"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Penampakan Ridwan
Ridwan menatap kesana kemari dengan mata penuh waspada karena dia merasa dapur ada yang tidak beres dan air yang menggenang di lantai itu bukan air biasa, sebab air yang ada di lantai bukan hanya ada pada satu tempat saja melainkan terus berteret ke belakang seolah sengaja di seret oleh seseorang agar air itu bisa berserakan ke sana kemari.
Ingatan duda tampan satu ini tentu saja langsung mengarang tentang sungai yang membutuhkan banyak nyawa belakangan ini sehingga dia merasa merinding dan menunggu air mendidih terasa begitu lama, rasa ingin segera kembali masuk ke dalam kamar dan ngobrol berdua saja bersama dengan Amir.
Tapi air ini tidak bisa di ajak kerjasama sehingga Ridwan masih harus tetap menunggu sampai air itu mendidih agar nanti Amir bisa minum teh hangat dengan nikmat, punggung Ridwan terasa begitu dingin karena dia merasa ada seseorang yang sedang mengawasi entah itu dari luar atau sedang ada di dalam rumah ini.
Andai saja dia bisa melihat dengan jelas tentang iblis itu maka pasti sekarang sudah lari tidak karuan karena memang air yang ada di dalam rumah bukan air biasa, Ridwan terus membaca doa apa saja yang dia bisa untuk melindungi diri karena dia tidak mau bila sampai terkena pengaruh dan kemudian berjalan masuk ke dalam sungai.
"Ayo cepat lah mendidih, kenapa lama sekali ini." batin Ridwan ingin menjerit.
Wuuuut.
"Tidak ada apa apa kok." Ridwan cepat menoleh karena leher belakang seolah ada yang meniup.
"Amir juga mendadak saja demam, mana membuat aku repot begini malam malam." keluh Ridwan karena takut.
Memang yang Amir pinta hanya segelas teh hangat tapi karena perasaan sedang takut maka Ridwan tidak bisa untuk fokus membuat teh itu, menunggu air panas yang mendidih paling hanya lima menit saja terasa sampai lima jam karena rasa takut yang dialami di dalam hati dan juga tubuh bereaksi lain sekarang.
Kericiiik.
Kericiiiik.
"Suara air yang jatuh, apa hujan turun lagi malam ini?" Ridwan mengintip dari jendela dapur.
"Tidak ada hujan kok, tapi memang mendung itu bagian sana." batin Ridwan kembali dan ingin menutup gorden.
"Hah apa itu tadi?!" Ridwan terperanjat ketika akan menutup gorden tapi malah melihat seseorang yang sedang melintas.
"Ah aku pasti salah lihat lah, lebih baik cepat ku buat teh ini." Ridwan menyambar gelas dan mengisi dengan gula.
Kriciiiiik.
Kericiiik.
"Tolong lah Ya Allah, aku sudah muak ketemu dengan setan jadi tolong jangan tunjukan aku setan lagi lah." doa Ridwan dalam hati nya sekarang ini akibat merasa takut.
Wuusssssh.
Ridwan kembali menoleh karena barusan ada angin dingin menyambar punggung dia, terasa sangat dingin dan bahkan ketika Ridwan memegang baju yang dia pakai maka terasa lembab seolah sudah terkena air barusan akibat sambaran yang tidak jelas datang nya dari mana sehingga bisa membawa air seperti itu tadi.
Tes.
"Hah!" Ridwan kembali tegang karena dia merasa ada yang menetes tempat di bagian kepala.
Tes.
Tes.
"Jangan, tolong lah jangan beri aku penampakan!" batin Ridwan menjerit akibat suasana yang sangat tegang ini.
Saat tangan dia terulur untuk memegang bagian kepala apa memang ada air yang menetes dari atas, maka tangan Ridwan menemukan bahwa rambut dia memang sudah basah akibat terkena tetesan sesuatu yang jatuh dari atas plafon, mau tidak mau kepala Ridwan pun mendongak karena dia ingin melihat apa yang sedang ada di atas dia saat ini.
