Seorang Dewa Perang yang terbuang dari Alam Dewa karena ulah nya yang dianggap "nakal", hingga membuat kaisar Dewa memohon kepada sang pencipta untuk membuang nya ke alam manusia.
Jalan takdir yang membawa nya ke alam yang baru dengan ingatan yang hilang dan kekuatan yang tersegel.
Mampukah Sang Dewa Perang menemukan jati dirinya..? ikuti kisah ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sigi Tyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemilihan Selir untuk Pemimpin Agung
Malam pertarungan untuk menjadi calon Selir sang Pemimpin Agung sudah di mulai.
Para perempuan muda yang sudah terdaftar sebagai calon selir, sudah duduk di tempat untuk para peserta, mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan sesuai undian, karena itu mereka duduknya berhadapan dengan orang yang akan menjadi lawannya.
Kumala sudah duduk di depan seorang gadis dengan pakaian merah menyala, sedangkan Kumala sendiri memakai pakaian merah muda sehingga makin tampaklah kecantikan seorang Kumala.
Di atas panggung sudah bertarung seorang gadis dari wilayah selatan, tepatnya wilayah Kerajaan Agung Karang Pandan, sedangkan lawannya masih gadis lokal sini saja, yaitu daerah barat Kerajaan Agung Karang Kadempel.
Mereka bertarung dengan memadukan antara jurus jurus umum dengan jurus khusus Mata Iblis.
Pertarungan makin seru ketika mereka sudah menggunakan jurus Mata Iblis, saling serang saling tangkis.
Melihat kemampuan kedua nya, nampak lah mereka berasa di Jurus Mata Iblis tingkat ll atau lll, dan bagi kelompok lain itu sudah sangat luar biasa.
"Hiaaaa..!!," teriak gadis dari kerajaan Agung Karang Pandan, melesat dan meloncat dengan menghantamkan pukulannya diiringi kilatan cahaya dari matanya.
Namun gadis dari Kerajaan Agung Karang Kadempel yang berbaju putih hitam tak mau kalah, maju menyongsong pukulan tersebut sembari mengeluarkan kilatan cahaya juga dari matanya.
Daaar....!!
Ledakan terjadi..., keduanya terlempar ke belakang, namun gadis dari Karang Pandan terlempar hingga ke luar dari arena.
Sedangkan gadis dengan baju putih hitam yang berasal dari Kerajaan Agung Karang Kadempel masih terjatuh di atas panggung, jadi otomatis dialah yang di anggap sebagai pemenang.
Pembawa acara maju lagi ke atas panggung, mengumumkan siapa yang memenangkan pada pertandingan pertama tersebut.
Kemudian pembawa acara kembali memanggil peserta berikutnya yaitu seorang gadis dari wilayah Kerajaan Agung Wukir Asri dengan senjata tombak melawan gadis dari Kerajaan Agung Pati Sruni yang berasal dari wilayah timur.
Gadis dari wilayah Kerajaan Agung Pati Sruni, bersenjata Kipas baja dengan pisau di tiap sisinya.
"Mulai....!!," teriak pembawa acara menandakan waktu pertarungan di mulai.
Kedua gadis muda itu mulai memainkan jurus jurus nya.
Gadis dari Wukir Asri yang bersenjata tombak sudah memutar tombaknya melingkupi tubuhnya sebelum melesat menusukan tombak tersebut.
"Yeaaa..!!."
Blaaarr.!!
Ujung tombak mengenai kipas baja yang sudah di kebaskan hingga terbuka dengan lebar, menangkis serangan lawan.
Bersama dengan tangkisannya gadis dari Pati Sruni yang bersejata Kipas baja itu merangsek ke depan menyerang gadis bersenjata tombak itu.
Wuuutt...
Sebuah tendangan dari gadis bersenjata Kipas itu sangat cepat hingga gadis dari Wukir Asri hanya mampu memiringkan badannya saja.
bruuk...!!
tendangan tersebut masih sedikit mengenai badan gadis dari Wukir Asri.
