NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 - Terluka lahir dan batin

Tentu Shakira melakukan perlawanan, dia siap melayani Fauzi tapi bukan seperti ini caranya. Yang dia inginkan malam pertama penuh kehangatan, penuh cinta, penuh perasaan, yang dilakukan Fauzi seakan pelecehan. Dia benar-benar terluka lahir dan batin, setiap kata yang keluar dari mulut Fauzi begitu menyakitkan. Pun dengan perlakuan yang di terimanya tergolong kekerasan.

Tubuh Shakira sakit di dorong secara kasar keatas ranjang, meski mencoba melawan nyatanya tenaga Fauzi begitu kuat, semakin berusaha melawan emosi Fauzi semakin bertambah, bukan hanya dorongan maupun benturan keras dari benda, dia juga menerima tamparan saat berusaha kabur dari Fauzi. Makin melawan perlahan habis tenaganya.

Ia kalah, pria itu berhasil menguasai dirinya secara brutal, isak tangisnya menjadi bukti bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.

"Tolong hentikan Mas, ini sakit." Bukan kenikmatan yang Shakira rasakan namun kesakitan yang dia terima, tubuhnya menjadi sasaran amarah Fauzi.

Gigitan kecil di leher bahkan di bagian tubuhnya tak membuatnya terlena, justru sebaliknya, membuatnya kesakitan.

Fauzi mendongak, matanya menatap Shakira penuh gairah, dia terbawa suasana oleh kenikmatan yang dia ciptakan sendiri meskipun harus menyakiti Shakira.

"Sakit? Sakitan mana saat aku tahu kamu sering melayani banyak pria? Hatiku lebih sakit, Shakira. Aku kecewa sama kamu tapi aku juga cinta sama kamu. Seperti ini kan yang dia lakukan sama kamu?" pria itu menggerakkan pinggulnya secara kasar tanpa ampun.

"Aww!" Bukan rintihan seperti orang pada umumnya, melainkan jeritan sakit yang keluar dari bibir mungil Shakira.

Kening terluka, sudut bibir terluka hingga berdarah, tubuhnya sakit mendapatkan perlakuan kasar, sekarang bagian bawah intinya dipaksa secara kasar sampai merasakan nyeri teramat dalam.

"Mendesahlah sayang, jangan nangis, ini nikmat sekali, kamu gak merasakannya?" racau pria itu semakin menggila, semakin kasar bermain semakin membuatnya melayang. Ia akui menikmati semua ini, munafik bukan.

Sedangkan di luar, Mario mematung dibalik kaca jendela tepat di kamar yang Shakira pakai. Hatinya mencoles sakit mendengar kegiatan mereka, ada rasa tidak rela saat mendengar suara Fauzi mengerang nikmat dan marah saat suara Shakira merintih sakit.

Tubuhnya menyandar di dinding, kedua tangannya melipat di dada terkepal menahan emosi. Meskipun dulu dia jahat nyatanya dia memperlakukan Shakira dengan baik penuh kelembutan.

"Apa aku tidak akan bisa meraih mu lagi Sha? Apa setelah ini kamu akan benar-benar menjadi miliknya dan tidak akan ada harapanku lagi mendapatkan mu kembali? Aku cinta kamu Shakira, dari dulu, sejak kepergian mu disanalah aku sadar bahwa aku benar-benar mencintaimu hingga saat ini."

Bukannya pergi dari sana, Mario malah diam mendengarkan. Entah sampai kapan berdiri namun yang pasti sampai dia ingin menjauh dari tempatnya saat ini, TPI nyatanya dia tetap bertahan.

Sementara di dalam, Fauzi tersenyum mengejek. "Pantas saja banyak laki-laki menginginkan pelayananmu, ternyata emang seenak ini. Jika kamu berbuat ulah lagi aku akan memberimu hukuman seperti ini."

Pria itu berdiri setelah puas melampiaskan kemarahannya pada Shakira. Dalam keadaan lemas terisak menangis, Shakira menarik selimutnya menutupi bagian tubuhnya.

"Nih, buat kamu karena sudah melayani aku, 1 juta cukup kan?" Fauzi mengambil uang dari dalam dompetnya, melemparkannya pada tubuh Shakira secara kasar.

Tidak ada tenaga untuk melawan, dia diam dalam segala kesakitan, hati sakit, tubuh sakit, dan makin sakit atas perlakuan Fauzi seolah dirinya pelacur, di bayar setelah di pakai.

Setelah mengenakan pakaiannya lagi, Fauzi pergi dari sana dalam keadaan hati serta pikiran yang kacau, meninggalkan Shakira seorang diri tanpa perasaan.

