“Papa berhalangan hadir,” katanya manis. “Jadi aku yang mewakili.”

Tatapan Clarissa beralih pada Nayla. “Dan Anda?”

Nayla melangkah maju, menjabat tangan wanita itu dengan sikap mantap.

“Saya Nayla,” ucapnya tenang.

Leon menggenggam tangannya, kali ini dengan gestur yang terlihat alami.

Clarissa yang melihat hal itu langsung terdiam tidak ada kata yang mampu keluar dari mulutnya.

Untuk pertama kalinya, senyum Clarissa goyah.

"Kenapa Leon baik-baik saja. Seharusnya tidak seperti ini." Pikir Clarissa ia tidak terima dengan apa yang telah dilihatnya.

Sedangkan Nayla sendiri ia tahu, peran ini mungkin sementara.

Namun dampaknya… nyata.

1
Marina Tarigan
kalau kau suka sm Rafa dekati saja yuni semoga kepalamu jgn terpisah dr tubuhmu karena Rafa itu dr dulu tdk pernah mau dekat sm wanita kecuali Tia istrinys mknya jgn pupul nalurimu
Marina Tarigan
yuni kamu belum tahu siapa Rafa jgn pikir kamu bisa dekati Rafa sgt kejam kalau niatmu mengganggu rmh tgga mereka
Marina Tarigan
kenapa clarisa kok pucat kamu salah lawan malu dendiri jadinya loyo malu takut leon. Rafa tdk tandinganmu kamu mempermalukan dirimu didepan petinggi psrusahaan keok kan
Marina Tarigan
semoga berhasil niat jahatmu memenangi tender itu dan kau bisa dpt Leon palsu
Marina Tarigan
tunggu Sam kamu diperalat clarisa gatal itu hati bersekutu dgn orang gila kamu akan hancur biasanya Rafa luar biasa instinknya menjagaLeon bos dan sahabatnya bodoh
Marina Tarigan
mata2 vlarisa Rafa sdh tahu dan Leon juga menunggu waktu saja
Marina Tarigan
semoga berhasil clarisa jatuhnya kamu keliang kubur perusahaan Leon sangat besar asisten Rafa sdh tahu gerak gerik suruhanmu itu
Marina Tarigan
manejer kasihan deh lo diperalat gadis gatal dan serakah akibatnya kamu akan hancur karena Rafa sdh tahu gerak gerikmu kamu adek Davin sungguh sadar melawan Leon hidupmu sdh hancur hiduplah dgn tenang dgn perusahaan yg ada
Marina Tarigan
tadi pura2 biasa saja ya takut Nayla kepikiran kamu Lisa terlampau tinggi hasratmu smpi mencintai Leon kemurahan hati mereka kau hanvurkan tunggu akibat ulahmu
Marina Tarigan
kenapa gak curiga mkn di restoran tadi Leon sdh dikasih dr minum obat pencahar dosis tinghi kok curiga sm restoran itu
Marina Tarigan
juga dulu terlampau ringan dulu hukuman Lisa yg menjebak Dika dan Naila yg ingin melecehkan Naila dan sekarang berulah lagi semoga Naila tdk kenapa2
Marina Tarigan
gimana keadaan Rika sekaranh
Marina Tarigan
semoga Rafa jd penyelamat Tia anak yatim piatu dan menolongmya
Marina Tarigan
haha orang dekah jadi ompong dan cacat seumur hidup dikurung sampai dead
Marina Tarigan
enak kan Davin tak berhasil bodoh kali kau belum apa2 yerus leok haha orang bejat dpat tendangan dej
Marina Tarigan
bagus Davin semoga kamu bwrhasil membawa Nayla pergi jauh tapi jgn lupa kekuatan Leo seperti banteng yg bisa menggilas mu spi hanvur kita memonton
Marina Tarigan
perketat penjagaan Naila jgn pergi ke mana2 tanpa pengawasan lagipula Rafa dan Leon sdh tahu niat jahat mu Davin
Marina Tarigan
potong sampai rata itu totong si Davin gila masa ingimkan isyri orang aneh dan akhir keserakahanmu
Marina Tarigan
hati2 kemanapun Naila jgn pernah dari pengawal kalau sampai kamu teledor bersikap baik terus kamu kena masallah akan terjadi perang dunia
Marina Tarigan
jgn sempat ketemu Davin dgn Naila ya Davin biadap itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!