"Aaarh..!!." meskipun tak telak, tendangan itu berhasil membuat nya berteriak kesakitan.
Keduanya kembali maju memainkan jurus jurus andalannya, saling mencoba untuk memenangkan pertandingan tersebut.
Pertarungan dua orang gadis itu akhirnya di menangkan oleh gadis dari kerajaan Agung Pati Sruni, saat gadis dari Wukir Asri yang bersenjata tombak berhasil di hantam dadanya dengan cahaya Maya Iblis.
Gadis dari Wukir Asri itu terlempar, namun segera di tolong oleh para sesepuh di sana.
Beberapa pertandingan pun kembali di gelar, semua bertarung dengan sungguh sungguh, karena ingin memenangkan pertandingan tersebut.
Kali ini pembawa acara memanggil nama Kumala untuk maju ke depan untuk bertarung dengan gadis dari Kerajaan Agung Jongka Lengkong yang berada di Utara Karang Kadempel.
Gadis dengan baju merah menyala itu nampak sudah mengeluarkan cemeti Senjaya nya.
Kumala juga sudah mencabut pedang senjata andalannya selama ini.
Kedua nya kini sudah saling berhadapan, terlihat tatapan gadis dari Jongka Lengkong sangat meremehkan Kumala karena dirinya merasa jurus tingkatan Mata Iblis nya sudah berada di tingkat III akhir memasuki tingkat IV.
Ctaaarrt...!!
Di awali suara lecutan keras, cemeti itu melesat meliuk mencoba mengoyak badan Kumala.
Namun Kumala masih tenang bahkan pedangnya juga masih di putar di sekitarnya badan nya belum di arahkan ke lawan.
Wuuss..!! ketika ujung cemeti sudah mendekati badannya, Kumala hanya bergeser sedikit menghindari kaitan Ujung cemeti, lalu memutar pedangnya dengan gerakan menampar.
Traaang...!!
Akibat gerakan pedang yang seperti tepisan itu, membuat ujung cemeti berbalik menyerang pemiliknya.
Gadis dari Jongka Lengkong itu kemudian meloncat melayang di udara menghindari "senjata makan tuan" tersebut.
"Uugh..gadis sialaan..!!," umpat nya, jengkel sambil memutar tubuhnya.
Kumala hanya menarik sudut bibirnya mengejek lawannya agar makin terpancing emosi nya.
Gadis Baju merah menyala itu kembali melesat, menyerang ke arah Kumala dengan memutar mutar Cambuk nya hingga pola serangan nya tak mudah di tebak lawan.
Namun Kumala gadis yang sangat berbakat itu tak bergeming, diam menanti datangnya ujung cambuk lawan yang mengarah kepada nya.
Ctaaarrt...!!
Cemeti itu meledak sebelum melesat menusuk ke arah Kumala, dengan sigap Kumala menangkis tusukan dari ujung cambuk yang sudah berubah menjadi keras.
Traaang...!!
Dengan pukulan tangkisan dari Kumala tersebut, membuat tenaga yang mengaliri cambuk itu terputus, sehingga cemeti yang tadinya kaku kini luruh dan melemas, saat itulah Kumala memutar melilitkan pedangnya dan menarik nya.
Mengetahui lawan berniat menariknya, gadis dari Jongka Lengkong itu menyiapkan jurus Mata Iblis nya.
Mata gadis itu sudah berpendar, kekuatannya sudah di pusatkan Di sana.
Blaass..!!
Sebuah kilatan sinar jurus Mata Iblis dari gadis Jongka Lengkong melesat menerjang ke arah Kumala yang sudah siap dengan jurus yang sama.
Blassshh..!!
Jduuaaaarrt..!!
Ledakan keras terjadi karena bertemunya dua lesatan cahaya yang sama sama keluar dari mata dua gadis itu.
Semua yang menonton pertandingan itu, terkesiap melihat dahsyat nya serangan Mata Iblis dari keduanya, namun yang lebih hebat lesatan sinar Mata Iblis dari Kumala yang mampu melempar kan lawannya hingga keluar dari arena pertandingan.