Sebab air yang menetes pada bagian kepala terasa begitu amis dan juga sangat menjijikkan sehingga Ridwan merasa bahwa yang sedang ada di atas dia pasti berwujud seram dan juga menakutkan sekali, benar tebakan duda satu ini karena ketika kepala dia terangkat untuk melihat sosok tersebut maka nyawa Ridwan seolah akan terlepas dari tubuh ini karena dia sangat kaget dan juga ketakutan melihat sosok yang begitu seram.
"Aaaaaaghhh SETAAAAAAN, MIR ADA SETAN!" Ridwan cepat berlari karena dia sangat takut.
"Heheheeeee.." sosok itu tertawa namun juga kesal karena Ridwan tidak bisa kena pengaruh akibat sudah kabur duluan.
"TOLONG AKU, MIR! ADA SETAN DI DAPUR." Ridwan masuk kedalam kamar dengan perasaan takut serta wajah pucat.
"Kenapa, Bang?!" Amir yang menggigil saja sampai kaget.
"Tolong aku, demi Allah aku tidak mau sendirian." Ridwan lemas seolah tidak punya tulang.
"Hei kau kenapa sih?" Amir turun dari ranjang setelah melihat Ridwan yang pucat.
"Kita kembali punya urusan dengan setan, astaga kita akan di hantui oleh setan itu." Ridwan semakin melantur saja.
Namun Amir bisa menduga bahwa Ridwan pasti barusan sudah melihat sesuatu sehingga dia terlihat sangat ketakutan dan tidak mau mengatakan dulu apa yang telah dia lihat, pasti hati pria ini sedang syok berat karena dia tidak pernah lagi memiliki urusan setan beberapa waktu belakangan ini dan baru sekarang jiwa dia kembali terguncang.
Amir rasa ingin melihat ke bagian belakang tapi dia tidak jadi karena tahu Dan teringat bagaimana bentuk hantu air yang sempat dia lihat ketika sedang ada di sungai tadi sehingga memutuskan untuk tetap diam di dalam kamar, sebab kamar di rumah Ridwan juga sangat besar dan cocok untuk mereka berdua tidur malam ini.
"Dia berbau sangat amis dan membawa banyak air." Ridwan mulai cerita perlahan.
"Masa hantu air itu datang kerumah kita, Bang!" pekik Amir.
"Pokok nya aku tidak mau tau ya, besok kita harus menemui Arya dan minta tolong sama dia." tegas Ridwan.
"Apa mungkin dia mengikuti aku sampai sini? sebab mata kami sempat beradu kan." batin Amir.
"Kenapa kau termenung begitu? pasti dia ikut dengan mu ini." tuding Ridwan langsung.
Amira tidak berkutik walau telah di tuduh seperti itu oleh Ridwan, karena mungkin saja benar apa yang dikatakan oleh Ridwan bahwa bisa saja hantu air itu mengikuti Amir datang ke rumah ini dengan maksud ingin membawa duda tersebut mati juga seperti para korban lain.
"Tapi untung kan aku datang kesini, kalau tidak maka aku pasti akan tenggelam juga lah." lirih Amir.
"Ya sudah kita tidur berdua malam ini, kamar mandi juga ada sehingga kita tidak perlu keluar kamar." putus Ridwan.
"Apa bisa tidur ya kalau lagi begini?" keluh Amir.
Ridwan diam saja karena mungkin benar bahwa mereka pasti tidak bisa tidur akibat rasa takut dan begitu besar dalam hati sehingga untuk memejamkan mata pasti tidak akan punya nyali, terutama Ridwan yang barusan menyaksikan secara langsung tentang iblis itu.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
aku jg setuju dgn ibu2 yg lain klo si kokop pindah dr desa pandan arum😌
udah di batai sama Purnama juga ga kapok...
apa perlu ya di bantai sama hantu air dulu baru dia kapok...
yang jadi suaminya aja sampai malu ya bang Thamrin...
lanjut mak... di Cileungsi lagi hujan lebat mak...
ap kopsah jdi ketua hantu air aja..cockk kayanya
udh insaf kan...
mantan kk ipar ku sekrang istriku...