Melihat kepergian Fauzi, Shakira berusaha mendudukkan dirinya, masih mempertahankan selimut menutupi tubuh polosnya, ia memeluk kedua lutut menenggelamkan wajahnya seraya menangis tersedu-sedu.

"Mengapa ini terjadi padaku?"

Dari luar Mario masih bertahan, bahkan dia bisa mendengar pembicaraan mereka, matanya menangkap siluet pergerakan Fauzi keluar dari rumah berjalan tergesa menuju yayasan.

Tatapan Mario tetap tertuju pada pria itu hingga hilang masuk ke dalam kawasan Nurul Huda. Barulah dia bergerak masuk ke dalam rumah memastikan Shakira secara langsung.

Semakin dekat langkahnya semakin bisa ia dengar tangis Shakira begitu menyayat hati. Ia marah, ingin menghajar Fauzi namun ia sadar dia bukan siapa-siapa.

Langkahnya terhenti tepat di depan kamar Shakira, tatapan matanya begitu sendu, wanitanya menangis pilu dalam keadaan kacau berantakan.

"Shakira," panggilnya begitu lembut penuh perasaan.

Merasa ada suara, Shakira mendongak, tatapan keduanya saling bertemu, tangis Shakira makin kencang sementara Mario terbelalak kaget sama wajah Shakira, banyak luka lebam.

Bergegas dia menghampiri, duduk di tepi ranjang memeluk tubuh rapuh wanitanya. Ya, Mario masih menganggap Shakira wanitanya karena sulit bagi dia melupakan perasaan cinta yang ia rasa dari lama.

"Kamu .." bibirnya terasa kaku, sulit terucap.

"Di-dia, dia memperkosakku, Mario."

Deg.

Gemuruh emosi melanda, sesak kian mendera, tangisan pilu teramat menyakitinya, lantas harus bagaimana dia sekarang? Mereka suami istri dan ada hak serta kewajiban yang harus mereka lakukan sebagai pasangan halal.

"Kalau ngomong jangan ngawur, Shakira Waka Waka, mana ada suami memperkosaa istrinya, itu dalil dari mana? aneh saja kamu." Di tengah marah menghampiri, ia berusaha tenang bersikap seperti biasanya, menghibur Shakira dengan caranya.

Puk.

"Aduh! Kekerasan ini, masa punggungku kamu pukul. Mau kdrt mantan nih ceritanya?" Pukulan pelan dari Shakira ia gunakan sebagai candaan saja, ia yakin wanita itu sedang kesal namun setidaknya Shakira tak lagi memikirkan Fauzi.

"Ter Rio nyebelin. Disaat serius gini masih aja bercanda." Shakira mendorong dada Mario teramat kencang.

Bruk.

"Astaga naga Shakira Waka Waka, itu tenaga apa beban kuat banget sampai aku terjatuh ke lantai? Bokongku udah tepos makin tepos ini mah, bisa-bisa enggak bahenol lagi." Mario berdiri.

Sementara Shakira mencebik kesal sambil mengusap air matanya. "Percuma ngomong sama teh Rio tanpa gula batu, yang ada ngeselin bin nyebelin. Kamu ngapain kesini hah? Mau mencuri? Keluar sana!"

"Yaelah baru aja masuk udah di usir aja. Mantan nih, mantan terindah loh, masa gak sayang di usir gitu aja?"

"Aku gak akan sayang buang bekas Teh Rio kayak kamu. Keluar sana!"

Mario menghela nafas kasar, "iya, aku keluar sekarang juga, kamu baik-baik saja kan?" Dia serius menatap Shakira.

Wajah wanita itu berpaling tak ingin melihatnya, ia sadar keberadaannya sedikit menghibur walau ngeselin.

"Hmmm cepat keluar dari sini sebelum orang lain datang berpikir tidak-tidak!" ucap Shakira penuh penekanan.

Namun Mario bukan keluar, dia malah mendekati Shakira, duduk di tepi ranjang kemudian meraih dagu Shakira.

"Eh! Kamu!" rasa terkejutnya semakin bertambah ketika Mario mengusap lembut sudut bibirnya yang terluka.

"Pasti sakit, kita ke rumah sakit ya." tatapannya serius penuh khawatirkan, kali ini tidak bercanda lagi.

"Gak usah! Mendingan kamu keluar dari rumah ini! Keluar!"

"Shakira, luka kamu banyak, perlu di periksa, bagian inti kamu juga ..."

"AKU BILANG KELUAR!" Shakira tidak mau membahas masalah itu lagi, meski keadaan tidak baik-baik saja dan seluruh tubuhnya teramat sakit, ia tidak mau menambah masalah dengan keberadaan Mario di rumahnya.

"Sha ..."

"BAJINGANN!!"

Bugh!

"Aaakhh!!"

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!