Nampak lawan dari Kumala terlempar lumayan jauh dan berguling gulingan dengan beberapa tulang yang cidera.
Para tetua segera melakukan pertolongan terhadap gadis dari Jongka Lengkong tersebut.
Semua bertepuk tangan melihat pemandangan itu, bukan korban yang cidera tapi kehebatan sosok Kumala, tak terkecuali Pemimpin Agung yang nampak girang, bakalan mendapat selir yang cantik dan hebat dalam bertarung.
Karena salah satu syarat mendampingi Pemimpin Agung adalah memiliki Kemampuan bertarung yang hebat.
Permaisuri nampak tersenyum kecut, melihat pemandangan itu, matanya tak lepas dari Kumala.
"Setan cilik itu.. sungguh sungguh mengancam posisi ku..!!."
Dengan geram permaisuri mendengus, menatap Kumala yang akhirnya memenangkan pertarungan itu dengan gaya.
"Aku harus mencegahnya menjadi juara di sini."
Sementara itu pembawa acara kembali naik ke panggung, memberikan pengumuman untuk hari esok.
"Semua pertandingan hari pertama ini sudah selesai, pertandingan selanjutnya akan dilakukan besok pagi lagi....," begitu kata pembawa acara mengakhiri pertandingn pemilihan calon selir Pemimpin Agung di hari pertama.
Suara nya yang kencang memecah keramaian suasana para penonton yang hadir di sana.
Semua penonton nampak berbondong bondong untuk keluar dari wilayah arena pertandingan, dengan tebakan besok pagi pasti pemenang nya adalah Kumala, karena sudah terlihat dirinya lah yang terkuat menjadi kandidat juara, di bandingkan yang lainnya.
**
Hari makin larut, rasa lelah setelah pertarungan membuat badan Kumala makin butuh istirahat.
Tok.. tok..
Kumala yang hendak memejamkan mata nya, menjadi terjaga, sedikit rasa kesal menghampiri nya, siapa kiranya yang bertamu malam malam.
Dengan pelan Kumala membuka pintu, nampak beberapa orang pelayan membawakan aneka hidangan bersama dengan Ratu Dewi Mata Iblis di sana.
"Apa aku mengganggu mu..?." sapa basa basi sang Permaisuri.
Kumala sebenarnya enggan meladeni wanita tersebut, namun tak mampu untuk menghindari nya.
"T..t.tidak Ratu...!," sahut Kumala berbohong, padahal dalam hati merutuk karena sudah ingin istirahat.
"Kalau begitu mari kita nikmati makanan ini, sebagai syukur atas kemenangan mu.."
"Maaf Ratu..tapi saya belum menang, masih ada hari esok," dengan halus Kumala mencoba menolak ajakan makan bersama tersebut.
"Huh..semua sudah tau kalau kau bakal jadi pemenang nya," ucap Dewi Mata Iblis mendesak, sambil menyuruh para pelayannya membawa masuk makanan tersebut.
"Apapun itu tidak pantas kan kau menolak makan bersamaku..?." desak sang Ratu Dewi Mata Iblis, membuat Kumala hanya pasrah mengikuti langkah kaki wanita itu menuju ujung kamar yang ada meja dan kursi nya.
Mereka kini sudah duduk di kursi dan meja yang penuh dengan aneka hidangan.
Aneka hidangan yang menggugah selera itu, memang menarik minat Kumala untuk memakannya.
"Ayo makan, kamu tidak akan menolak makanan dari Ratu mu bukan..?." kata Dewi Mata Iblis.
Karena terus di desak dan juga melihat aneka olahan makanan yang menggugah selera akhirnya Kumala makan bersama Ratu Dewi Mata Iblis.
Mereka makan bersama sambil berbincang meskipun perbincangan itu hanya sekedar basa basi.
______________
Jangan lupa tinggalkan jejak nya...
jgn naif dunk thor..
lha ini ktmu kok g kembali ke Jaya thor..
yg bnr mn thor?